
agi yang cukup cerah, aku terbangun karena suara berisik di luar rumah, entah siapa yang berisik pagi-pagi begini yang jelas itu sangat menggagu sekali apalagi bagiku yang baru tertidur tadi subuh. Dengan sedikit rasa malas bahkan raga belum terkumpul semua aku melangkahkan kakiku untuk melihat siapakah yang bersuara berisik itu. Aku mendekat kea rah jendela kamarku, namun tak kutemukan orang disana, tak ada siapa-siapa pikirku. Namun kenapa sangat berisik sekali tadi. Aku tak peduli karena aku pun masih sangat mengantuk pagi itu. Akupun memutuskan untuk tidur kembali.
Pukul 10.00 WIB…
Aku kembali terbangun, kali ini bukan karena suara berisik yang tadi pagi ku dengar, melainkan kali ini adalah suara dering handphoneku yang menandakan ada pesan singkat masuk. Kubuka handphoneku itu dank u liahat temanku Naufal yang sms, ia menyuruhku untuk kerumahnya karena ada yang mau dibicarakan denganku. Dengan rasa malas karena masih mengantuk lalu kubalas smsnya,
“ Iya nanti gua kerumah lu, gua baru bangun semalem lembur soalnya.” Kataku membalas smsnya.
Lantas akupun langsung mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. Sebelum itu aku melakukan aktivitas bangun tidurku terlebih dahulu yaitu push up sebanyak 10 kali barulah setelah iu aku mandi. Saat aku sedang push up ku liahat sekeliling tampak ada yang berbeda dari biasanya. Daerah sini biasanya sangat sepi sekali pada pukul sepuluh, tapi hari ini banyak sekali orang yang berkumpul seakan merencanakan sesuatu atau sedang membicarakan sesuatu yang entah apa itu. Dengan rasa yang sangat penasaran aku menghampiri beberapa warga yang sedang berkumpul alias ngerumpi lah kalu istilah sekarang. Belum aku sampai dikerumunan mereka tiba-tiba aku mendengar dua pasang mata membicarakan tentang suara yang tadi pagi aku dengar.
__ADS_1
“ Itu suara penunggu sini, setiap hari rabu tepatnya malam kamis pastilah penunggu itu selalu berisik setiap paginya, malahan kadang bisa mengganggu yang berada di kost ini.” Ucap bapak-bapak yang entah siapa namanya sambal menunjuk tempat kost yang aku tempati sekarang ini.
Jadi yang tadi itu adalah penunggu dikost ini ? alangkah kagetnya aku ketika bapak-bapak itu bilang kalua kost tempat aku tinggali ini ada penunggunya. Percaya gak percaya, tapi ada juga rasa takut yang megahampiri aku saat ini. Akupun langsung beranjak kedalam kamar kostku dan bergegas pergi ke kamar mandi segera mandi lalu bersiap-siap pergi kerumah Naufal. Entah kenapa tak seperti biasanya aku mandi yang biasanya lama kini menjadi buru-buru. Tak sampai 5 menit aku mandi lalu aku segera bersiap dan berangkat kerumah Naufal. Sesampainya disana aku langsung menceritakan semua ke Naufal tentang kejadian pagi tadi yang aku alami. Lalu Naufal memberi tahu bahwa kostsan yang aku tempati duluanya pernah ada yang bunuh diri. Tapi itu sudah berjalan sekitar 5 tahun yang lalu, tapi arwah itu sampai sekarang masih gentayangan terkadang suka menggagu penghuni kostsan yang lain.
“ Udah 5 tahun kamar wanita yang meninggal itu kosong, dan Cuma lu doing yang berani nempatin kamarnya dia Rez. Yang lain bahkan warga aja gak ada yang mau nempatin itu kamar.” Kata Naufal menjelaskan
Naufal hanya mengangguk, ya aku tahu bahwa naufal adalah seorang indigo atau lebih tepat nya ia bisa melihat hal yang gaib. Banyak orang yang menganggap nya sebagai anak yang aneh. Tapi tidak denganku Naufal kuanggap sebagai sahabat terbaiku. Ya setiap apapun yang terjadi samaku dialah teman yang selalu ada.
Tak terasa waktu sudah menjelang sore aku pamit untuk pulang sama Naufal. Karena jika aku pulang telat saja aku tidak akan bisa masuk kost ku.
__ADS_1
" Fal gua pamit ya udah sore nih.., besok lagi gua maen dah. Kan masih libur ini.." ucapku padanya
" yuk gua ikut ke kost lu. Sekalian sekali-kali gua nginep di kost lu." Ujarnya tiba-tiba
Aku tak bisa melarangnya. Karena aku tahu apa yang Naufal mau. Ia pasti ingin mengetahui siapa penunggu kamar kost yang aku tempati. Tapi untuk yang pastinya tujuan nya mau berbuat apa aku tak tahu.
Tepat jam 5 sore aku sudah sampai di kostku. Yah lagi-lagi ku merasakan suasana sangatlah sepi. Benar-benar berbeda dari biasanya. Benar-benar tak seperti biasa. Ku lihat Naufal pemandang kearah sebuah pohon besar, dan disitulah tadi pagi aku mendengar suara berisik itu. Perlahan Naufal melangkah, entah apa yang ia ingin lakukan, perlahan terus melangkah hingga ia sampai didepan pohon itu. Ia memejamkan mata dan tangan kanannya dijulurkan ke depan sambil mulut nya seperti membaca ayat al-qur'an. Aku tak mengerti apa yang temanku lakukan. Ku hanya memandang dan terus memandang. Dan Naufal tiba-tiba menepuk pundakku.
" udah yuk masuk ke dalem nanti gua kasih tahu.." ucapnya
__ADS_1