DOKTER AHLI

DOKTER AHLI
BAB 1


__ADS_3

Rumah Sakit Andalas.


Malam merayap di Andalas dengan


lampu-lampu malam yang berkilauan. Seluruh


kota menjadi sunyi, kecuali rumah sakit. Banyak


juru rawat dan pasien yang berlarian


tergesa-gesa di rumah sakit itu, dan seorang


perawat pria diusir dari bangsal.


Perawat pria adalah hal yang sangat umum di


masyarakat saat ini, dan bahkan beberapa


bagian sangat membutuhkan perawat pria.


Namun, perawat pria yang baru diusir dari


bagian urologi adalah satu-satunya perawat pria di urologi wanita.


Bagian urologi wanita adalah tempat di mana


para wanita diperiksa. Di sini wanita


melepaskan pakaian mereka. Terkadang mereka


tidak mengenakan pakaian sama sekali. Jadi, bagian urologi wanita adalah tempat yang


sensitif dan pribadi. Beberapa pria akan marah


ketika melihat perawat pria di urologi wanita


jika istri mereka di sana.


Jerome berdiri di luar bangsal dengan


kebingungan. Dia sudah terbiasa diusir dan


diprotes karena sudah sering terjadi. Namun,


semua keluhan akan dicatat dalam pengalaman


magangnya, yang juga akan memengaruhi


karirnya di masa depan.


Jerome mendapatkan beasiswa tiga tahun di


perguruan tinggi, dengan pengalaman dan


nilainya yang sangat baik, dia berhasil masuk ke


rumah sakit terbaik di Andalas. Ada banyak


orang yang berusaha dengan cara apa pun untuk


mendapatkan pekerjaan di sini, jadi dia sangat


menghargai kesempatan magang di sini.


Namun sekali waktu, secara tidak sengaja dia


melihat Dokter Massey menerima suap, Dokter


Massey memindahkannya dari ortopedi ke urologi. Rencana dokter itu adalah agar Jerome


dipecat setelah menerima banyak pengaduan di


urologi.


Jerome merasa optimis. Meskipun diperlakukan


tidak adil, dia selalu bekerja keras. Namun,


setiap malam dia diusir dari kamar, dan bahkan


kadang-kadang wajahnya ditampar.


"Ah!"


"Tolong jaga sikapmu! Ini rumah sakit."


Terdengar teriakan ketakutan dari dalam ruang


kantor.


Jerome mengenali suara Sandra, dan bergegas


masuk ke dalam ruangan itu. Jika ada sesuatu


yang tidak beres hari ini, dia yang bertanggung


jawab karena dia satu-satunya perawat pria di


sini.


"Apa yang kalian lakukan! Bagaimana kamu


membiarkan perawat pria masuk ke sini dan


melihatku dengan pakaian terbuka?"


"Perawat-perawat pria sangat dibutuhkan di


setiap bagian di rumah sakit ini. Ini adalah


aturan rumah sakit kami. Saya minta Anda


segera keluar dari kantor saya sekarang juga,

__ADS_1


atau saya akan memanggil petugas keamanan."


"Apa hubunganmu dengan pria itu? Apa dia


pacarmu? Mengapa kamu membelanya? Dasar


pelacur! Kelihatannya kamu bahkan tidak


memilih, ya?"


"Apa? Tolong jaga kata-kata Anda dan pergi dari


sini sekarang juga!"


"Dasar ******! Beraninya kamu memerintah ku?


Kamu harus membayar ku untuk tekanan


emosional, atau aku akan menghancurkan


wajah sial mu itu!" Setelah mengatakan itu,


wanita itu mencoba menampar Sandra.


Sandra merasa ketakutan melihat tatapan


garang di mata pasien itu. Menurutnya pasien


itu terlihat seperti monster. Dia memejamkan


mata dan bersandar di dinding. Sudah tidak ada


jalan lagi, jadi dia meletakkan tangan di depan wajahnya.


Tiba-Tiba satu sosok melintas melewatinya.


Jerome bergegas masuk dan mendorong wanita


Dan berteriak padanya, "Jangan halangi


istriku!"


Jerome mendorong wanita itu ke lantai dengan


keras. Wanita itu semakin marah, karena


diserang dari belakang.


"Sialan! Kamu! Dia istrimu? Beraninya kamu


menyentuhku seperti itu? Aku tidak akan


membiarkan kalian lolos!" Wanita itu menjadi


semakin marah ketika tahu Jerome adalah


perawat pria, dan bersumpah tidak akan


melepaskan mereka.


melihat Sandra gemetar seperti kelinci yang


ketakutan. Jerome lebih mengkhawatirkannya.


Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan


terjadi jika dia tidak masuk.


Wanita itu sekitar 170 sentimeter dan 86


kilogram pikir Jerome, "Dia sangat gemuk dan


tampak mengerikan. Hiasan berbentuk hati


yang melingkar di pinggangnya benar-benar membuatnya tidak menarik. Pasti aku sudah


gila jika tertarik padanya, apalagi


menyentuhnya."


Terdengar suara langkah-langkah kaki di luar


ruangan, lalu Dokter Massey bersama dua orang


lainnya masuk. Mereka menatap Jerome dengan


muak.


"Lihat, Tuan. Pria ini baru saja mengintip ku saat


aku sedang membuka baju untuk pemeriksaan,


dan dia telah melecehkan ku. Aku tidak tahu apa


yang terjadi jika Anda tidak datang." Wanita ini


menganggap Dokter Massey sebagai


penyelamat. Dia menangis sambil bersandar


pada Dokter Massey.


Dokter Massey memandang wanita gemuk yang


menempel di tubuhnya itu dengan muak.


"Nyonya, jangan khawatir. Kami akan


menyelesaikannya. Kami akan menangani


masalah ini sebaik-baiknya."


Jerome menyipitkan mata saat mendengar,

__ADS_1


"'menangani masalah ini sebaik-baiknya." Dia merasa segalanya tidak mudah hari ini.


"Aku dengar hari ini kamu mengintip nyonya ini


ketika dia sedang membuka pakaiannya untuk


menjalani pemerikasaan. Aku tahu itu hal yang


tidak bisa dihindari di rumah sakit, karena


orang-orang yang datang ke rumah sakit adalah


pasien. Namun, bagaimana bisa kamu


bertindak sejauh itu, sampai kamu


melecehkan nyonya ini? Perilaku seperti ini


tidak bisa diterima dan akan ditangani dengan


serius. Jika tidak, reputasi rumah sakit ini akan


tercemar.


Dokter Massey tampak serius, dan menyalahkan


Jerome dengan setiap kata yang diucapkannya.


Dia mengatakan perilaku tidak masuk akal


wanita itu adalah pembelaan diri. Dia berusaha


menjaga agar situasi tidak semakin buruk.


Jerome mengira Dokter Massey akan


membantunya, tapi ternyata Dokter Massey


tetap akan menghukumnya.


"Dokter Massey, Anda harus mengusirnya dari


rumah sakit ini!"


Sandra tahu Dokter Massey tidak menyukai


Jerome, tapi dia tidak menyangka Dokter


Massey akan menuduh Jerome melakukan


pelecehan. Jika Jerome dihukum karena


pelecehan, karirnya akan berakhir.


"Dokter Massey, tidak seperti itu kejadiannya ...


Jangan salahkan Jerome.."


"Anda salah tentang pasien wanita ini."


Dokter Massey mengibaskan tangannya untuk


menghentikan Sandra. Akhirnya dia mendapat


kesempatan untuk memberi pelajaran kepada


Jerome, dan dia harus memanfaatkan


kesempatan ini untuk mengeluarkan Jerome


dari rumah sakit.


"Apa Anda punya bukti? Jika Anda yakin saya


melecehkan pasien ini, buktikan. Jika saya


takan saya melihat Anda melakukan


sesuatu yang buruk minggu lalu, apakah saya harus membuktikannya? Dokter Massey," ujar


Jerome dengan dingin dan tenang.


Dia menikmati pekerjaannya di urologi karena


dia memiliki seorang dokter cantik sebagai


temannya. Namun dia berpikir, "Jika kamu


keterlaluan, aku tidak akan duduk diam dan


tidak melakukan apa-apa."


"Bicara apa kamu ini? Selama dua puluh tahun


bekerja, aku tidak pernah menerima suap dari


pasien. Jangan menghinaku," ujar Dokter


Massey tegas. Dia terlihat tegas, tapi pandangan


matanya memperlihatkan kegugupannya.


"Kamu sadar apa yang kamu lakukan. Tidak ada


rahasia. Ada banyak orang yang


memperhatikanmu."


Jerome tidak langsung membongkarnya karena


dia tidak ingin berdebat dengan Dokter Massey


di depan banyak orang. Dia hanya ingin bekerja

__ADS_1


dengan tenang.


__ADS_2