
"Berhenti bicara, Tian Shen." Pria tua itu menenangkan pemuda itu, takut kalau dia akan membuat marah pihak lain.
Pemuda itu memiliki alis tebal dan mata besar, wajah harimau. Tetapi dia segera tutup mulut saat orang yang lebih tua berbicara. Xie Lian meletakkan tangannya, telinganya tidak lagi berdering, dan tersenyum cerah untuk menenangkan suasana. "Semua ini hanya salah paham. Mari kita lebih santai dan tidak panik."
Dia berhenti sejenak sebelum lanjut menjelaskan.
"Kami bukan prajurit Ban Yue. Pelayan ini hanya seorang kultivator dari kuil kecil. Mereka adalah... orang-orang... dari kuilku. Kami hanya tahu trik kecil, tidak ada yang hebat. Kalian adalah pedagang biasa, dan kami adalah kultivator biasa tanpa niat jahat. Kebetulan kita semua memasuki tempat perlindungan yang sama untuk bersembunyi dari badai pasir yang sama."
Suara Xie Lian ramah dan lembut, setiap kata diucapkan perlahan untuk menenangkan saraf semua orang. Setelah banyak penjelasan dan jaminan, semua orang akhirnya merasa santai.
Tiba-tiba, San Lang tertawa, "Aku pikir mereka terlalu rendah hati. Pedagang itu tidak sesederhana yang mereka katakan."
Tidak ada yang mengerti apa yang dia maksud dan menatapnya dengan bingung, "Bukankah paling tidak separuh rombongan kalian telah hilang ketika melewati BanYue Pass? Untuk melewati tanah ini saat kalian mengetahui rumor itu, tentunya kalian semua sangat berani. Tidak ada yang biasa tentang kalian."
"Hal itu tidak semuanya benar, anak muda." jawab pria tua Zheng. "Beberapa rombongan pedagang telah berhasil lewat tanpa ada yang mendapat bahaya sebelumnya!"
"Oh, benarkah?" San Lang bergumam.
"Selama kamu menemukan pemandu yang tepat saat pergi ke sekitar wilayah BanYue maka semuanya akan baik-baik saja. Jadi, kali ini kami secara khusus menemukan orang lokal untuk memandu kami," kata pria tua Zheng.
"Ya!" Pemuda itu, Tian Shen berbicara, "Semua itu tergantung pemandu! Kami berutang segalanya pada A-Zhao! Jika bukan karena dia, kita tidak akan bisa menghindari semua pasir isap itu. Ketika badai pasir datang, dia tahu persis ke mana harus membawa kami bersembunyi, kalau tidak kami pasti sudah terkubur hidup-hidup di dalam pasir sekarang!"
Xie Lian memandangnya sekilas; A-Zhao, orang yang memandu mereka ini terlihat cukup muda, tampaknya berusia dua puluhan dengan wajah yang bersih dan terhormat. Ketika dia dipuji oleh dua lainnya, dia tidak menunjukkannya, hanya mengerutkan kening, "Bukan apa-apa. Hanya melakukan tugasku. Mudah-mudahan saat badai reda tidak ada unta atau barang yang rusak."
"Semua pasti akan baik-baik saja!"
Para pedagang semuanya sangat optimis, tetapi Xie Lian memiliki perasaan bahwa segalanya tidak sesederhana yang mereka semua pikirkan.
Jika semua masalah bisa dihindari dengan tidak melewati wilayah BanYue, lalu apakah semua rombongan yang sebelumnya, yang telah kehilangan nyawa mereka adalah karena mereka tidak percaya pada rumor? Satu atau dua kelompok tidak akan aneh, tetapi setelah memiliki contoh sejarah, bagaimana mungkin orang kemudian membuat kesalahan yang sama?
Xie Lian memikirkannya dan berkata kepada Nan Feng dan Fu Yao dengan suara lirih, "Ini terlalu mendadak. Setelah badai ini reda, kita harus memastikan orang-orang ini lewat dengan aman sebelum pergi ke reruntuhan BanYue."
Tanpa mendengar pendapat dari dua pejabat junior, Xie Lian lalu kembali menguraikan tulisan BanYue di atas batu tulis. Dia mengenali kata 'Jenderal' sebelumnya, tapi itu karena kata itu sering digunakan. Sudah dua ratus tahun sejak dia terakhir mengunjungi kerajaan BanYue. Bahkan jika dia fasih berbahasa Ban Yue pada saat itu, semuanya sudah dia lupakan. Untuk tiba-tiba mengambil beban terjemahan benar-benar membutuhkan waktu dan kesabaran. Saat itu, San Lang berkata, "Makam Jenderal."
Xie Lian ingat sekarang. Karakter terakhir adalah kata untuk 'Makam', 'Kuburan', "Pemakaman', dan sinonim lainnya. Dia memandang bocah itu, "San Lang, apakah kamu mengerti bahasa Ban Yue juga?"
San Lang tersenyum, "Tidak banyak. Aku hanya tahu beberapa kata karena mereka menarik."
Xie Lian sudah terbiasa mndengarnya berkata seperti itu. Kata 'makam' tidak begitu sering digunakan; jika San Lang benar-benar hanya tahu 'tidak banyak', bagaimana mungkin dia tahu persis apa arti satu karakter itu? 'Tidak banyak'-nya berarti 'jangan membahasnya lagi', dan Xie Lian mengambil kesempatan itu. "Luar Biasa! Mungkin karakter yang kamu kenali adalah yang aku tidak tahu. Mendekatlah dan mari kita periksa bersama-sama."
Xie Lian melambai pada San Lang untuk mendekat, dan bocah itu menurut. Nan Feng dan Fu Yao berdiri di sebelah mereka, menerangi batu tulis untuk mereka baca dengan api. Xie Lian menyentuh pelan dengan jarinya, meninjau tulisan itu bersama San Lang dengan suara pelan, dan membaca kata-kata itu dengan lembut. Semakin banyak mereka membaca, semakin mereka terlihat kagum, sebelum secara bertahap menjadi lebih murung. Bocah pedagang Tian Shen masih muda, dan anak muda cenderung suka penasaran. Setelah sedikit bertengkar sebelumnya, seolah-olah mereka telah menjadi akrab, dia berseru, "Gege, apa yang tertulis di atas batu itu?"
Xie Lian tersadar dan menjawab, "Batu tulis ini adalah batu peringatan, yang menceritakan kisah kehidupan seorang jenderal."
"Seorang jenderal BanYue?" Tian Shen bertanya.
"Bukan, jenderal Dataran Tengah." jawab San Lang.
"Jenderal dataran tengah?" Nan Feng bertanya, "Mengapa orang-orang BanYue membangun sebuah batu peringatan untuk jenderal Dataran Tengah? Aku pikir kedua kerajaan itu terus berperang satu sama lain?"
"Jenderal ini spesial," jawab San Lang. "Meskipun batu peringatan menyebutnya seorang jenderal, dia sebenarnya tidak lebih dari seorang kapten."
"Tapi, dia kemudian naik pangkat menjadi jenderal?
"Tidak. Pada awalnya, dia memimpin ratusan pasukan, sebelum berkurang menjadi tujuh puluh, dan kemudian lima puluh."
"..."
"Dengan kata lain, penurunan pangkat berulang."
Perasaan diturunkan sampai ke titik dia bukan apa-apa, cukup akrab bagi Xie Lian, dan dia bisa merasakan banyak pasang mata mengarah padanya. Dia pura-pura tidak memperhatikan dan terus menguraikan tulisan BanYue di sana.
Tian Shen tidak bisa mengerti dan bertanya, "Pejabat macam apa yang diturunkan berkali-kali seperti itu? Selama dia tidak melakukan kesalahan besar, seharusnya hanya ada penundaan kenaikan pangkat, bukan penurunan pangkat? Harus menjadi kegagalan sebanyak apa dia itu?"
"..."
Xie Lian mengepalkan tangan kanannya dan mengangkatnya ke bibir, sebelum dia berdehem pelan dan menjawab dengan nada serius, "Anak muda, menerima penurunan berulang tidak jarang seperti yang kamu pikirkan."
"Hah?"
San Lang terkekeh, "Itu benar. Hal itu sering terjadi." Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Kapten ini diturunkan berkali-kali bukan karena dia tidak mampu dan tidak kompeten untuk bertugas, tetapi karena meskipun hubungan buruk di kedua sisi, alih-alih memenangkan pertempuran di medan perang, dia terus menjadi penghalang."
"Apa maksudmu, 'menjadi penghalang'?" tanya Nan Feng.
"Dia mencegah musuh-musuhnya membunuh penduduk Dataran Tinggi, dan melarang pasukannya sendiri untuk membunuh rakyat Ban Yue. Setiap kali dia melakukan itu, pangkatnya akan diturunkan."
San Lang berbicara dengan ringan, dan tujuh hingga delapan pedagang duduk lebih dekat dengannya seperti mereka sedang mendengarkan cerita dongeng. Segera mereka masuk ke dalam pembicaraan dan mulai berkomentar.
"Aku tidak berpikir kapten itu melakukan kesalahan!" Tian Shen berkata, "Seharusnya tidak masalah jika membiarkan prajurit membunuh satu sama lain, tapi jangan membunuh warga biasa, kan?"
"Dia terlalu berhati lembut untuk seorang prajurit, tetapi secara keseluruhan, dia tidak melakukan kejahatan apa pun?"
"Ya, dia menyelamatkan hidup orang, bukan membunuh orang!"
Xie Lian tersenyum mendengar semua komentar itu.
Para pedagang di hadapan mereka tidak pernah hidup satu hari pun di perbatasan yang dilanda pertempuran, dan bukan orang dari dua ratus tahun yang lalu. Kerajaan BanYue telah lama binasa. Mudah bagi mereka untuk mengatakan ini, mengkritik itu, bahkan memuji, tetapi tindakan kapten itu tidak begitu mudah untuk dimaafkan saat itu, tidak sesederhana 'Dia hanya berhati lembut.'
A-Zhao, sebagai penduduk lokal dalam kelompok pedagang, mengerti dengan lebih baik, "Sekarang adalah sekarang, dua ratus tahun yang lalu adalah dua ratus tahun yang lalu. Kebencian antara kedua kerajaan tidak bisa dibayangkan pada saat itu, begitu dalam dan berat. Hanya menerima penurunan pangkat sudah merupakan berkah bagi kapten itu."
__ADS_1
Namun Fu Yao, mendecakkan lidahnya. "Menggelikan."
Xie Lian bisa menebak apa yang akan dikatakannya, dan menggosok dahinya. Seperti dugaannya, Fu Yao tampak agak bermasalah di bawah nyala api yang berkedip-kedip. "Seseorang harus melakukan tugas seperti yang diminta oleh posisi mereka. Jika dia seorang prajurit, maka dia harus selalu ingat untuk membela kerajaannya, dan membunuh musuh di garis depan. Jatuhnya korban tidak bisa dihindarkan dalam peperangan. Tidak ada tempat untuk hati yang lembut, karena hanya akan membebani rekan-rekan prajuritnya. Musuh-musuhnya pun akan menganggapnya bodoh. Pada akhirnya, tidak akan ada yang berterima kasih padanya."
Kata-kata Fu Yao memiliki logika yang tak terbantahkan, dan keheningan segera memenuhi gua. Dia melanjutkan dengan gamblang, "Orang seperti itu hanya akan memiliki satu akhir―kematian. Dia akan mati dalam pertempuran atau di tangan orang-orangnya sendiri."
Xie Lian memecah kesunyian setelah jeda sesaat, "Kamu benar sekali. Dia memang mati dalam pertempuran."
"Bagaimana dia mati?" tuntut Tian Shen.
Xie Lian menelan kata-katanya dan perlahan-lahan menjawab, "Di sini tertulis bahwa pada saat pertempuran terakhirnya, kecerobohannya muncul, tali sepatunya lepas dan dia menginjaknya, lalu tersandung..."
Semua orang mengira kematiannya akan tragis namun penuh kesan kepahlawanan, jadi ketika mereka mendengar itu, semuanya terkejut sekali lagi. Kemudian tiba-tiba, mereka tidak bisa menahannya dan mulai tertawa secara bersama-sama, "HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!"
"Apakah itu lucu?" San Lang mengangkat alisnya.
Xie Lian terbatuk, "Ya, itu agak tragis. Mari kita lebih simpatik dan tidak tertawa begitu keras. Bagaimanapun, kita berada di makamnya, jangan mempermalukannya."
"Aku tidak bermaksud jahat dengan tertawa!" Tian Shen segera mengklaim, "Tapi kematiannya itu... begitu... ahahahahah..."
Xie Lian tidak bisa berbuat apa-apa. Membaca tulisan di batu nisan sampai titik ini, bahkan dia juga ingin tertawa, jadi dia tidak berkomentar dan terus menerjemahkan.
"Bagaimanapun, meskipun kapten ini tidak memiliki reputasi yang baik di antara pasukannya, warga yang ada di perbatasan semuanya sangat berterima kasih atas upayanya dan memanggilnya 'Jenderal', dan membangun batu peringatan ini untuknya."
"Selanjutnya, orang-orang BanYue menemukan keajaiban lain tentang batu peringatan ini: bahwa selama seseorang bersujud di depan batu tulis ini tiga kali, mereka bisa mengubah bahaya apa pun yang mereka temui di gurun Gobi menjadi keberuntungan." San Lang menyelesaikan terjemahan.
Nada suaranya misterius dan penuh makna, sangat meyakinkan. Ekspresi wajahnya juga serius, sehingga saat kelompok pedagang itu mendengarnya, beberapa dari mereka langsung sujud, mempercayainya. Namun, Xie Lian menatapnya dengan bingung, "Apa―? Apa itu tertulis di sini? Apa seajaib itu?"
San Lang tersenyum tipis, dan berbisik padanya, "Tidak. Aku hanya mengada-ada. Tapi karena mereka sudah menertawakannya sebelumnya, sujud mereka seharusnya bisa membayarnya."
Xie Lian melihat kembali batu tulis itu dan melihat bahwa itu memang akhir dari kalimat dan tidak ada kata-kata lain. Awalnya dia merasa agak sedih, tapi sekarang dia merasa bahwa itu lucu, dan berbisik, "Kenapa kamu nakal sekali?"
San Lang menjulurkan lidahnya, dan keduanya terkekeh pelan.
Saat itu, seseorang berteriak, "APA INI???"
Teriakan itu menggema di gua, bergema tajam di dinding, menyebabkan semua rambut berdiri. Xie Lian langsung berbalik ke arah asal teriakan itu dan bertanya, "Apa yang terjadi?"
Di tempat para pedagang sebelumnya duduk, semua orang beranjak dari tempatnya dalam sekejap, bergegas pergi dalam ketakutan dan kewaspadaan.
"ULAR!"
Nan Feng dan Fu Yao memindahkan telapak tangan mereka ke arah keributan dan menerangi tempat itu. Meringkuk di tanah berpasir adalah ular ramping, berwarna cerah!
"Kenapa ada ular?!" Kerumunan itu semakin cemas.
"Kenapa... kenapa ular ini tidak mengeluarkan suara saat merayap keluar?"
Dia membawa ular itu lebih dekat untuk mengamatinya dan berkata, "Bukankah normal ada ular di padang pasir?"
Seseorang yang tidak bermoral dan berani ini tentu saja adalah San Lang. Mereka mengatakan, untuk bertarung dengan ular, ambil di mana jantungnya berada, dan jika ditekan cukup keras, tidak peduli seberapa berbisa taringnya, ular itu tidak akan berdaya. Ular itu dengan lemah melingkarkan ekornya yang panjang di lengan kiri San Lang, dan dalam jarak yang lebih dekat Xie Lian bisa melihat dengan jelas bahwa ular itu memiliki kulit yang tembus cahaya, bagian dalamnya yang merah menyala bercampur dengan benang-benang hitam yang terlihat, menyerupai organ dalam dan agak menjijikkan. Ekornya sewarna daging, tersegmentasi seperti lapisan cangkang keras, tidak seperti ekor ular tetapi seperti kalajengking.
Melihat itu, wajah Xie Lian berubah, dan berseru, "Hati-hati dengan ekornya!"
Sebelum Xie Lian menyelesaikan kalimatnya, tubuh ular panjang yang melilit lengan kiri San Lang tiba-tiba melepaskan diri, ujung ekornya menusuk ke belakang, mencoba menusuk San Lang dengan kejam.
Beracun seperti ekor ular itu, tangan kanan San Lang bergerak lebih cepat, dan dengan mudah menangkap ekornya. Sekarang, memegang kepala dan ekornya, San Lang memperlihatkan ular itu kepada Xie Lian seolah itu mainan yang menarik, dan tersenyum, "Ekor ini sangat keren."
Di ujung ekor tumbuh daging merah panjang seperti jarum, dan Xie Lian menghela napas lega. "Aku senang kamu tidak tertusuk. Sepertinya ini adalah ular kalajengking."
Nan Feng dan Fu Yao datang untuk mengamati ular itu juga, "Ular kalajengking?"
"Benar." kata Xie Lian. "Itu adalah hewan beracun langka yang hanya ditemukan di Ban Yue, jumlahnya cukup langka. Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya tetapi aku pernah mendengar tentang mereka. Tubuh ular, ekor kalajengking, racunnya adalah gabungan dari keduanya, dan jika digigit atau ditusuk..."
Xie Lian terdiam melihat San Lang memutar ular itu, menarik dan meremasnya seperti handuk, sebelum berhenti setelah mengikatnya membentuk simpul. Xie Lian terdiam beberapa saat. "San Lang, berhenti bermain-main dengan ular malang itu, itu berbahaya."
San Lang tertawa, "Jangan khawatir, gege, tidak apa-apa. Ular kalajengking adalah simbol dari Kepala Pendeta BanYue, kita harus mengambil kesempatan langka ini untuk memeriksanya!"
"Simbol Kepala Pendeta BanYue?" Xie Lian bertanya dengan kagum.
"Itu benar." Kata San Lang. "Rupanya itu karena Kepala Pendeta dulu bisa mengendalikan ular kalajengking ini sehingga orang-orang BanYue percaya pada kekuatannya dan menjadi pengikutnya."
Mendengar kata 'mengendalikan' membawa peringatan kepada Xie Lian. Ketika itu tentang 'mengendalikan', apa pun itu, mereka biasanya datang dalam jumlah besar.
"Semuanya, tinggalkan gua ini! Mungkin ada lebih dari satu ular kalajengking..."
"AAAHH!!!" Sebuah suara berteriak sebelum Xie Lian menyelesaikan kata-katanya.
"ULAR!" Suara-suara lain mulai berteriak, "Begitu banyak ular!!!"
"Di sini juga!"
Dari dalam bayang-bayang, tujuh atau delapan ular kalajengking tanpa suara merayap masuk ke dalam gua. Mereka datang begitu cepat dan diam-diam dari celah-celah yang tidak diketahui tetapi mereka tidak menyerang siapa pun, hanya menonton, menilai. Tanpa suara dalam gerakan dan serangan, bahkan tidak ada desisan dari lidah mereka. Nan Feng dan Fu Yao melepaskan dua bola api dan menembakkannya ke arah ular-ular itu, meledakkan bagian dalam gua.
"Keluar!" Teriak Xie Lian.
Tidak ada yang perlu diberitahu dua kali, semua orang berlari keluar. Untungnya masih terang dan angin ****** beliung sudah lama berlalu, badai sudah reda. Kelompok mereka melarikan diri ke tanah terbuka dan terus berlari.
Saat mereka berlari, seseorang berkata: "Batu peringatan itu terlalu menakutkan! Bagaimana mungkin setelah kita berlutut tiga kali, kita masih bertemu sesuatu seperti itu?"
__ADS_1
Xue Lian bersyukur karena mereka tidak tahu bahwa kalimat terakhir itu dibuat-buat oleh San Lang. Tapi, lalu dia mendengar orang lain berkata: "Ya! Efeknya sama seperti menyembah Dewa Sampah itu! Semakin kamu berdoa, maka akan membuatmu semakin sial!"
"..."
Di tempat yang bahkan jarang sekali ada tongkat, dia masih tertusuk oleh panah. Xie Lian tidak bisa berkata-kata.
Tiba-tiba, Tian Sheng berteriak, "PAMAN ZHENG!"
Pria tua yang dia dukung terjatuh!
Xie Lian melesat, "Apa yang terjadi?"
Rasa sakit memenuhi wajah lelaki tua Zheng, dan dia mengangkat tangannya yang gemetaran. Xie Lian meraih tangan pria itu dan mengerutkan kening, memperhatikan bengkak marah yang berkembang dan menyebar cepat di telapak tangannya. Di dalam bengkak merah dan ungu itu ada dua tusukan kecil, hampir tidak terlihat. Luka sekecil itu tidak akan terlihat sebelum terlambat.
"Semua orang, periksa dan lihat apakah kalian memiliki luka di tubuh kalian!" Xie Lian segera berteriak, "Jika ada, gunakan tali untuk mengikatnya!"
Xie Lian membalikkan tangannya untuk memeriksanya lebih lanjut, dan melihat bahwa bengkak merah dan ungu itu memanjat melalui urat lengan. Dia baru saja akan melepaskan Ruoye ketika di sebelahnya A-Zhao merobek sepotong kain dari pakaiannya sendiri dan segera mengikatnya erat-erat pada bisep lelaki tua itu untuk mencegah agar racunnya tidak menyebar. Xie Lian kagum dengan kecepatannya. Dia mendongak dan Nan Feng tanpa kata-kata mengambil botol obat dan mengeluarkan pil untuk orang tua itu untuk ditelan.
"Paman! Apakah kamu baik-baik saja?" Tian Shen berteriak, "A-Zhao-ge, paman tidak akan mati, kan?"
A-Zhao menggelengkan kepalanya, "Digigit ular kalajengking berarti kematian dalam waktu empat jam."
Tian Shen terguncang, "Lalu... apa yang harus kita lakukan??"
Pria tua Zheng adalah pemimpin rombongan pedagang itu, dan pedagang lainnya pun menjadi gelisah, "Teman ini baru saja memberinya pil, kan?"
"Itu bukan penawar racun," kata Nan Feng, "Pil itu untuk memperpanjang umur sementara waktu. Waktu paling lama uang bisa dia berikan adalah 24 jam."
Kerumunan menjadi lebih tertekan, "Hanya 24 jam?"
"Apakah itu berarti kita hanya bisa duduk di sini dan menunggu kematian?"
"Apakah tidak ada yang bisa menyelamatkannya dari bisa itu?"
Pada saat itu, San Lang melangkah perlahan, "Ada sebuah cara."
Semua orang berbalik untuk menatapnya. "A-Zhao-ge, jika ada cara mengapa kamu tidak mengatakannya?" Tian Shen bertanya dengan gembira. Tapi A-Zhou masih diam, dan tidak bersuara, menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak mudah baginya untuk mengatakan hal itu," kata San Lang, "Bagaimana mungkin dia akan memberitahumu bahwa orang yang digigit hanya bisa diselamatkan dengan mengorbankan nyawa orang lain?"
"San Lang, apa maksudmu?" Xie Lian bertanya.
"Gege, apakah kamu tahu cerita di balik ular kalajengking?" tanya San Lang.
Dalam legenda, ratusan tahun yang lalu, pernah hidup seorang raja BanYue yang ketika sedang berburu, secara tidak sengaja menangkap dua roh yang terlahir dari dua makhluk berbisa―satu ular dan satu kalajengking.
Kedua makhluk berbisa itu berkultivasi jauh di dalam pegunungan, tidak mengenal dunia luar dan tidak menyebabkan penderitaan. Namun, raja telah mempertimbangkan sifat mereka dan percaya bahwa mereka akan menyebabkan kejahatan cepat atau lambat dan berencana untuk mengeksekusi mereka. Mereka memohon dan memohon agar mereka dibebaskan, tetapi raja itu kejam. Dia memaksa kedua makhluk itu untuk berhubungan badan di salah satu dari sekian banyak perayaannya di hadapan penonton yang mabuk, dan setelah perayaan itu, mereka tetap dieksekusi.
Hanya sang ratu yang bersimpati dan mengasihani kedua makhluk itu. Agar tidak melawan kehendak raja, dia hanya bisa menutupi mayat mereka dengan daun mint.
Ular dan kalajengking itu menjadi roh pendendam dan mengutuk keturunan yang lahir dari perkawinan mereka untuk selamanya tinggal di kerajaan BanYue untuk menghancurkan rakyatnya. Sejak saat itu, ular kalajengking hanya muncul di wilayah BanYue, dan jika ada yang digigit atau ditusuk, racunnya akan menyebar seperti api dan mereka akan mati dengan sengsara.
Namun, berkat satu tindakan kebaikan dari sang ratu, daun mint yang digunakan untuk menutupi mayatnya menjadi penawar racun mereka.
"Tanaman itu disebut ShanYue, dan hanya tumbuh di dalam dinding BanYue." San Lang selesai menjelaskan.
"Apakah... apakah legenda itu benar?" Para pedagang bertanya dengan cemas, "Ini menyangkut hidup dan mati seseorang, jangan bercanda!"
San Lang tersenyum tetapi tidak mengatakan apa-apa, menolak untuk berbicara lebih banyak setelah menceritakan kisah itu pada Xie Lian. Tian Shen berbalik ke arah A-Zhao, "A-Zhao-ge, apakah yang dikatakan gege berpakaian merah itu benar?"
A-Zhao akhirnya berbicara dengan suara rendah, "Apakah legenda itu benar atau tidak, aku tidak tahu. Tapi tanaman ShanYue benar tumbuh di dalam dinding BanYue, dan itu memang penawar racun ular kalajengking."
"Berarti satu-satunya cara untuk hidup setelah digigit adalah menjelajah ke dalam kerajaan BanYue?" Xie Lian berkata pelan.
Tidak heran begitu banyak rombongan pedagang akan melewati wilayah Ban Yue meskipun mengetahui rumor yang mematikan itu. Bukan karena mereka bodoh dan tolol; mereka tidak punya pilihan. Dengan banyaknya ular kalajengking yang berkeliaran di sekitar wilayahnya, akan sulit untuk tidak digigit, dan sekali digigit mereka harus pergi ke BanYue untuk mendapatkan penawarnya.
Ular kalajengking adalah simbol dari Penyihir BanYue, dan juga dikendalikan olehnya. Munculnya ular-ular itu bukan kebetulan. Dengan hanya mereka berempat, tidak mungkin mereka bisa melindungi seluruh kelompok pedagang, pikir Xie Lian. Dan tidak ada yang tahu berapa banyak lagi ular yang akan muncul. Xie Lian mengangkat dua jarinya dan menempelkannya di pelipis, mencoba terhubung dengan array komunikasi spiritual untuk bertanya apakah dia bisa meminjam lebih banyak pejabat junior dengan kulitnya yang tebal, dan mendapat lebih banyak bantuan dalam melindungi orang-orang. Tidak ada dadu. Koneksi tidak bisa terhubung.
Xie Lian menurunkan tangannya dan bertanya-tanya, "Aku belum menggunakan semua kekuatanku, bukan? Aku menghitungnya pagi ini dan masih ada sedikit yang tersisa." Dia berbalik pada Nan Feng dan Fu Yao, "Bisakah kalian mencoba masuk ke array komunikasi spiritual? Aku tidak bisa masuk."
Setelah beberapa saat, dua orang lainnya juga tampak muram.
"Aku juga tidak bisa masuk." kata Nan Feng.
Tidak mungkin badai pasir yang mengganggu koneksi mereka? Meskipun ada kasus-kasus di mana koneksi akan menjadi lambat di daerah-daerah dengan aura jahat yang tinggi, yang bisa mengurangi kekuatan Pejabat Surgawi, dan sepertinya itulah yang terjadi sekarang.
Xie Lian mondar-mandir dalam lingkaran dan bertanya-tanya dengan keras, "Mungkin karena kita terlalu dekat dengan kerajaan BanYue..."
Saat itu, di sudut matanya sebuah kilatan merah melintas.
Nan Feng dan Fu Yao sibuk mencoba menyambungkan koneksinya kembali ke dalam array komunikasi spiritual dan semua orang sibuk memeriksa luka di tubuh mereka. Bocah Tian Shen dengan cemas memegang erat-erat lelaki tua Zheng dan tidak melihat seekor ular kalajengking berwarna merah anggur yang tanpa suara memanjat ke tulang punggungnya, melingkar di dekat leher dan membuka mulutnya. Namun, taringnya tidak mengarah ke leher Tian Shen, tetapi ke lengan San Lang di sebelahnya!
Ular itu mengambil ancang-ancang, lalu menerkam!
Dalam kecepatan satu detik, sebelum ular itu memiliki kesempatan untuk menancapkan taringnya ke San Lang, tangan Xie Lian meraih dan menyambar ular itu tepat di jantung dengan ketepatan yang tidak rasional.
Dengan kekuatannya, Xie Lian bisa saja menghancurkan hati ular itu jika dia mau; memecahkan jeroannya dan menumpahkan bagian dalamnya. Tapi dia tidak tahu apakah daging ular itu juga beracun, dia tidak berani menekan lebih keras. Xie Lian mengangkat tangannya yang lain untuk meraih ekornya, tetapi ular itu licin dan lincah, membuatnya sulit ditangkap. Xie Lian meremasnya tetapi hanya merasakan sesuatu yang lembut dan dingin menyelinap di antara jari-jarinya, dan saat berikutnya, rasa seperti ditusuk jarum tajam menyala dari punggung tangannya.
maaf aku baru update
__ADS_1
Kalo boleh LIKE bisa ngga?☺️🙏🏻