
Hari hari berlalu dengan banyak pertanyaan di hati Santa, Bagaimana Tidak, Ibunya dengan sepihak melarang Santa untuk Pergi kekantor papa, Dia juga tidak diizinkan hadir dalam beberapa acara keluarga besar serafon.
Sean yang melihat semua ini tidak bisa berbuat apa apa. Ia hanya memendam semua rasa sakit hati serta kecewa karena semua perlakuan mamanya pada santa.
Apalagi papanya, Ia ikut ikutan melarang Santa.
seperti Sore ini, papa dan mamanya Kembali melarang Santa keacara Ulang Tahun Rekannya. Dan hasilnya orang tuanya berdebat cukup lama dengan sean, sampai akhirnya Santa memilih pergi meninggalkan rumah, sedang sean memutuskan untuk Pergi ke bar bersama teman temannya.
Santa berjalan tanpa arah, membawa semua luka yang ia punya...
memikul segudang gundah yang ia rasa, Ia sendiri sudah lelah menhadapi kejamnya dunia, Kepergianya selama bertahun tahun bukanya membuat semuanya berubah ketika ia kembali, Malah situasinya semakin memburuk.
Ia sangat lelah bertahan, hanya untuk mendapatkan kasih sayang serta pengakuan dari ibunya, atau perhatian dari ayahnya.
Langkah kakinya membawa ia cukup jauh dari rumahnya, Sampai ia tiba disebuah Tiba disebuah jalanan yang
Sepi, Disana Ia melihat Seorang pria Yang tergeletak tak sadarkan diri dipinggir jalan.
Santa mendekatinya dengan hati hati, lalu berusaha membangunkan pria itu.
Setelah melakukan beberapa Hal aneh pada pria itu misalnya saja menampar pipinya, menendang kakinya, hingga menakutinya dengan hantu hantu yang sering ia nonton dalam film horor kesukaanya Santa,
pria itu menggerakan tanganya, Tak berapa lama kemudian ia sadar sepenuhnya.
Terima kasih Nona, Anda telah menolong saya. Saya berharap bisa membalas kebaikan anda. Ucap pria yang ditolong olehnya, alias pria yang dipaksa sadar olehnya.
__ADS_1
itu.
Ah tuan simpan saja rasa terima kasih anda itu, sekarang aku mau pulang. kau masih bisa pulang sendiri kan ketempatmu? timpal santa dengan tampang kesalnya.
Nona, Saya tadi dirampok, saya datang dari jauh untuk mencari saudara saya, bisakah anda membelikan saya makanan, saya sangat kelapara. Ucap laki laki itu lagi dengan wajah memelas.
Ah baiklah, tapi aku sedang dalam mood yang buruk, jadi kau bisa mencari makanan sendiri. tidak jauh dari sini ada sebuah rumah makan, kau bisa membeli disana. Katan santa sambil menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribu pada pria itu.
lalu ia kembali melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan pria tadi.
Ia memutar arah menuju rumahnya, hari sudah semakin gelap ketika ia tiba dirumahnya.
rumahnya tampak sepi,
tiba tiba saja ia merdengar suara benda jatuh Dari kamarnya,
Ya Tuhan Ada apa ini, ucapnya dalam hati. tangan dan kakinya sudah berkeringat dingin.
ia mematung ditempatnya dengan ketakutan diatas rata rata yang bisa membuatnya pingsan kapan saja.
setelah beberapa sa'at, lampu kembali menyala,
ia mengambil langkah seribu menuju kamarnya. dengan perlahan, ia membuka pintu dengan perlahan. Tapi kamarnya kosong, hanya serpihan kaca yang berserakan dekat jendela balkonnya, ia juga menemukan selembar kertas,
dengan tulisan "WELCOME HOME"
__ADS_1
Tanganya gemetaran membaca tulisan itu.
Stelah ia cukup tenang,
Setelah ia mengambil Handphone miliknya, lalu menghubungi Sean.
Sean yang tengah asyik berbicang dengan teman temanya itu pun, harus merelakan momen mereka terganggu karena Hanphone nya berdering. Setelah melihat Siapa Yang menghubunginya, ia dengan cepat menjauh dari sana dan menerima panggilan adiknya itu.
Halo kak Sean, tolong santa kak, Begitu Ia menekan tombol Terima panggilan, Ia langsung mendengar Suara Santa yang ketakutan, sarat dengan suara orang menahan tangisanya itu, bahkan sebelum ia mengatakan apapun.
Santa kamu dimana, Katakan pasa ku apa yang terjadi,
Santa kamu baik baik saja???...
Sean langsung Memberikan banyak pertanyaan sekaligus. Ia sudah sangat khawatir saat ini.
Ia tidak ingin Santa dalam bahaya kali ini.
Ka Sean, Santa ada dirumah, Kak sean tolong santa. hiks hiks hiks,
Suara parau santa kembali terdengar.
Baiklah tunggu aku disana, Kakak akan segera sampai santa, bertahanlah sampai kakak tiba oke!
tanpa menggu jawaban Santa, Sean langsung mematikan telfonya. Bahkan tampa berpamitan dengan teman temanya Ia langsung Pulang kerumahnya.
__ADS_1