Diplomatik kerajaan Iblis dan Manusia

Diplomatik kerajaan Iblis dan Manusia
Bab 05 Rencana Noah Hime


__ADS_3

Setelah membawa beberapa pengawal dan pelayan secukupnya, Noah akhirnya pergi melihat kota Kekaisaran Yanfei, dengan menggunakan kereta kuda kerajaan yang cukup mewah.


"Kanjeng Putri Noah, apakah tidak masalah anda pergi ke luar istana dengan hanya membawa 3 pengawal?" tanya sang kepala pelayan.


"Ada apa Roseta, apakah kerajaan ini memiliki banyak penjahat atau semacamnya?" tanggap Noah pada kepala pelayan yang ikut bersamanya.


"Bukan begitu, hanya saja, keselamatan keluarga kerajaan adalah hal prioritas dan jika sesuatu terjadi pada Kanjeng Putri, kami akan merasa sangat bersalah dan berdosa," ungkap Roseta.


"Oh, jadi itu yang anda khawatirkan, tenang saja Roseta, karena aku percaya pada kemampuan para ksatria yang aku pilih," ungkap Noah dengan nada lembut.


"Orang yang Kanjeng Putri pilih memang sangat kuat di Kerajaan Yanfei, tapi .. jika hanya bertiga rasanya juga akan sulit untuk bisa melindungi anda dari bahaya, Kanjeng putri harus tahu, kalau anggota keluarga Kekaisaran Yanfei selalu berada dalam bahaya," tegur sang pelayan wanita berambut pendek dengan mata biru.


"Seluruh anggota keluarga Kerajaan atau pemimpin dari suatu negara memang selalu seperti itu, bahkan sebelum ke Yanfei, aku sudah sering menghadapi kematian di sekitarku, banyak iblis ingin membunuhku, meracuniku dan membujukku atau memperalatku untuk melakukan apa yang mereka inginkan, dan aku bisa mengatasi itu semua dengan kekuatanku sendiri, jadi sebenarnya pengawal itu tidak lebih dari hiasan dan pelengkap saja," jawab jujur Noah dengan nada santai sambil melihat keluar jendela keretanya.


"Hiasan dan pelengkap?" gumam tak percaya Roseta.


"Jika aku tidak membawa pengawal, keluarga kerajaan akan dianggap tidak mampu untuk memberikan perlindungan pada Tuan Putrinya bukan," tanggap Noah dengan nada lembut.


"Kanjeng Putri memang bijaksana, tapi ... apa tujuan Kanjeng Putri jalan-jalan di kerajaan?" tanya Roseta sang kepala pelayan yang terlihat tua.


Noah mendengar pernyataan dari Roseta pada dirinya, langsung menatap pelayannya dan memberikan jawaban.


"Aku, hanya ingin melihat kehidupan rakyat di kerajaan, Hal ini berguna untuk mengetahui apakah mereka hidup dengan layak dan mengetahui apa yang kurang dari mereka, hal ini juga berguna untuk meningkatkan moral dan loyalitas mereka pada kerajaan, sekaligus membangun citra bagus untuk suamiku," ungkap lembut Noah.


"Ah b-begitu yah," tanggap Roseta sang pelayan.


"Kenapa? Apakah itu aneh untuk seorang bangsawan memikirkan reputasinya di mata rakyatnya?" tanya Noah pada Roseta.

__ADS_1


"Ah bukan itu yang hamba pikirkan, hamba hanya tidak menyangka kalau Kanjeng Putri bisa begitu mendukung Pangeran kedua, padahal kebanyakan bangsawan sangat membenci pangeran kedua," ungkap Roseta.


Bukan hanya Roseta tapi para pengawal yang menjaga kereta kuda juga penasaran mengenai, kenapa seorang putri iblis yang sangat cantik, mau menikah dengan Lee Taichang yang sangat buruk rupa dan juga tak mendapatkan dukungan keluarga dari Kerajaan, Pangeran yang tidak dianggap dan lain sebagainya. Lalu meskipun begitu, bukan hanya mau menikahinya, putri Noah juga mau mendukung Pangeran itu, hal ini membuat penasaran para ksatria dan pelayan, karena mereka bingung mengenai apa yang sebenarnya dilihat Noah dari Lee Taichang.


Noah yang mendengar hal itu langsung menjawab, "Cinta tidak selamanya memandang fisik pasangannya," tanggap Noah dengan datar dan ia memilih jawaban itu karena itu yang paling singkat dan paling padat serta yang paling tidak bisa dibantah.


"Tapi itu bisa berdampak pada penampilan keturunanmu loh," jawab yang lain yang tidak lain adalah pelayan kedua dengan nama Xiaomei


"Xiaome, ini bukan urusanmu, masa depanku akulah yang menentukan, siapa pasanganku bukan kalian yang pantas untuk menilai apakah dia baik atau tidak untukku, kau atau siapapun di dunia ini tidak akan aku izinkan meludahi martabat suamiku dengan hinaan," tanggap Noah yang menatap tajam pelayannya, matanya menyala dan mengeluarkan aura mengerikan.


Hal itu membuat semua orang terdiam, tak ada satupun dari semuanya yang berani bicara saat itu karena hawa membunuh dari Noah Brown.


....Sesampainya di kota Kerajaan....


Kereta pun berhenti dan nampak, ksatria berarmor putih turun dari kuda dan membukakan pintu keretanya mengulurkan tangan untuk membantu Noah Brown turun dari kereta kuda.


"Maaf, adat kerajaan iblis adalah kami para gadis yang sudah menikah tidak diperbolehkan menyentuh atau menerima uluran tangan pria lain tanpa izin suaminya, hal ini juga demi menjaga kehormatanku dan suamiku sendiri, aku harap kau mengerti Ling Qaoshin," tanggap tegas Noah.


"Ehem, b-begitu yah, maaf atas kelancangan hamba," ucap Qaoshin yang mewajarkan ketidak nyamanan tuan putri yang sedang ia kawal.


"Lain kali jangan lakukan hal demikian atau aku terpaksa akan menghajarmu dengan pengikutku" ucap Noah yang ditambah sedikit nada mengancam


Setelahnya Noah pun berjalan berkeliling melihat infrastruktur dan para penduduk kerajaan, ia juga memperhatikan kegiatan rakyat kerajaan dengan tatapan datar. Terlihat banyak warga yang segan dengan kedatangan Noah Brown. Dia dikenal sebagai tuan putri yang paling tegas di kerajaan iblis sendiri. Bahkan banyak orang yang tidak berani jika berdekatan dengan Noah sendiri


"Roseta, katakan di mana biasanya para bangsawan membeli tanah untuk bisa membangun rumah?" tanya Noah pada kepala pelayannya.


"Eh. Itu" ucap Rosetta gugup harus mengatakan apa ke Noah

__ADS_1


"Roseta?" panggil Noah.


"Nona, apa tujuan nona untuk mencari tahu tempat membeli tanah kosong?" tanya Ling Qaoshin.


"Tentu saja untuk melakukan gerakan pertama agar aku bisa membuat rakyat Kerajaan tidak segan lagi padaku, aku tidak nyaman melihat orang-orang takut padaku," ungkap Noah


"Kanjeng Putri, hamba minta maaf, karena hamba hanya pelayan, hamba tidak tahu di mana lokasi untuk membeli tanah kosong," jawab Roseta.


"Xiaome, bagaimana denganmu?" tanya Noah pada gadis pelayan kedua.


"Maaf Kanjeng Putri, hamba juga tidak tahu akan hal itu," jawab Xiaome sambil menunduk.


"Kalau begitu siapa di antara kalian yang tahu?" tanya Noah.


Dan nampak semua orang yang bersama dengan Noah tidak tahu menahu soal ini, 'Kenapa mereka tidak tahu akan hal ini sih?' tanya Noah dalam hati


"Saya tahu lokasinya, karena kebetulan saya pernah menemani Yang Mulia Gusti Pangeran pertama," ungkap seorang ksatria berarmor biru dengan rambut coklat panjang terikat ponytail di rombongannya.


"Yu-long, jika kau memang tahu, maukah kau membawaku ke sana?" tanya Noah


"Baik" ucap Yu-long


Setelahnya Noah bersama dua pelayan dan tiga ksatrianya mengikuti Yu-Long untuk ke suatu tempat yang nampaknya cukup rahasia. Setelah cukup lama berjalan, Noah dan yang lain berhenti, karena Yu-Long berhenti di depan pintu kecil di gang sempit.


"Sebelumnya, Kanjeng Putri, untuk bertemu orang yang akan membantu anda dalam membeli sebuah tanah kosong, orangnya sangat tidak ramah dari tampilan dan kata-katanya kasar jika pada perempuan, jadi saya harap anda bisa sabar menghadapinya," ungkap Yu Long di depan pintu masuk suatu bar yang ada di gang sempit.


"Em, aku mengerti," gumam pelan Noah sambil menganggukkan kepalanya perlahan tanda ia mengerti maksud dari Yu-Long.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2