
di dalam lingkaran itu drayoner mengeluarkan armor tangan yang berbentuk seperti kaki naga lalu ia menyerang lu nie yang saat itu sudah terhempas ke udara tubuh kecil milik lu nie itu pun semakin tak terkendali.
"Kau jangan bertarung sendiri," teriak Yan Lin ia pun menolong lu nie dengan cara mengarahkan tangan yang berubah menjadi daun rambat lalu ia melilitkan tumbuhan itu ke tubuh lu nie ia pun segera menariknya dengan cepat sehingga membuat lu nie berada di sampingnya.
"Terimakasih atas bantuannya tadi oh iya nama mu siapa," tanya lu nie.
"Perkenalkan nama ku Yan Lin penjaga pohon dunia aku adalah mahluk parasit yang berhasil hidup setelah memakan batang daun dan daging milik roh sehingga membuat ku memiliki kekuatan untuk menyeimbangkan alam khususnya setelah kau dan ke tiga saudara mu mengalami kekalahan."
"Lu nie ayo kita gabungkan kekutan untuk mengalahkan mahluk yang tidak memiliki belas kasih itu."
Dengan serempak Kedua gadis itu langsung menyerang drayoner.
__ADS_1
Dengan ritme bertarung yang seolah olah sudah saling mengenal sehingga mampu membuat lawannya bertarung dengan serius, drayoner yang sedang menangkis kedua senjata berkata, "Ternyata kalian bisa menghibur ku juga ya," setelah ia bernafas suara yang di keluarkan oleh Yan Lin terdengar di telinganya, "Akhirnya kena juga kau," drayoner saat itu sedang kebingguan dengan apa yang barusan di ucapkan oleh Yan Lin sesaat kemudian tubuhnya terlilit tumbuhan rambat, "Dasar sialan," bum... Ledakan aura hitam terjadi sehingga menyebabkan api hitam membara di susul dengan kemunculan senjata roh yang berbentuk tanduk merah yang bisa menguatkan tubuh berkali kali lipat, Sontak tubuh lu nie dan yan Li terhempas.
Setelah ia melihat senjata yang tak asing lu nie pun berkata,"Sejak kapan kau memiliki 3 senjata roh sekali gus," saat itu dia sedang binggung karena untuk mendapatkan senjata roh di perlukan tekad kuat untuk sesuatu hal, Akan tetapi tekad apa yang di miliki oleh drayoner, ucapan itu lah yang terus bergema dikepalnya dari tadi.
Dayoner pun menjawab pertanyaan lu nie,"Kau tidak perlu tahu kapan aku mendapatkannya, yang terpenting kali ini kau akan mati." Dayoner melesat lalu memukul kepala lu nie dengan armor lengan yang berbentuk seperti kaki naga, akan tetapi lu nie berhasil menangkis dengan senjata roh yang ia miliki, melihat temannya di serang Yan Lin pun membantu dengan cara melesat kan duri beracun ke arah drayoner, "Kau tidak usah ikut campur ini pertempuran ku dengan dia, jika aku membutuhkan bantuan mu maka aku akan meminta tolong," triak lu nie. Saat itu serangan duri beracun milik Yan Lin berhasil di tangkis oleh drayoner dengan priasai yang ia genggam akan tetapi ada salah satu duri yang menancap di tubuhnya tanpa ia sadari.
Setelah berhasil menangkis pukulan, lu nie pun menghempaskan lengan musuhnya lalu menyerang bagian perut,pada saat itu dayoner melihat gerakan lu nie yang akan mengincar perutnya ia pun segera mundur kebelakang. setelah jarak sudah jauh dia pun mengeluarkankan energi hitam berbentuk pisau lalu mengarahkannya ke lu nie.
Akan tetapi dayoner berhasil menghindar dan senjata milik lu nie hanya menyebabkan tanduk bagian kiri yang dimilikinya patah, "Sial aku meleset,"ucap lu nie yang sudah percaya bahwa serangan nya kali ini akan berhasil, di saat yang sama dayoner mengamuk sehingga menyimpan perisanya lalu ia pun mematahkan tanduk merah itu dan mengubah nya men jadi pedang cahaya berwarna merah yang bisa berubah menjadi padat. Saat itu lu nie sedang kebingungan dengan apa yang dilihatnya barusan ia seakan tidak pernah mengingira bahwa tanduk yang lawannya milik bisa berubah menjadi pedang.
Di saat ia memikirkan hal itu tiba tiba dayoner menyerang perut lu nie di saat akan menangkis pedang milik dayoner tiba tiba senjata milik lawannya mencair seakan akan ia memukul api, akan tetapi setelah senjata milik dayoner menembus sword fels.
__ADS_1
pedang itu berubah menjadi padat dan menyebabkan luka di bagian perut lu nie seketika lu nie merasa kesakitan,
Saat itu lu nie sangat kebingungan dengan fenomena yang menimpa dirinya, dia pun mengambil langkah mundur dan segera menghampiri Yan Li lalu berkata, "Yan lin sudah saatnya kau membantuku ku, serang dia dengan duri beracun yang kau gunakan tadi, dan beri aku pijakan untuk menyerangnya." Dia berteriak seperti itu karena ingin menganalisis cara kerja senjata cahaya yang di penggang lawannya.
"Wus...." Beribu-ribu duri beracun melesat ke arah drayoner di susul dengan daun rambat yang mengarah kesamping, dayoner saat itu sedang menangkis duri beracun nya dengan pedang sehingga ia tak menyadari bahwa lu nie sudah tepat berada di sampingnya, "Yan Li hentikan serangan mu," triak lu nie lalu ia menghempaskan pedang nya ke arah drayoner, dayoner yang saat itu segera mengubah senjata nya menjadi cahaya dan menyelimuti tubuhnya sehingga lu nie tak bisa menyentuhnya.
"Berak..." Tanah yang di pijak dayoner memunculkan retakan yang cukup banyak, di saat tubuh lu nie menunduk dayoner menyerangnya dengan cahaya yang sudah berubah menjadi pedang, di saat kepala lu nie akan terpotong tiba tiba tanaman rambat itu menghentikan senjata itu, sehingga menyebabkan senjata yang digenggam dayoner menembus kepala lu nie, dengan sontak lu nie melakukan tekanan dengan tangan dan kaki nya sehingga menyebabkan tubuhnya mundur kebelakang. "Ternyata begitu cara kerjanya sekarang aku memahami nya," lu nie saat itu memikirkan satu cara.
Lu nie pun menyuruh Yan Lin untuk menciptakan tembok melingkar dengan daun rambat yang sangat di kuasainya. Setelah itu ia pun memberi tahu rencana yang dimilikinya kepada Yan Lin.
"Pertama tama aku akan menjelaskan senjata roh yang ia miliki, senjata itu berbentuk cahaya yang bisa berubah menjadi padat, akan tetapi waktu yang di perlukan untuk mengubah senjata itu sekitar 0,5 detik itu hanya bentuk kasar yang ku perhitungkan setelah senjatanya menyentuh tanah, sedang kan gaya gervitasi dan gaya angin untuk menyentuh tanah di perlukan sekitar 0,3 detik, jadi kesimpulannya senjata itu bisa berubah menjadi padat di perlukan waktu 0,1.5 detik. Rencana Pertama kau gunakan daun rambat untuk melilit tubuhnya, setelah itu Lesatkan ranting runcing yang terbuat dari duri yang tersusun menjadi satu, otomatis dia akan mengubah senjata yang ia miliki menjadi cahaya dan menyebabkan tubuhnya menjadi tembus, jika ia tidak melakukan itu kemungkinan besar ia menangkis ranting itu dengan armor lengan yang dia miliki dan memotong daun rambat dengan senjatanya, dan kemungkinan ketiga ia akan mengeluarkan perisa dengan resiko ia menghilang kan senjata cahaya itu."
__ADS_1