Diplomatik kerajaan Iblis dan Manusia

Diplomatik kerajaan Iblis dan Manusia
Bab 01 Misi Rahasia


__ADS_3

Sekarang terlihat Hamdi dan Arif kali ini kembali berhadapan dengan Dewa, dan terlihat Hamdi menatap sang dewa dengan tatapan muka sebel dan begitu juga dengan Arif karena keduanya dijadikan cewe pas di dunia lain.


"Jangan begitu, itu hanya eksperimen kecil aja loh," ucap pelan sang dewa sambil mengalihkan wajah.


"Eksperimen kecil iya. Meski aku beruntung menjadi seseorang yang bermartabat di keluarga Kerajaan termasuk si pecinta payudara besar ini yang kini menjadi seorang ibu rumah tangga untuk pahlawan perisai" ucap Hamdi


"Ah, s-soal itu ehem, bukankah itu menarik?" tanya sang dewa.


"Yah itu menarik, harus aku akui, saking menariknya aku ingin bunuh diri tapi tak bisa karena terlalu menarik," ucap Hamdi dengan berbelit-belit


"Ahahaha jangan gitulah, kali ini aku akan memberikan kehidupan baru yang lebih baru, aku serius," ucap sang Dewa sambil tersenyum.


'Senyuman itu mencurigakan,' batin Hamdi.


"Benarkah, kehidupan baru semacam apa itu?" tanya Arif.


'Aku jadi makin curiga nih' pikir Hamdi dan Arif kompak karena tahu kebiasaan para dewa seperti apa. Termasuk dia pernah jadi perempuan idol oleh kelakuan Tsukuyomi saat itu


"Yah, tapi sayangnya hanya satu diantara kalian berdua yang boleh jadi lelaki," ucap sang Dewa sambil duduk


'Oraaa, sudah aku duga,' batin Hamdi yang sudah sadar kalau orang ini memang menyebalkan


“Hanya satu dari kami? B-bukankah itu sangat tidak adil?” tanya Arif.


“Ya aku tahu itu tidak adil, tapi di sanalah menariknya, aku ingin tahu, siapa diantara kalian yang mau mengalah menjadi seorang gadis kecil,” ucap sang Dewa.


'Gadis kecil,' batin kaget Hamdi dan Arif.


"Apa ada keuntungan jika memilih menjadi gadis kecil?" tanya Hamdi penasaran.


"Ya ada, hal itu sudah sangat pasti," tanggap sang Dewa kecil itu sambil tersenyum ke arah Hamdi, karena sejujurnya ia sudah tahu siapa yang akan mengajukan diri.


"Apa kelebihannya?" tanya Arif.


"Kelebihannya adalah ia bisa mengatur kelemahannya dan semakin banyak jumlah kelemahan yang dimiliki atau dibuat maka akan semakin banyak pula Privilege yang kami berikan," ucap sang Dewa.


"Privilege macam apa yang kau maksud?" tanya Hamdi.


"Seperti stat poin awal yang lebih tinggi, fitur Premium, latar belakang keluarga yang bagus, harta awal dan banyak hal lainnya," tanggap si dewa.


"Heeeeh, begitu toh," gumam pelan Hamdi.


"Apa masih ada lagi? Misalnya hal premium yang dimaksud itu apa aja?" tanya Arif.


"Soal hal Premium itu hanyalah ….. kau bisa membawa karakter dari dunia lain untuk membantumu hamya dengan membayar dengan uang dari dunia itu melalui sistem," jawab sang dewa.


"Singkatnya, itu adalah RMT(Real Money transaction), atau lebih jelas lagi Pay For Unlock Character. Atau bisa dibilang juga Pay to Win," jelas panjang lebar Hamdi yang paham sistem premiumnya.


"Wuaaaaah, gua nggak butuh hal begituan," ucap Arif.


"Aku sebenarnya juga nggak butuh yang itu, tapi karena aku yakin temanku ini nggak mau ngalah, jadi aku ajalah, meski rada nggak ikhlas," ucap pelan Hamdi.


"Oke aku mengerti, jadi Arif-kun karena temanmu memilih menjadi gadis kecil, maka kau tidak wajib jadi gadis kecil, dan karena menjadi lelaki tidak diberikan opsi apapun selain kekuatan dan tubuh yang sudah ditentukan oleh para Dewa kau langsung bereinkarnasi," ucap sang dewa yang membuat Arif menghilang.


Setelahnya sang dewa menatap ke arah Hamdi.


"Sekarang katakan padaku, ras apa yang kau pilih, lalu tentukan kelemahanmu dan ingat semakin banyak kelemahan khusus yang kau buat untuk dirimu sendiri, semakin banyak support yang kami berikan," ucap sang Dewa.


"Oke, untuk ras aku pilih Demonic Chimera, wujud asli gadis kecil bertelinga lancip berukuran kecil, kemampuan bisa mengubah sebagian tubuhnya menjadi bagian tubuh dari makhluk yang pernah dimakan, untuk kelemahan, lemah terhadap ...."


'Sebaiknya aku buat kelemahan konyol yang tak pernah terpikirkan oleh orang lain,' pikir Hamdi, "Aku hanya bisa dilukai oleh gigi ikan buntal namun sebagai gantinya rasa sakit yang diakibatkan dari serangan fisik dan magis akan dikali dua, racun tak akan membunuhku tapi aku akan tetap merasa sakit ketika terkena racun sampai metabolismeku beradaptasi, berikutnya aku juga ingin menjadi summoner dan Beast Tamer, Kelemahan, semakin banyak monster yang berhasil dikontrak dan di Tamer, maka Pertahanan dan kekuatan fisik akan semakin berkurang, kelebihannya monster yang dijinakkan dan dipanggil tidak bisa mati karena bisa beregenerasi dan kalaupun mati aku bisa menghidupkannya lagi, akan tetapi sebagai gantinya, nyawa para monster kontrak terhubung denganku, yang artinya mereka hanya bisa mati jika aku mati, sebagai tambahan regenerasiku juga akan semakin lemah tergantung seberapa banyak dan kuat monster kontrakku," ucap Hamdi


“Ya oke lalu apa masih mau menambah lagi?” tanya sang Dewa.


“Yah, misalnya meskipun aku tidak bisa terluka oleh apapun selain gigi buntal, tapi aku masih bisa dibunuh dan dilukai oleh senjata lain jika sedang dalam keadaan tidur atau tidak sadarkan diri,” tambah Hamdi.


“Itu hal yang unik, jadi cara membuatmu terbunuh, hanya dengan cara membuatmu pingsan dan membunuhmu atau menunggumu tidur lalu menusukmu di bagian vital, hebat, jadi kekebalanmu hanya aktif jika kau dalam keadaan sadar, keren-keren.


"Oke berdasarkan jumlah kelemahanmu, kau akan mendapatkan keuntungan berupa, Bonus status poin awal sebesar 4000 di level satu dan mendapat 4000 stats lagi ketika naik level, lalu exp boost 3 kali lipat, lalu kau bisa membeli satu character gratis sekali, terlahir di keluarga bangsawan kaya, plot armor badak, lalu skill passive Revenge, skill yang akan membuatmu kembali hidup selama 1 jam dengan kekuatan yang digandakan 60 kali lipat dengan tujuan membunuh orang yang sudah membunuhmu," jelas sang Dewa sambil menjentikkan jarinya.


Seketika itu juga Hamdi menghilang dan terbangun dalam sebuah kamar dan ketika ia membuka mata ia dapat melihat kalau ia berada di dalam kamar yang mewah dan itu juga bisa dirasakan dari rasa empuk dan nyamannya kasur yang ia rebahi, ketika ia duduk di kasur, ia kemudian menatap tangannya dan tersenyum kecil, ia melihat tangan kecil berkulit putih mulus dan saat ia menatap ke arah cermin, ia bisa melihat gadis cantik dengan rambut warna hijau lumut ikal dengan hiasan tanduk di kepalanya, mata gadis itu berwarna merah.


‘Jadi inilah aku dan sekarang siapa namaku di tempat ini?’ pikir Hamdi sambil menatap sekitar dan tiba-tiba melihat Ui game RPG, di dalam bidang penglihatannya, terlihat bar hp dengan angka kisaran 7000 dan di atasnya tertulis nama Noah Brown, lalu dibawahnya bertuliskan demonic power dengan angka 50000, ‘Sungguh Privilege yang menjanjikan,’ batin Hamdi atau sekarang adalah Noah Brown.


Tok-Tok-Tok


Ketukan pintu terdengar dari luar, Noah yang mendengar hal itu langsung mendelik dan bertanya, “Siapa dan ada perlu apa?” tanya Noah sambil berjalan mendekati pintu keluar.


“Ini saya Sebastian, atas perintah Maou Edwin Black-sama, aku diminta untuk menjemput anda agar menemui beliau secepatnya,” tanggap seseorang dari luar.


Noah sedikit terdiam, karena ia mendengar nama Edwin Black, sosok yang menciptakan Noah Brown dengan cara menggabungkan banyak DNA Demon ke tubuh bocah kecil untuk dijadikan Demon terkuat dengan ras Demonic Chimera, ia direncanakan untuk menjadi senjata pemusnah, yah itulah yang ia tahu.


Setelah berpikir beberapa detik Noah pun membuka pintu dan menatap Sebastian yang ternyata seorang Ogre merah berotot dengan tatapan sangar dan tajam dengan tatapan datar dan terlihat pula Noah terlihat seperti gadis polos bertubuh pendek yang tak tahu apa-apa.



“Baiklah aku mengerti, tapi harap tunggu, aku ingin bersiap-siap terlebih dahulu,” gumam pelan Noah yang kembali menutup pintu kamarnya dan pergi ke lemari untuk sekedar berganti pakaian.


“Seperti yang anda inginkan,” gumam pelan Sebastian dari luar sambil diam menunggu.


Lalu setelah sekian menit lamanya, akhirnya Noah keluar dari kamarnya dan memakai baju kasual atau pakaian yang biasa ia pakai saat jalan-jalan di luar.


Yah ia mengenakan gaun putih yang dilapisi rompi pendek berwarna hitam dengan ikatan tali merah, lalu rompi itu juga memiliki topi hoodie dengan hiasan gigi monster di bagian pinggirnya yang tidak dipakai sama sekali.



“Nona sudah siap?” tanya Sebastian.


“Hem,” jawab santai Noah dengan nada tenang, ia berjalan di samping Red Ogre yang dikenal sebagai monster ganas yang akan menyerang siapapun yang berada di wilayahnya dan makhluk yang dikenal sangat membenci orang lemah, yah itulah lore yang tertulis di dalam sistem yang dimiliki Noah.


“Tak aku sangka nona tidak takut ketika berjalan denganku,” gumam Sebastian.


“Apakah dulu aku sangat takut padamu?” tanya Noah.


“Yah, jangankan berjalan bersamaku seperti ini, melihatku saja nona biasanya langsung menangis dan mengurung diri,” jawab Sebastian, “Jadi aku cukup kaget karena nona sekarang bisa dengan mudahnya berjalan denganku dan tidak menangis saat melihatku,” ucap Sebastian.


“Sejujurnya, aku masih takut padamu Sebas, hanya saja aku memaksakan diri untuk berjalan denganmu, hal ini karena jika aku terus menolak hadir hanya karena kau yang menemuiku, Edwin-sama pasti akan membunuhku,” gumam pelan Noah.


“Ah, b-begitu rupanya ahahaha,” ucap canggung Sebastian sambil ketawa pelan.


“Ada apa Sebas, kau nampak gelisah?” tanya Noah.


“Yah, ini sebenarnya hanyalah masalah mengenai apa yang akan kita lakukan setelah ini,” tanggap Sebastian.


“Setelah ini?” gumam tanya Noah.


“Edwin-sama ingin aku melatihmu dan jika ia menganggap kalau kau tidak berguna, ia ingin aku membunuh anda,” jawab Sebastian.


“Jadi begitu rupanya,” gumam pelan Noah.


Sesampainya di ruang tahta.


"Noah, akhirnya kau mau keluar kamar, aku sempat memikirkan cara untuk melenyapkanmu jika kau tidak datang-datang," ucap Edwin Black yang duduk di singgasananya



Noah hanya berlutut di hadapan sang penciptanya itu dan berkata, “Black-sama, apakah gerangan yang membuat anda memanggil saya?” tanya Noah.


“Untuk saat ini aku tidak akan mengatakannya, karena sebelum aku memberikanmu tugas itu, kau harus lulus tes dahulu,” ungkap Edwin sambil menatap Sebastian.


Sebastian kemudian berdiri dan menatap Noah, "Noah, Edwin-sama ingin anda mengalahkan ketakutan anda yaitu aku, ini adalah hal yang harus anda lakukan, jadi siapkan dirimu," ucap Sebastian sambil mengangkat gadanya.


Noah yang mendengar hal itu langsung diam sejenak, 'Saat ini aku belum makan, kekuatan Shape shifter sangat menguras banyak kalori, jika aku menggunakannya dalam keadaan seperti ini aku bisa mati kelaparan atau mati lemas,' pikir Noah. Namun, Noah tetap tenang dan memperhatikan sekitarnya dengan baik lalu mulai mengubah bentuk tangan dan kakinya. Terlihat kedua kaki milik Noah berubah menjadi kaki unggas, lebih tepatnya kaki burung Kasuari, lalu untuk tangannya sendiri mulai ditumbuhi sisik keras seperti tangan naga dengan kuku yang terbentuk dari taring ular.


‘Kombinasi tubuh huh, apa selama ini ia diam-diam berlatih sendiri?’ batin Edwin bertanya-tanya.


“Kau tidak mengubah seluruh tubuhmu?” tanya Sebastian.


“Mengubah seluruh bagian tubuh akan membuatku lapar, bahkan bicara pun membuatku lapar, jadi aku harus menghemat energi dengan hanya mengubah bagian tubuh yang aku butuhkan untuk menyerang,” jawab Noah sambil berlari kencang dan langsung menyerang Sebastian


"Aku tidak akan menahan diri Nona!" seru Sebastian sambil mengayunkan gadanya.


Noah yang secara diam-diam mengubah matanya seperti mata Mantis atau Belalang Sembah, langsung bisa melihat pergerakan cepat Sebastian dan menggunakan kaki Kasuari miliknya untuk mengubah arah gada baja itu dengan tendangan keras.


**Tong! Blaaarrrr!!!! **


Atap istana langsung hancur akibat gada yang terlempar dan berikutnya, Noah langsung memberikan serangan lanjutan berupa sayatan cakar tajam dari tangannya dan.


**Sreeet **


"Ugh!" "Itu sudah berakhir," ucap Noah.


"Apa?" kaget Sebastian heran, karena luka kecil seperti itu tidak mungkin bisa dibilang berakhir. "Sebastian, aku senang bisa mengenalmu, tapi maaf karena aku tidak mau mati, aku terpaksa membunuhmu, cakar yang aku gunakan untuk menggoresmu terbuat dari taring Demonic Serpent, dan aku sudah menyuntikkan 300 mili racunnya ke tubuhmu dalam goresan kecil itu," gumam pelan Noah.


Dan benar saja racun yang Noah maksud langsung bereaksi dan membuat kulit dan daging Sebastian meleleh jatuh ketanah lepas dari tulangnya.


"A-apa ini? T-tidak aku tidak mau mati, Black-sama!" seru Sebastian meminta bantuan sang Raja iblis, akan tetapi, sebelum mendapatkan bantuan, kulit dan dagingnya sudah mencair dan jatuh ke lantai menyisakan tulang belulangnya hingga akhirnya sang Red Ogre mati dalam keadaan mengenaskan.


"Kerja bagus Noah, sekarang aku akan langsung memberitahukanmu apa tugas yang harus kau lakukan," ucap Edwin sembari tersenyum pada Iblis yang tercipta dari darahnya dan ratusan dna monster lainnya. Noah hanya diam dan melirik ke Sebastian yang hanya tersisa baju dan tulangnya karena daging dan kulitnya mencair.


"Kau kasihan padanya Noah?" tanya Edwin.


"Sama sekali tidak, simpati dan empati hanya untuk orang lemah, aku tidak akan termakan emosi bodoh itu," ucap Noah sambil mengalihkan wajahnya.


"Itu bagus, Noah, sekarang tugasmu hanyalah untuk menikahi Pangeran dari kerajaan manusia dan memastikan dirimu akan menjadi Ratu masa depan dan mengendalikan seluruh umat manusia di bawah perintahku," ucap Edwin memberikan misi yang cukup penting pada Noah.


"Hem ... Black-sama maafkan aku jika mempertanyakan ini, tapi bukankah tugas semacam ini akan lebih tepat jika diserahkan pada Felicia?" tanya Noah pada Edwin Black mengenai tugas yang diberikan padanya, karena walau bagaimanapun, tugas politik akan lebih cocok dikerjakan oleh Felicia yang merupakan anak langsung dari Edwin Black.


"Tadinya aku juga berpikir begitu, akan tetapi Felicia itu terlalu kekanak-kanakan dia lebih suka bermain-main dari pada melakukan tugas, jadi aku khawatir jika aku menyerahkan tugas ini padanya hanya akan berujung kegagalan," ungkap Edwin


"Begitu ya... Baiklah aku akan mengambilnya dan kuharap aku tidak melakukan kegagalan" ucap Noah


"Itu bagus, aku akan mengirimkan Ingrid untuk menjadi pengawalmu," ucap Edwin.


"Tapi tunggu sebentar Black-sama, kerajaan mana yang mau menikahkan pangeran mereka padaku sosok monster dari rekayasa genetik?" tanya heran Noah.

__ADS_1


"Kukuku pertanyaan bagus, Itu adalah kota Yenfei, kota yang dipimpin oleh Yin an Liang, dari Dinasty Yin, sebenarnya mereka sangat lemah dan mereka tidak punya pilihan selain beraliansi dengan kita, karena posisinya dikepung oleh banyak kerajaan dan wilayah mereka kecil serta tak punya tentara kuat, akan tetapi mereka memiliki tambang dan pertanian yang bagus, itu sebabnya aku mau bekerja sama dengan mereka," ungkap Edwin Black


"Kenapa mereka harus beraliansi dengan iblis jika bisa beraliansi dengan kerajaan manusia lain?" tanya heran Noah.


"Heh, kau cukup kritis juga, baiklah aku jelaskan alasannya, itu karena mereka tidak bisa memenuhi tuntutan raja-raja dari kerajaan lain dalam aliansi, karena jelas keunggulan mereka hanya ada di tambang dan pertanian, bukan militer, yang artinya mereka khawatir akan diperlakukan buruk oleh kerajaan lain jika ketahuan lemah. Nah sementara jika bekerja sama denganku, aku hanya meminta 10 persen hasil tambang dan 5 persen pertanian untuk aliansi dan perlindungan wilayah mereka, selain itu untuk ikatan birokrasi yang lebih erat aku meminta mereka meminang anak perempuanku, tapi karena kau tahu anakku itu seperti apa, jadi aku meminta kau yang menyamar jadi anakku, lalu mengendalikan kerajaan itu dari dalam tanpa mereka sadari," ucap Edwin.


"Itu bagus sih, tapi jika kerajaan lain yang posisinya mengepung kerajaan Yenfei tahu mereka bekerja sama dan menjalin hubungan birokrasi dan bahkan persahabatan dengan kita para iblis, ada kemungkinan seluruh kerajaan manusia akan beraliansi menyerang kita di satu titik, itu sangat tidak menguntungkan loh," tanggap Noah.


"Itu memang merepotkan, tapi di sisi lain jika kita berhasil menghalau para penjajah, kepercayaan warga Yanfei padaku semakin tinggi dan mereka akan menjadi semakin patuh, jadi itu juga bukan hal buruk," ungkap Edwin Black.


"Yah jika Black-sama bilang demikian maka ya sudahlah, tapi ... ada kalanya ada manusia yang memiliki kekuatan hebat dan bisa mengalahkan kita semua, apa yang akan kita lakukan jika orang semacam itu muncul?" tanya Noah.


"Maksudmu Hero dari dunia lain atau semacamnya?" tanya Edwin Black.


Noah hanya mengangguk membenarkan, "Yah, kadang kita harus siap pada sesuatu yang tak pernah bisa kita kira terjadi sebelumnya," ungkap Noah.


"Jika itu terjadi, maka musnahkan Yanfei dengan tangan kita, daripada membuatnya jatuh ke tangan musuh, lebih baik kita hancurkan hingga rata dengan tanah," ungkap Edwin Black


“Hamba mengerti Yang Mulia, saya harap saya bisa memenuhi harapan tuan dalam menjalankan tugas rahasia ini,” ucap pelan Noah


"Oh iya, mungkin pangeran itu tidak tampan dan buruk rupa, atau bahkan bodoh, tapi ingat dia sangat berguna untuk dijadikan raja boneka, jadi pastikan kau tetap bersamanya," ucap Edwin sambil menghilang jadi ratusan kelelawar.


Noah hanya diam memandangi tahta dan setelahnya ia kembali memandangi jasad Sebastian yang hanya ada tulangnya saja.


"Haaah, aku benar-benar minta maaf untuk itu, tapi aku rasa sudah cukup dengan maafnya, lalu bagaimana dengan fitur premiumnya? Ah iya benar sekali, aku akan membeli satu Character sekarang dan itu adalah .... hem aku rasa Cerberus cukup," gumam pelan Noah sambil mengambil Cerberus secara gratis dan setelah terbeli, ia langsung melakukan kontrak dengan Anjing Neraka itu dan membuat Cerberus menjadi Familia pertamanya dan menyimpan sang Anjing Neraka ke dalam tubuhnya untuk dikeluarkan lagi jika dalam keadaan yang diperlukan.


**Sementara itu di kerajaan Yanfei **


Nampak seorang pria berambut pirang dengan armor biru sedang berdiri mendampingi seorang pangeran gemuk berambut pirang yang sedang duduk di meja kerjanya.



"Hei, Alucard, bagaimana pendapatmu soal kerja sama dengan kerajaan iblis?" tanya sang pangeran gemuk pada pengawalnya yang tidak lain adalah Alucard satu-satunya warrior kuat di Yanfei dan juga reinkarnasi dari Arif.


"Entahlah, memangnya menurut pangeran sendiri itu bagaimana?" tanya Alucard.


"Aku rasa jika menurutku, ayah terlalu terburu-buru, aku juga curiga akan maksud dan niat asli raja iblis yang mau-mau saja menerima kerja sama yang kurang menguntungkan, bahkan ia ingin aku si pangeran yang tidak diharapkan ini menikahi putrinya sebagai simbol kerja sama, jadi menurutku ini sangat mencurigakan, karena jika berdasarkan Logika, jika ingin membentuk kerja sama dengan kerajaan lain, biasanya keuntungan yang dibagi tidak boleh kurang dari 40%, bahkan jika pun ada hubungan pernikahan politik, mereka pasti tidak akan mau menikahkan putrinya padaku dan lebih memilih menikahkan putri mereka pada kakakku yang lebih tampan," ungkap sang Pangeran. 



"Dilihat memang benar. Apalagi niat iblis tidak bisa ditebak sama sekali. Dan pasti ujung-ujungnya malah kerajaan ini dibinasakan jika mereka berniat untuk menghancurkan kerajaan ini" ucap Arif atau Alucard saat ini


"Jadi bagaimana kita menanggapi ini?" tanya sang Pangeran yang tidak ingin kerajaannya hancur.


"Untuk saat ini, kita harus bersikap biasa terlebih dahulu agar mengetahui motifnya seperti apa. Dan jika menguntungkan maka biarkan saja tapi jika merugikan, maka kita hancurkan" ucap Alucard


"Ayahku tidak akan mendengarkanku, karena pada dasarnya aku bukanlah calon Raja dan aku juga bukan anak kesayangannya, jadi tidak akan mendengarkan pendapatku," tambah sang Pangeran. "Tenanglah Yang Mulia Yin Lee Taichang, untuk saat ini kita lihat dulu apa yang mereka lakukan, jika ada hal mencurigakan, barulah kita bertindak," ungkap Alucard


"Kuharap demikian" harap Yin Lee Taichang


**Keesokan harinya. **


Nampak Edwin datang bersama beberapa iblis membawa Noah sebagai calon pengantin wanita dengan gaun yang indah



'Bruuuuh... Ini saja pasti membuat semua orang iri' pikir Alucard kaget jika yang mulia Yin Lee Taichang dapat calon istri yang mantap jiwa


Sementara sang Pangeran pertama yang tampan kaget bukan main, karena adiknya sang Pangeran jelek buruk rupa dapat Jackpot berupa gadis kecil cantik berkulit putih dengan mata merah menawan sebagai istri.


'Adik kampret nan beruntung' pikir pangeran pertama yang mengutuk keberuntungan adiknya yang buruk rupa itu


"An Liang, bagaimana keadaanmu dan mana Taichang? Ini calon istrinya sudah tiba," ucap Edwin sambil mendorong Noah.


"ini orangnya.." ucap Alucard yang melihat pangeran kedua entah sejak kapan bersembunyi di belakangnya karena pemalu 'ohh.. come on.. aku yakin kau bisa' pikir Alucard yang memutar bola matanya yang bosan


'ini kau dihadapan calon istri lho' pikir Alucard lagi


Taichang pun keluar dan melihat Noah yang berwajah datar, lalu Noah tersenyum tipis, "Nama saya, adalah Noah Brown dan tolong bimbingannya, Taichang-kun" ucap Noah sambil tersenyum manis.


Edwin hanya melirik Noah dan berpikir, 'Wah boleh juga bocah ini,' batin Edwin


'Aktingnya bagus sekali' pikirnya takjub


"Ano, Yin Lee Taichang, salam kenal juga Noah-san, baiklah karena sudah datang jauh-jauh kami akan membawa kalian ke wilayah kedutaan untuk beristirahat," ucap Lee Taichang yang agak kaget mengetahui anak sang Raja iblis punya paras yang cantik.


'Bagus... Itu baru calon suami idaman' pikir Alucard


"Hei ayah, kenapa ayah malah menjodohkan dia pada Taichang si gemuk?" tanya sang pangeran pertama.


"Entahlah, ayah juga kaget karena ayah tidak mengira kalau anaknya secantik itu," ucap sang An Liang


'Bilang saja iri bos' pikir Alucard


"Ada apa An Liang?" tanya Edwin.


"Ah tidak, kami hanya tidak menyangka kalau anak anda sangat cantik, aku jadi merasa tidak nyaman karena menjodohkannya dengan anakku yang buruk rupa," ucap An Liang.


"Aku tidak memikirkannya, selama dengan pernikahan ini kita punya hubungan keluarga, aku tidak masalah," tanggap Edwin Black


"Y-Ya sudah jika memang begitu," gumam pelan An Liang.


"Dia anak pertamaku, Yin Fang Guang," jawab An Liang.


'Nanti aku minta bantu sama Alucard mengenai ini. Aku merasa dikucilkan' pikir Yin Lee Taichang


Dia sangat tidak percaya diri karena badannya yang gemuk sehingga banyak perempuan yang membenci tubuhnya termasuk kakaknya yang laki-laki dan keluarganya sendiri


"Wah-wah-wah, bukankah sebelumnya, kau bilang kalau Lee Taichang anak pertamamu, tapi kenapa sekarang berubah?" tanya kaget Edwin.


'Yang benar saja coy.. lu berurusan dengan iblis... Ini gila orangnya' pikir Alucard apa yang dikatakan oleh An Liang sendiri di depan Edwin


"Soal itu aku minta maaf, karena walau bagaimanapun, para bangsawan, tidak ingin Putra Mahkota menikah dengan iblis," ungkap An Liang.


"Oh gitu toh, enggak apa-apa, aku ngerti kok," ucap Edwin sambil melirik Noah. Noah hanya diam dan berpikir kalau Edwin ingin ia melenyapkan Yin Fang Guang, agar Lee Taichang bisa jadi raja.


"Ano, Noah-chan, kata An Liang dia berbohong soal anak pertamanya, jadi kau tak perlu melakukan ini lagi, pilihan ada di tanganmu, pulang dan melupakan kerja sama, atau menikahi Fang Guang-kun, lagi pula dia lebih tampan," ucap Edwin.


'Eh???' batin Noah yang tidak menyangka tebakannya salah.


'Yang benar saja' pikir Noah kaget


"Ayah .... kenapa aku harus mengubah calon suamiku?" tanya Noah.


"Nggak harus, aku berpikir mungkin kau akan lebih bahagia jika menikah dengan pangeran yang lebih tampan dan menjadi calon ratu, karena Fang Guang adalah Pangeran pertama," jawab Edwin.


"Tampan itu relatif, menurutku perut bulatnya ini sangat imut," jawab Noah sambil menyentuh perut Lee Taichang dan tentu saja Lee Taichang merona mendengar apa yang dikatakan oleh Noah mengenai dirinya yang jelek malah dianggap imut olehnya


**Dooooong **


'Oy aku tahu kau itu cuman makhluk buatan, tapi aku tidak menyangka kalau seleramu absurd,' batin Edwin.


"Maaf aku cuman bercanda, hanya saja menurutku kontrak tetaplah kontrak, aku tidak mau membatalkan apa yang sudah ditandatangani, lagi pula kita tetaplah keluarga meski yang aku nikahi bukan pangeran pertama kan?" tanggap Noah lagi sambil tersenyum tipis.


'Nice answer' pikir Alucard senang dengan jawaban Noah


"Jika kau bilang begitu sudahlah, dan Noah ayah harap kau bisa memajukan negri ini agar kita bisa mendapatkan beberapa logam dan makanan terbaik," ucap Edwin, yah jujur saja di wilayah iblis tidak ada satupun buah-buahan atau sayuran yang bisa tumbuh dengan baik, kalau ada itu cuman rumput liar dan kalaupun ada pohon yang bisa menghasilkan buah, buahnya pasti beracun dan rasanya sangat tidak enak.


“Ya akan saya usahakan,” ungkap lembut Noah Brown.


Di kantor kedutaan Yanfei.


“Black-sama, apa tidak masalah kalau kita melanjutkan kerja sama dengan mereka? Karena mereka menipu kita,” ucap kesal Ingrid, sang Ksatria Iblis dengan kulit gelap berambut  merah muda.


“Sudahlah, Ingrid, lagi pula Noah tidak mempermasalahkannya,” ungkap Edwin Black


“Tapi …” Ingrid nampak masih tidak terima, karena Noah tidak akan menjadi calon ratu mengingat, gadis kecil itu menikah dengan pangeran kedua.


“Ingrid, ingatlah, Noah sebenarnya bukanlah anakku, tapi ciptaanku, jadi jelas pada dasarnya yang menipu itu aku, jadi kalau aku juga ditipu ya itu bukan salah mereka. Namun, meski demikian, bukan berarti Noah tidak bisa menjadi Ratu, jika ia pintar ia bisa menjadi ratu meskipun ia bukan istri dari pangeran pertama,” ucap santai Edwin.


“Jika Black-sama bilang begitu ya sudahlah,” gumam pasrah Ingrid.


"Tapi bagaimana pendapatmu sendiri Noah?" tanya Ingrid.


"Bukan masalah, aku suka tantangan, lagipula tidak ada untungnya bagiku protes soal pria mana yang aku nikahi, yang penting adalah feedback yang kita dapatkan dari ini," gumam pelan Noah.


"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, tapi aku harap kau menjalankan tugas dariku dengan baik, lindungi tempat ini dan jangan sampai diambil alih oleh manusia dan pastikan juga mereka membayar dengan benar," pinta Edwin pada Noah.


"Kita sama sekali tidak mau rugi asal mereka bisa membayar feedback pada kita" ucap Edwin


"Jadi itu alasan kenapa kau mengujiku dalam pertarungan, karena kau ingin aku menjadi pelindung tempat ini yah," gumam pelan Noah.


"Ya, tapi aku juga tidak ingin kau terlalu terbawa suasana sampai lupa misi, lindungi tempat ini, tapi jangan berlebihan, jika mereka mulai mencurangiku maka tegur mereka, tapi jika peringatan diberikan lebih dari 3 kali dan mereka tidak mau dengar, itu terserah padamu, mau menghancurkan tempat ini atau apa, yang pasti aku tidak membutuhkan bawahan yang memberontak," ucap Edwin.


"Sangat dimengerti My Lord," gumam pelan Noah sambil tunduk di hadapan Edwin.


Sementara itu di ruang kerja si Pangeran kedua.


"Alucard, apa kau mengerti mengenai hal ini? Jujur saja aku tidak tahu dan tak bisa membaca tujuan asli mereka ketika melihat Raja iblis membawa anaknya yang memiliki paras yang bahkan hampir setara dengan Elf," ucap tak percaya Lee Taichang


"Kalau pemikiranku sedikit itu seperti pernikahan politik sih. Agar kedua ras memiliki keuntungan dari sana dan bisa menguntungkan kedua belah pihak. Jujur aku sama sepertimu, yang mulia. Karena niat mereka disembunyikan dengan rapi" ucap Alucard


"Apa perlu kita mengawasi Noah?" tanya Lee pada Alucard.


"untuk saat ini jangan dulu agar kita bisa aman. Tapi kalau dia buat hal mencurigakan, baru kita intai" balas Alucard


Tak lama kemudian, secara tiba-tiba ada suara ketukan di ruang kerja sang pangeran kedua.


tok-tok-tok


"Siapa?" tanya Lee Taichang.


"Ouji-sama, ini aku Noah Brown, bolehkah hamba masuk?" tanya seseorang yang ada di luar


"Masuklah" ucap Lee Taichang

__ADS_1


Noah pun masuk dan dengan santai berjalan mendekati Lee, "Aku ingin melihat-lihat kota, apakah tuan bisa meluangkan waktu untuk menemaniku?" tanya Noah sambil melihat tumpukan dokumen di meja sang pangeran kedua.


"Maaf, seperti yang kau lihat aku sedang sibuk," jawab Lee.


"Hem, sepertinya memang begitu, justru akulah yang harus minta maaf karena telah mengganggu pekerjaan tuan, jadi aku akan pergi sendiri dan meminta orang lain untuk menemaniku," gumam pelan Noah yang langsung berbalik pergi


“Tunggu!” seru Taichang pada Noah.


“Hem?” Noah nampak diam dan menatap ke arah belakang.


"Eh.. ahh nggak apa. Aku tidak masalah" ucap Lee Taichang


Noah kembali bingung dan memperhatikan wajah Taichang yang nampak kikuk dan kaku.


"Tuan muda bilang ia akan menemanimu," ucap Alucard sambil tersenyum ketika melihat Noah menatap Lee Taichang dengan tatapan heran.


"Tapi bagaimana dengan pekerjaan Pangeran kedua?" tanya Noah.


"Aku akan membereskan sedikit pekerjaan dia. Apalagi kalian berdua akan menjadi calon suami istri nantinya" ucap Alucard


Noah hanya tersenyum dan berkata, "Sepertinya kau adalah pengawal yang baik," gumam pelan Noah.


"Meski begitu. Dia sedikit ceroboh, tapi aku memakluminya karena dia masih belajar dan membiasakan diri sebagai pengawal" ucap Lee Taichang


"Hoooh, benarkah, tapi dari yang aku lihat, kau sangat bergantung padanya," ucap Noah sedikit meledek


"itu karena aku belum bisa hal sepele. Sehingga mau tidak mau aku harus meminta bantuannya agar pekerjaanku cepat selesai" ucap Lee Taichang


"Kalian nikmati saja kencannya, aku akan kerjakan dokumen ini hehe," ucap Alucard dari belakang. Seketika muka Lee memerah total, sedangkan Noah mukanya biasa saja tapi pipinya nampak sedikit bersemu.


"Baka jangan menggoda orang!" seru kesal Lee Taichang.


"Maaf-maaf. Sudah pergi saja ke mana yang kalian suka, aku akan membereskan ini sebentar" ucap Alucard


Setelah melihat Noah dan Lee sudah tidak ada, Alucard hanya menghela nafas dan menatap meja kerja tuannya sambil melihat Dokumen yang memusingkan, penuh dengan laporan perkembangan kota dan desa yang dibawah kepemimpinan kerajaan mereka, beserta laporan pajak dan masalah-masalah yang harus diselesaikan.


'Harus selesai dengan cepat dan memeriksa detailnya' pikir Alucard


**Sementara itu di tengah kota. **


Nampak Lee dan Noah berjalan kaki di sana dan melihat kehidupan kerajaan secara langsung, di mana kota sangat ramai. Namun, ekspresi mereka banyak yang suram, dan bisa dikatakan hampir tidak ada kebahagiaan sama sekali.


"Tuan pangeran," panggil Noah.


"Ano, bisa panggil aku dengan namaku saja, rasanya, agak aneh jika kita tidak memanggil dengan nama," ungkap Lee.


"Kalau begitu Tuan Taichang, aku cukup kaget melihat tugasmu begitu banyak, padahal aku kira kau adalah orang yang bisa hidup santai mengingat kau adalah pangeran kedua," ucap Noah mengungkapkan kekagetan dan kebingungannya.


"Ah soal itu, karena kakakku tidak suka mengerjakan Dokumen, ia menyerahkan semua pekerjaannya padaku dan pergi bersenang-senang," ungkap Lee


"Sehingga aku harus ekstra kerja keras untuk menyelesaikan dokumen yang diberikan oleh kakakku meski dibantu oleh Alucard sendiri. Dan ini sudah terjadi sebelum ayahku itu melamarku denganmu" ucap Lee Taichang


"Jadi begitu, aku rasa ayahku sudah memilih orang yang tepat," gumam pelan Noah yang tampaknya tidak menyesal dijodohkan dengan pangeran kedua.


"K-kenapa kau berpikir demikian?" tanya Lee Taichang, hal ini jelas karena kebanyakan wanita sangat ingin dijodohkan dengan Fang Guang sang kakak yang jauh lebih tampan darinya, dan tak ada satupun bangsawan wanita dari wilayahnya dan bahkan kerajaan lain yang mau menikahinya.


"Kenapa? Jika kau tanya kenapa maka di mata kami para iblis, kalian itu sama saja, mau gemuk atau kurus, kalian tetap terlihat seperti ... monyet di mataku, jadi kami hanya menilai kalian dari kecerdasan dan kekuatan serta bau kalian, jika kau tidak berguna maka kami tidak akan menanggapimu," ucap Noah agak nyelekit


'Ughh.. menyakitkan sekali apa yang dia katakan barusan ' pikir Lee Taichang


"Tapi ... pertanyaan keduaku kenapa kita tidak pergi selayaknya bangsawan?" tanya Noah, karena saat mereka keluar dari gerbang istana, bukannya berjalan dengan kereta kerajaan, mereka malah jalan kaki. "Aku hanya anak nomor dua yang tidak dianggap, apa kau pikir fasilitas mewah bisa aku pakai?" tanya Lee Taichang.


Mendengar hal itu Noah langsung tepuk jidat mendengarnya, 'Pilih kasih sih boleh, tapi nggak segitunya juga,' batin Noah


"Noah, ada apa?" tanya Lee pada gadis yang menjadi calon istrinya.


"Bukan apa-apa, ah lihat Taichang-sama apa itu aku penasaran?" tanya Noah sambil menunjuk buah-buahan yang ada di salah satu lapak pedagang.


"Itu adalah buah Anggur, biasanya memang tumbuh dengan baik di kerajaan ini, ada apa emangnya?" tanya heran Lee Taichang.


"Ah bukan apa-apa, sejujurnya meskipun kebanyakan dari para iblis adalah pemakan daging, tapi itu semua tidak sepenuhnya benar, karena yang membuat kami tak pernah makan sayur dan buah adalah, semua tumbuhan yang tumbuh di wilayah kami sangat berbeda, mereka tampak berduri dan mengerikan dan parahnya lagi beracun, jadi tentu saja aku cukup kaget karena buah-buahan di sini sangat segar," ungkap pelan Noah Brown sambil tersenyum dan menyentuh setangkai buah anggur.


"Begitu.. kukira iblis di daerah sana suka memakan manusia" ucap pelan Lee Taichang


"Jika memang begitu, maka ayahku sudah akan meminta tumbal sebagai biaya keamanan," tanggap Noah pada pernyataan dari Lee Taichang.


"Ughh... Aku tidak bisa membayangkannya" ucap Lee Taichang jika itu terjadi


“Hei nona, itu harganya 5 koin emas, jika kau tidak punya uang maka sebaiknya singkirkan tanganmu dari buah itu,” ucap sang pedagang sambil menatap sinis Noah.


“Ah maaf, aku akan segera bayar tenang saja, ah iya, kalau anggur 5 koin emas, yang ini berapa?” tanya Noah sambil menunjuk jeruk segar dengan kulit orange.


“Itu 7 koin emas,” ucap sang pedagang.


“Em mengerti, kalau begitu, artinya aku butuh dua belas koin, “ gumam pelan Noah sambil mengambil dompetnya yang tersimpan di dalam tas kecil yang ia punya, lalu ia kemudian mengambil uangnya.


Namun, sebelum Noah membayar, Lee Taichang langsung menahan tangan dari Noah, “Hentikan, aku tidak menyangka kau benar-benar suka menipu dan memeras seorang pembeli,” ucap Taichang.


“??” Noah diam, dan menatap si pedagang.


“Menipu, apa maksudmu?” tanya sang pedagang.


"5 dan 7 koin emas adalah harga yang terlalu tinggi hanya untuk sebuah buah, kerajaan ini tidaklah kekurangan tanaman kau tahu!" seru Lee.


"Cih, memangnya kau siapa babi gemuk?" tanya sang pedagang menghina si pangeran.


"Aku Pangeran kedua Yin Lee Taichang," jawabnya.


"Hah pangeran kedua? Piff, kau hanyalah sampah, semua orang juga tahu kalau keluargamu tidak peduli denganmu, jadi aku tidak perlu patuh denganmu bocah gen.....?"


Belum sempat pedagang itu menyelesaikan kata-katanya sebuah bilah berduri tajam muncul menempel di lehernya dan itu rupanya tangan dari Noah Brown yang berubah menjadi bilah tulang tajam berduri seperti tangan belalang sembah, yah itu adalah anggota tubuh Demon Mantis Empusa yang juga dimasukkan ke dalam komposisi tubuhnya.


"Meskipun tampilannya tidak tampan, dia masihlah keluarga raja, belum lagi dia adalah tunanganku dan apa kau tahu siapa keluargaku? Aku anak dari Raja iblis, dan apakah kau tahu akibat dari menipuku dan menghina calon suamiku?" tanya Noah dengan tatapan tajam.


"M-maafkan aku, ini ambil saja gratis untukmu!" serunya sambil memberikan sepuluh tangkai anggur dan sepuluh buah Jeruk pada Noah lengkap dengan bungkusannya.


Noah hanya diam dan mengambilnya, "Aku tidak tahu kenapa kau menipuku saat pertama kali melihatku. Namun, melihat kau begitu ketakutan, sepertinya kau sangat membutuhkan uang, aku juga tidak tahu apa sebabnya, tapi ambilah, lain kali jangan lakukan lagi," ucap Noah sambil memberikan tiga mutiara hitam yang keluar dari telapak tangannya.


"Terima kasih, Nona" ucap pedagang itu


"Tidak perlu berterima kasih padaku, katakan saja rasa terima kasihmu itu pada tuhan dan Kerajaan dengan cara bekerja dengan baik dan jujur," ucap pelan Noah.


Setelah urusan mereka selesai di sana Noah dan Lee Taichang kembali melanjutkan perjalanan. "Maaf, aku malah tidak berguna disaat seperti ini," ucap Lee merasa tidak nyaman akan kejadian tadi.


"Tak apa, itu bukan salahmu," ungkap Noah sambil tersenyum tipis dan memakan buah jeruk yang ia beli


"Ta-"


Belum mengucapkan apapun, Taichang kaget karena mulutnya dimasukki buah anggur dan jari kecil dari Noah yang menyuapinya secara tiba-tiba, "Bagaimana? Menurutku buahnya sedikit asam dan itu cukup unik, aku benar-benar senang bisa merasakan sesuatu yang baru di mulutku," ucap Noah mengalihkan pembicaraan, ia tidak suka mendengar orang lain membicarakan kelemahan mereka di depan dirinya.


"Ano ... jarimu masih di mulutku," ucap Taichang.


Noah pun mencabutnya secara perlahan dan dengan tenang mengeringkan tangannya dari liur Taichang dengan sapu tangan, "Apakah jariku membuatmu tidak nyaman?" tanya Noah dengan pelan sambil berjalan di samping Taichang.


"Ti-tidak, b-bukan itu maksudku, k-kau tahukan ... apakah kau tidak merasa jijik memasukkan jarimu ke mulutku?" tanya Taichang.


"Itu bukan pertama kalinya aku menyuapi orang lain tahu, ada banyak mulut yang pernah menjilat jariku jadi itu bukan masalah," ucap Noah.


"Eh?? Memangnya siapa saja orang itu?" tanya Taichang tidak senang dengan apa yang ia dengar.


"Hem, banyak, saking banyaknya aku hanya ingat sebagian, salah satunya adalah Gian Wolf yang menggigit jariku sampai putus di usiaku yang 6 tahun dalam pelatihanku sebagai iblis," jawab Noah


"Begitu ya" ucap Lee Taichang


"Kenapa kau begitu baik padaku?" tanya Taichang.


"Aku tidak punya alasan untuk marah atau menjahatimu, jadi itulah kenapa aku baik padamu dan juga yang aku lakukan ini bukanlah hal spesial jadi tak perlu kau pikirkan, aku begini pada siapapun yang aku anggap pantas," tanggap Noah


"Itu sedikit membuatku lega, tapi apa sebenarnya tujuan kalian untuk menerima kerja sama yang agak aneh ini?" tanya Taichang.


"Apa lagi selain hasil kebun dan tambang kalian yang berharga ini," tanggap pelan Noah sambil memakan beberapa buah anggur, "Karena hasil produknya cukup besar, makanya kami mau menjalin kerja sama dengan kerajaan ini" ucap Noah


"Kau tahu aku tidak begitu percaya dengan hal aneh itu," ucap Taichang.


"Jika kau tidak percaya itu bukan urusanku, wah apa itu kayanya enak!" seru Noah sambil berlari ke arah kedai yang sedang membakar sate.


'Semangat sekali dirinya itu' pikir Lee Taichang


Singkat cerita.


Setelah melakukan ini itu bersama mereka akhirnya berjalan menelusuri pantai dan merasakan tiupan angin musim panas


"Haaaah... Ini enak sekali" ucap Noah seketika yang merasakan tiupan angin yang menerpa rambutnya itu


"Benarkah, menurutku ini cukup panas," ungkap Taichang yang penuh keringat sambil meminum air kelapa.


"Yah semuanya adalah hal baru bagiku, jadi rasanya sangat menyenangkan, " gumam pelan Noah sambil mengambil air laut dengan dua tangannya.


"Hei apapun yang kau pikirkan jangan pernah meminumnya," ucap Taichang memperingati Noah.


Namun, sepertinya Taichang terlambat karena Noah sudah meminum air laut itu. "Brusssss!!!" Noah langsung menyemburkan air itu dari mulutnya, "Lidahku mengkerut, sialan rasanya tidak enak!" seru Noah


"Kau itu kenapa dah, harusnya kau tahu air laut itu rasanya Asin, dah ambil ini minumlah," ucap Taichang agak kasihan dengan Noah sambil memberikan buah kelapa di tangannya.


"Y-ya di tempatku tidak ada laut dan menurut buku semua air yang ada di dunia manusia itu bisa diminum," ucap Noah menjawab dengan jujur.


"Tidak semuanya bisa lho. Ada yang tidak bisa diminum seperti air laut karena asin seperti yang kamu alami dan ada air tawar yang mana bisa diminum" ucap Lee Taichang


"Maaf karena pengetahuanku kosong," ucap pelan Noah sedikit malu dengan kelakuannya sendiri.


"Ya sudah. Ayo minum air kelapa dulu agar air asin di mulutmu hilang" ajak Lee Taichang


'Sepertinya aku hanya terlalu mencurigainya, sampai saat ini tidak ada hal aneh yang ia lakukan, sepertinya tidak ada niatan tersembunyi dalam aliansi ini, tapi itu dari sisi Noah, bagaimana dengan Edwin, aku tidak tahu apakah mereka punya niatan tersembunyi atau tidak,' pikir Taichang.


'haaaah... Mending ikutin cara Alucard dulu untuk mengetahui niat tersembunyi dari Edwin sendiri' pikir Lee Taichang lagi

__ADS_1


'Sepertinya dia sudah tidak mencurigaiku, itu bagus, dan aku tidak menyangka meski aku mengubah lidahku jadi lidah ikan, aku tetap merasakan asin,' batin Noah yang ternyata merencanakan semuanya dengan baik


Bersambung


__ADS_2