
"pergi sana, aku cuman mau bertanya bagaimana kau bisa menyadari masalah di dokumen ku? "
Yu Luo pun tersenyum dan berkata
"biarkan aku tidur sambil memeluk mu, besok pagi akan ku beri tahu masalah dokumen mu " ucap Yu Luo sambil memeluk Shi Cella
"aku melakukan ini demi dokumen ku" ucap Shi Cella
hati Yu Luo berkata " wanita ini hati dan mulutnya beda, menggemaskan sekali"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
malam yang sangat men canggung kan diantara mereka berdua, Shi Cella tak berani tidur menghadap Yu Luo karena ia terlalu malu untuk sedekat itu dengan Yu Luo,
akan tetapi tiba-tiba Yu Luo memeluk erat Shi Cella sambil mengendus nya
"bau mu seperti buah persik Cella" bisik Yu Luo
mendengar kata itu pun membuat muka Shi Cella menjadi merah akan malu, hati nya berdegup kencang seakan-akan ini adalah perasaan yang tak bisa dijelaskan oleh siapapun.
Shi Cella hanya diam dan berusaha untuk segera tidur..
pagi hari pun tiba..
Shi Cella membuka matanya dan melihat di depan kepalanya ada dada pria yang begitu bagus..
tiba-tiba Shi Cella pun kaget melihat ia memeluk Yu Luo yang sedang tidur, hal itu membuat Shi Cella beranjak dari kasur dengan diam diam agar Yu Luo tak bangun.
Shi Cella pun menutup pintu kamarnya dan berjalan keluar, Yu Luo yang membuka matanya dan menimpa satu tangannya ke kepala nya sambil tertawa pelan, Yu Luo pun merenggangkan tubuhnya di kasur Shi Cella sambil mencium bau Shi Cella yang masih tertinggal di kasur itu, membuat Yu Luo merasa hangat dan nyaman.
sementara itu Shi Cella masih terpikirkan oleh apa yang ia lakukan tadi dikasur, Shi Cella tersenyum malu seakan ia menyayangkan kejadian tersebut.
Yu Luo pun pergi bekerja sedangkan Shi Cella sedang berlibur karena badan ia tak terlalu sehat, bibi An pun izin pulang kampung kerumah nya selama dua bulan.
dirumah tak ada siapapun dan Shi Cella mempunyai pikiran ingin sekali membersihkan rumah itu.
Shi Cella masuk kedalam ruang baca dan membersihkan ruangan itu, Shi Cella melihat ada sebuah kaca figura kecil dimeja Yu Luo
"ini harus dibuang, aku takut Yu Luo terkena pecahan kaca ini" ucap Shi Cella sambil membuang figura kecil dan pecahannya ke tempat sampah.
malam hari pun tiba..
Yu Luo pulang kerumah nya dan berkata
"aku pulang"
"kau sudah selesai mengerjakan pekerjaan mu? " tanya Shi Cella yang sedang berdiri sambil memegang dokumen miliknya.
Yu Luo berjalan maju dan memeluk Shi Cella dari belakang dan berkata
"tentu saja istriku, aku akan menaruh dokumenku ke ruang baca dulu"
__ADS_1
Shi Cella tak bisa berkata dan tersipu malu akan perbuatan Yu Luo,
"ini rasanya seperti suami istri beneran" ucap hati Shi Cella kegirangan.
beberapa menit kemudian Yu Luo keluar dari ruang nya dan berlari menuju Shi Cella dan berkata
"Shi Cella, apa kau liat figura kecil di dekat meja"
"iya aku melihat nya" jawab Shi Cella,
Yu Luo pun menggenggam pundak Shi Cella dengan kuat
"dimana kau taruh??? "
"a-aku membuangnya keluar karna ku kira itu cuma sampah yang tidak digunakan lagi" rintih Shi Cella
"SUDAH KU BILANG UNTUK TIDAK MENYENTUH BARANG BARANGKU!!! " teriak Yu Luo marah
"sakit.. " gumam Shi Cella
Yu Luo pun mendorong Shi Cella dengan kuat sehingga membuat kepala Shi Cella terbentur ujung meja.
Shi Cella mengalami pendarahan yang sangat banyak dan Yu Luo pun meninggalkan Shi Cella disana
"foto apa yang membuat nya seperti itu sampai sampai aku berdarah pun tak dihiraukan" ucap hati Shi Cella
Shi Cella berjalan keluar yang sedang hujan dan mencari foto itu yang berada di tempat sampah, setelah menemukannya ia melihat foto itu adalah cinta pertama nya Yu Luo
Shi Cella pun segera mandi dan mengobati dahi nya yang terluka, Shi Cella menelpon teman baiknya
"halo? " ucap temannya
"halo Yura.. ini aku Shi Cella" ucap Shi Cella menahan nangis
"Shi Cella ada apa? " tanya Yura teman baik Shi Cella
"ayo kita bertemu di kafe xxx" ucap Shi Cella
sesampainya Yura, ia melihat Shi Cella duduk dengan ditemani minuman keras
" ada apa dengan dahi mu Cella? " tanya panik Yura
"aku tidak apa apa, aku cuma terbentur saat memasak" senyum Shi Cella
"pasti gara gara suami mu yang brengsek itu kan?!! " marah Yura
"haha.. sahabatku paling mengerti aku" ucap Shi Cella sambil tertawa kecil
"heii Cella kalau kau tidak suka lebih baik kau ceraikan saja Yu Luo itu, aku tidak tega melihat mu menderita terus" ucap pelan Yura sambil memeluk Shi Cella
"terimakasih Yura, tapi aku akan bertahan sebentar lagi sudah satu tahun dan aku bisa bebas darinya" ucap Shi Cella
__ADS_1
"aku tak rela... aku sudah mulai mencintai nya" ucap hati Shi Cella sedih
dan mereka pun berbincang bersama..
"kringgg.. kringggg.. " bunyi handphone Shi Cella
Shi Cella mengangkat telfon tersebut,
"halo.. " ucap Shi Cella
"NONA.. TOLONG KAMI NONAA" teriak Lu Luo dari telepon
"ada apa Lu Luo tenang sedikit" panik Shi Cella
"ada artis yang berada di atas gedung dan dia berniat untuk menjatuhkan diri disana" ucap Lu Luo
"baik baik aku akan kesana" ucap Shi Cella
Shi Cella dan Yura pun sampai diperusahaan dan melihat banyak sekali orang luar
"Lu Luo cepat berikan seluruh data nya padaku" ucap Shi Cella
"baik nona"
"aku akan menghadapi nya" ucap Shi Cella sambil berjalan ke arah perusahaan
akan tetapi Yura menarik tangan Shi Cella
"apa kau gila Cella?? bukan nya kau tidak bisa dengan ketinggian?? " panik Yura
"tidak apa Yura, jika terjadi apa apa denganku, aku mohon jaga nenek ku disana" ucap Shi Cella sambil tersenyum dan berjalan menuju atas perusahaan
sesampainya Shi Cella di atas ia pun melihat perempuan itu,
"JANGAN MENDEKAT!! JIKA KAU MENDEKAT AKU AKAN LOMPAT!! " teriak perempuan itu
"ku mohon tolong tenang.. " ucap Shi Cella
"bagaimana mana aku bisa tenang!!! aku ditinggal kan oleh suami ku dan orang-orang yang aku sayangi!! aku tak punya apa apa lagi" ucap perempuan itu sambil menunduk
...****************...
Terimakasih karena sudah membaca dari awal hingga akhir novel ini
maaf jika ada kesalahan kata atau sebagai nya
dan juga saya jarang up novel dikarenakan sekolah masuk seperti semula tapi saya usahakan untuk up novel sebanyak-banyaknya..
mohon beri dukungannya dan vote nya yaaa..
arigatou gozaimasu**;)
__ADS_1