
Dikisah kali ini akan menceritakan tentang seorang gadis yang sudah berumur yang mencari pasangan halal tetapi tak kunjung dipertemukan. Hingga akhirnya gadis tersebut sempat putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya karna dia berpikir kalau jodoh nya mungkin adalah kematian.
Gadis malang yang bernama Kiren itupun berpikir sejenak disaat keputus asaan menghampirinya. Dia bertanya pada dirinya sendiri benarkah apa yang dia lakukan tersebut.
Sesaat Kiren terdiam dan merenung kemudian berkata "Ya Allah, jika jodohku sudah Engkau ambil duluan bolehkan aku menyusul"
"Begitu besar rahasia Mu mengenai jodohku, hingga engkau perlama datangnya" Kiren tak hentinya menangis.
"hikzz hikzzz Jodohku, masih diambang dua pertanyaan sulit yaitu antara berjodoh dengan kematian atau Si Dia yang Engkau takdirkan untukku ya Allah" Kiren terus menggerutu bertanya-tanya diantara dua hal itu antara kematian atau Si Dia yang ditakdirkan untuknya.
Beberapa menit kemudian...
"Sudahlah akan kujemput engkau wahai jodohku" ucap kiren sambil memanjat naik ke tangga sungai karna dia mau mengakhiri hidupnya.
Disaat Kiren mau melompat ke Sungai yang air nya deras sekali, seseorang menarik tangannya dan berkata "Jika ingin mengakhiri hidup sudahkah kamu bertanya amalan apa yang engkau persiapkan sehingga kamu begitu gampangnya mau menghadap Sang Pencifta" Tanya lelaki yang menarik tangan Kiren agar tidak lompat ke Sungai.
"Lepaskan aku, aku sudah tidak mau hidup di Dunia yang kejam ini, dan penuh dengan tanda tanya yang tak akan pernah q tau jawabnya" Jawab Kiren berteriak sambil berusaha melepaskan tangan nya dari tangan laki-laki itu.
Tapi semakin Kiren berusaha menarik tangan nya laki-laki itu semakin menarik Kiren agar tidak terjatuh ke dalam Sungai yang airnya sangat deras itu.
"Hikzz, hikzz kenapa kamu harus menolongku biarkan saja aku mati, aku sudah tidak kuat untuk menjawab pertanyaanku sendiri, dan pertanyaan tetangga, teman-teman, terutama Ibuku sendiri orang yang mengandung, melahirkan dan membesarkan ku hingga sebesar sekarang ini" Tanya Kiren sambil deraian air mata terus membasahi pipi nya yang tembem dan imut itu.
"Bersabarlah dan tenangkan dirimu sendiri terlebih dahulu, Bunuh diri adalah hal yang dibenci Allah karna mendahului takdir yang ditetapkan untuknya" Jawab lelaki tersebut berusaha menenangkan Kiren.
"Persetan dengan semua hal itu, tak ada yang bisa mengerti apa yang kurasakan saat ini" jawab Kiren kesal mendengar perkataan lelaki yang berusaha menasehatinya itu.
__ADS_1
"Allah berfirman: La yukallipullah hunafsan illa us'aha (Allah tidak akan memberi beban melebihi kemampuan umatnya), Kenapa kamu tidak percaya dengan kata-kata TuhanMu yang telah menciftakanmu" Lelaki itu berkata dengan penuh keheranan melihat wanita yang ditolongnya dan bertanya-tanya masalah apa yang sedang dihadapi wanita itu sehingga seputus asa itu???
Tetapi lelaki itu tidak mau bertanya kepada si wanita tentang masalah wanita itu karna jika dia bertanya bisa jadi wanita itu akan terus larut dalam kesedihannya.
Hingga tiba-tiba wanita itupun berkata seperti orang gila dan berteriak sekencang-kencangnya "Jodohku dimanakah dirimu?? jemput aku, aku lelah menunggumu" teriak wanita itu di depan lelaki itu yang sontak membuat lelaki itu kaget dan akhirnya lelaki itu mengetahui apa penyebab wanita tersebut mau bunuh diri.
Dalam hati lelaki itu berkata "Ternyata frustasi karna jodohnya yang tak kunjung datang menjemput" gumam lelaki itu dalam hatinya.
Wanita itupun berkata kembali "Entah kain mana yang akan dipakaikan duluan ditubuhku ini kain kapan kah, atau gaun pengantin yang indah???" tanya Kiren pada dirinya sendiri sambil mengusap air mata nya yang terus berjatuhan.
Sejenak suara pun hening Lelaki itu dan Kiren sama-sama terdiam.
Lelaki itu berkata pada Kiren "Jaga dirimu baik-baik jangan mencoba melakukan bunub diri lagi, baiklah aku harus segera pergi karna pasien menungguku dirumah sakit karna aku harus segera melakukan operasi bedah" Kata lelaki itu sambil beranjak pergi meninggalkan Kiren dengan terburu-buru.
Setelah agak jauh mobil lelaki itu melaju...
Kiren termenung meratapi dirinya yang bisa-bisa nya sampai seputus asa itu, hanya gara-gara jodohnya yang belum datang, padahal dia tau kalau jodoh, nasib, kematian sudah Allah tentukan dengan siapa, kapan dan dimana sebelum kita diciftakan ke muka bumi ini.
Lantas pantaskah kita mengelukan soal itu?
Hal sudah tertulis dilauhil mahfudz jauh sebelum kita dilahirkan kedunia dan kita telah menyanggupi hal itu ketika dalam kandungan ibu .
******
Setelah agak lama kiren duduk termenung dia pun bangkit dan beranjak meninggalkan tempat tersebut menuju ke Rumahnya yang mana orang tuanya sudah menunggunya sejak tadi di depan rumah.
__ADS_1
Kiren pun langsung memeluk Ibu nya yang sudah tua dengan rambut ubannya yang berkilau.
"Kiren, kamu kenapa nak?" tanya mamanya dengan nada lembut sambil mengusap rambut anaknya, dan terlihat dari wajahnya yang keriput sangat mengkhawatirkan anak cewek satu-satunya tersebut.
"Tidak apa-apa mah, hanya sedikit cape ajha karna abis bekerja lembur" Jawab Kiren berbohong agar mama nya tidak mengkhawatirkan keadaan dirinya yang sedang hancur-hancurnya karna pertanyaan yang sering dilontarkan padanya mengenai kapan nikah?
"Tapi kok mata mu kelihatan sembab gitu Kiren?"Tanya mama nya sambil memperhatikan mata anak perempuannya.
"Owchhh, ini mah kelilipan ma, tadi dijalan kemasukan hewan kecil-kecil itu dan Kiren kucek makanya jadi gini, kaya orang nangis gitu jadinya"Jawab Kiren berbohong lagi untuk menutupi masalah yang dihadapinya dari mamanya karna Imarin tidak mau mamanya tau kalau dia sedang sedih.
"Ya udah kalau gitu, kita masuk yok nak ganti pakaianmu kan dah dari pagi kamu pakenya, bau acem anak mama ihh" Ledek mamanya.
"Ihhh,, mama ini apaan sih? Kiren masih harum lah ma?" Sahur Kiren ke mamanya.
"Udah sana mandi deh biar bau acemnya gak nyebar ke seisi ruangan rumah" kata mamanya kembali meledaknya.
"Ya ya ya mamaku yang cantik binti endut" Kata Kiren menggoda mama nya yang mempunyai body yang gendut.
Sesaat setelah Kiren selesai mandi dia pun kembali terbayang wajah lelaki yang menolongnya dan menyadarkannya disaat keputus asaan mendengar pertanyaan ornag-orang terhadap dirinya.
Siapakah lelaki itu???
Akankah dua insan itu dipertemukan kembali dilain waktu dan menjadi pasangan halal????
Hello Readers!!
__ADS_1
Begitulah cuplikan sedikit kisah dari Kiren yang menunggu pasangan halalnya yang tak kunjung datang menjemputnya.
Yang membuat Kiren terus bertanya-tanya tentang dimana jodohnya berada kenapa begitu lama datangnya banyak kali menjalin asmara tapi tak kunjung ke pelaminan malah pengkhianatan yang sangat kejam yang diterimanya.