
(POV PENULIS)
Hari ini hari ketiga Afika menuju hari pernikahan dia akan memulai akad nikah tepat hari Jum'at dan acara weddingnya hari Ahad.
Hari ini Afika sedang merias tangannya untuk di lukis layaknya calon pengantin wanita biasanya.
(bunyi dering hp Afika)
itu dari Lauren sahabat Afika
"assalamualaikum Lauren" sapa Afika
"walaikumsalam afikaa, cie bakalan jadi calon istri orang nih"
"apaansih ren, aku ga suka sama dia"
"ah nanti juga suka sendirinya. tau ga?"
"apa?"
"Reza katanya ingin ke kota mu"
"APA?! untuk apa?"
"ntahlah"
"yasudahlah nanti aku akan memberi tahunya kalau aku akan menikah"
"aku sedih banget ga bisa kesana mau juga padahal pengen liatt calon suamimu"
"ah iyaa gapapa kok, nanti aku kirim foto aja ya sama kamu"
"yasudah aku titip doa saja untukmu ya semoga menjadi keluarga yang bahagia"
"hm iya aamiin"
"sudah yaa fika aku matiin ya assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
(telpon dimatikan)
"Kak ini berapa lama?" tanya afika pada perias tangannya
"10 menit atau 15 menit sayang"
"ohh oke deh"
"baru ini dek kaka liat pengantin perempuannya tidak senang saat tau dia ingin menikah"
"kami dijodohkan kak"
"pantasan ya, kenapa ga coba lari aja dek? banyak tuh biasanya yang seperti itu"
"Lari?"
"iya, kan adek jarang diliatin tu sama keluarga pihak cowo nya kenapa ga kabur aja dek?"
seketika Afika kepikiran untuk lari dari pernikahannya ini.
"lari kemana kak?"
"yah tempat jauh gitu. nah udah dek cantik kan?"
"iya kak cantik"
"yaudah kakak kesana dulu ya dek"
"iya kak"
Afika coba membuka hp nya sebisa mungkin dan melihat kosan yang jauh dari tempatnya siapa tau dia bisa kabur dari pernikahannya ini.
tapi tak lama Afika tersadar kalau dia punya temen yang lumayan jauh dari rumah Afika yang bernama Arra, Afika pun mencoba menelpon Arra secara diam diam.
(Diangkat)
"assalamualaikum Arra!"
"walaikumsalam kenapa afika?"
"aku mau kerumahmu untuk beberapa hari boleh?"
"boleh, kapan?"
"Sore ini! aku kesana ya ga berubah kan?"
"iya fik ga berubah kok, emang kamu udah di kota kamu?"
"iya minggu kemarin. yasudah aku matiin ya maaf merepotkan ya arra"
"iya fik santai aja"
(dimatikan)
Afika menunggu 15 menit barulah perias tangannya datang untuk membantu Afika mencuci tangannya.
"kak, mau pulang pulang saja"
"benarkah? yasudah mbak juga ada tugas lain"
"bayarannya?"
"kan udah dibayar mas Azmi"
"ohh yaudah deh kak, makasih ya"
"iyaa dek. oh ya dek menurut mbak sebaiknya jangan lari ya dek mbak liat mas Azmi sangat mencintai adek keliatannya dia tulus"
"ah kak ga boleh mandang orang dari depannya dia itu galak tau"
"masa sih tapi sama cewe lain dia ga pernah ngobrol kalo ga penting dek. itu mas nya ada diluar hihi mbak pulang ya assalamualaikum"
__ADS_1
"walaikumsalam"
Afika keluar dan benar saja sudah ada Azmi duduk di kursi depan memakai pakaian koko.
"Ada apa mas?" tanya Afika jutek
"gapapa, ini ada makanan."
"makasih."
"apakah aku ada melakukan kesalahan?"
"engga kok"
"yasudah aku pulang assalamualaikum"
"hm iya walaikumsalam"
"hm afika" panggil Azmi
"apa?"
"mau ikut ke panti ga?"
"Ke panti?"
"iya panti asuhan, aku yakin anak anak disana ingin melihatmu. pergilah bersamaku"
"baiklah aku tutup pintu dulu"
Akhirnya Afika dan Azmi pergi berjalan ke panti asuhan. dari kejauhan sudah terlihat anak anak panti berlarian mengejar Azmi
"bangg azmiii" teriak anak anak itu
"bangg kami kangenn banget sama bang Azmi" ucap salah satu anak
"wahh abang juga kangen sama kalian semua."
"wah ada kakak cantik" puji salah satu anak disana
"makasih ya adek yang imut" ucap Afika sembari tersenyum
"bang azmi mukanya merahh" ejek anak anak itu
"ah engga ah muka abang udah begini"
"wah ada azmi toh" ucap pengurus panti
"assalamualaikum mbak"
"walaikumsalam udah lama ga kesini mi?"
"iya mbak sibuk bangett"
"wah ini siapa cantik nya?"
"ini calon istri Azmi mbak"
"iya hehe"
"kamu udah tua juga"
"bang Azmi nikahh??" kaget anak anak disana
"kenapa?"
"yahh nanti kita lama ga ketemu bang Azmi"
"engga kok, nanti kaka suruh bang Azmi nya Dateng kesini setiap hari" ucap Afika lembut
"benarr ya? asyikkk!!"
"namanya siapa dek?" tanya pengurus panti tersebut
"nama saya Afika buk"
"wah ini ya mi?"
"ah mbak diem lah" ucap Azmi malu malu
"ada apa buk?"
"engga haha, yasudah ibu mau masuk dulu ya"
"iya buk"
"bangg Azmi main yukk"
"boleh main apa?"
"petak umpett"
"yasudah ayoo"
"kaka cantik main jugaa yaa"
"iya adek adek"
Saat sedang bermain tiba tiba kepala Afika sangat pusing hingga membuat mata Afika berkunang kunang dan Afika pingsan.
"BANG AZMII KAKAK CANTIK PINGSAN!!"
Azmi yang sedang mencari anak anak yang mendengar hal tersebut berlari sangat kencang dan menggedong istrinya tersebut.
"Mbakk!!! tolong mbak!!! istri saya pingsan!!!" ucap Azmi panik
Afika di taro di kasur di panti
"mbak tolong mbak ini gimana? apa perlu bawa kerumah sakit!! panggil ambulance" ucap azmi sangat khawatir
"Azmi tenang sebentar mbak panggil dulu ambulance nya"
__ADS_1
"sayang, bertahanlah kekasihku" ucap Azmi sangat panik
tak lama ambulance datang, Afika dibawa kerumah sakit terdekat disana.
sekitaran 20 menit kemudian belum ada kabar dari dokter, abang Afika juga sudah ada di rumah sakit sedangkan Azmi yang sendari dari tadi bolak balik seperti setrika sangat khwatir dengan Afika calon istrinya.
tak lama barulah dokter keluar
"gimana dok kondisi kekasih saya??" tanya Azmi panik
"tenang dek, kekasih adek baik baik saja cuman dia kecapean sepertinya dan tensinya sangat tinggi diharapkan jangan membuat nya stress ya pak"
"b-baik dokter. Apakah saya bisa melihatnya??"
"silahkan pak"
Azmi langsung berlari menemui Afika yang sedang di impus.
"Kekasihku, apakah kau sangat tertekan menikah denganku?" ucap Azmi sedih
"Tenanglah Azmi afika hanya kecapean" ucap abang Afika menenangkan Azmi
"apakah sebaiknya dia tidak menikah denganku? aku sangat mencintainya jadi karna itu aku tak mau dia tertekan karna diriku"
tak lama Afika memegang tangan Azmi dengan erat.
"ibu... ibu.. aku merindukanmu.. jangan pergi" ucap Afika ngingau
"Afika?"
"mungkin dia merindukan ibunya sayang" ucap kak Ratna
"mungkin lah"
"Bang, bisakah pertemukan dia dengan kuburan ibunya?" ucap Azmi
"tapi sangat jauh Azmi"
"Dia akan pergi bersamaku! akan ku lakukan apa saja agar kekasihku tak sedih lagi"
"Baiklah kami akan ikut juga"
Karna sudah masuk Ashar Azmi pun memutuskan shalat Ashar dan dia pun berdoa
"ya Allah hamba sangat mencintai salah satu hambamu bernama Afika Wulandari Fitriyani binti zamar. wanita yang cantik parasnya, lembut hatinya, dan kesholehan dirinya membuat hati hamba jatuh kepadanya. hamba sangat mencintai nya ya Allah jika kau ambil nyawanya hari ini hamba mohon ya Allah tukarkanlah denganku karna dia masih bisa tanpaku sedangkan aku hampa tanpa ada dirinya. dia tak lama lagi akan menjadi milikku maka buatlah dia bahagia ya Allah jika dia tak bahagia denganku maka jangan nikahkan kami ya Allah karna itu akan membuatku lebih sakit lagi. lebih baik dia bersama yang lain asalkan dia bahagia daripada dia bersamaku tapi dia tak merasakan bahagia sedikitpun aamiin..."
Azmi sabar menunggu disamping Afika dengan wajah penuh kasih sayang, dia mengelap kening afika menggunakan kain.
"tunggu engkau menjadi milikku Afika, barulah aku berani menyentuhmu" ucap Azmi
"Azmi makan dulu yuk dek" ucap kak ratna
"engga kak! azmi ga akan makan apapun kalau Afika belum sadar!"
"Azmi, kata ibumu kau belum makan dari tadi kan nanti kau sakit dan kau sakit bukankah akan merepotkan Afika?"
"maaf kak Ratna aku tak ingin saat Afika sadar disampingnya tak ada siapa siapa dan aku juga ingin menjadi orang pertama yang dia lihat saat dia sadar"
"kalau begitu kak ratna bawa kesini ya"
"jangan kak merepotkan!"
"tidak dek, bentar ya kau tunggu saja disini"
"baiklah kak...."
Tak lama kemudian Afika sadar
"mas azmi?"
"Afika?? kamu sudah sadar??"
"mana abangku?"
"dia sedang keluar Afika"
"ayah??"
"dia ada dirumah sengaja tak kami beri tau takutnya beliau khawatir"
"terus yang menjaga ayahku siapa?"
"kau tenanglah ada pengasuhku dahulu kesana jadi kau tak perlu khawatir"
"Huhh syukurlah"
"hm Afika apakah kau bahagia dengan pernikahan ini?"
"hm sebenarnya ada yang ku pikirkan"
"katakanlah Afika"
"Aku takut dalam pernikahan ada hal yang buruk, dan dimana kau juga tak mencintaiku"
"apa?"
"Jadi karna kita tak saling mencintai mengapa kita menikah?"
"Kata siapa?"
"maksudnya?"
"aku mencintaimu Afika sangat mencintaimu"
"Kenapa? sejak kapan? dan karna apa?"
"Aku awalnya mencintai akhlakmu tapi kelamaan aku benar benar terikat dalam mencintaimu, dan itu sudah lama sebenarnya bahkan waktu kau masih remaja aku sudah mencintaimu"
tak lama bunyi hp Afika
itu dari reza!!
__ADS_1
Apakah afika harus mengangkat nya??