Dunia Mimpi

Dunia Mimpi
Love


__ADS_3

Waktu pun menunjukan sudah malam, aku lebih baik kembali ke dunia asli aku dan hampir saja aku lupa akan dunia dan kewajiban di bumi astaga. 


"liv aku ngantuk, aku mau tidur boleh?” *Gigna


“ohh boleh dong ayuk aku temenin....” *Olive


“temenin? Aku malu jangan... aku tidur diluar aja deh. Maksudnya di kursi” *Gigna


#Note : kamar nya Cuma 1 dan tidak tingkat


“ihh biarin aku gak mau kamu sakit Gig” *Olive


“udah gakpapa kok liv...” *Gigna


“pokoknya harus gak mau tau...” *Olive


Dan akhirnya karena terpaksa aku tidur bersama Olive satu ranjang, aku malu salah tingkah bingung jadi satu karena tidur sama satu perempuan dan itu cantik banget. Dan semoga aja tidak terjadi yang macem macem, aku juga mulai rebahan dikasur dan begitu juga Olive tiduran disamping aku. Dan memeluk aku astaga.


“kamu jangan peluk dong aku malu tau Liv” *Gigna


“biarin bodo, pokoknya aku gak mau lepas...” *Olive


“iyaudah deh aku nurut” *Gigna


#tiba tiba Olive mendekatkan muka nya kedepan muka Gigna langsung mencium Gigna secara Aggresive


Aku yang kaget akan perlakuannya itu hanya bisa terbawa alur keindahan dunia bersama ras elf yang begitu indah nan cantik. Sambil mengelus rambutnya dan badannya aku mencium bibir tipis nya beberapa menit bersamannya. Walaupun kami terkadang menatap bersama sama dan kembali melanjutkannya sampai setengah jam. Dan dia pun tersenyum lebar begitu senangnya.


"kamu aggresive juga ya” *Gigna


“hehehe iyaa kenapa mau lebih...” *Olive

__ADS_1


“enggak aku enggak mau...., dan itu yang terakhir aja.” *Gigna


“hah kenapa? Aku sebenernya sayang sama kamu Gig” *Olive dengan muka kecewa


“Maaf aku tidak bisa, sebaiknya kita teman saja liv” *Gigna


“gak mau, aku mau nikah sama kamu.” *Olive


#Note Olive makin tidak mau melepas pelukannya dan makin erat


“kita biasa aja ya Liv, jangan terlalu berlebihan.” *Gigna


“Gak mau pokoknya gak mau. Aku mau cium kamu lagi” *Olive


#Gigna menolak dan membuang muka nya kearah lain


“Gigna kok kenapa kamu gak mau.., katannya kamu bakal nurut” *Olive


“jangan aku mohon kamu jangan pergi Gigna....” *Olive


Dan aku hanya diam dan mencoba mengelus rambutnya untuk meredakan situasi. Aku yang kaget dengan maksudnya itu untuk nikah dan menjalin hubungan bahkan dia rela aku minta apa saja. Tapi aku berfikir ini dunia mimpi dan aku memang bisa saja meminta dan memanfaatkan dia toh ini dunia mimpi. Tapi tetap saja aku ini manusia memiliki empati yang tinggi dan dia perempuan. Aku juga hanya ingi hidup di Dunia Develd ini biasa biasa saja tanpa ada cinta yang menyelimuti kenangan mimpi ini. Aku ingin menikmati perjalanan menjadi petualang ini seperti manusia yang bebas akan berpetualang tanpa memikirkan cinta. Aku tau jika ada cinta pasti akan merasakan rasa sakit yang begitu sakit sekali dan itu realitan. Akhirnya aku tertidur diatas pelukan Olive dan berharap kembali ke Bumi.


Pagi telah tiba, dan Olive masih berada pada pelukanku. Bibir yang tipis kulit putih dan rambut putih ya memang agak tergoda namun aku harus menahan diri akan nafsu birahi yang berjolak seakan naik ini. Perlahan membangunkan ia sambil mengelus rambut atau pipinya, walaupun dia begitu manja karena tidak mau pindah atau bangun karena takut ditinggalkan aku. Aku coba untuk berbicara beberapa patah kata untuk menyakinkan dia. 


Dan aku juga ingat akan dunia asli aku, mungkin saat ini aku sedang koma karena tidak bangun bangun. Ya walaupun tidak ada yang peduli selain keluarga aku, tapi tidak apa seseorang wanita yang telah pergi meninggalkan aku di dunia asli mungkin masih khawatir atas apa yang terjadi pada aku saat ini.


#Beberapa jam berlalu


Akhirnya dengan usaha yang keras aku bisa meluluhkan dia dan bisa beraktivitas[BERAK]. Ngomong ngomong berak enak juga berak didunia ini hampir sama sih setidaknya hampir sama, iya hampir sama deh, iya deh.


#ketawaGigna Perlahan

__ADS_1


Setelah makan dan mandi. Dan maaf kami tidak mandi bersama walaupun ditawari aku menolak mentah mentah dan bangga atas perjaka aku yang awet dan masih disegel oleh kiyubi. Kami pun pergi ke perserikatan.


#selama diperjalan menuju perserikatan


“liv itu mereka ngapain pake di borgol trus kaya gembel” *Gigna


“mereka budak, dan akan bekerja keras untuk yang membeli nya dan tidak akan memberontak” *Olive


“biasannya satu budak berapa, kok aku mau satu ya” *Gigna


“ihh buat aapaa kan ada aku yang jagain kamu, 1 gold Gig “ *Olive


“ya tidak tau, mahal juga ya mending buat armor dan pedang menurut aku mah” *Gigna


#kita sampai di perserikatan dan berjalan menuju papan pemberitahuan misi


Kita sebenernya bisa melesat cepat menuju Rank D atau C. Syaratnya membunuh monster yang sesuai syarat di misi. Dan aku mengambil misi tingkat D dengan melawan monster C karena tidak sabar akan penaikan tingkat. Namun setelah itu akan sangat sulit untuk menaikkan nya karena harus berpuluh puluh baru bisa naik tinkat C apa lagi B dan A. 


“aku mau pilih misi tingkat D liv please” *Gigna


“apa kamu yakin? Apa kamu mau melawan monster?” *Olive


“aku yakin, kan ada kamu elf yang begitu manis dan cantik selalu menemani aku. Iyakan sayang? “ *Gigna sedikit paksaan demi bisa tercapai keegoisan ku.


#muka Olive memerah dan tertangkap dalam jebakan kelinci dewasa Gigna


“oh.. oh i iya sayang aku mau, apa yang gak sih buat kamu. Aku cinta kamu” *Olive


“eh e.... iya aku juga Liv” *Gigna tersipu malu karena ikut bawa perasaan


Dengan persiapan matang aku telah siap untuk pergi bersama Olive walaupun ada rasa bersalah tapi ada juga rasa tidak enak akan perjalanan ini. Aku berharap misi ini akan berjalan lancar tanpa ada masalah dan kembali selamat. Dan kenaikan tingkat dapat menaikkan ekonomi kita yang lebih baik dan aku ingin membeli budak dan aku tidak ingin menganggap budak itu ya budak namun aku ingin memberi cahaya (ilahi) kepadannya yang bisa menemani misi ku sebagai sahabat dan partner. Dan Olive hanya menunggu dirumah dan melayani aku sesampai nya dirumah. 

__ADS_1


__ADS_2