
Hari sudah siang. Saatnya puskesmas tutup. Penat sekali hari ini. Setelah makan siang ia pun pulang menuju rumah dinas. "Lelahnya.. ingin segera tidur siang." Namun berkali-kali susah untuk memejamkan mata. Risau, gelisah dan khawatir yang Raya rasakan. Apa aku telpon mama dan papa dulu ya,pikirnya. Sudah 2hari ini papa dan mama tidak menelpon ku.. Apa masih sibuk ya?
Raya mencoba menelpon mamanya namun tidak ada jawaban. Susah sekali sinyal disini,ucap Raya bergumam. Mungkin aku harus keluar untuk cari udara segar. Lumayan sejuk udara menjelang sore. Raya berjalan-jalan sekitar area persawahan. tampak sekali rumah Bu Ida terlihat sepi. Coba kesana ah..siapa tau aku bisa lebih akrab dengan mereka.
"Assalamualaikum.." Salam Raya di depan pintu.
"wa'alaikum salam.." Jawab seseorang dari dalam rumah. Lina keluar menghampiri siapa yang datang "eh..Bu dokter,silahkan masuk."
"kog tumben sepi Lin..biasanya disini banyak ibu-ibu yang menganyam." tanya Raya. "nggeh Bu dokter.. Bahan sedang habis,biasanya ada yang nganterin tapi entah sampai sekarang belum juga datang." jawab Lina.
"ibu dan nenek kemana Lin?."
__ADS_1
"ibu sedang di belakang rumah membersihkan kebun,sedangkan nenek sedang kerumah paman di desa sebrang,. Apa Bu dokter ada perlu dengan ibu atau nenek??biar nanti Lina sampaikan." tanya lina
"Ehh..nggak kog Lin..kebetulan lagi pengen jalan-jalan aja. Bosen di rumah terus." kata Raya.
"ohh..gapapa Bu dokter..sering-sering main kesini juga boleh kog. Biar tambah akrab" kata Lina.
"kalau boleh saya nanya,sejak saya disini kog ga pernah lihat ayahmu Lin. Apa beliau merantau ya?" tanya Raya. "Ayahku sudah lama tiada dok,sejak aku masih bayi. Bahkan wajah ayahku pun aku tak tau." jawab Lina sendu. "Maafkan aku Lina,aku tidak tau" ucap Raya sambil menunduk.
"gapapa dok"jawab Lina tersenyum.
"ohh iya Lina sampe lupa.,tunggu sebentar ya dok." kata Lina sambil berjalan ke dapur.
__ADS_1
"Nenek mau istirahat dulu ya Bu dokter, rasanya capek banget." kata nenek sari. "Iya nek,silahkan." ujar Raya.
Raya mengamati beberapa foto di rumah itu. Di lihat ada gadis kecil yang sedang di gandeng tangannya oleh Bu Ida dan suaminya. Benarkah ini Bu Ida sewaktu masih muda? Seperti tidak asing. dan laki-laki yang bersama Bu Ida di foto itu sudah terlihat buram. Raya coba mengingat-ingat sesuatu. Seperti di dalam mimpi,namun dia mencoba meyakinkan kalau ini bukanlah mimpi. Ia coba mencubit lengannya,terasa sakit.
"Sedang apa Anda disini?" tanya Bu Ida yang sejak tadi mengamati Raya. dengan terkejut Raya menjawab " Astagfirullah.. Maaf Bu saya sedikit kaget. Saya hanya ingin melihat foto-foto ini saja kog." ucap Raya sedikit gemetar. Lalu Bu Ida berlalu begitu saja dan berjalan menuju dapur."Benarkah dia ibu ku? Dulu dia cantik dan ceria. Sekarang terlihat lebih kusut dan banyak garis keriput di wajah. Tak kau ingatkah siapa aku? Beban apa yang kau rasakan hingga kau seperti ini bu?" batin Raya dalam hati.
"Silahkan di minum Bu dokter." ucap Lina saat keluar dari dapur dan menyajikan teh hangat.
"Terima kasih,Lin..tapi sebaiknya saya pulang dulu. ada sesuatu yang membuatku harus mengerjakan sesuatu."
"kog Bu dokter terburu-buru sih?tadi katanya mau ngobrol sama Lina" jawab Lina cemberut. "kalau saya sedang tidak praktek jangan panggil dokter ya,panggil saja saya "mbak". Supaya lebih akrab aja Lin." kata Raya.
__ADS_1
"Siiap Bu dokter..ehh... Mbak Raya. Tapi canggung sekali mau panggil "mbak"." ucap Lina sambil tersenyum
"saya pamit dulu ya,salam buat ibu dan nenek." Raya pun berlalu.