DRAGON SPIRIT OF LU NIE

DRAGON SPIRIT OF LU NIE
kematian dayoner


__ADS_3

Yan Li saat itu sedang kebingungan dengan ucapan  lu nie yang terakhir,ia pun bertanya "Jika dia mengeluarkan prisia kenapa dia tidak sekalian menyelimuti tubuhnya dengan cahaya."


Lu nie pun menjawab pertanyaan yan Lin, "Itu tidak mungkin bisa karena dia hanya bisa menggunakan 2 senjata sekali gus."


"Kenapa kau berpikir seperti itu coba jelaskan secara singkat."


"Jika dia bisa menggunakan ketiga senjata sekali gus kenapa tidak  dari awal saja,ia malah menyimpan senjatanya. Dan yang membuat ku yakin akan hal itu karena aku juga tidak mampu menggunakan 3 senjata roh  sekali gus," Yan Lin saat itu mengerti akan jawaban lu nie.


"Berak...." Seketika lubang tercipta, "Dimana kalian dasar pengecut," teriak drayoner yang saat itu kehilangan jejak dari kedua gadis yang ia lawan.


"Kami ada di sini dasar bodoh," ucap lu nie yang sudah berada di atas benteng yang di ciptakan oleh yan lin.


"Sejak kapan kalian berada di....sana," sebelum mengakhiri Kalimatnya  mau tak mau dayoner harus  berhenti berbicara karena banyak daun rambat yang saat itu melesat kearahnya.


Dia menebas satu persatu daun rambat itu, akan tetapi gerakannya semakin melambat karena duri beracun yang mengenainya tadi, dan alhasil dia terlilit oleh tanaman rambat itu.


"Rasakan serangan ku selanjutnya..." Wus....  Beribu ribu rating runcing seukuran jari melesat tanpa henti, "Sial rencana kalian cukup bagus tetapi hal itu tidak akan bisa mengalahkan ku," tiba tiba perisai yang dimilikinya muncul lagi akan tetapi tanduk merahnya menghilang.

__ADS_1


Di saat dayoner bersusah payah untuk melepaskan lilitan itu tiba tiba lu nie sudah berada di belakangnya, "Rasakan ini dasar sialan," ia menghempaskan sword fels ke arah punggung dayoner, dayoner yang saat itu sudah melihat lu nie menghilang membuat nya sadar bahwa serangan selanjutnya pasti dari arah belakang.


Ia pun berpura pura berusaha untuk melepaskan lilitan itu untuk menjebak lu nie, Ting....suara Benturan armor lengan dan sword fels terdengar begitu nyaring, "Aku sudah mengetahui rencana konyol mu itu," ucap dayoner yang saat itu tersenyum kecil.


Lu nie yang melihat lawannya tersenyum itu pun berkata, "Aku hanya lah clone miliknya, lihat lah ke atas." Dayoner yang saat itu sangat tenang berubah menjadi begitu terkejut karena melihat lu nie seperti malaikat emas bersayap putih, ia pun melesat kan jarum putih ke arah drayoner setelah amunisi dari senjata roh elang habis.


Ia segera menggantinya dengan armor lengan yang bisa mengeluarkan gelembung peledak, lu nie yang saat itu mengudara bebas segera memanggil sword fels yang di pegang oleh Qu nya lalu ia melesat seperti peluru setelah jarak nya cukup dekat dengan dayoner ia pun melepaskan energi berwarna emas seukuran lidi kebawah sehingga membuat nya berhenti sebentar, lalu ia pun memutar tubuhnya 90°  dan menebas kepala milik dayoner. Seketika darah bercucuran begitu banyak di susul dengan sorakan bahagia  yang di keluarkan oleh Yan lin.


                   


                   **************


"Ya kau benar ngomong ngomong bagaimana kau bisa kenal sun Ji, dan kenapa senjata roh elang bisa dia dapatkan?" Tanya Lin qi yang saat itu sangat penasaran dengan kebesaran sang guru tercintanya itu.


"Gimana ya soalnya cerita nya cukup panjang apakah kau mau mendengarkannya," ucap Yan Lin yang ingin memastikan keingin tahuan Lin qi tentang sun Ji. 


"Tentu saja.." ucap Lin qi.

__ADS_1


Yan Lin pun mulai bercerita tentang kebesaran sun Ji di dahadapan Lin qi.


Aku Yan Lin Saat itu aku sedang berjalan mengembara untuk mengelilingi dataran teh libariy untuk sebuah misi penting rasa kering di tenggorokan menyebabkan tubuh rapuh ini terjatuh pingsan sehingga membuat pandangan ku kabur dan gelap seperti terjatuh di jurang kegelapan, setelah aku membuka mata ku aku berkata tanpa mengeluarkan suara sedikit pun "Dimana aku sekarang," saat itu aku  sedikit binggung karena melihat bangunan berdebu dan lusuh yang terbuat dari kayu, selang beberapa menit seorang pria berbadan kekar menuju kearah ku sambil menggenggam benda yang terbuat dari bambu yang di dalamnya terdapat air yang sepertinya sangat menyegarkan.


"Ini minum dulu kau pasti ke hausan," ucapnya sambil mengarahkan benda yang berisi air ke hadapan ku.


Sontak tangan ini tak bisa ku kendali kan,  malu apa itu aku tak memikirkannya sama sekali rasa haus yang tak tertahankan tak menghentikan tanganku  untuk menerima bantuannya, lega sekali rasanya setelah sekian lama tenggorokan ini tidak meminum air yang sangat menyegarkan.


Saat itu aku binggung apa yang terjadi selama aku pingsan sehingga membuat mulut ini menanyakan apa yang selama ini terjadi ke pria itu.


Dia pun mulai menceritakan apa yang telah terjadi intinya saat itu aku sedang terbaring lemas yang dikelilingi monster worlf dok namanya itu kalau tidak salah.


Dia menghabisi monster itu sendiri lalu menyelamatkan ku dan menggendong tubuh ini dan membawanya kebangunan lusuh yang sekarang aku berada didalamnya. Ia tersenyum kecil lalu memperkanalkan namanya, kalau tidak salah sih namanya sun Ji dari desa yang bernama Linqia, mungkin kah tempat ini desa Linqia di saat aku keluar dan melihat bebukitan yang sangat tinggi dan gunung berjajar rapi membuat ku sedikit tenang setelah sekian lama tidak merasa kan pemandangan seindah ini.


Selang beberapa hari tubuh ini kembali pulih di saat aku akan melangkahkan kaki untuk meninggalkan desa itu pria tadi memanggil ku lalu memohon untuk mengembara bersama.


Dengan perasaan tidak enak jika menolaknya aku pun menyetujui permintaannya, dalam perjalanan yang cukup panjang kami sampai di sebuah kota kalau tidak salah kota itu bernama qiun.setelah berada di dalamnya aku dan sun Ji berkeliling  mencari rumah makan  untuk mengisi perut yang terus berbunyi ini.

__ADS_1


"Tuan aku ingin memesan makanan untuk dua orang," Ucap pria yang berada di sebelah ku, ruangan yang  ku datangi ini di penuhi berbagai orang orang yang terlihat cukup kuat, aku berjalan melewati kerumunan orang orang itu tanpa rasa   takut sama sekali jika mereka menyerang ku saat ini pasti dengan mudah untuk menghabisi mereka semua, bukannya diri ku ini berlagak sombong soalnya umurku dan ilmu ku melebihi mereka semua, mungkin saat ini sun Ji belum menyadari bahwa aku adalah manusia setengah roh tapi tidak apa biarkan waktu saja yang memberitahunya.


Setelah  melihat ada salah satu meja yang kosong aku pun duduk dan mengambil tempat itu, setelah lama menunggu akhirnya seorang wanita muda membawa makanan berjalan ke arah ku.


__ADS_2