Dinginnya Istri Kontrak CEO

Dinginnya Istri Kontrak CEO
jiaofeng dan yura


__ADS_3

"kau demam Shi Cella.. " ucap Yu Luo sambil menggendong nya


"ada apa ini? kenapa kak Cella pingsan? " tanya adik Yu Luo jiaofeng..


"cepat panggil kan dokter" ucap Ibu Yu Luo


"tunggu.. aku punya kenalan dokter, temannya kak Cella.. " ucap jiaofeng


"terimakasih" ucap Yu Luo


"eh? kak? kau.. kau berubah?? " heran jiaofeng


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yu Luo masuk kedalam kamar nya dan melihat Shi Cella yang sedang kesulitan mengambil air minum disamping nya


"kau ini.. yang sakit ini punggung mu bukan mulut mu setidaknya kau bisa minta tolong ke aku" ucap Yu Luo sambil mengambil minum dan mengarahkan nya pada Shi Cella


"terimakasih.. tadi aku sudah memanggilmu tapi kau tak menjawabnya" ucap Shi Cella cemberut


"imutnya" ucap Yu Luo yang tersenyum sambil mengelus kepala Shi Cella


Shi Cella pun mulai deg deg an dan hanya diam saja menatap gelas yang ia pegang,


"ingat istriku.. aku tidak akan berpisah denganmu" ucap serius Yu Luo


"tapi bagaimana dengan anakmu? " tanya Shi Cella


"sudah ku bilang itu bukan anakku! " jawab tegas Yu Luo


Shi Cella pun merasa tenang karena itu bukanlah anak Yu Luo


"apa hari ini kau ada bertemu dengan Feifan? "tanya Yu Luo


"iya dia mengajakku bertemu" jawab Shi Cella


"aku sebelum kesini diberitahu oleh Feifan kalau dia masuk rumah sakit, katanya dia mengonsumsi obat keguguran dan dia bilang kalau kau yang menaruh obat itu kedalam minuman nya"


"bagaimana bisa.. aku tidak sekejam itu untuk membunuh anak yang tidak bersalah Yu Luo" ucap khawatir Shi Cella


"aku percaya padamu" ucap Yu Luo sambil mengelus kepala Shi Cella


"kalau begitu aku akan kebawah dulu, kau istirahat dengan tenang" ucap Yu Luo sambil mengarah pintu keluar


"emh" angguk Shi Cella


"bagaimana bisa.. apa benar dia mempercayai ku? " pikir hati Shi Cella sambil meraba kepala yang di elus oleh Yu Luo, wajah Shi Cella mulai memerah akibat malu.


setelah sembuh..


"kak Cella" ucap jiaofeng dari belakang


"iya? " jawab Shi Cella


"aku baru tau kalau kakak menikah dengan kak Yu Luo" sedih jiaofeng


"ahahaha.. maaf aku lupa memberitahu mu" senyum Shi Cella


jiaofeng pun dengan wajah yang kesal pergi meninggalkan Shi Cella sendiri an..


Shi Cella yang kebingungan dengan sikap jiaofeng yang tak biasa..


malam harinya..

__ADS_1


"TAMBAH SATUUU" teriak jiaofeng mabuk dengan alkohol


Yura yang lewat didepan bar melihat jiaofeng disana


Yura pun masuk kedalam


"hei.. bagaimana bisa seorang artis mabuk mabukan" marah Yura


"brisik" gumam jiaofeng sambil cemberut


"hadeh.. pak saya akan mengantarkan teman saya pulang" ucap Yura


Yura pun memapah jiaofeng


"aduhh kau berat sekali" ucap Yura


"shdkdheuwjjwh"


"ngomong apaan dah" roll eyes Yura


saat ingin menelpon taksi tiba-tiba tangan jiaofeng mengarah ke handphone Yura dan membuat handphone nya jatuh ke lubang yang begitu dalam.


"HAH?!! HANDPHONE KUUU!!! " teriak Yura yang melempar jiaofeng demi menyelamatkan handphone nya


Yura kesal akan tindakan jiaofeng tadi dan memukul kepala nya dengan sangat keras


"dhukkk" suara pukulan


"terpaksa aku harus membawa mu kerumah ku, dasar kau menyusahkan" marah Yura sambil memapah jiaofeng.


setelah sampai dirumah Yura, Yura pun langsung membaringkan jiaofeng disofa nya..


punggung Yura nyeri karna di sepanjang jalan tadi jiaofeng sama sekali tidak tenang, Yura pun langsung pergi mandi dan menganti baju nya..


"kalau dari dekat rupanya ganteng juga ya" pikir Yura dengan wajah memerah,


saat ingin pergi tiba-tiba tangan Yura di genggam kuat oleh jiaofeng


"jangan pergi.. " gumam jiaofeng sambil merengut kan alisnya


mau tidak mau Yura pun berada disamping jiaofeng dan tertidur..


pagi hari nya jiaofeng terbangun dengan kepala yanh sedang nyut nyut an


ia tersadar melihat Yura tidur disamping nya..


jiaofeng membelai sedikit rambut milik Yura dengan sangat lembut sehingga tak membuat Yura terbangun.


jiaofeng pun pergi meninggalkan Yura di sofa nya dan menuju kamar mandi milik Yura, selesai mandi ia pun pergi kedapur dan membuat dua sarapan..


Yura pun bangun dan melihat jiaofeng sudah tidak ada di sofa, Yura langsung menuju dapur dan melihat jiaofeng sedang memasak


"kau sudah bangun" ucap jiaofeng tanpa menoleh ke arah Yura dan lanjut memasak


"heem, kau sedang masak apa? keliatan nya enak" ucap Yura sambil duduk di meja makan


"aku membuat nasi goreng" ucap jiaofeng.


setelah selesai memasak jiaofeng menyodorkan makanan yang ada ditangan kanan nya ke arah Yura


Yura pun tak segan segan langsung memakan masakan jiaofeng,


"hmmmmm.. ini enakk sekaliii" ucap Yura kegirangan

__ADS_1


jiaofeng pun merasa senang karna ada yang memuji masakan miliknya.


tiba-tiba Yura teringat akan Handphone nya yang terjatuh disana


"ada apa? " ucap jiaofeng yang melihat aura kejam di area Yura


"apa kau ingat tadi malam? " ucap Yura


"a-ada apa dengan ku?!! " khawatir jiaofeng


Yura pun merasa kesal dan langsung memukul kepala jiaofeng yang kedua kalinya


"dhukk" suara pukulan


"aduhhhh sakit sakitt" rintih jiaofeng kesakitan


"HANDPHONE KU JATUH KEDALAM LUBANG GARA GARA KAU YA!!! " teriak Yura sambil menunjuk nunjuk jarinya ke arah jiaofeng


"i-iyaa aku minta maaf aku akan menggantikan nyaa" ucap jiaofeng tunduk


"hmph" kesal Yura


"dari pada marah ayo hari ini aku ajak pergi" ucap jiaofeng


hati Yura yang tadi marah tiba-tiba langsung luluh hanya dengan perkataan jiaofeng


mereka berdua jalan bersama...


jiaofeng sengaja memakai pakaian yang tertutup karena takut kena paparazi orang luar.


jiaofeng menarik tangan Yura dan menuju toko perhiasan, Yura melihat banyak perhiasan yang begitu banyak dan cantik cantik..


sekilas Yura melihat sebuah cincin yang begitu indah nya, jiaofeng yang slalu memperhatikan Yura pun langsung menoleh ke arah cincin yang dilihat oleh Yura.


"kau mau itu? " ucap jiaofeng sambil memegang kedua pundak Yura dari belakang


"eh, ti-tidak.. aku cuma melihat ini bagus sekali" ucap Yura


"sudah sudah kalau tidak mau beli apa apa disini ayo kita cari makan" ucap Yura sambil menarik tangan jiaofeng


"kau keluar saja dulu aku mau membelikan perhiasan untuk ibuku" ucap jiaofeng


"emh, baiklah" ucap Yura dan menuju keluar,


"permisi, saya mau membeli cincin ini langsung cash ya " ucap jiaofeng sambil menunjuk cincin tersebut


"baik kak" ucap salah satu pegawai disana


"ayo Yura" ucap jiaofeng


"ayo.. " jawab Yura


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih karena sudah membaca dari awal hingga akhir novel ini


maaf jika ada kesalahan kata atau sebagai nya


dan juga saya jarang up novel dikarenakan sekolah masuk seperti semula tapi saya usahakan untuk up novel sebanyak-banyaknya..


mohon beri dukungannya dan vote nya yaaa..


arigatou gozaimasu**;)

__ADS_1


__ADS_2