
Minggu pagi ini tidak seperti minggu-minggu biasanya yang sering disambut kicauan burung dan sapaan sinar matahari pagi.Pagi ini awan gelap menutupi sinar matahari pagi yang cerah dan hangat.mungkin,ini faktor cuaca yang mulai memasuki musim penghujan dimana musim yang Adis benci,karena tubuhnya yang rentan sekali sakit disaat musim penghujan.
Adis,cewek itu sedang bersiap-siap untuk pergi ke gunung pangrango yang terletak di Bogor itu,cewek itu mengenakan baju kemerjan dengan warna kemerahan dan hitam,rambutnya dia kuncir agar terlihat lebih rapih.
Cuaca hari ini benar -benar tidak mendukung.mendung semakin gelap diatas sana,mulai menurunkan rintik air walau masih sedikit tapi pasti rintik itu semakin besar untuk beberapa jam kedepan.
Adis sama sekali tidak memperdulikan keadaan sekitar yang memang sedang hujan deras.tatapanya hanya fokus tertuju ke depan.mobil yang dikendarainya melesat dengan cepat menerjan dan melawan derasnya air langit yang turun jatuh kebumi.
Tanpa Adis sadari seorang cewek menyebrang jalan raya tanpa menengok kekanan dan kekiri hingga membuat Adis.kehilangan keseimbangannya dalam mengendarai mobil spot merah miliknya dan kehilangan kendali hingga mobil nya menabrak seorang gadis tersebut.
Ciiiiiiit
Cewek itu menekan rem mobilnya dengan sekuat tenaga,dan menegokan kepalanya ke arah belakang mobil.terlihat seorang gadis yang usianya mungkin sama dengannya tersungkur hebat ditanah.darah bercucuran di bagian kepala gadis itu.sekarang Adis benar-benar panik melihat kondisi memprihatinkan gadis yang sudah ia tabrak beberapa detik yang lalu.
Adis lebih memilih turun untuk menentang hujan dan tidak memperdulikan keadaanya nanti ketika terkena air hujan.Adis hanya berpikir bagaimana caranya untuk bisa menyelamatkan gadis tersebut.Disaat hujan deras seperti ini tidak banyak orang yang melintas di atau pun berjalan di pinggir jalan raya.hari ini rasanya jalanan begitu sepi dan sunyi,hanya ada suara derasnya air jatuh kepermukaan aspal.
"Ya ampun gimana ini!"ucap Adis panik.matanya sama sekali tidak menangkap seorangpun yang bisa diminta pertolongan olehnya.
Dirasa Adis tak mendapati seorangpun,cewek itu lebih memberanikan diri untuk di memebawa gadis yang sudah ia tabrak masuk ke dalam mobilnya dan segera membawa gadis itu kerumah sakit terdekat.
###
"Ya Allah semoga cewek itu nggak kenapa Napa?"doa Adis penuh harap.Tak lama dokter pun keluar dari pintu ruang ICU itu.
__ADS_1
"Dok gimana keadaan cewek itu dok?"tanya Adis gelisah
"Sebelumnya mohon maaf.karena kami tidak bisa menyelamatkan nyawa gadis itu"jelas dokter
Deg
Rasanya Adis benar-benar mati rasa.adis tidak menyangka kalau dirinya bakal membunuh seseorang yang tidak dia kenal.Tubunya seketika kehilangan energi,hingga memebuat Adis jatuh tergeletak diatas lantai rumah sakit yang sedikit kotor.
"Maaf.apakah anda adalah keluarga dari pasien?"tanya dokter itu.Sementara Adis sama sekali tidak bergeming diposisi ya mengacuhkan pertanyaan dokter yang kurang jelas didengarnya.
"Apa mba baik-baik saja?"tanya dokter itu lagi memastikan kondisi Adis baik-baik saja.Kali ini Adis sama sekali tidak bisa mendengar pertanyaan dokter itu, penglihatan semakin memeburan dan brukkkk Gadis itu tidak bisa menahan rasa kaku pada dirinya hingga membuatnya kehilangan kesadarannya.
"Ya ampun!"teriak dokter itu kaget melihat Adis yang pingsan"suster tolong bantu saya,tolong segera bawa gadis ini kebilik no 25"lanjut dokter menyuruh suster yang sedang berada didalam ruang ICU yang di tempati gadis yang sudah Adis tabrak barusan hingga membuat gadis itu kehilangan nyawanya.
"Dis tolo___long gue"
Dalam keadaan tidak sadar Adis dapat mendengar suara bariton yang meminta tolong kepadanya.sepertinya suara itu tidak asing bagi adis.namun,Adis tidak mengenal jelas siapa pemilik suara itu.dalam sekelebat Adis melihat satu cowok yang sedang dikelilingi oleh makhluk yang tidak enak dipandang.Ada yang tangannya hendak mencekik cowok itu,ada yang memeluknya dari belakang dengan tangan yang bercucuran darah dan jari-jari tangan yang patah.
"Dis to__tolong"ucap lnya lagi dengan suara yang sangat tidak bertenaga.
Anehnya Adis sama sekali tidak bisa menolong ataupun menjawab permintaan suara itu.mungkin karena memang kondisinya yang sedang tidak sadarkan diri.
Mungkin sekarang raga Adis sedang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit,tapi tidak dengan jiwanya yang ntah sedang berada dimana.ya,Adis sama sekali tidak mengenal tempat dimana sekarang ia berada,tempat sunyi yang penuh dengan orah aneh dan buruk rupa.
__ADS_1
Lagi Adis terus mendengar suara cowok yang meminta pertolongannya.namun,Adis sama sekali tidak melihat siapapun disana yang dapat Adis lihat hanyalah kegelapan dan kesunyian.tak sengaja manik mata kuncing milik Adis menangkap sebuah plang papan yang bertuliskan Gunung pangrango dimana tempat tujuannya sekarang.
Jiwa Adis mwlangkah mnyelusuri jalan setapak yang memang untuk satu arah.suara burung hantu dan auman srigala menghiasi kesunyian yang terjadi di gunung tersebut.
Adis takut namun dia tidak bisa kembali sekarang,Adis tidak tau bagaimana cara jiwanya kembali keraganya.apakah raganya sudah mati atau masih tetap dalam keadaan pingsan,ntahlah Adis tidak tau?Adis ingin pulang sekarang tapi tidak bisa ada sesuatu yang menahannya untuk kembali kedunia nyata.
Sekarang Adis dapat melihat langsung kejadian yang baru saja melintas dipikirannya.Adis dapat melihat jelas siapa pemilik suara bariton itu.
"Kak Riyan!"Jarit Adis kaget ketika melihat kakak kelasnya yang sudah absen 4 hari ini
Mendengar jeritan seseorang,kedua cewek yang sedang memegangi leher dan perutnya itu memutar kepalanya kebelakang tanpa diikuti dengan gerakan tubuhnya.
Menyadari kalau Adis sudah melakukab kesalahan,gadis itu segera menyembunyikan tubuh mungilnya dibalik pohon yang besar dengan semak-semak disekelilingnya.Gadis itu mengatupkan bibirnya rapat-rapat dengan kedua tangannya yang membekap mulutnya sendiri.syokk itulah yang Adis rasankan saat ini.
Kini Adis tau kenapa Riyan selama 4hari terakhir sama sekali tidak menampakan batang hidungnya.ternyata cowok itu di culik oleh hantu yang 2 Minggu ini mengikutinya.
Sedangkan Riyan yang merasa namanya dipanggil yang memang Riyan tau kali pemilik suara itu adalah adik kelasnya yang Riyan ketahui bernama Adis,riyan benar-benar berharap kalau Adis datang menolongnya dari dekapan hantu-hantu jelek yang terus saja memaksanya meminum darah.entah sudah berapa gelas darah yang Riyan minum selama disekap dan Riyan sama sekali tidak mengetahui efek sampingnya.
"Gue harus berpikir bagaimana caranya nyelametin kak riyan."ucap Adis dalam hati.tiba-tiba sekelebat ide cemerlang muncul diaotak Adis,Adis berdoa semoga idenya ini berhasil mengecoh para hantu-hantu itu.
Adis mengeluarkan 3 butir bawang putih dari saku celananya,tanpa aba-aba Adis langsung melemparkan 3siung bawang putih itu ke arah hantu yang tengah mendekap Riyan dan Adis membawa cadangan bawang putih di sakunya.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa voment 🙂