DUNIA CINTA BERKATA

DUNIA CINTA BERKATA
EPISODE 3: SALAHKAH AKU MENCINTAIMU?


__ADS_3

Hari ini hari minggu


jam 9 Pagi, aku bersiap siap untuk mencari baju pengantin aku akan minta penjelasan dengan mas Azmi tentang semua ini!


TET! (Bunyi kalkson mobil)


pasti mas Azmi


aku langsung keluar dan benar itu Mas Azmi. Hari ini aku pergi hanya berdua dengan mas Azmi ditemani supir pribadinya karna kak Ratna harus menjaga ayahku dan abang ku dia harus kerja.


(diperjalanan)


"kamu kenapa?" tanya Mas Azmi


"gapapa."


"Oh gitu, laper?"


"engga"


"Kamu sakit?"


"engga!"


"terus kenapa?"


"ya gapapa."


(BUNYI HPKU)


Reza? aduh gimana nih apa ada yang terjadi yak


(angkat)


"assalamualaikum" sapa ku


"walaikumsalam, kamu dimana?" tanya Reza


"hm lagi di jalan"


"mau kemana?"


"ga ada, kenapa emang?"


"gapapa aku khawatir saja"


"oh gitu hehe yaudah"


"sibuk ya?"


"iya maaf ya"


"iya gapapa kok, yasudah hati hati ya"


"iya"


"assalamualaikum"


"walaikumsalam"


(dimatikan)


"siapa?" tanya mas Azmi


"temen aku"


"cowo?"


"iya"


"Saat sudah nikah tidak boleh banyak berhubungan dengan laki laki lain mengerti?"


"iya. mas Azmi"


"mas?"


"eh maaf m-maksudnya Azmi"


"tak apa panggil saja mas Azmi jika kau senang"


"terimakasih"


"kenapa kau memanggilku?"


"hm, aku ingin menanyakan sesuatu"


"apa?"


"Pernikahan ini disuruh orang tua atau keinginan mas sendiri?"


"hm kenapa emang?"


"gapapa nanya aja"


"keinginan ku"


"kenapa?"


"kenapa harus ada alasan?"

__ADS_1


"yah kita tidak pernah bertemu dan tiba tiba kau ingin menikahi ku kenapa?"


"gapapa"


"harus ada alasan lah! Aku hanya takut kau ada maksud lain"


"apa yang aku untungkan denganmu?"


"yah ga ada sih, maka karna itu kenapa kau ingin menikahiku?"


"karna..."


"apa?!"


"Aku mencintaimu!"


"apa?"


"AKU MENCINTAIMU AFIKA! hanya itu alasanku menikahi mu"


"kenapa kau mencintai ku?"


"kenapa aku harus ada alasan mencintaimu?"


"ya harus ada"


"Aku mencintaimu karna itu kau dan karna kau tak ada alasan lain"


"..."


"aku menikahimu karna aku tak ingin kau dimiliki siapapun selain aku"


"..."


"masih kurang alasannya??"


"iya, karna tidak masuk akal"


"Dimana letak tidak masuk akalnya?"


"yah letak nya karna kau tiba tiba mencintaiku padahal kita tak pernah bertemu"


"kau mungkin lupa, tapi tidak denganku."


"sudahlah lupakan"


"Percayalah Afika aku mencintaimu"


"tapi aku tidak"


"Tidak apa, bagiku kau sudah menerimaku sudah cukup bagiku kau hanya perlu membuka hati saja untukku dan biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri dengan begitu kau pasti akan mencintaiku kembali"


"..."


memang menyenangkan sih menikah dengan laki laki yang mencintai kita dibanding menikah dengan laki laki yang kita cintai tapi bukankah lebih indah jika saling mencintai? tapi masih belum masuk akal kenapa dia menyukai ku, aku hanya takut...


(sesampainya di toko baju)


"pilihkan kami yang paling bagus" ucap Mas Azmi dengan salah satu pelayan toko disana


"baik dek"


"Afika carilah baju yang kau inginkan aku akan memakai apapun baju yang kau pilihkan untukku"


"iya"


Aku didampingi mbak pengasuh mas Azmi yang sudah tua aku kasian dengannya.


"mbak, kalau mau duduk duduk saja" ucapku dengan pengasuh Mas Azmi


"nanti mas Azmi marah dek jangan"


"Tidak mungkin, tak apa jika dia marah aku yang maju"


"Mas azmi sangat mencintai mu dek"


"mbak tau darimana?"


"Dia sudah mencintai adek dari dulu. dia pernah bercerita waktu di pondok katanya dia merindukan perempuan cantiknya"


...


Ya Allah jikalah benar mas Azmi mencintaiku maka luluhkan hatiku agar aku mencintainya kembali aamiin...


"ini kak bajunya ini pakaian yang terbagus di tahun ini"


......"iya bagus juga ya



(cuplikan. sumber: pinterest)......


"Masya Allah mbak fika cantiknya" ucap pengasuh mas Azmi


"Aamiin mbak hehe"


"ini pengantin laki-lakinya juga" ucap photography disana


__ADS_1


(cuplikan sumber: pinterest)


"mas Azmi sama dek fika cocok ya" ucap pengasuh mas Azmi


"haha mbok"


idih sama dia ga mau ah nyebelin soalnya, tukang bohong pulak.


Sibuk mengatur ini itu dan foto sana sini tak terasa sudah masuk waktu Zuhur jadi kami memutuskan shalat berjamaah di masjid dekat situ. setelah shalat kami makan di restoran tapi aku melihat ada tukang pecel jalanan udah lama engga makan waktu di Jogja makannya yang di pikiran jalan mulu sama Lauren


"kenapa?" tanya mas Azmi


"ga ga ada"


"kamu mau makan dimana?"


"hm mas aku mau makan di pinggiran itu boleh? kalau engga kalian makan saja di restoran biar aku sendiri makan disana"


"disana ga higienis"


"darimana mas tau? pernah coba?"


"hmm kalau kau mau yasudah lagian kali ini hanya kita berdua yang makan"


"maksudnya?"


"iya mbak sama pak deden lagi sibuk disana" (pak deden nama supir mas Azmi)


Akhirnya kita pun berjalan ke arah tukang pecel pinggiran itu


"beli berapa dek?" tanya penjualnya


"beli 2 mbak" ucap mas Azmi


"baik. kalian pasangan baru nikah ya dek?"


"belum nikah mbak" ucap mas Azmi


"oh kirain udah nikah soalnya wajahnya mirip biasanya jodoh loh itu"


"haha aamiin" ucap mas Azmi


ih sama tukang bohong? hm palingan 5 tahun nanti cerai deh eh tapi aku ga mau jadi janda yaudah deh aamiin aja


(makanan jadi)


"silahkan dimakan dek cantik sama mas ganteng"


"makasih mbak" ucapku


semoga enak biar mas Azmi ga meremehkan jualan kaki lima.


pas aku rasa hmmm enakk bangett kaya masakan ibu dulu jadi sedih deh kalo teringat..


karna merasakan masakan yang mirip dengaj ibuku tak terasa air mataku jatuh


"kamu kenapa? pedas?" tanya mas Azmi


"ga mas, masakannya enak banget keinget ibu"


"oh gitu udah jangan cengeng"


"iya mas"


kita makan dengan nikmat dan setelah itu mas Azmi bayar aku segera memeluk penjual tersebut dengan tangisan


"loh kenapa dek?"


"saat ingat mbak teringat ibuku masak boleh minta resep ga bu?" tanyaku dengan suara tersedu sedu


"astaga dek kamu buat mbak panik aja, yasudah ini resepnya"


"mbak, gimana kalau mbak jadi koki dirumah kami?" ucap mas Azmi


"wah ga bisa dek soalnya mbak cuman bisa buat pecal"


"gapapa mbak gajinya perbulan 5 juta gimana? untuk menyenangkan hati calon istri saya" ucap mas Azmi


"hm tidak usa dek menghabiskan uangmu saja, bagi mbak jualan begini sudah cukup walau uangnya tak seberapa soalnya dagangan ini peninggalan ayah saya"


"yasudah buk, tapi mbak ga boleh pindah ya nanti kalo afika kangen sama masakan ibu Afika afika akan kesini ya"


"iya dek pasti"


"baiklah kami permisi ya gua assalamualaikum"


"iya dek walaikumsalam sakinah mawadah warahmah yah"


"aamiin mbak" ucap mas Azmi


kami pun berjalan ke mobil


"maaf ya mas malu maluin mas ya"


"kamu jangan cengeng lagi!"


"iya maaf ya mas"


"iya gapapa udah jangan nangis"

__ADS_1


"iya"


Ternyata benar mas Azmi orangnya baik, ramah, lemah lembut, walau terkadang dia jutek mas Azmi itu hanya luar nya jutek tapi hatinya lembut selembut kain sutra. Ah kalau emang dia jodohku maka buatlah aku mencintainya Ya Allah seperti dia mencintaiku aamiin...


__ADS_2