
"Silahkan dimakan Yan Lin kau pasti lapar kan," pria itu menyuruh ku untuk makan lalu dia mengabilkan satu gelas yang berisikan alkohol untuk ku.
Daging ini rasanya sangat enak sekali rasanya lembut saat ku gigit di tambah rasa pedas dan sedikit gurih ini tidak bisa menghentikan mulutku untuk memakannya sesekali aku meminum alkohol untuk meningkatkan rasa nikmat dari daging bakar ini.
"Pelan pelan saja nanti kesedak," ucap nya sambil memandang wajah ku yang seolah olah sangat menyukaiku.
Sontak aku merasa malu karena dilihat olehnya seperti itu kenapa aku, berperilaku buruk saat bersama dengannya tetapi rasa malu itu hilang setelah aku mengambil sepotong daging berikutnya.
"Ah....Akhirnya kenyang juga," ucap nya setelah meneguk tetesan terakhir alkohol.
Aku pun segera berdiri lalu menghampiri pria yang menerima pesanan tadi di saat aku akan meletakkan koin tiba tiba tanganku di hentikan oleh pria itu, "Biarkan aku saja yang membayar semuanya." Ucapnya ia memasukkan tangannya kedalam baju lalu meletakkan koin pembayaran ke depan pria itu.
Setelah itu Aku dan dia pun melangkah kan kaki keluar dari ruangan, aku berjalan menyusuri sebuah kota yang belum pernah ku lihat sebelumnya kota itu sangat padat yang isinya di penuhi pedagang dan pembeli, di saat aku berada di sebuah tempat seperti lorong yang matahari tidak bisa menyinarinya aku pun mendengar suara rintihan orang yang meminta tolong.
Walau suaranya terdengar samar-samar telinga ini tetap bisa mendengarnya aku pun segera bergegas ke arah suara itu akan tetapi kami terlambat. "Buk...." Suara pukulan yang di sebabkan oleh pria muda berambut putih. yang saat itu aku melihat dia dengan berani menyelamatkan dua gadis muda umurnya terlihat sekitar 17 tahun, dan untuk ilmu beladirinya sangat tangguh sehingga membuat ku terkagum karena dia menggunakan kekuatannya untuk hal kebaikan.
Setelah kedua gadis itu meninggalkan dia kami berdua pun menghampirinya lalu aku pun memuji kehebatannya, dan setelah atsmosfer pemincaraan sudah agak mengenakan aku pun bertanya kepadanya.
"Apakah kau tau rumah gubernur kota ini."
"Tentu saja tau."
__ADS_1
"Bolehkah kau mengantar kami kesana." Aku menyatukan tangan untuk meminta belas kasinya.
"Aku sih mau, tapi ngomong ngomong kalian mau apa dengan gubernur?" Jika aku bisa menebak pikiranya pastilah aku melihat tanda tanya setelah dia berkata seperti itu.
"Kami ada urusan dengannya." Aku tak berniat memberi tahu dia ursan apa yang ku maksud barusan.
"O... begitu ayo pergi." Laki laki itu berjalan mendahului kami berdua.
Untung saja dia tidak menanyakan tentang urusan apa yang ku maksud
kalau dia tahu niat ku yang sebenarnya pasti lah akan terjadi keributan antara aku dan dia, karena aku ingin membunuh pemimpin kota ini setelah mengetahui kebenaran tentang busuknya dia.
Setelah lama berjalan aku memasuki ruangan megah nan indah bangunan yang di sekelilingnya memiliki lampu yang penyanggah nya terbuat dari emas.
Dan Aku juga melihat benda benda kuno yang sangat berharga, benar kah ini benda berwujud naga yang sangat legendaris itu, aku sangat ingin menyentuhnya tetapi ada hal yang harus cepat ku selesai kan sekarang.
"Selamat datang Yan Lin nama mu sangat terkenal di penjuru negeri,apa lagi setelah kau berhasil membunuh dayoner sang iblis roh." Ucap pria berbadan gumpal yang berjalan ke arah ku.
Saat ini Aku sangat geram saat melihat dia yang seolah olah tidak memiliki kesalahan sama sekali, aku pun berlari lalu menghunuskan pedang ke perutnya, ya tentu saja orang yang memperkenalkan diri saat menuju kesini sangat terkejut lalu ia menyerang ku, orang itu bernama zung Xi.
Dia menarik besi yang berkilap lalu menghempaskan pedangnya ke arah ku, sebenarnya sih aku mau memberi tahu dia tentang kebenarannya tetapi dia sudah tidak bisa di hentikan lagi.
__ADS_1
Sebelum kami berdua terluka, Sun Ji berteriak untuk menghentikan pertarungan kami, "Tunggu zung xi, Yan Lin melakukan hal itu karena dia memiliki alasan."
Aku sudah merasa kalau dia akan menghentikan kami, karena sebelum menerima dia untuk menjadi rekan aku sudah memberitahunya tentang tujuanku untuk mengelilingi dataran ini. Saat itu dia menggangguk dan terpancar wajah yang sangat kagum dengan ku.
Sun Ji pun menjelaskan alasannya kepada zung xi, sebelum kalimat terkahir tiba tiba badan dari pemimpin kota itu menjadi besar luka yang awalnya berwarna merah kini berubah menjadi hitam, "Apa itu mungkin kah radiasi roh," ucap ku yang tidak mengeluarkan suara sama sekali, aku terkejut karena melihat kejadian itu padahal aku sudah menusuk nya dengan dalam tadi.
Yang ku ketahui Radiasi roh di sebabkan oleh terlalu banyak memakan bangkai roh dan monster.
"Sial ternyata kau mempunyai alasan juga ya ku kira kau hanya asal membunuh seseorang." ucap zung Xi yang sepertinya sudah mempercayai ku.
Aku tidak mempercayai hal ini akan terjadi, aku yang awalnya sendiri kini memiliki banyak rekan, yang mau membantu ku dengan segenap kekuatannya, zung xi dengan ilmu beladiri tingkat tinggi dan sun Ji rekan pertama ku, mereka berdua membantu ku untuk melawan orang itu.
Aku merasakan hawa panas yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, mungkinkah ini yang di namakan memiliki rekan, Dan selang beberapa jam bertarung dengan serius kami berhasil mengalahkan dia.
Setelah itu kami bertiga berkeliling dunia dan berhasil membantai semua orang yang melakukan kejahatan di dunia ini. Dan saat masa itu Sun Ji yang di kenal dengan nama the ceos, zung xi yang di kenal dengan pahlawan qiun, dan aku yang di kenal dengan nama world thert. kami bertiga saat itu di kenal di penjuru dataran the libariy karena tugas mulia yang tidak pernah di lakukan oleh orang selain kami.
"Tanpa bantuan sun Ji mungkin aku tidak berhasil melakukan hal itu, jika kau ingin mengambil senjata roh ini," ucap Yan Lin yang saat itu memberikan senjata roh elang kepada lin qi.
"Dengan senang hati aku menerima senjata ini." lin qi yang baru pertama memegang senjata roh sangat kagum dan terdapat aura keterkejutan yang begitu besar dari wajahnya.
tentu saja tidak ada orang yang tidak terkejut apabila berhasil mendapatak senjata roh yang sangat melegenda.
__ADS_1