Dunia Krisanta Serafon

Dunia Krisanta Serafon
part 7.


__ADS_3

 


Sepanjang Malam, Sean tidak bisa terlelap, Ia sudah memeriksa CCTV rumahnya, tapi ia tidak menemukan petunjuk apapun.


 


Ketika papa dan mamanya pulang, ia ingin langsung mengamuk tapi tak ia lakukan. ia tak ingin membuat santa terbangun dari tidurnya.


Pagi pagi sekali Sean sudah menunggu Orang tuanya Diruang


Makan, Papa dan mamanya yang baru bangun tentu saja heran. tidak seperti biasanya sean begini.


Selamat pagi Sean, Sapa papa dan mamanya.


selamat pagi. Jawab sean datar.


mukanya tidak menampakan ekspresi apapun, bahkan ia tidak menoleh pada orang tuanya.


Apa apaan ini Sean?!. Ucap papanya dengan menambahkan volume pada nada bicaranya.


papa tidak pernah mengajarkan hal seperti ini pada kamu. Dimana rasa perduli dan hormat kamu pada kami berdua ha.!!?? Tambah papanya.


Mendengar keributan yang luar biasa mengganggu tidur tersebut, Daniela Keluar dari kamarnya,


Ada apa sih Papa, ribut ribut. ini masih pagi tau!. kata Daniela.


Kamu lihat ele, kamu lihat kelakuan kakak kamu yang tidak tau sopan santun ini, Timpal Aliza, Tak kalah Emosinya.


Diam!!!!!. Dengar yah pa, Papa bilang perduli ha!!??..

__ADS_1


dimana rasa perduli kalian Kepada Santa ha!!?.


kenapa kalia tega membiarkan santa sendirian?!!!.


untung saja Santa baik baik saja.


jika Sampai santa terluka Saya akan membunuh kalian. bentak sean!.


Santa??... Apa yang kamu maksudkan Sean?. Timpal papanya demgan sedikit melunak.


Mau tau ha!? periksa sendiri dikamarnya papa. balas santa.


Dengan segera papanya Pergi meninggalkan mereka.


Apaan sih kak, cuman karena Santa doang kakak jadi marah marah begini. Timpal Daniela dengan nada malasnya.


ia kembali kekamarnya. ia takut jika Santa sudah bangun dan mendengar ia marah, pasti santa sedang ketakutan sekarang.


Sedangkan papanya Begitu kaget melihat pecahan kaca dikamar santa, pintu kaca balkon yang sudah tidak berbentuk juga menambah kesan menyedihkan disana.


kini ia sadar Apa alasan Sean marah besar semalam. Andai mereka membawa santa, mungkin hal ini tidak akan terjadi.


Sean yang baru masuk kekamarnya Sangat kaget melihat santa sedang menangis.


begitu melihat Sean ia langsung memeluk kakanya itu.


Santa minta maaf kak, karena santa kak sean haru marah marah, kak sean harus ribut lagi sama papa. Tangis Santa dalam pelukan sean.


Santa... sudah yah, adik kakak tidak akan selemah ini. okehhh??? ucap sean membujuk Santa.

__ADS_1


Alexander yang begitu kwatir dengan putri bungsunya itu, Segera mencari santa keseluruh Ruangan yang tersisa, tapi ia tak menemukanya.


Ia menanyakan apa yang terjadi semalam Pada Pembatunya , tapi mereka juga tidak tahu apa apa, yang mereka tahu, hanyalah Tuan muda mereka yang marah besar pada mereka begitu mereka pulang tadi malam.


Sean... pasti sean tau dimana santa sekarang, pikir Alexander.


Ia pun pergi menuju kamar sean.


Sampai disana, ia langsung mengetuk pintu kamar sean,


masuk, ucap sean.


Santa, kamu tidak apa apa kan?. Begitu melihat santa papanya langsung memeluk putrinya itu.


Santa baik baik saja pa.


untung semalam kak sean nolongin santa, jika tidak, santa gk tau santa sudah jadi apa sekarang.


ucap santa dengan tampang datarnya.


Sedang Aliza dan Daniela tampak sangat marah,


Ma, apa apaan ini??.. kenapa mereka peduli bangat sama bocah manja itu.


rengek Santa pada mamanya.


mama juga gk tau. Jawab mamanya singkat.


Dasar bodoh!. Maki aliza dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2