DOKTER AHLI

DOKTER AHLI
BAB 16


__ADS_3

Pria yang di belakang terdiam. Kakinya gemetaran, dia bermandi keringat.


Jerome tidak bisa berkata apa-apa ketika melihatnya.


"Berani-beraninya para pengecut ini menyerang?" pikirnya.


Dia menggelengkan kepala, lalu memukul bahu pria itu.Pria itu langsung jatuh ke tanah.


Jerome melihat orang-orang yang tergeletak di tanah itu, lalu mengambil ponselnya untuk menelepon polisi.


Namun, pada akhirnya, dia tidak melakukannya.


Dia ragu-ragu dan kemudian menelepon sebuah nomor.


Namun dia tidak menelepon polisi.


.


Namun, Bobby bergumam di tokonya, "Omong kosong! Akan menunjukkan apa yang akan terjadi jika kamu membuatku marah."


Namun pada saat ini, segerombolan orang masuk ke tokonya. Bobby menghampiri dan menyapa mereka.


"Halo, opsir. Apa yang saya bisa bantu?"


"Kami mendapat laporan bahwa kamu melakukan penipuan, karena itu kami ingin kamu ikut kembali ke kantor"


"Tidak, apa kamu tahu di mana itu? Bos ku adalah.."


"Ayo, dan aku tidak peduli siapa bos mu. Kami harus memeriksa toko sekarang, dan tolong beri kami waktu."


Bobby berkeringat. Dia cepat-cepat menelepon, tapi tidak ada jawaban.


"Sialan!" pikirnya.


Tadinya Bobby bertingkah karena ada seorang


mendukungnya, tapi sekarang bosnya itu tidak


menjawab panggilannya.


Pada saat itu, dia mendapat panggilan telepon. Dia melihatnya dan merunduk ke samping untuk menjawab telepon.


"Bobby, kami minta maaf. Pria itu sangat pandai


berkelahi hingga semua kalah."


Bobby akhirnya sadar bahwa dia telah menyinggung seseorang yang berkuasa.


Jerome meninggalkan gang dan berjalan menuju sekolah, tetapi dia mendengar seseorang memanggilnya.


"Jerome!"


Jerome berbalik dan melihat seorang pria jangkung memanggilnya.


"Blake Wilson?"


"Ini benar-benar kamu! Kupikir aku salah lihat!"


Blake berlari dengan cepat ke arah Jerome dan menepuk bahunya.

__ADS_1


"Hei, Jerome. Aku dengar kamu bekerja di rumah sakit sekarang. Bagaimana ceritanya?"


"Ya, panjang ceritanya."


Jerome juga senang melihat Blake. Blake adalah teman sekamarnya di kampus, dan mereka adalah teman baik.


Jerome mengalami masa-masa sulit saat kuliah, dan terkadang Blake akan membelikan makanan untuknya.


Hubungan mereka berdua sangat baik.


"Haha, aku tahu kamu pasti hebat! Izinkan aku


memperkenalkan dia kepadamu, ini teman lamaku, Oliver Walsh. Hei, Oliver, ini teman sekamarku di kampus, Jerome Lapid."


"Senang bertemu denganmu, Bro."


Jerome berjabat tangan dengan Oliver sambil


tersenyum.


"Halo.. " Oliver terdengar lelah dan menyentuh tangan Jerome dengan pelan. Oliver berkata perlahan, "Aku minta maaf. Lenganku terluka pagi ini dan tidak bisa diangkat."


Jerome menyadari ada yang tidak beres dengan tangan Oliver ketika dia memegangnya.


Jadi dia berkata sambil tersenyum, "Aku seorang dokter. Biar diperiksa."


Karena Blake dan Jerome adalah teman, dia merasa harus memeriksa tangan Oliver.


Jerome merasa Oliver adalah seorang pria yang baik, karena kebanyakan orang tidak akan bersalaman jika lengannya patah.


"Oliver, biarkan dia memeriksa. Kamu tahu? Dia selalu mendapat tempat pertama di sekolah kami," kata Blake dengan bangga.


Dia berpikir, "Bagaimanapun, tangannya sudah


diperban, jadi seharusnya tidak ada masalah jika dia melihatnya."


Jerome melihat Oliver tidak percaya padanya, dan dia tersenyum. Jerome meraih tangan Oliver dan menggoyang-goyangkannya.


"Klik."


Oliver mendengar dua kali suara keletak, lalu dia mengangkat tangan kananya, dan terkejut.


"Aku sembuh!" ujarnya.


"Wah! Sepertinya kamu sudah ahli!"


Oliver menggerakkan tangan kanannya dan menyadari.


tidak merasa sakit sama sekali. Dia memandang Jerome dengan penuh rasa terima kasih.


Dia sudah pergi ke dokter dan dioperasi. Namun, dokter mengatakan butuh waktu sekurangnya setengah bulan untuk pulih. Namun sekarang, tangannya sudah sembuh.


Blake juga terkejut. Dia dan Jerome adalah teman sekamar di perguruan tinggi, tapi dia tidak tahu Jerome pandai dalam pengobatan.


"Sekarang tanganmu belum sembuh, kamu harus berhati-hati dan istirahat. Kamu akan sembuh dalam waktu tiga hari. Namun, kamu bisa membuka perban sekarang."


Jerome tidak terlalu memedulikannya karena dia pikir ini hanyalah bantuan kecil.


"Hei, saya akan memastikan dia beristirahat dengan baik. Pembantunya akan melakukan semua hal untuknya."

__ADS_1


Blake menepuk bahu Oliver dan tertawa.


Oliver tersenyum dan menggeleng kepalanya, dia mengenal Blake dengan baik.


Jerome menatap Oliver, tapi dia tiba-tiba merasa ada yang tidak beres. Dia mengerutkan kening dan bertanya, "Oliver, apakah kamu mengalami masalah akhir-akhir ini?"


Apa?


Blake dan Oliver terkejut, dan mereka serempak berkata, "Bagaimana kamu bisa tahu?"


"Belakangan ini dia mengalami banyak masalah. Dia ditipu 1,12 miliar, lalu tempo hari dia mengalami kecelakaan mobil yang hampir mematahkan tangannya. Tadi pagi dia didorong ke sungai. Aku menunggunya berganti pakaian selama dua jam."


Jerome mengangguk pada mereka dan berkata dengan tenang, "Dia mungkin kena sihir. Aku sarankan kamu mencari beberapa ahli sihir."


"Kena sihir?"


Oliver terkejut, dan dia tidak percaya dengan apa yang Jerome katakan.


"Baiklah.. Terima kasih, tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang."


Jerome tahu Oliver tidak memercayainya. Namun, dia tidak peduli tentang hal itu, dia berpikir, "Bagaimanapun, aku telah melakukan apa yang harus dilakukan seorang teman."


"Yah, tapi aku pikir sihir ini bukan hanya untukmu. Aku menduga keluargamu juga akan terpengaruh. Sebaiknya kamu berhati-hati."


Setelah ini, Jerome melambaikan tangan pada Oliver.


Dia tahu dia terdengar kasar, dan tidak ada orang yang mau mendengar hal seperti ini. Jerome tidak ingin membuat Oliver dan Blake lebih kesal dengan berada di sini lebih lama, jadi dia pergi.


Setelah Jerome pergi, Blake tetap memandang Jerome dan berkata pada Oliver, "Jangan menganggapnya serius. Sudahlah dia tidak bermaksud menyinggung."


"Baiklah.."


Oliver menjawab dengan tenang. Namun, dia kembali menatap Jerome dengan tatapan yang aneh.


Setelah Jerome kembali ke Universitas Andalas, dia menghabiskan sorenya di perpustakaan. Dia tidak sadar waktu sudah larut malam sampai terdengar pengumuman bahwa perpustakaan akan tutup.


"Ini sudah larut malam."


Dia mendongak dan melihat sudah tidak ada orang di sekitarnya. Dia menutup buku yang ada di tangannya.


Setelah beberapa saat, dia meletakkan kembali buku kedokteran itu di rak, lalu meninggalkan perpustakaan.


Sejak dia mendapat warisan, dia mulai menyukai


buku-buku yang dulu tidak akan dia baca.


Namun, ketika Jerome meletakkan buku itu kembali ke rak, dia melihat seorang lelaki tua dengan rambut beruban memegang sebuah buku dengan serius.


"Tuan, apa Anda perlu bantuan?"


Jerome bertanya pada orang tua itu karena Jerome mengira pria itu memerlukan bantuan.


"Hei, terima kasih, Nak. Saya terlalu tua untuk


mengembalikan buku ini."


"Jangan khawatir, dan dengan senang hati."


Jerome berpikir dia adalah orang tua yang terhormat.

__ADS_1


Banyak anak muda yang tidak akan mengembalikan buku ke tempat semula, tapi orang tua ini, dengan kondisi fisiknya, ingin mengembalikan buku. Dia berpikir, "Orang tua ini benar-benar orang terhormat."


__ADS_2