Dunia Mimpi

Dunia Mimpi
Dunia Develd


__ADS_3

Hari pertama penelitian dan penjelajahan dunia Develd aku mulai, segala kegiatan aku di dunia asli telah terselesaikan dan jam menunjukan pukul 19:46 aku bergegas untuk tidur dan memasuki Develd. 1 hingga 10 menit berlalu aku mulai memasuki Develd, suasana yang begitu sunyi hanya ada suara angin yang membuat tumbuhan-tumbuhan disekeliling aku bergerak kesana kemari.


Dari setiap mimpi yang sebelumnya keadaan masih sama dan masih belum ada perbedaan, bertemu seseorangpun tidak pernah. Maka dari itu aku mengikuti jalan setapak untuk menemukan sebuah desa atau kota yang bisa menjadi tempat tinggal sementara dan mencari informasi lebih dalam. Sepanjang perjalanan tumbuhan dan langit masih sama seperti dunia asli namun setelah beberapa menit kemudian ada seseorang dari kejauhan mendekat menunggai kuda dan aku pikir dia hanya lewat saja dan berpenampilan biasa, tapi tidak ini berbeda. Dia memiliki tanduk dan bola mata berbentuk oval dan sangat tajam layaknya kucing, dengan sisik di tangan.


"dunia apa ini!!" *Gigna


Ucap aku dalam hati, rasa heran dan ketakutan menyelimuti tanpa henti. Kenapa makhluk itu selalu melihat kearah aku, apakah aku ada yang berbeda? Atau yang seperti aku hanya satu di Develd? Segala imajinasi aku bermunculan untuk mengira ngira akan kejadian dan fakta Develd ini sebelum aku melihatnya secara langsung. Otak aku bagaikan tali kusut tidak henti untuk berfikir, dan orang yang sedang menunggang kuda tersebut aku sebut 'Ular Bertanduk'.


Setelah dia sudah melewati aku dan menghilang dari pandangan aku melanjutkan perjalanan dan berusaha tidak terlalu mempikirkan hal tersebut karena akan besar kemungkinan yang lebih dari itu. Sekitar 2 sampai 3 kilometer aku berjalan aku menemukan sebuah kota, kota yang hanya dibangun menggunakan batu dan kayu saja seperti bangunan jaman dulu. Sebelum aku masuk ke pintu gerbang karena kota tersebut di kelilingi tembok besar untuk melindungi kota tersebut dari beberapa ancaman dan tiba tiba aku ditarik oleh seseorang dan dibawa paksa kesebuah tempat.


"Sini..." *Unknown

__ADS_1


"Hey...., Apa apaan ini? Berhenti!" *gigna


Ucapku, dan aku merasa mengenali dia tapi bukan dari fisik namun dari hawa keberadaannya dan juga suarannya. Aku mulai berusaha mengingat kejadian ini, yang pertama dia adalah seorang perempuan bisa benar bisa juga salah karena aku hanya melihat dari rambut dia yang panjang berwarna putih. Diawal aku kira dia adalah nenek nenek berambut putih namun tidak mungkin nenek nenek berlari secepat ini dan rambut yang masih terbilang bagus, tapi yang menjadi masalah adalah warna kulit dia. Iya warna kulit dia sangat berbeda dari dunia asli aku. Dia memiliki warna kulit hijau muda dan begitu halus, iya mungkin dia pemalas dan jarang melakukan kegiatan rumah seperti memasak menggosok dan mencuci.


Tapi tunggu sebentar seperti ada yang berbeda dari orang yang menuntun aku ini kesuatu tempat, "Kupingnya Panjang!" aku kaget bukan main dan aku mulai berfikir apakah itu kuping asli atau bukan, Ingin menarik namun aku takut salah tingkah yang ada malah dikira bodoh.


"Aduhh..." *Gigna


"Ahh..!!, Sakit..!!!" *Unknown


Aku langsung kaget sejadi jadinya akan semua hal dan kejadian yang tidak terduga. Disaat aku tarik kuping yang ternyata asli itu dia teriak dan karena aku terpesona dari suara dan mukanya, aku terdiam sejenak sambil berlari dengan kondisi mau berhenti berlari setelah aku melepas pegangan kuping asli tersebut. Karena tangan kanan aku selalu dipegangin sesaat sedang berlari aku menggunakan tangan kiri untuk memegang kuping dia. Dia menggunakan tangan kiri untuk memegang tangan kanan aku. Karena aku terkejut karena kalimat terakhirnya yang terdengar menyeramkan seperti suara waria aku langsung memukul dia dan kami berdua terjatuh ke tanah karena kaki aku tidak sengaja tersandung dengan kaki sendiri. Aku terjatuh menindih tubuh dia.

__ADS_1


"Sakit tau, udah ditarik kuping di pukul juga. Salah aku apa? Kenal aja belum" *unknown


Ucap dia perlahan sambil menahan rasa sakit atas perbuatan aku yang sangat sepontan. Ingin meminta maaf namun aku masih kaget dan bingung karena kejadian yang sangat di luar akal sehat aku ini. Aku hanya terdiam untuk beberapa saat di depan wanita yang sangat mempesona sampai ingin menghindari tatapan dia itu sangat sulit karena mata yang begitu indah dan jernih bagaikan batu Ruby.


"Hei jangan diam saja, cepat jelaskan!! Kenapa kau melakukan ini?" *Unknown


"i iya maaf aku khilaf, aku Cuma ingin memastikan kuping itu asli. Tapi tunggu sebentar! "kenal aja belum?" terus kamu ngapain tarik tarik aku untuk ke sesuatu tempat?"


Akhirnya aku meminta maaf tapi dia tadi menarik aku tanpa mengenali aku sama sekali. Sesuatu hal yang sangat menjengkelkan dan aneh, setidaknya biarkan aku bersenang senang di dunia baru ini. Semakin bertambah buruk saja yang tadinya ingin berharap dia menjadi kekasih aku, iya walaupun pikiran sekilas saja mungkin akan terjadi, tapi ini gimana mau jadi kekasih tidak kenal saja udah tarik secara paksa kenal saja belum.


"ohh maaf yaa...., aku belum memperkenalkan diri. Tapi kan kamu tidak harus begitu juga terhadap wanita seperti aku" *Unknown

__ADS_1


Tidak mungkin, tubuh aku langsung merasa semua kesalahan aku itu layaknya seseorang yang memiliki kesalahan yang sangat besar dan melupakan kesalahannya dengan spontan menuruti keinginannya. Kenapa? Itu sangat jelas karena suara dan kecantikan dia, cahaya yang bersinar kearah aku tanpa henti dan suara yang halus manja terus aku dengarkan secara baik baik untuk mendapatkan pengalaman yang terbaik juga. Mungkin tidak bisa dibilang pengalaman tapi kenangan dan pandangan pertama dari sekian tahun aku merasakannya kembali. 


__ADS_2