
“Hem, itu akan sangat merepotkan, kerja sama kita dalam melakukan perdagangan budak pada banyak kerajaan akan terhambat,” gumam pelan Gustav sambil duduk di meja kerjanya.
“Itulah kenapa aku meminta bantuan paman!” ucap Yin Fang Guang sambil menatap tajam Gustave Eldemiere Lomanorf.
“Ya jika memang begitu, paman akan mencarikan cara agar kamu bisa menikahi seorang bangsawan kelas atas dari kerajaan yang memiliki pengaruh yang lebih kuat,” ucap Gustav dengan senyum manisnya.
“Itu bagus, dan kalau bisa aku sangat berharap mendapatkan perempuan cantik sebagai istriku, dan kalau bisa aku juga ingin Putri iblis itu jadi milikku,” gumam pelan Fang Guang.
Mendengar perkataan pangeran pertama Gustave Eldemiere Lomanorf pun tertawa, “Ahahahaha, kau sungguh tidak bisa puas, bukankah dia sudah menjadi bekas adikmu yang menjijikan itu, kenapa kau mau memilikinya?” tanya Gustave.
Alucard yang mendengar percakapan itu nampak sangat marah, sampai-sampai pilar batu yang menahan pondasi tempat itu retak karena cengkraman tangan dari Alucard, ‘Tenang-tenang, aku harus menemukan bukti bisnis ilegal mereka, karena jika aku langsung melaporkan ini tanpa membawa bukti kuat, semuanya akan jadi sia-sia,’ batin Alucard.
Kembali ke istana kerajaan.
Terlihat kali ini Noah keluar dari kamar Mandi dalam keadaan Basah dengan hanya mengenakan handuk untuk menutupi badannya, selain itu ia juga dikawal oleh beberapa maid dan saat ia keluar kamar mandi, Pangeran Kedua Lee Taichang bangun dan melihatnya, “Huaaa maaf aku tidak bermaksud melihatmu!” seru kaget Taichang yang melihat Noah yang hanya mengenakan handuk.
“Apa yang Kakakang katakan? Kita ini sudah menikah, tidak ada alasan bagiku menutupi diriku darimu kau tahu, kau berhak melihatku,” ucap lembut Noah sembari membuka handuknya dan menatap para pelayan yang langsung berjalan ke lemari pakaian untuk mengambil beberapa gaun yang kemungkinan cocok untuk dipakai oleh Noah.
“T-tapi tetap saja, b-bukankah kau harusnya merasa malu jika dilihat oleh lelaki dalam keadaan seperti itu?” tanya gugup Taichang dan menutup wajahnya yang memerah.
“Jadi kau lebih suka wanita yang teriak-teriak ketika suaminya melihat dirinya telanjang, jika itu yang kau suka bagaimana kita berhubungan, haruskah aku membuatmu menutup mata sebelum melakukannya?” tanya Noah dengan pertanyaan agak ambigu.
“Y-ya enggak gitu juga konsepnya!” seru Taichang dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"Haaaah... Kamu aneh sekali. Seharusnya kamu bisa melihat tubuh istrimu sendiri. Ditambah lagi suami berhak melihat tubuh istrinya meski dalam keadaan telanjang tanpa busana dihadapannya" ucap Noah
"Tapi aku tidak biasa melihat hal semacam ini tahu dan juga di sini ada pelayan, aku tidak mau dianggap babi mesum kau tahu," jelas Taichang.
Noah hanya tersenyum saja menanggapinya dan melempar handuknya pada Taichang, “Aku sudah selesai mandi, sekarang giliran Kakang, jadi dengan begitu kakang tak akan melihatku ganti baju,” tanggap pelan Noah.
Taichang hanya menghela nafas dan berjalan menuju kamar mandi sambil mengalihkan wajahnya dari Noah, jujur ia merasa tidak nyaman, “Aku harap saat aku keluar kau sudah memakai baju yang bagus,” ucap Taichang.
“Tenang saja, para pelayan istanamu itu sangat pandai dalam memilih model baju, jadi aku cukup percaya pada mereka, selain itu, aku berharap kau tidak sibuk hari ini,” gumam pelan Noah dengan nada lembut.
Lee Taichang akhirnya masuk ke dalam kamar mandi, jujur ia merasa kalau Noah itu memiliki pemikiran yang unik, ia tidak mengerti kenapa gadis seperti Noah mau bersamanya, meskipun sudah mendapat jawaban di malam itu, tapi entah kenapa ia merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Noah kepadanya.
...Satu menit kemudian...
"Ini baju untukmu kakang, pakailah, aku menyiapkannya untukmu," ucap santai Noah.
"Em, terimakasih, tapi, kemana para pelayan?" tanya Taichang pada Noah.
"Aku meminta mereka untuk pergi, karena aku tidak ingin mereka menjelek-jelekkan dirimu di depanku," jawab Noah dengan lembut.
"Kau tak harus melakukan itu, karena itu sudah sewajarnya dan aku juga sudah terbiasa dengan kata-kata mereka," tanggap Taichang yang mengambil dan memakai baju serta celana yang Noah siapkan untuknya.
"Aku yang tidak biasa dan tidak nyaman jika mereka menghinamu," tanggap Noah dengan lembut. Noah juga mengenakan baju Onihime berwarna hitam gelap.
__ADS_1
"Bukankah tidak ada cinta dalam hubungan kita?" tanya Taichang heran.
"Memang tidak ada cinta sedikitpun dalam hubungan kita, tapi bukan berarti kita tidak bisa saling menghargai, meskipun aku tidak mencintaimu, tapi aku tidak membencimu, dan aku juga bukan seorang pecundang yang akan membiarkan orang lain menghina sesuatu yang menjadi milikku," tanggap santai Noah sambil berjalan ke meja kerja Taichang, "Dan aku juga akan membantumu membangun kerajaan ini dengan caraku sendiri," tambah santai Noah.
"Membantuku dengan caramu sendiri? Seperti apa memangnya?" tanya Taichang karena takut jika Noah akan menyakiti kerajaan ini.
"Kau ingin tahu?" tanya Noah
“Ya tentu saja,” tanggap Taichang.
“Sayangnya aku masih belum bisa memberitahumu akan hal itu dan juga bukankah akan lebih baik jika kita jalan-jalan lagi?" tanya Noah Brown pada suaminya yang bernama Lee Taichang.
"Maaf, aku sibuk dan ada hal yang harus diurus terlebih dahulu, jadi untuk sekarang hingga waktu yang tak ditentukan, aku tak akan bisa menemanimu," ungkap Taichang.
"Sayang sekali, padahal aku ingin menunjukkan kepada rakyat kerajaan kalau kita(Manusia dan Iblis), bisa hidup berdampingan dan menunjukkan betapa beruntungnya aku karena dijodohkan denganmu," gumam lembut Noah sambil berjalan berlalu meninggalkan Taichang yang terdiam di kamar ketika mendengar pernyataan mengejutkan dari Noah.
"Serius deh, apa yang dia pikirkan sebenarnya, dan kenapa ia bisa sebahagia itu menikahi lelaki seperti diriku ini, padahal aku bukan sosok yang sempurna," gumam pelan Taichang yang heran akan isi pikiran dari Noah.
Sementara itu Noah kembali jalan-jalan keluar, kali ini karena Taichang tidak ikut, maka ia pun akhirnya mengajak beberapa pelayan dan 3 ksatria kerajaan untuk mengawalnya jalan-jalan.
Bersambung
__ADS_1