Dipaksa Nikah Muda

Dipaksa Nikah Muda
Bab 8


__ADS_3

deg


Zayyan terdiam tak bisa berkata-kata, diri nya cukup sakit mendengar Deyna memperkenalkan diri nya kepada Fadil sebagai sepupu bukan suami.


tapi dia sadar, Deyna masih belum bisa menerima kenyataan tentang diri nya yang sudah menikah, ditambah lagi bukan bersama yang dia inginkan.


"yakan Zay?" cetus Dey dengan menatap Zay memelas, dia sangat berharap Zay mau mengiyakan.


"hah? ... ya" balas Zay dengan muka datar menyembunyikan muka murung nya.


"oh, kok aku baru tau sayang, seingat aku kamu ga punya sepupu deh" ucap Fadil membuat Dey sedikit gugup, tapi mencoba tetap tenang walau sudah berbohong di hadapan kekasih nya.


"itu ... apa ya nama nya .. dia itu sepupu-" ucap Deyna tercekat mencoba mencari kata yang pas agar Fadil tidak curiga.


"sepupu jauh, gue keponakan dari ayah nya Dey, gue juga baru tinggal di indo beberapa hari ini" timpal Zay membantu Dey yang terlihat bingung menjelaskan, walau hati nya sakit tapi dia mencoba kuat.


"gue akan berusaha buat lo jadi milik seutuhnya Dey, raga lo di gue, tapi hati lo masih buat dia" batin Zay bertekad takkan mundur.


"buat sekarang gue ikutin alur lo Dey, tapi kalo gue udah ga bisa nahan, lo bakal ikutin alur yang gue buat secara paksa, ga perlu memohon sama lo" batin Zay melanjutkan lagi.


"berarti lo lama di luar negeri kah?" tanya Fadil di angguki sekilas oleh Zay, memang benar Zay lama tinggal di luar negeri saat masih berumur 5 tahun hingga 16 tahun lama nya, dan kembali ke indonesia berumur 17 tahun.


___________________


hingga hampir menjelang malam, baru kah Fadil berpamitan pulang kepada Deyna. tujuan bertemu selain karna kangen ya karna tugas sekolah juga.

__ADS_1


saat Dey hendak masuk ke dalam kamar nya untuk mandi, diri nya di hadang oleh Zay yang berdehem di depan pintu kamar nya bersandar dengan bersedikap dada.


"cie yang habis haha hihi sama pacar nya" cibir Zayyan dengan muka sinis tapi datar.


"iri bilang boss!" sahut Deyna dengan lantang.


"dih siapa yang iri? ga ya! ga ada kerjaan amat gue iri sama zina!" balas Zayyan dengan kata-kata pedas.


"njir" lirih Deyna mengumpat tak bisa berkutik.


"benerkan? lo sama dia itu cuma pacaran, udah zina nambah dosa lo yang udah numpuk noh. lo mesra-mesraan kek gitu di dunia ngerasa bahagia, di akhirat ntar lo juga yang ke siksa" ujar Zayyan dengan bijak.


Deyna tak bisa menjawab karna yang di ucapkan Zayyan memang benar.


tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Deyna, dia mulai merasa terpojok karna perkataan Zayyan.


karna tak mendapat sahutan dari Deyna. Zay pun segera masuk ke dalam kamar sendiri dengan senyum miring.


"jangan lupa masak makan malam, suami lo jangan sampe kelaparan" ucap Zay sebelum menutup pintu dengan rapat.


Deyna masih tak menyahuti, dia segera masuk ke dalam kamar dengan helaan napas. ucapan Zay masih membekas di otak nya.


___________________


setelah hari itu, Zayyan tak pernah mengajak Deyna untuk berdebat. Dey tetap menyiapkan masakan sebelum berangkat sekolah dan saat malam, jadi Zay tidak merasa kelaparan.

__ADS_1


kedua belum pernah makan bersama dalam satu meja, pasti salah satu dari kedua nya ada saja yang bisa lebih dulu makan.


sama seperti pagi ini di hari yang sangat di sukai oleh kebanyakan anak sekolah. ya, hari senin🗿.


Deyna menyiapkan sarapan telur mata sapi dengan nasi goreng, bukan karna hanya bisa memasak menu nasi goreng saja, tapi juga karna jam hampir menunjukkan pukul setengah tujuh.


___________________


"Sayang" panggil Fadil kepada Deyna saat berpapasan di koridor sekolah.


"kenapa Dil?" sahut Dey dia beberapa hari ini betul-betul menghindari Fadil karna memikirkan perkataan Zayyan.


"kamu kenapa Sayang? kok selalu ngehindar pas aku mau ketemu kamu? aku ada salah? maapin aku ya kalo aku ada salah" tanya Fadil langsung meminta maaf, pikiran kalut setiap Dey menjadi cuek pada nya.


"ga Dil, aku ga papa kok" jawab Dey dengan seadanya, diri nya beberapa hari merenung hingga membuat orang di sekitar nya merasa aneh.


"serius Sayang? bilang aja kalo aku ada salah, biar aku bisa koreksi dan ga ngebuat kesalahan yang sama" desak Fadil sudah merasa frustasi.


Dey menghela napas. Fadil orang baik, tidak pantas diri nya mengkhianati Fadil, jika begini Dey bingung berbuat apa, ingin bertahan dengan Fadil tapi status sudah menjadi istri dari orang lain.


"kamu ga ada salah Yang, mood ku cuma lagi hancur aja" jelas Dey beralibi agar Fadil tidak menyalahkan diri nya sendiri.


"beneran? kenapa ga bilang ke aku kalo lagi bad mood Sayang, kan aku bisa bantu kamu bikin mood kamu baik lagi" ucap Fadil dengan wajah sendu.


"ga perlu Yang, aku cuma pengen nenangin diri sendiri" balas Dey menolak secara halus.

__ADS_1


__ADS_2