Episode 1

Episode 1
Episode 4


__ADS_3

Keluarga pasien pun menghampiri Dr.Erlina dan Dr.Irwandi yang baru saja keluar dari ruangan.


"Dok, gimana keadaan suami saya?" Tanya seorang wanita yang mata nya bengkak karna menangis.


"Alhamdulillah operasi berhasil mba, tapi suami mba belum boleh dijenguk dulu ya" Jawab Dr.Erlina menjelaskan kondisi pasien nya.


"Mba boleh menjenguk suami mba setelah dipindahkan ke ruang perawatan ya" titah Dr.Erlina


"Yakinlah mba, bahwa hidup dan mati seseorang ada ditangan Sang pencifta yaitu Allah S.w.t, teruslah berdoa untuk keselamatan suaminya mba" Ucap Dr. Irwandi memberikan semangat kepada istri pasien tersebut.


"Terus berdoa yah mba karna Allah Maha segala-galanya, kami berdua hanya perantara saja. Sedangkan yang maha penyembuh adalah Allah" Ucap Dr. Irwandi melanjutkan omongannya.


" Terima kasih pak dokter dan bu dokter sudah melakukan yang terbaik untuk suami saya" Ucap perempuan itu berterima kasih.


"Sama-sama mba, kami pamit dulu" Ucap Dr. Irwandi berpamitan.


"Semoga mba dan keluarga diberi ketabahan ya dalam menjalani hidup ini" Ucap Dr. Erlina sambil menepuk pundah mba-mba nya yang sedang menangis memikirkan keadaan suaminya.


Dr. Irwandi pun berjalan meninggalkan mba-mba nya disusul oleh Dr. Erlina yang berjalan disamping Dr. Irwandi.


"Irwan..." panggil Dr. Erlina


"Ya Er, ada apa?" Tanya Dr. Irwan


"Mba-mba itu masih muda banget ya, tapi sudah punya suami. Tadi saya sempat berpikir itu adeknya" Ucap Dr. Erlina


"Hemm, menikah muda itu bagus lah. Daripada harus hanyut dalam pacaran yang penuh dengan zina" Sahut Dr. Irwan


"Ya juga sih, Wan" Jawab Dr. Erlina


"Lah trus loe kenapa belum nikah-nikah juga, Wan?" Tanya Dr. Erlina.


"Hemm, belum ada yang pas ajha, Er" Jawab Dr. Irwan.


"Pemilih loe nih, Wan" sahut Dr. Erlina.


"Ya meski pemilih, Er. Karna kan istri saya nanti akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anak saya nanti. Jadi saya menginginkan wanita yang mau untuk saya bimbing bukan yang keras kepala" Ucap Dr. Irwan


"Apa kamu tak melirikku sama sekali?" Tanya Dr. Erlina dalam batinnya.


"Er, saya ke ruangan saya dulu ya. Jaga kesehatan ya Er, karna akan banyak pasien yang akan kita operasi" Ucap Dr. Irwan pamit masuk ke ruangannya.


"Pastinya. Loe juga jaga kesehatan ya!" Ucap Dr. Erlina memberikan ucapan semangat balik.


Dr. Irwandi pun berlalu menuju ke ruangan nya. Sedangkan Dr. Erlina tersdiam menatap kepergian Dr. Irwan sang pujaan hatinya itu.

__ADS_1


Dr. Erlina pun berdecak dalam hatinya.


"Irwan... Irwan... kenapa loe gak pernah peka sih terhadap perasaanku yang selama ini aku simpan" Ucap Dr. Erlina dalam hatinya.


"Dr. Erlina..." Panggil seorang anak yang tengan menuju menghampiri Dr. Erlina.


Dr. Erlina pun menghampiri anak tersebut yang tak lain adalah adiknya dokter Erlina yang paling bungsu.


"Kenapq kamu panggil kakak mu Dokter Erlina? Kenapa gak panggil kak Erlin ajha" Ucap Dr. Erlina.


Adiknya dokter Erlina pun nyengir karna memanggil kakaknya dengan embel-embel dokternya.


"Hehe sengaja ajha kak. Kan emang kakakku yang cantik ini seorang dokter" Jawab adiknya Dr. Erlina yang bernama Erland Sajagad tersebut.


"Emmm, usil adeknya kakak yang bontot nih ya!" Ucap Dr. Erlina sambil mencubit pipi adek kecilnya itu.


"Ngomong-ngomong kamu datang sama siapa?" Tanya dokter Erlina.


"Kamu gak mungkin datang sendiri kan?" Lanjut Dr. Erlina bertanya.


"Ya gak lah kak, aku datang sama Kak Erna Setiawaty yang cerewetnya MasyaAllah" Ucap Erland sambil menepuk jidatnya.


"Hahaha gitu-gitu Kak Erna sayang banget tau sama kamu dek" Ucap Dr. Erlina sambil memeluk adeknya yang masih bocil itu.


"Terus Kak Erna mana dek?" Tanya Dr. Erlina


"Ayokk kita temui kak Erna" Ajak Dr. Erlina ke adek bungsunya itu.


"Ayok Kak" Jawab Erland.


"Kak gimana sih rasanya jadi Dokter?" Tanya Erland.


"Emang kamu mau jadi dokter?" Tanya Dr. Erlina balik.


"Emm, ngga deh Kak. Kan udah ada kakak yang jadi dokter. Aku sih pengennya jadi pengusaha sukses ajha kak" Jawab Erland.


"He-em adek kakak yang manis ini ternyata pengen jadi pengusaha sukses toh" Ucap Dr. Erlina sambil mencubit pipi adeknya yang menggemaskan itu.


"Ya donk kak, kan pengusaha banyak duitnya" Jawabnya sambil tertawa.


"Betul-betul dek banyak duitnya namanya juga pengusaha sukses. Kalau gak sukses ya gak banyak duitnya" Ledek Dr. Erlina ke adek nya itu.


"Yey Kak nih. Makanya kakak doakan aku sukses ntarnya. Biar enak ajak kak keliling dunia" Ucap Erland.


Mereka pun sampai didepan ruangan dokter kandungan dan kakaknya sudah selesai memeriksakan kandungannya.

__ADS_1


"Gimana Kak hasilnya?" Tanya Dr. Erlina


"Alhamdulillah *sehat dek" Jawab Erna.


"Syukurlah* Kak, terus kenapa si bontot bisa ikut kakak?" Tanya Dr. Erlina.


"Katanya dia kangen sama kamu makanya dia ikut" Jawab Erna.


"Emang kenapa Erlin? dia bikin kamu kesel kah? " Tanya Erna.


"Ngga kok kak, malahan aku seneng ketemu si bontot" Jawab Dr. Erlina.


Sedangkan adek kecilnya itu sedang sibuk membeli es krim dan cilok didepan rumah sakit.


"Si bontot kemana tadi, Er?" Tanya Erna


"Si bontot pergi beli Es krim kak" Jawab Dr. Erlina


"Ngomong-ngomong gimana hubungan loe dengan pujaan hatimu itu?" Tanya Erna.


"Hemm masih seperti biasanya Kak. Kami hanya sahabatan saja dan partner kerja" Jawab Dr. Erlina lemes.


"Mungkin dia udah ada pujaan hati, Er" Ucap Erna membuat panas adeknya.


"Dia gak pacaran lah kak, dia kan Alim" Jawab Dr. Erlina.


"Tapi dia pernah Kakak liat duduk bersama dengan seorang gadis loh di restaurant Cinta kasih" Jelas Erna ke Erlina.


"Owchhh ya masa sih kak?" Tanya Dr. Erlina penasaran dan kaget mendengar pernyataan kakak nya itu.


" Ya tau. Kakak waktu itu sedang makan malam sama Mas. Imran dan tak sengaja melihat Dr. Irwan disana" Ucap Erna memberitahu Dr. Erlina.


Dr. Erlina pun yang mendengar berita itu dari Kak Erna merasa cemburu dan bertanya-tanya dalam batinnya.


"Masa ya sih Dr. Irwan pacaran?? Padahal selama ini dia bilang gak mau pacaran" Ucap Dr. Erlina dalam batinnya.


"Tapi kalau bukan pacarnya, terus siapanya ya?" Tanya Dr. Erlina dalam batinnya.


"Er... Jangan ngelamun loe" Panggil Erna kakaknya Erlina membuyarkan lamunan adeknya itu.


"Idichh kakak ini bikin kaget ajha. Udah gitu bawa info gak bagus banget lagi untuk didengar" Ucap Dr. Erlina agak kesel dengan info yang dibawa sama kakaknya itu karna membuat mutnya hilang seketika.


Bersambung...


Hello readerr, nantikan kelanjutannya di episode berikutnya ya.

__ADS_1


Jangan Lupa like, coment, Favorite dan Vote nya ya untuk mendukung penulis terus berkarya..


__ADS_2