DOKTER AHLI

DOKTER AHLI
BAB 2


__ADS_3

"Kamu sadar apa yang kamu lakukan. Tidak ada


rahasia. Ada banyak orang yang


memperhatikanmu."


Jerome tidak langsung membongkarnya karena


dia tidak ingin berdebat dengan Dokter Massey


di depan banyak orang. Dia hanya ingin bekerja


dengan tenang.


"Tuan, dia mengancam mu!. Mereka harus


dipecat!" ujar wanita gemuk itu dengan marah.


Dokter Massey tampak marah, dan dia melirik


mereka semua. Akhirnya dia berkata perlahan,


"Kamu lebih baik berharap aku tidak


mendapatkan informasi buruk tentangmu."


Lalu dia mendengus dan menatap Jerome


dengan marah. Setelah itu dia pergi.


Wanita gemuk itu ternganga, dan dia tidak


percaya Dokter Massey membiarkan mereka


begitu saja. Dia berpikir, "Aku tidak percaya


seorang dokter takut pada seorang perawat


peserta pelatihan," pikirnya. Maka dia menyusul


Dokter Massey.


"Kamu baik-baik saja? Jerome menarik napas


dalam-dalam dan memandang Sandra dengan


tatapan tanpa emosi.


"Dokter Massey tidak akan melepaskan mu


begitu saja, dan mulai sekarang kamu harus


lebih berhati-hati."


"Jangan khawatir. Aku akan berhenti dari sini


jika dia terus menyulitkan. Aku akan mencari


pekerjaan yang lebih baik."


Sandra mengerutkan kening, "Aku sama naif nya


denganmu ketika aku baru lulus," pikirnya.


Kemudian mereka berbicara beberapa saat dan


kembali bekerja.


Jerome kembali ke asramanya, dan tidur


nyenyak.


Keesokan harinya, Jerome dibangunkan oleh


bunyi telepon di pagi hari.

__ADS_1


Jerome melompat dari ranjang ketika


mendengar nada dering milik Zola. Dia langsung


mengangkatnya.


Saat melihat nama Zola, dia tersenyum dan


berkata, "Halo, Zola. Aku pikir kamu ada kelas


pagi ini."


Namun, Zola memotongnya dengan dingin, dan


dia berkata, "Jerome, aku menunggumu di luar


asrama. Turun sekarang."


Telepon ditutup sebelum Jerome sempat


mengatakan sesuatu.


Jerome merasa sesuatu yang buruk akan terjadi,


tapi dia tetap berpakaian dengan cepat dan


turun.


Banyak orang yang pergi bekerja atau sekolah di


asramanya. Seorang wanita yang memakai


banyak riasan dan barang-barang mewah


terlihat menonjol di antara orang-orang itu, dan


orang-orang yang lewat melihat ke arah wanita itu.


"Zola, kamu sudah sarapan? Ayo, kita beli makanan


terengah-engah.


"Jerome, maaf, kita putus."


Zola berharap bisa putus dari Jerome secara damai,


hanya dengan beberapa kata. Namun, ketika dia melihat janggut Jerome yang berantakan, dan dia turun hanya dengan memakai sandal, Zola sudah tidak tahan lagi.


"Apa? Zola, apa yang terjadi?"


Jerome tertegun, kata-kata Zola seperti petir di siang bolong, dan kantuknya langsung hilang.


"Tak ada lagi yang ingin katakan kepadamu. Hari ini aku datang untuk menunjukkan rasa hormatku yang


terakhir. Aku harap kamu menghormati keputusanku."


Zola berkata dengan dingin, dia tidak memberi .Jerome kesempatan. Dia tampak sudah tak tahan untuk berada di dekat Jerome.


"Mengapa? Bolehkah aku tahu mengapa? Aku


memperlakukanmu dengan baik, bukan?" Jerome


membelalakkan matanya, dan bibirnya pucat. Sulit


baginya untuk mempercayai apa yang sedang terjadi


sekarang.


"Mengapa? Beraninya kamu bertanya mengapa? Aku selalu makan di restoran murah sejak bersamamu, dan aku tidak pernah pergi ke hotel bintang lima. Aku harus tahan dengan orang-orang bau dan berandal-berandal di bus setiap hari, dan aku tidak pernah naik mobil mewah. Aku tidak akan pernah punya kehidupan yang aku


inginkan jika aku terus bersamamu. Aku ingin kosmetik mahal, mobil dan rumah mewah. Aku muak dengan kehidupanku sekarang!"


Zola berteriak seolah-olah ingin melampiaskan semua kepedihan yang dia rasakan selama bertahun-tahun.


"Namun aku bekerja di rumah sakit Andalas sekarang. Aku punya masa depan yang cerah, dan aku akan memberikan semua yang kamu mau," Jerome mundur, dan dia berkata dengan cepat seolah-olah ini adalah kesempatan terakhirnya.

__ADS_1


.


"Masa depan yang cerah? Kamu benar-benar seorang pembohong. Aku tahu kamu hanya seorang perawat peserta pelatihan sekarang, dan kamu membuatku malu," ejek Zola.


Jerome pernah menjadi presiden perserikatan


mahasiswa di Universitas Andalas, dan masa depannya cerah. Namun sekarang, dia hanyalah seorang perawat. Teman-teman sekelasnya menertawakannya. Sekarang malah pacarnya juga memandang rendah.


Dia merasa malu, bahkan perasaan ini membuatnya


sesak napas.


Jerome tiba-tiba teringat beberapa gunjingan tentang Zola di sekolah, jadi dia bertanya, "Apa kamu berselingkuh?"


"Aku tidak ingin membuatmu malu. Kamu sendiri yang menyebabkan ini terjadi."


Kemudian, terdengar sebuah suara dari sudut. Lalu


seorang pemuda yang keren dengan pakaian yang


teatrikal menghampiri mereka.


Dia meraih bahu Zola dengan provokatif, bahkandia


menepuk pantat gadis itu. "Mengapa harus bicara


bertele-tele kepada tikus desa ini? Harusnya kamu usir saja dia dari sini."


"Bagaimanapun, kami sudah berhubungan selama


bertahun-tahun. Jangan terlalu mempermalukannya." Zola tersenyum ketika dia melihat pria itu datang, dan merapat padanya.


Jerome melihat betapa dekatnya mereka berdua, dia mengepalkan tinju. Dia berusaha untuk tidak memukul pria itu.


Bertahun-tahun dia dan Zola berpacaran, hal tercinta yang pernah mereka lakukan hanyalah berpegangan tangan. Namun, sekarang Zola berubah sama sekali. Dia terlihat sangat genit.


Jerome akhirnya menyadari bahwa dia adalah orang


bodoh yang telah dikhianati oleh pacarnya.


"Siapa dia?"


"Kamu tidak kenal dia? Dia anak wakil kepala sekolah kita, orang yang tidak akan pernah kamu kenal," ucap Zola dengan bangga, dan dia merasa senang berada di samping pria itu.


"Kamu Ivan Patrick?" Jerome menggerakkan gigi dan bertanya.


"Ya, tapi tolong jaga mulutmu. Mungkin Ivan bisa


membantumu untuk kembali magang sebagai dokter."


Jerome akhirnya memahami apa yang sedang terjadi.


Dia berpikir, "Aku sudah diincar oleh Dokter Massey


sejak masuk rumah sakit itu. Dari dokter magang diturunkan menjadi perawat peserta pelatihan, dan


ternyata ini karena seseorang.


"Bahkan Dokter Massey harus menjilat Ivan. Kamu tahu seberapa besar perbedaan antara kamu dan Ivan? Ada beberapa hal yang tidak bisa kamu dapatkan sekeras apa pun kamu berusaha. Aku hanya ingin memberitahumu, mulai hari ini hubungan kita benar-benar berakhir."


Zola menatap Jerome dengan sinis, lalu menggandeng lengan Ivan dan masuk ke dalam Mercedes-nya, kemudian pergi.


Jerome menghirup asap knalpot, dan mulai


terbatuk-batuk.


Ketika dia melihat pacarnya dibawa pergi oleh pria lain, dia menjadi sangat marah.


...... ,,,,,,,,,


Jerome dilahirkan dari sebuah keluarga biasa. Nenek moyangnya adalah petani, dan mereka menjalani kehidupan yang sulit. Beberapa dari mereka pergi untuk tinggal di kota. Jerome diterima di Universitas Andalas dan Rumah Sakit Andalas atas usahanya sendiri.


Dia membiayai sekolah dan hidup dengan menjadi


pengantar makanan, dan terkadang dia menyisihkan

__ADS_1


sejumlah uang untuk keluarganya.


__ADS_2