
Sean Dengan Terburu buru Meninggalkan Teman Temanya, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
hingga tidak sampai setengah jam, ia sudah tiba dirumahnya.
Suasananya Memang cukup aneh, Satpam tidak terlihat berjaga didepan gerbang, Bahkan para pembantunya pun tidak ada dirumah.
tak ingin berlama lama memikirkan keanehan tersebut, Sean langsung berlari menuju kamar adiknya, begitu ia sampai ia langsung berteria memanggil nama adinya itu.
Santa, Krisanta, Ini kakak,
kamu baik baik saja kan didalam, kakak masuk kekamar kamu ya santa... Sean terus berbicara tanpa jeda. tak perduli napasnya sudah ngos ngosan,
Kak sean santa takut kak, suara adiknya masih seperti tadi .
dengan cepat ia mendobrak pintu kamar santa.
begitu pintu terbuka, Ia langsung memluk krisanta yang sedang meringkuk ketakutan disamping tempat tidur.
I'm sorry, i come late santa... ucap Sean, sedih.
ia berusaha menengkan Santa. Ia memeluk santa dengan erat, mengelur rambutnya.
__ADS_1
Whats Wrong Santa??... Tell me why? Why you be like This??... Sean bertanya dengan lembut pada santa.
Can you see there?.. Jawab santa sambil menunjuk kearah balkonya.
Mata Sean berputar mengikuti arah yang ditunjuk Adiknya padanya, Betapa terkejutnya ia ketika melihat pecahan kaca yang berserakan Dilantai, Ditambah lagi Sebuah batu sekepalan tangan orang dewasa ada diasana juga. tak lupa sebuah kertas yang dilepaskan santa tadi.
Sean mengambil kertas itu dan menemukan tulisan "welcome home" Dengan tinta merah.
Maafkan kakak, sesalnya sambil memeluk santa lagi.
Malam ini santa tidur dikamar kakak, kakak akan menjaga santa. oke?. Sean mengusulkan dengan hati hati, ia tak mau mental adiknya terganggu lagi.
Well, I'm With you. Balas santa singkat.
ia membaringkan Santa, lalu ia duduk disofa yang ada disana.
Jika butuh sesuatu, bilang kakak yah?. tawar sean.
yang hanya dibalas dengan anggukan lemah santa.
Suasana Sepih tadi mendadak ramai, Dari lantai bawah terdengar keributan yang mengganggu. mau tidak mau, Sean Segera turun dan melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
ternyata para assisten rumah tangganya baru pulang,
Dari mana saja kalian?. Siapa yang memperbolehkan kalian pergi meninggalkan Rumah?!! . ..... Jawab!!!..... Jangan diam ajah....
Kalian Tuli ya...!!!! . Amarah sean langsung memuncak. Ia meraung marah, pada mereka semua.
Lenyap Sudah Tampang Tuan Muda Sean yang baik hati, dan lembut itu.
Mereka Tahu jika Sean Semarah Ini, Pasti ada sesuatu yang buruk telah terjadi.
Maaf Tuan, Tadi Kita dari Rumah Sakit, Bi Inah, Ditabrak lari tadi Sore Tuan, awalnya Hanya Saya dan risma yang kesana, Setelah itu icah dan Sarti menyusul kami Tuan, pak hendra juga mengantar mereka. Bu Erni yang merupakan Kepala asisten rumah tangga mereka, memberanikan diri menjawab Tuan muda mereka yang sedang kalap itu.
Kalian pikir, kalian siapa??!!. Sampai bisa bertindak bebas seperti ini ha!!!.
kalau saja terjadi apa apa dengan Santa Tadi, akan aku bunuh kalian semuaaaa!!....
Raung santa sebelum kembali kekamarnya.
Sedangkan Santa yang baru pertama kali melihat kakanya semarah itu menjadi sangat takut,
Setelah Mendapat sambutan yang mengerikan dari Tuan muda mereka, Para pembatiu itu bertanya tanya, Apa yang telah terja sampai membuat Sean Serafon semarah itu???...
__ADS_1
Diacara Ulang Tahun Rekanya, Tuan, nyonya dan Nona Serafon benar benar menikmati acaranya, hingga selesai. Tak pernah terpikirkan oleh mereka Nasib Krisanta serafon yang sedang terguncang saat ini.