Dikucilkan Keluarga Suami

Dikucilkan Keluarga Suami
bab 4


__ADS_3

malam harinya, papaku pergi ke rumah korban yang di tabrak suamiku. papa ingin menyelesaikan masalah ini biar tidak berlarut larut. fikir papa, mereka mau untuk berdamai. ternyata papa salah, mereka justru berniat untuk melaporkan suami q pada pihak yang berwajib. dan menuntut pembiayaan rumah sakit anaknya. Apalagi ini ya Allah....


.


.


tepat pukul 9 pagi, aku dan papa pergi ke rumah sakit untuk menengok korban. sesampainya di sana, lirikan mata keluarga korban seakan mengintimidasi kami. ku ucapkan salam kepada ibu dan ayah korban. ya, korban yang di tabrak suami ku masih anak anak. tepatnya kelas 2 SD, sekitar umur 8 tahunan. sepertinya orang tua korban orang yang baik, buktinya mereka dengan ramah menyambut kedatangan ku. berbeda dengan orang yang di sebelahnya. dari awal kami berkunjung, sudah memperlihatkan wajah judesnya. ya, dia adalah bude korban.


.


akhirnya kami perpamitan untuk pulang. dan menyanggupi untuk pembiayaan rumah sakit tersebut. papa tidak langsung nengajakku pulang, kami mampir ke ruang dokter yang menangani anak tersebut. dan disana kami di jelaskan kalau adanya pendarahan otak yang mengharuskan korban harus di operasi. tentu kami menyanggupinya, karena aku takut akan status suamiku yang akan di laporkan pada pihak yang berwajib. padahal kami belum tau kronologi yang sesungguhnya.

__ADS_1


.


akhirnya kami sampai dirumah. sesampai dirumah kami ceritakan semua yang terjadi di RS kepada orang2 rumah.


.


kadang kasihan melihat raut wajah suamiku, pasti dia sangat merasa bersalah dengan kejadian ini semua. sedangkan keluarganya tak menunjukkan batang hidungnya. semua diurus keluarga dari pihak ku...


.


anak yang di tabrak suamiku sudah sembuh total. dan bagaimana dengan suamiku??...

__ADS_1


ya, dia menjadi tahanan kota yang wajib lapor 3 kali dalam seminggu. kebetulan orang tua ku kembali ke negri jiran untuk berkerja. dn semua urusan mengenai kasus ini hanya aku dan suamiku yang mengatasinya...


.


bolak balik ke pengadilan negeri yang di persulit oleh Jaksa penuntut umum. dengan ikhlas kami lakukan. dari aku hamil 2 bulan sampai aku melahirkan, kasus tidak selesai2. hutang semakin menumpuk untuk biaya mengurus kasus ini. karena suamiku tak mau membebankan orang tua ku. mungkin dia malu.


.


selama menjadi tahanan kota, suamiku hanya bisa kerja seadanyan. dia menjadi tukang bangunan. berapa sih gaji tukang bangunan.. sedangkan hutang kami semakin menumpuk hingga puluhan juta. itu pun kami sembunyikan dari orang tua kami. hanya ingin agar orang tua tidak khawatir. dan menganggap kehidupan kami baik baik saja.


Hingga suatu saat Masalah datang lagi, tidak ada hal memalukan selain di tagih hutang berturut turut. sehingga berita itu menyebar ke pelosok desa. malu?? ya jelas aku malu. tapi selalu ku kuatkan hati ini dengan menyebut namaNya. sampai akhirnya keluarga suamiku tahu bahwa kami punya hutang yang banyak. siapa disini yang disalahkan??

__ADS_1


ya, jelas aku yang disalahkan. mereka menganggap aku istri yang boros, istri yang gak bisa megang uang suami, istri yang hobi foya foya dan sebagainya. masih ku tutupi alasan kenapa kami banyak hutang. karena itu urusan keluarga kecilku. tak mau melibatkan keluarga besar. menurutku, aku sudah berbuat hal yang benar. tapi aku salah... fitnah fitnah keluarga suamiku sangat kejam. bahkan tuduhan tuduhan tidak bermoral di tujukan padaku. dan kalian tahu?? bahkan mereka pergi ke dukun untuk memisahkan aku dan suamiku.


__ADS_2