
selama pelajaran berlangsung arezar sama sekali tidak fokus dengan apa yang di jelaskan oleh guru di depan. pikiran nya melayang layang ntah kemana. dalam pikiran nya timbul banyak pertanyaan.
" apa yang sebenar nya terjadi, kenapa nana tidak mau menceritakan nya , kenapa nana harus berbohong, kenapa gina pun tak mau menceritakan nya, dan.... kenapa juga aku memikirkan nya " tanya rezar membuat nya kesal sendiri.
" aaaa tapi bagaimana aku sungguh penasaran, bisa bisa aku mati penasaran kalau begini " batin rezar kembali berkata.
dia seperti nya sudah memprediksi jika dia akan mati sebentar lagi sehingga dia bisa mengatakan seperti itu.
" aku harus bertemu dengan nya pulang sekolah nanti" putus rezar dan kembali fokus ke pelajaran nya meskipun masih belum bisa konsentrasi.
bel pulang pun berbunyi.
arezar menarik nana ke taman sekolah yang letak nya berada di belakang sekolah. sekarang sekolah sudah sepi semua siswa sudah pulang .
" kenapa kau tiba tiba menarik ku kesini mas " tanya nana yang bingung dengan apa yang di lakukan suami nya itu.
__ADS_1
" kan sudah ku bilang , ada yang mau aku tanyakan " jawab rezar ketus.
" kenapa tidak di rumah saja" nana bertanya. dia kesal dengan laki laki yang menyandang status sebagai suami nya ini. padahal mereka tinggal seatap tidur sekamar dan seranjang ,tapi kenapa hanya ingin menanyakan sesuatu harus kesini , apa tidak bisa di rumah saja.
" jika aku dijalan kecelakaan , lalu mati, dan aku tidak sempat menanyakan ini, apa kamu mau tanggung jawab, bisa bisa aku menjadi arwah yang selalu bergentayangan" jelas arezar.
nana jadi terkejut dengan jawaban rezar , mati , arwah gentayangan . ahh apa apaan ini . bahkan dia sudah memikirkan kalau dia akan mati secepat itu.
bukan cuma nana yang terkejut , rezar pun terkejut.
" so, apa yang mau kamu tanyakan mas " tanya nana yang mulai kesal dengan suami nya itu.
" ahh tidak lupakan saja, sekarang ayo pulang " jawab rezar yang membuat nana semakin kesal.
" yang benar saja " hanya itu yang bisa nana ucap saking kesal nya. ingin sekali dia mencaci , memarahi, membentak, mengomel tapi ntah kenapa hanya tiga kata itu yang keluar .tapi dalam hati nya dia terus mengomel semua hewan di kebun binatang di sebut kan nya hanya saja omelan nya itu tidak dapat dia keluarkan, dan hanya dia ucap kan dalam benak nya sja
__ADS_1
melihat wajah kesal nana arezar menjadi gemas sendiri, dia sadar kalau nana pasti sangat sangat kesal pada nya.
" sudah lah ayo pulang, jangan terus memarahi ku seperti itu , aku suami mu, jangan menjadi istri yang durhaka " ucap arezar tersenyum miring pada nana.
nana jadi gelagat sendiri, dia seperti seorang maling yang tertangkap basah.
" emhh aku tidak memarahi mu, aku sedari tadi hanya diam " ucap nana mengelak.
" kau kira aku tak tau, meskipun mulut mu diam tapi pikiran mu itu terus mencaci maki ku " ucap arezar lagi.
" sudah lah aku mau pulang" rezar pergi meninggalkan nana sendiri.
nana masih saja diam dan saat menyadari bahwa sekarang sudah semakin sore dia pun pergi menuju parkiran dan dia tidak melihat mobil arezar , arezar pasti sudah pulang gumam nana.
nana pun menjalankan mobil nya menuju rumah nya.
__ADS_1