Epiphany

Epiphany
ep.04


__ADS_3

"uhhhh...capek banget, banyak kejadian tak terduga hari ini"- tiara merebahkan badannya di tempat tidur dan mengingat kejadian hari ini


"non tiara, makan dulu non"- teriak bi wati di ruangan bawah


"ia bi sebentar, aku mau mandi dulu"-teriaknya dari dalam kamar


Tiara keluar dari dalam kamarnya dengan baju kaos warna abu-abu tua dan celana jeans se lutut, ia kemudian menyapa bi wati yang sedang membersihkan sofa.


"bi aku mau ke toko buku sebentar ya"


"baik non" jawab bi wati


Tiara mengambil mobilnya lalu pergi menuju toko buku yang sering ia datangi di kala waktu senggangnya.


selama perjalanan ia fokus menyetir dan mendengarkan lagu-lagu favoritnya dan terkadang juga ikut menyanyi. sesampainya di toko buku ia memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam toko buku.


Tiara merasa sangat senang bila ia datang ke toko buku ini, toko buku yang memiliki interior dengan nuansa klasik membuat siapa saja yang datang atau sekedar mampir disini merasa betah berlama-lama di tempat ini


"mba rak novel sebelah mana ya? "


"dari sini kakak tinggal belok ke rak paling pojok sana di sebelah rak itu khusus novel-novel lama dan juga baru" jawab petugas itu ramah


"ohh...makasi ya mba"- membalas senyum petugas itu


tiara mengikuti instruksi dari petugas toko itu, dan ia melihat-lihat tumpukkan novel dari berbagai tema tersusun rapi. tiara mengambil beberapa novel dan membaca sinopsis dari novel-novel itu sesekali juga ia melihat keadaan di sekitarnya hingga saat ia menoleh ke arah rak di sebelahnya matanya tertuju oleh sosok laki-laki yang tingginya kurang lebih 180 cm, laki-laki itu terlihat sedang membaca sebuah buku, terlihat dari raut wajahnya yang sedikit tertunduk ia nampak sangat serius membaca isi dari buku itu.


Tiara melihat sorot mata laki-laki itu dari celah di antara buku-buku yang memisahkan mereka.


kayaknya aku pernah lihat tatapan mata seperti itu, tapi dimana ya? tapi kenapa aku jadi deg-degan begini sih, padalahal aku baru pertama kali melihat laki-laki itu! berusaha mengingat apakah dia pernah melihat laki-laki yang ada di hadapannya ini


apa aku sedang mengalami de javu ya? berusaha meyakinkan dirinya


laki-laki itu berjalan menuju rak yang ada di sebelahnya, rak tempat tiara memilih novel.


saat ia ingin mengambil sebuah buku mereka saling menoleh satu sama lain, tiara begitu kaget dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ini, begitu juga laki-laki itu hanya diam mematung.

__ADS_1


"ka...kamu" masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya ini.


laki-laki itu masih diam di posisinya memandang tiara begitu lekat tanpa bersuara sedikitpun.


"ii...iini...be..benaran ka..kamu?" suara tiara terbata-bata dan tetap tidak percaya.


"apa kabar senior" sapa laki-laki itu sambil sedikit tersenyum.


mata sipitnya dan kulit kuning langsat serta rambut belah tengah ia masih sama seperti dulu- batin tiara.


"aaa....aku? ohh.. aku baik-baik saja"- berusaha menguasai dirinya kembali "bagaimana dengan dirimu?" berusaha sesantai mungkin.


"aku baik, senang bertemu denganmu hari ini senior, ternyata senior tidak banyak berubah ya"dengan nada tidak bersahabat. tiara tidak menjawab perkataan laki-laki itu dan lebih memilih meningalkan tempat itu.


" mimpi apa gue semalem, kenapa hari ini gue sial banget sih" menendang ban mobilnya


"aw..sakit "terlalu keras menendang ban mobilnya


ia kemudian masuk ke dalam mobilnya dan meningalkan parkiran toko buku itu.


sesampainya di rumah dan memasukkan mobilnya ke garasi ia berjalan menuju ke dalam kamarnya. "darimana lo?" tania yang duduk di sofa sambil menonton acara tv


"dari toko buku" sambil menaiki tangga menuju kamarnya. "tumben gak banyak basa-basi biasanya lo cerewet ke gue" teriak tania melihat langkah adiknya itu.


Tiara tidak menghiraukan ke adaan sekitarnya termasuk kakaknya yang terus mengoceh di ruang bawah. hati dan pikirannya capur aduk sampai-sampai ia melupakan tujuannya ke toko buku itu. dia adalah kevin wedarta laki-laki yang menjadi cinta pertamanya di smp dulu, tiara masih ingat betul bagaimana laki-laki itu menolaknya dan membuat dirinya merasakan patah hati hingga menangis berhari-hari.


"gue masih tetap membenci dia, bagaimana bisa setelah menolak gue dia pergi gitu aja tanpa pamit atau sekedar perduli dengan perasaan gue" air mata mulai membasahi pipinya hatinya benar-benar terasa sesak, ia terus menangis membiarkan dirinya tenggelam dalam kenangan masa lalu, hingga ia tertidur.


***


epilog


ia diam mematung menatap mata indah gadis yang berdiri di hadapannya ini, menatap serta menelusuri lekuk indah wajah gadis itu, wajah kecilnya, mata bulat serta bibir yang begitu manis saat tersenyum "kau masih terlihat sama seperti dulu senior" batin laki-laki ini.


"kaa..ka..kamu?"

__ADS_1


bagaimana kau bisa terlihat begitu menggemaskan disaat terkejut senior


"ii..ini be..beneran kamu?"


sedikit tertunduk lalu dengan cepat menatap gadis itu lagi "apa kabar senior" dengan senyum tipis di wajahnya, saya harap senior selalu bahagia batin laki-laki ini.


kevin melihat tatapan mata tiara, ada kerinduan sekaligus kebencian disana ia sangat menyadari bagaimana ia memperlakukan gadis itu dulu dan ia juga bisa menerima jika tiara membenci dirinya.


setelah pertemuan itu ia memilih meninggalkan toko dengan sebuah buku di tangannya. ia berjalan ke arah parkiran dan masuk ke dalam mobilnya " besok adalah hari yang panjang, apakah kau akan terkejut untuk yang kedua kalianya senior?" batin laki-laki itu di iringi senyum di wajahnya


****


pagi ini seperti biasa tiara bersiap-siap pergi ke sekolah, ia kemudian turun menuju ke meja makan mengambil selembar roti dan selai dan berjalan menuju ke garasi.


"non...non tiara" panggil bi wati dari dalam rumah. "kenapa bi?" jawab tiara sambil menoleh ke arah rumah " non enggak sarapan dulu" bi wati berjalan tergesa-gesa menghampiri tiara. "aku sarapan di mobil aja bi, aku berangkat ya" masuk dan menyalakan mesin mobilnya.


***


Tiara turun dari mobilnya dan menuju ke kelas, sesampainya ia di dalam kelas tiara menyapa teman-temannya ia menaruh tas dan beberapa buku yang iya bawa di dalam mejanya.


TING


Bayu new message


"ra kumpul di depan aula sekarang"


read


"Baru juga nyampek" keluh tiara, kemudian bergegas menuju aula.


sesampainya di dekat aula ia melihat seluruh anggota osis telah berbaris rapi, ia mempercepat langkahnya "lapor maaf saya terlambat" tiara kemudian mendapatkan hukuman dari kamtibsis atas keterlambatannya setalah itu ia berbaris di barisan osis inti.


"Hari ini kita akan mengadakan rapat lagi"bayu memulai pembicaraannya "Tapi yang hanya rapat hari ini adalah anggota inti saja baik dari inti osis, kamtib maupun mpk dan anggota lainnya untuk sementara ini dapat kembali ke kelas masing-masing apabila ada perintah untuk berkumpul harap segera berkumpul TANPA TERKECUALI " tegas bayu


"UNTUK SELURUHNYA BALIK KANAN BUBAR JALAN " diiringi dengan berhamburannya anggota osis.

__ADS_1


__ADS_2