Dinginnya Istri Kontrak CEO

Dinginnya Istri Kontrak CEO
Masa lalu Shi Cella


__ADS_3

Yu Luo tak memperdulikannya dan menghampiri Shi Cella, dia menyeka air mata Shi Cella dan memberi jas nya dan memakaikan nya pada Shi Cella.


"ayo pulang istriku.." ucap lembut Yu Luo pada Shi Cella hingga membuat amarah Shi Cella mereda


mereka berdua pun pergi pulang meninggalkan orang tuanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yu Luo membukakan pintu mobil agar Shi Cella bisa masuk, Shi Cella pun masuk kedalam mobil dan termenung.


Yu Luo melihat Shi Cella dengan prihatin dan langsung masuk kedalam mobil, Yu Luo mulai menangcap gas dan mereka pun pergi pulang.


"ada apa dengan orang tuamu?" tanya Yu Luo yang fokus pada jalan,


"bukan apa apa" jawab Shi Cella dengan dingin yang sedang mengarahkan kepalanya kejendela mobil


"aku ini suamimu.. aku juga harus tau masalahmu dan menyelesaikannya secara bersama Shi Cella.." ucap tegas Yu Luo


perkataan tadi membuat Shi Cella menoleh kearahnya dan tercengang sebentar, lalu Shi Cella menundukkan kepalanya ragu


"aku hilang ingatan.." ucap Shi Cella dengan pelan


sontak Yu Luo terkejut dengan perkataan Shi Cella


"apa?? bagaimana bisa?!" ucap kaget Yu Luo


"tadi sore aku bertemu dengan Jianman dan dia menyesal karna telah meninggalkanku sendiri dirumah itu, katanya rumah itu adalah rumah ku dulu waktu masih kecil ketika ibu ku masih ada tapi ada kebakaran tak terduga dan membuat ibuku ikut terbakar didalam" ucap Shi Cella sambil menahan air matanya agar tak jatuh, Shi Cella memegang kedua tangannya erat erat yang sedang gemetar saat membicarakannya


Yu Luo yang menyadari hal itu dia pun melepaskan tangan kanannya dan memegang kedua tangan Shi Cella yang gemetar, Shi Cella tertegun dan gemetarnya menghilang perlahan, dia merasa tenang sekarang


"jika kau mau mencari tau tentang ingatanmu akan aku bantu, aku suami mu aku yang bertanggung jawab untuk menjaga dan merawatmu" ucap Yu Luo tegas


Shi Cella merasa tenang dan memberi senyuman kecil pada Yu Luo, Yu Luo pun juga ikut tersenyum karna ini baru pertama kalinya Shi Cella memberi senyuman tulus dan indah pada Yu Luo


"terima kasih Yu Luo.." ucap lembut Shi Cella


Yu Luo mengangguk dan mereka pun sampai di rumah, Shi Cella dan Yu Luo berada diruang tamu dan duduk saling menghadap


"sekarang apa yang ingin kau lakukan?" tanya Yu Luo


"aku masih ingin pergi kerumah itu lagi mana tau aku bisa mengingat sebagian ingatan itu" ucap Shi Cella


"baiklah besok kita akan pergi" ucap Yu Luo


"tapi.. bukankah kau harus bekerja? kalau aku sudah pasti ada Lu Luo yang membantuku" ucap Shi Cella


disisi lain Lu Luo yang sedang bekerja tengah malam untuk membantu Shi Cella, Lu Luo bersin dan menggaruk hidungnya


"siapa sih yang menggosip tentangku, sangat tidak ada kerjaan" gumam kesal Lu Luo


balik disisi Shi Cella dan Yu Luo


"jika kau bisa kenapa aku juga tak bisa? aku juga punya James Carml untuk mengerjakan semua pekerjaanku besok" ucap Yu Luo sambil tersenyum miring


Shi Cella pun menghela nafas panjang dan mengangguk


"baiklah.. baiklah.. kau bisa ikut denganku" ucap Shi Cella sambil tersenyum

__ADS_1


"apa kau sudah diberitau oleh orang tuamu tentang hal ini?" tanya Yu Luo


Shi Cella menggelengkan kepalanya dan berkata


"tidak.. saat aku masih kecil aku ingat kalau aku ada dirumah sakit dan ayahku menangis disampingku" ucap Shi Cella


"setelah beberapa hari aku keluar dari runah sakit ayahku membawaku bertemu dengan ibu tiriku bersama anak perempuannya yang lebih tua dariku, dan setelah itu mereka menikah.. pada awalnya aku masih tidak apa.. tapi setelah berbulan bulan kemudian sikap ibu dan kakak ku berubah drastis, mereka menganggapku sebagai pembantu dan juga merendahkanku.. " lanjut Shi Cella


mendengar perkataan Shi Cella tadu membuat Yu Luo terkejut dan marah


"bagaimana bisa mereka melakukan itu padamu?! dasar tidak tau diri" ucap Yu Luo


"terus bagaimana bisa ibu tiri mu dan ayahmu bertemu waktu itu? bukankah itu terlalu mendadak untuk orang baru pertama kenal? apalagi ayahmu memperkenalkan mereka padamu setelah beberapa hari kau keluar dari rumah sakit" tanya Yu Luo dengan serius


"ah.. ayahku bilang kalau ibu tiri ku adalah sahabat ibu ku dari sekolah sampai sekarang dan ibu tiriku menjadi teman kerja ayahku" ucap Shi Cella


"baiklah.. sepertinya ini bisa kita jadikan sebagai bahan untuk ingatanmu dirumah itu" ucap Yu Luo


Shi Cella kebingungan dan hanya terdiam menatap Yu Luo yang berlagak sombong sambil menyilangkan kedua tangannya.


"lanjutkan ceritamu" ucap tegas Yu Luo


TAKE ON


16 tahun yang lalu..


ayah Shi Cella berkumpul dengan keluarganya untuk memberitau sesuatu yang penting.


"hari ini ayah akan memberitau pewaris harta keluarga Shi" ucap ayah


"pewaris harta keluarga Shi akan jatuh kepada Shi Cella.." ucap ayahnya


Shi Cella terkejut dan senang mendengarnya sedangkan ibu dan kakaknya merasa kesal dan membentaknya


"tidak mungkin! bagaimana bisa harta akan jatuh pada Shi Cella?! Dawei Ang adalah anak pertama kenapa harus anak terakhir yang mendapatkannya sayang?" tanya ibu nya dengan marah


"bagaimana bisa aku melakukan itu! Dawei bermarga Ang, sedangkan Shi Cella keturunan marga Shi.. itu sangat tidak masuk akal" ucap ayahnya


"kan bisa dibagi duaa" ucap istrinya merengek


"tidak bisa! jika kau memang mau bagi dua maka ketika pembagian warisan keluarga Xio aku akan membaginya menjadi dua!" ucap tegas ayah nya


ibu nya tertegun dan mulai terdiam, ibu Shi Cella menatap Shi Cella dengan perasaan benci dan Shi Cella melihatnya hingga dia menundukkan kepalanya.


dan semenjak hari itu ibu dan kakak tiri Shi Cella sering menganiaya Shi Cella dibelakang ayahnya..


hari demi hari Shi Cella semakin memburuk dan sering sakit sakitan karna perlakuan mereka berdua, tetapi Shi Cella tak berani mengatakannya pada ayahnya dan memendamnya sendiri


saat Shi Cella sedang sakit dia hendak mengambil minum sendiri di bawah kamarnya, dia menelusuri tangga dengan lemas sehingga membuatnya terjatuh dari beberapa anak tangga, banyak darah yang mengalir dari kepalanya serta kaki nya yang patah.


Shi Cella pun ditolong oleh pembantu nya dan membawanya kerumah sakit, ayah Shi Cella yang mendengar kabar itu langsung pergi dari kantornya dan mengjenguk Shi Cella.


ibu tiri Shi Cella dan kakak nya yang sedang asik berbelanja di mall terkejut mendengar hal itu dan langsung pergi kerumah sakit.


"BAGAIMANA CARAMU MENJAGA SHI CELLA?!!" ucap sang ayah yang marah marah kepada istrinya


"maafkan aku.. aku.. itu.. Dawei bilang alat sekolah dia sudah habis dan banyak yang rusak jadi kami berdua menitipkan Shi Cella pada pelayan dan pergi sebentar" ucap memelas si ibu

__ADS_1


ayah Shi Cella menghela nafas panjang karna percaya dengan perkataan ibunya, padahal ibu dan kakak itu bersenang senang sendiri meninggalkan Shi Cella.


setelah beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruangan, ayah Shi Cella langsung menghampiri dokter


"bagaimana keadaan anakku dok??" tanya khawatir ayah Shi Cella


"tenang pak, nona kecil berhasil diselamatkan tetapi.. karna nona punya hilang ingatan dan lagi dia terjatuh dari tangga yang cukup tinggi kemungkinan itu akan membuat Shi Cella tak bisa mengingat ingatannya dengan waktu yang lama" ucap dokter


"bagaimana bisa.." gumam ayah Shi Cella


"dan juga ini sudah hampir parah, saya harap tuan tidak memaksa nona untuk mengingat kembali ingatannya, karna jika ada satupun ingatan yang terlintas itu akan membuatnya terasa sangat sakit" ucap dokter


"saya mengerti dok.. terimakasih atas bantuannya" ucap ayah Shi Cella


"tidak masalah, ini sudah menjadi tugas saya, kalau begitu saya permisi" ucap dokter dan langsung pergi meninggalkan mereka


ayah Shi Cella masuk kedalam ruangan dan melihat Shi Cella masih belum bangun dan dipasang alat pernapasan, ayah Shi Cella duduk disamping kasur Shi Cella dan memegang tangan nya


"maafkan ayah nak.. ini salah ayah karna tidak menjagamu dengan baik.." ucap pelan ayahnya sambil menangis


ibu tiri Shi Cella datang pelan pelan dan mengusap punggung ayahnya


"ini semua salahku sayang, seandainya aku tidak pergi mungkin hal ini tak akan terjadi" ucap ibunya yang berpura-pura menangis


ayah Shi Cella menggelengkan kepalanya pelan dan berkata


"ini bukan salahmu.. kecelakaan bisa datang kapan saja tanpa kita tau.."


dan besoknya ayah Shi Cella berangkat kerja, tinggallah ibu tiri dengan Shi Cella yang masih belum siuman


ibu tiri Shi Cella menatap Shi Cella dengan dingin dan tak berperasaan


"kau menyusahkan ku saja, kenapa wajahmu lebih mirip dengan ibumu dibandingkan ayahmu? seandainya wajahmu lebih mirip dengan ayahmu mungkin aku tak akan memperlakukanmu secara kasar" ucap ibu tiri Shi Cella


"sepertinya memang benar kalau marga Shi harus dibunuh tak tersisa, aku sudah lelah menyingkirkan ibu mu dan aku tidak akan membiarkan hasil ku berantakan" ucap ibu tiri Shi Cella


"tidurlah selamanya" ucap ibunya yang mengambil gunting dan menggunting selang pernafasan milik Shi Cella


disisi lain, Shi Cella sudah siuman tetapi dia memilih untuk diam dan mendengar perkataan ibunya.


ibu tiri Shi Cella langsung pergi meninggalkan Shi Cella dan saat dia sudah menghilang, Shi Cella membuka mata dengan nafas yang tipis


Shi Cella sama sekali tak bisa berbicara ataupun bergerak, hingga..


seorang suster datang dan terkejut melihat Shi Cella yang mencoba untuk bergerak, suster berlari kearahnya dan melihat selang saluran pernafasan milik Shi Cella telah dipotong


Shi Cella pun mulai menutup matanya dan detak jantung Shi Cella mulai tidak beraturan..


suster pun terkejut dan langsung menekan tombol darurat berwarna merah di ruangan Shi Cella


para dokter mendengar suara itu dan langsung bergegas ke ruangan milik Shi Cella, mereka menggunakan alat pacu jantung dan selama beberapa menit hingga akhirnya detak jantung milik Shi Cella kembali normal


para dokter menghela nafas lega dan memberi Shi Cella alat pernafasan yang baru


Shi Cella dipindah ruang oleh para dokter menjadi ruangan yang tidak boleh dikunjungi oleh siapapun, baik itu keluarga ataupun temam terdekat.


TAKE OFF

__ADS_1


__ADS_2