Dikucilkan Keluarga Suami

Dikucilkan Keluarga Suami
bab 5


__ADS_3

Hari hari ku lalui dengan berat. bayangkan, semua orang memandang hina aku karena fitnah fitnah dari keluarga suamiku.


.


hingga akhirnya suamiku mendapat panggilan kerja di kota Pasuruan. karena tak tega melihatku menderita dihina hina keluarganya, maka dia memboyong ku dan anak kami Wibie yang saat itu masih berusia 3bulan.


.


Alhamdulillah di Pasuruan kami dipertemukan dengan orang orang yang baik. kami mengontrak sebuah rumah yang cukup besar menurutku. dengan harga yang sangat murah karena rumah tersebut sudah tidak berpenghuni alias rumah lama kosong.


.


hari hari kami jalani dengan tenang. meskipun gaji yang di dapat suamiku hanya cukup untuk makan sehari hari dan menyicil hutang kami sedikit demi sedikit.


.


tidak hanya di pertemukan dengan tetangga tetangga yang baik, bahkan aku punya teman teman yang baik juga. entah seperti apa perkenalan kami waktu itu hingga menjadi sahabat yang saling mengisi dan baiknya mereka adalah bisa membawaku pada jalan yang baik. semenjak berteman dengan mereka, aku bisa menjadi lebih sabar, lebih mendekatkan diri pada sang Pencipta. semoga mereka selalu bahagia dunia dan akhirat....


.


namanya hidup, tak akan begitu mudah dilalui. apalagi bagi mereka yang berusaha menjadi baik. ya seperti yang aku lalui saat ini.

__ADS_1


.


hutang yang awalnya puluhan juta bisa kami cicil sampai tersisa sekitar 14 juta. bahagia. ya jelas bahagia...


.


tapi bahagia tak akan kekal ya kan...


sampai akhirnya marak maraknya covid 19, beberapa karyawan harus dirumahkan. dan suamikupun termasuk dri karyawan yang dirumahkan. tak ada tabungan sama sekali, kontrakan pun udah waktunya bayar lagi. uang yang selama ini di dapat sudah habis untuk kebutuhan sehari hari dan bayar hutang.


"gimana mas, mau cari kerjaan apa yang bisa buat makan hari ini? " tanyaku.


" apa kamu gak kenal sama pemilik warung depan dek, biar bisa ngutang dulu sementara buat makan wibi (anak kami) " ucap suamiku.


" biar motor ini mas jual aja dek, buat kebutuhan kita. nanti kalo ada rejeki, kita beli lagi". jawab suamiku dg penuh keyakinan.


.


kadang mikir, sebercanda ini hidupku Tuhan, kapan bisa hidup dengan tenang? ...


akhirnya motor satu satunya kami jual dengan harga 7juta. yang 3 juta kami belikan motor butut. dan 4 jutanya kami simpan untuk kebutuhan sehari hari.

__ADS_1


.


akhirnya suamiku dapat kerja lagi di pabrik yang di bayar harian. Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan kami. tidak bisa menyicil hutang kami. entahlah semoga suatu hari bisa membayar hutang kami sampai lunas.


.


bagaimana dengan orang tuaku?


mereka selalu menghubungi kami, tiap bulan pun masih menjatah uang untuk jajan cucunya. ya meskipun tidak banyak tapi bisa membantu kebutuhan kami.


.


bagaimana dengan keluarga suamiku?


sampai saat ini, mereka tidak pernah menghubungi kami. bahkan hanya tanya tentang kabar pun tak pernah.


.


tapi kehidupan harus tetap berjalan ya kan...


meskipun kadang suamiku pun rindu dengan orang tuanya. akupun tak menutup pintu untuk suamiku berkomunikasi dengan keluarganya. aku sangat membebaskannya. tapi, mungkin karena suamiku sudah terlanjur kecewa dengan perbuatan mereka hingga enggan untuk memulai komunikasi tersebut.

__ADS_1


seperti semua kebaikan kebaikan yang pernah aku lakukan untuk keluarga suamiku sia sia belaka. yang terlihat sekarang hanya hutang hutang ku. sehina itukah aku dengan hutang hutang ku? bahkan aku tak meminta mereka barang sepeserpun untuk membayarnya. yang kami butuhkan hanya sebuah dukungan moral. bukan malah mental kami di hancurkan sehancur hancurnya.


__ADS_2