Early Marriage

Early Marriage
16. will you married me


__ADS_3

sebulan telah berlalu, hubungan nana dan arezar semakin membaik, nampak benih benih cinta sudah mulai tumbuh diantara mereka. seperti hal nya malam ini, arezar mengajak nana untuk dinner berdua . nana dan arezar duduk di sebuah kursi saling berhadapan , di temani dengan lilin dan lampu kecil yang mengelilingi mereka. mereka berada di sebuah restoran ternama yang sudah di pesan oleh arezar .


arezar memilih ruangan out door. tempat yang arezar pilih di roftoop. roftoop itu sudah di hias dengan banyak bunga dan lampu. angin yang sepoi sepoi menambah kesan romantis dimalam itu. apalagi ditambah dengan nana yang menggunakan mini dress pink soft dan sepatu kets nya yang berwarna putih , rambut tergerai yang dibiarkan nya ditiup angin menambah kesan elegan nya . nana terus saja tersenyum.


mereka memulai makan nya. beberapa hidangan sudah tertata rapi di meja .


" na" panggil arezar pada nana saat mereka sudah menyelesaikan makan nya.


nana menoleh ke arah arezar, dia menatap wajah suami nya itu . begitu juga dengan arezar , nampak wajah gugup yang dikeluarkan oleh nya.


" apa mas " tanya nana , karna arezar tidak berbicara.

__ADS_1


" emhhh, na , aku mau ngomong sesuatu" ucap rezar gugup.


mendengar kata sesuatu pikiran nana langsung tertuju ke kabar yang serius. nana menatap wajah arezar. dia menunggu kata yang akan di keluarkan oleh arezar.


arezar menarik nafas panjang lalu dia hembuskan . setelah di rasa agak tenang dia pun mengambil tangan nana dan menggenggam nya. dia menatap mata nana dalam dalam.


" na , mungkin aku tidak bisa seromantis pasangan lain nya,dan mungkin ini terlambat aku ucapin, aku gak bisa buat kamu bahagia , aku juga dulu gak pernah menginginkan pernikahan ini, tapi ucapan itu sekarang aku tarik lagi na, aku , emhh aku, aku sayang sama kamu na, aku cinta sama kamu, aku gak mau pernikahan ini berakhir , aku mau sama kamu terus na , will you married me" ucap arezar menatap nana dan membuka sebuah kotak kecil yang berisi cincin, ntah sejak kapan dia mengambil kotak itu, nana tidak menyadari nya dia terfokus pada kata kata arezar saja. tanpa terasa pipinya basah akibat air mata nya. dia sangat bahagia , terlalu bahagia sampai sampai tidak bisa mengucap satu kata pun.


" na , kenapa diam " tanya arezar dengan lembut . nana tak kuasa untuk bicara, dia hanya dapat mengangguk tersenyum.


setelah adegan romantis itu mereka memutuskan untuk pulang kerumah karna jam juga sudah menunjuk kan pukul sepuluh malam.

__ADS_1


tak lama mereka sampai dirumah. arezar membuka kan pintu dan menyuruh masuk duluan. saat sudah masuk , nampak mama dan papa nana duduk di ruang tengah.


" dari mana kalian, kenapa jam segini baru pulang " tanya roki, mereka sekarang menginap dirumah orang tua arezar.


" pa , papa kayak gak pernah muda aja " ucap lili kepada suami nya itu.


" pa , aku mau tinggal dirumah sendiri sama nana , boleh kan" tanya arezar secara tiba tiba, nana sangat terkejut karna suami nya itu tidak pernah membicarakan hal itu.


" hmmm apa kamu yakin" tanya roki tak percaya.


" pa aku yakin, aku juga akan sekalian bekerja " ucap arezar.

__ADS_1


" lalu sekolah mu" tanya roki lagi


" aku akan tetap sekolah, aku akan kerja di perusahaan papa, aku akan kesana saat pulang sekolah , pa aku ingin menafkahi istri ku, aku ingin membahagiakan nya dengan uang ku sendiri" pinta arezar memohon pada papa nya itu


__ADS_2