Dipaksa Nikah Muda

Dipaksa Nikah Muda
Bab 25


__ADS_3

camping berjalan dengan baik dan lancar, kegiatan yang mereka lakukan sama hal seperti orang lain yang biasa melakukan camping.


"huh bosan nya" keluh Zay merebahkan tubuh nya di karpet plastik yang di bawa dari rumah.


"kalo bosen ngapain ikut camp? mending lo di rumah aja sendiri" ketus Dey melirik malas Zay yang berada di samping nya.


"gamau, ntar gue bosen juga kalo sendiri, kan gue udah punya bini yakali gue masih sendiri" balas Zay sambil menutup mata nya agar tidak terkena sinar matahari.


Dey memperhatikan sebentar wajah Zay dan tidak menanggapi ucapan Zay yang selalu membuat nya kalah telak.


"duh terik banget gila, kalo tau gini mending gue ngadem di kamar ngegame" keluh Zay bergumam kecil tapi masih didengar oleh Dey.


"ya jelas lah terik, siang hari gini" cetus Dey membenarkan keluhan Zay.


"neduh di bawah pohon yuk?" ajak Zay segera bangkit dari tidur nya, dan langsung berdiri melirik ke arah pohon di belakang tempat mereka bersantai.


"ngajak gue lo?" tanya Dey dengan malas.


"ga, gue ngajak bini gue" jawab Zay dengan kesal, dia tak mau berlama-lama di bawah terik panas, Zay segera ke bawah pohon agar mendapat naungan yang lebih sejuk.


"sini sayang" seru Zay kepada Dey yang masih tidak bergerak dari tempat nya.


Dey berdecak kesal sambil memutar bola mata malas, daripada Zay semakin mengoceh yang tidak-tidak dan membuat pengunjung pantai terganggu.

__ADS_1


mamah Rena dan papah Bram hanya diam memperhatikan interaksi pasutri itu tanpa berniat menegur, biarlah mereka dekat cara mereka sendiri.


"Dey.."


"hm?"


"kenapa air laut itu asin?" tanya Zay setelah Dey duduk di samping nya dan bersandar di pohon besar belakang.


"karna yang manis itu gue" jawab Dey paham arah pembicaraan Zay yang pasti gombalan yang sudah banyak orang ketahui.


"ah ga asik lo, harus nya lo bilang 'gatau tu Zay, kenapa dong?' bukan langsung jawab, itu dialog gue" ucap Zay tak terima dengan jawaban Dey.


"gue jawab nya bener padahal, tapi ada aja yang salah, huh bingung gue sama lo Zay, nyari gombalan yang bermutu dikit kek. lagian nih ya, seorang Zayyan menggombal sangat tidak cocok, kawan" ucap Dey dengan panjang lebar sambil memejamkan mata menikmati angin tipis yang menerpa wajah nya.


"ga cocok dimana-mana" jawab Dey membuka mata sejenak dan melirik ke samping, kemudian kembali menutup mata.


"lah kenapa gitu?" tanya protes Zay, dia merasa dia cocok dalam segala hal, tapi kenapa Dey menganggap nya tidak cocok.


"lo lebih cocok jadi pendiam, Zay yang gue kenal di awal itu pendiam, ga bacot kek lo sekarang" jawab Dey dengan pelan, dia sudah mulai hanyut dalam angin dan mengantuk.


"kan udah gue bilang, gue bakal cerewet sama orang spesial di hidup gue aja" jelas Zay bangun dari sandaran nyaman nya dan menatap Dey dari samping.


mata Dey terbuka dengan pelan dan terlihat sayu, kedua nya saling menatap dengan tatapan lekat yang entah di artikan sebagai apa.

__ADS_1


"iya-iya gue percaya" balas Dey tak mau memperpanjang perdebatan nya dengan Zay lagi, dia sudah mulai hendak menuju mimpi.


saat mata Dey kembali tertutup.


cup


beberapa detik belum ada respon dari Dey, hingga Zay mencoba menggerakkan bibir nya mencicipi bibir manis milik sang istri.


manis, satu kata itu yang pantas Zay ucapkan saat ini, bibir Dey seperti magnet bagi nya.


hingga Dey kembali membuka mata merasa ada sesuatu yang menimpa bibir nya, membuat ngantuk nya tertunda sedari tadi.


posisi nya tetap seperti, karena Dey yang nyawa nya baru terkumpul setengah, dan Zay yang merasa nyaman mencicip bibir Dey.


"mmphh-" gumam Dey dengan tidak jelas dan mata sayu nya.


Zay pun segera menjauhkan bibir nya dari bibir si manis yang membuat candu jika berdekatan, dan langsung berdiri untuk menghindari amukan Dey.


Dey menatap Zay dengan tatapan kesal dan tajam, bibir yang manyun membuat Zay ingin mengulang lagi, tapi nanti, saat nya sekarang Zay kabur.


mamah Rena dan papah Bram tersenyum kaku dari kejauhan yang melihat aksi anak nya yang sempat-sempatnya mencuri ciuman pada sang istri.


"didikan papah tu"

__ADS_1


"oh iya dong"


__ADS_2