Dunia Mimpi

Dunia Mimpi
Memory


__ADS_3

Sesampai dirumah Olive membuatkan aku makanan yang terbilang spesial dan banyak sekali. Aku ragu akan menghabiskan semuannya dan aku ragu apakah bisa mencicipi rasa makanan di dunia ini. Beberapa menit pun berlalu dan makanan telah berada di depanku diatas meja.


“Silahkan dimakan Gigna” *Olive


“baiklah, terimakasih banyak Olive” *Olive


Aku mulai mencoba beberapa makanan, dan aku mulai dari makanan daging yang telah dibakar ini. Bentuk nya yang terlihat lezat dan begitu empuk aku langsung saja tidak perlu menunggu lama, mengambil piring kayu dan ubi sebagai nasi nya. Satu dua tiga suapan ke mulutku dan mulai ku rasakan, dan begitu kagetnya karena tidak ada rasannya sama sekali. Apa karena ini mimpi? Mungkin. Tapi aku tidak bisa mengatakan ini tidak enak, aku harus menghargai usaha dia yang telah membuat makanan ini.


“bagaimana Gigna? Enak, tidak ya?” *Olive dengan muka sedikit sedih


“eh e.. enak kok, enak banget sumpah gak boong deh.” *Gigna


“[maaf Olive gua boong hehe]” *HatiGigna


“assik yaudah abisin semua ya....” *Olive senyum bahagia


“aah iya si.. siap liv” *Gigna


Dan aku harus menghabiskan semua makanan yang tidak ada rasannya ini, bahkan minuman sekalipun. Aku harus berjuang dan bertahan demi hutang budi dia, dia begitu baik aku tidak rela jika menyakiti dia sedikit pun. Tapi aku bertanya tanya kenapa dia begitu baik, apakah ada masalah? Sepertinya aku harus segera bertanya dari pada makin menumpuk segala kerisauan ini. 


“Liv...,” *Gigna

__ADS_1


“iyaa kenapa Gigna? Masih laper? Aku buatin lagi ya bentar” *Olive


#menarik tangan kanan Olive saat Olive hendak pergi


“eng.. enggak..., kamu sini aja. Duduk aku mau ngomong” *Gigna


“eh ngomong apa? Kamu aggresive juga ya..., apa tentang masa depan kita?” *Olive


“iya liv... dengerin aku dulu” *Gigna


#Gigna kira dengan masa depan kita adalah akan terus bersama sebagai teman dan petualang bersama namun tidak untuk Olive 


“aku ingin bertanya disaat aku pertama kali bertemu dengan kamu itu kamu tarik aku secara paksa dan juga kamu baik banget sama aku kaya baru kenal. Apakah ada sesuatu masalah? Sampai kamu begitu baiknya?” *Gigna


#wajah Olive langsung berubah menjadi senyum yang tidak begitu ikhlas


“ehm...., ba.. baiklah akan aku ceritakan. Jadi dulu aku memiliki kekasih dan dia juga elf sama sepertiku. Aku sangat mencintai dia, tapi dia pergi menjalani misi tingkat B dan dia tingkat C. Namun ekspetasi aku yang mengira dia akan pulang tanpa goresan luka sedikitpun ternyata realitanya dia pulang hanya dengan tangannya saja, sisannya sudah hancur dimakan monster. Kau datang dan begitu mirip dengan dia. Walaupun kau manusia tapi aku nyaman dengan kamu dan jangan meninggalkan aku lagi. Kamu mengerti?” *Olive


#olive mulai meneteskan air matanya


#Gigna memeluknya 

__ADS_1


“iya yaudah udah ya cup cup jangan nangis ada aku disini” *Gigna


“apa itu cupacup? “ *Olive


“Cup cup bukan cupacup, itu sihir supaya nangisnya ilang” *Gigna


“disini tidak ada sihir” *Olive


“ohh gitu...,” *Gigna


[FUUUCCCEEEKKK, TIDAK ADA SIHIR?!] *hatigigna


#Gigna mencoba melepaskan pelukan Olive


“Aku masih mau meluk kamu jadi jangan lepas dulu Gigna” *Olive


“eehhhh.... baiklah” *Gigna 


#Gigna mulai salah tingkah dengan tingkah laku dia namun Gigna tetap menganggap itu hanya karena dia sedih bukan lebih.


Aku sudah lama tidak tau harus seperti apa di depan perempuan. Karena perempuan trakhir yang setia bersama aku dan bisa mencintai aku apa adannya dia telah tiada di dunia manapun. Ya karena kecelakaan yang sangat mencabik cabik hati aku saat itu dan membuat aku sangat frustasi akan kepergiannya yang begitu tiba tiba. Dan aku juga tidak ingin terlalu membahasnya apa lagi dengan Olive. Karena seakan dia memiliki hal yang sama dengan aku namun dengan waktu yang berbeda. Aku sudah bisa mulai melupakannya namun dia masih belum, jadi aku harus berusaha membuatnya lupa dan bisa membuat dia bahagia.

__ADS_1


__ADS_2