Dipaksa Nikah Muda

Dipaksa Nikah Muda
Bab 26


__ADS_3

"gue lagi gamau ngejar lo ya Zay! gue ngantuk" keluh Dey dengan muka masam menatap Zay berdiri agak jauh dari tempat dia duduk.


"yah ga asik kalo ke pantai cuma tidur doang, ayo lah jalan-jalan" balas Zay dengan semangat mengajak Dey berjalan-jalan di sekitar pantai.


"kalo gue ikut lo jalan, gue dapat apa?" tanya Dey membuka mata nya sebelah menatap Zay yang memang sudah menatap sedari tadi.


"dapat ciuman dari gue" jawab Zay dengan senyum merekah, Dey memutar bola mata nya malas, tapi dia segera berdiri dan membersihkan bagian belakang yang terkena pasir pantai.


Zay nampak terkejut saat Dey yang bangun dari duduk, Dey mau dicium? Zay girang bukan main.


"ayo" ucap Dey mengajak Zay untuk jalan-jalan yang salah diartikan oleh Zay. Zay mengira ajakan ayo itu untuk hadiah itu.


Zay segera mendekati Dey untuk memberikan ciuman kepada Dey yang menatap nya dengan tatapan datar seperti biasa.


setelah berada di hadapan Dey, Zay langsung memegang kedua bahu Dey dan menegakkan tubuh sang istri agar lurus menghadap nya.


"lo kenapa si Zay?" tanya Dey dengan bingung mendongak sedikit menatap Zay yang lebih tinggi dari nya.


cup

__ADS_1


"hah?" seru Dey melongo dengan mulut terbuka setengah karena kaget dengan tingkah Zay.


Zay kembali menempelkan bibir nya pada bibir manis Dey yang begitu manis bagi nya, membuat mamah Rena dan papah Bram mengalihkan pandangan ke arah pantai.


Zay memberikan lum*tan kecil di bibir merah milik sang istri, Zay tidak peduli wajah Dey sudah merona dan panas.


"mmpphh-Zayh-" gumam Dey mencoba melepaskan pagutan bibir itu, dia malu karena ini bukan di tempat yang tertutup, disana juga banyak pengunjung yang bersantai.


hingga napas Dey mulai habis barulah Zay melepaskan pagutan itu, walau sebenarnya terpaksa.


bugh


"duh" ringis Zay merasakan dada nya dipukul oleh Dey dengan sedikit keras.


"lah tadi lo bilang ayo, ya gue cium lah!" balas Zay mengatup bibir nya ke dalam sambil menatap bibir Dey yang mengoceh.


"ayo jalan-jalan anjir! bukan itu! ish! malu di liatin orang" ucap Dey dengan kesal, Zay salah paham dengan ajakan ayo.


"ohh jalan, gue kira mau di cium, ngapain malu? sah-sah aja tuh kita ciuman, kita kan suami istri" balas Zay enteng.

__ADS_1


"iya! tapi ga di tempat umum juga kali!" ucap Dey benar-benar merasa malu dengan apa yang dilakukan Zay.


"berarti kalo di tempat yang sepi boleh nih ya gue cium" goda Zay di hadiahi lirikan sinis yang kesal ulah nya.


"ngomong sama tembok sana" cebik Dey segera melangkah meninggalkan Zay yang masih berdiam tak mengikuti nya.


"gaada tembok disini Dey, ada nya pohon, air sama pasir" balas Zay dengan enteng, kemudian menyusul Dey untuk jalan-jalan di pinggir pantai.


"terserah" balas Dey tak ingin berdebat lagi dengan Zay yang membuat darah tinggi bila menjawab ocehan tidak berguna dari Zay.


___________________


"mereka mulai deket ya pah" cetus mamah Rena menatap punggung Dey dan Zay yang mulai menjauh dengan senyuman.


"iya, mereka damai sama keadaan yang di paksa, walau awal sempat ga setuju dan ada perselisihan, tapi mereka bisa akur itu aja udah cukup" balas papah Bram dengan panjang lebar.


mamah Rena tersenyum menatap sang suami dari samping yang sudah berkepala hampir enam itu tetap tampan layak nya anak muda.


"nostalgia yuk" ajak mamah Rena sambil bangkit dari duduk santai nya bersama sang suami.

__ADS_1


"mumpung di pantai nih, keinget jaman-jaman kita waktu liburan bareng sama Ana dan Danu" lanjut mamah Rena mengulurkan tangan di hadapan papah Bram.


"ayo aja" sahut papah Bram menerima uluran tangan sang istri yang sangat ia cintai itu.


__ADS_2