
Setibanya di stasiun, Raya di jemput oleh seorang laki-laki berbadan tegap dan berwajah tegas bernama pak arga. Dia adalah kaki tangan pak Lurah Selo Gunung. "Permisi,benar ini dokter Raya prasasti dari Jakarta? Saya adalah orang suruhan pak lurah yang d utus untuk menjemput anda,,mari ikut saya" rupanya dari tadi pak arga memperhatikan Raya sedang celingukan mencari orang yang akan menjemputnya. Raya mencocokan foto di ponselnya dengan wajah yang dihadapannya. Ooh,dia rupanya.
"iya pak saya Raya,maaf jika lama menunggu". lalu Raya berjalan dan masuk ke mobil.
Di dalam mobil Raya merasa canggung karena dia tidak pernah satu mobil dengan lelaki selain papanya. Raya sesekali melihat wajah pak arga,seperti tidak asing wajah ini. Bahkan aku sering melihatnya,tapi dimana ya? Mungkin wajah ini terlalu pasaran hingga Aku merasa sering melihatnya.
"Kita mau kemana pak?" tanya Raya.
"kerumah pak Lurah dulu mbak,soalnya hari ini kan hari libur jadi pak Lurah tidak di kantor" jawab pak arga.
__ADS_1
"oohh..baiklah"
Akhirnya sampailah Raya di sebuah Rumah sederhana berbentuk limas. Raya di sambut hangat oleh sepasang suami istri yang tak lain pak Lurah dan istrinya. "Wah..Dokter Raya sudah sampai. Silahkan masuk dok. Ini gubuk kami sendiri kog" kata Bu Lurah. Raya tersenyum dan berkata " Ah ibu.,jangan panggil saya dokter kalo saya sedang tidak praktek. Kayaknya canggung aja gt. Terimakasih sudah repot-repot nerima saya Bu".
"Ndak repot kog mbak Raya,kita seneng banget akhirnya kita punya dokter yang bersedia bertugas di puskesmas desa ini. Apalagi desa ini masih terpencil dan jauh dari kota". Kata pak Lurah
"Ya kita paling pake obat-obat tradisional. kalo mungkin harus berobat juga jauh sekali.harus ber kilo-kilo meter kita menuju jalan raya. Karena hampir seluruh warga sini tidak punya kendaraan bermotor." jawab Bu Lurah.
" Apa belum pernah ada bidan atau dokter tugas disini Bu?"tanya Raya. " Dulu sih katanya dari Dinkes ada dokter yang mau kesini,tapi ternyata sampai berbulan-bulan belum juga ada yang datang. Sampai akhirnya mbak Raya mau kesini dan bertugas disini". Ujar Bu Lurah senang.
__ADS_1
"Mungkin mbak Raya capek Bu,biarkan mbak Raya mandi dan istirahat. kita siapkan makan malam yuuk Bu. Nanti kita makan sama-sama. Silahkan mbak Raya jika ingin istirahat dulu,tapi maaf kamar buat mbak Raya terlalu kecil" Ujar pak Lurah
"ya pak terima kasih". Raya pun berlalu dan segera membersihkan diri. Seusai itu dia berbaring di tempat tidur yg sudah di persiapkan tuan rumah untuknya.
Raya merasa tak asing masuk di desa ini. banyak pepohonan rindang dan hawa sejuk di desa karena berdekatan sekali dengan pegunungan. Tak banyak berubah dari lingkungan ini padahal sudah 20th lebih dia meninggalkan desa. Raya mengingat hal yang pernah jadi kenangannya sewaktu kecil bersama Ayahnya hingga lama-lama dia tertidur.
"Ayah..ibu... rindukah kalian padaku?? Ingin sekali aku memeluk kalian". Ucap Raya setengah mengigau.
tok..tok..tok.." Mbak Raya makan dulu yuuk!! Udah ibu siapin nih makanannya." panggil Bu Lurah sembari mengetuk pintu. Namun tak ada jawaban dari Raya karena Raya sudah tertidur pulas. "Bu mungkin mbak Raya kecapekan,biarkan dia istirahat". ucap pak Lurah.
__ADS_1