Episode 1

Episode 1
Episode 2


__ADS_3

Disisi lain laki-laki yang menolong kiren tersebut sedang fokus melakukan operasi bedah nya untuk menyelamatkan pasien nya.


Dokter tersebut keringat dingin karna pasien nya yang mengalami pendarahan disaat operasi dilakukan.


Dokter itu pun meminta segera melakukan sesuatu hal untuk memberhentikan agar pasien tidak mengalami pendarahan.


*****


Setelah satu jam lebih melakukan tindakan operasi. Operasi nya pun sukses meski mengeluarkan banyak keringat dan sempat panik karna pasien yang mengalami pendarahan.


Tapi Alhamdulillah operasi nya berhasil. Yang membuat keluarga pasien senang mendengar berita tersebut meski awalnya keluarga pasien sangat panik karna takut anak nya tidak dapat di selamatkan.


"Dok, gimana keadaan anak saya?" Tanya seorang Ibu yang penuh dengan air mata karna mengkhawatirkan keadaan anak nya.


Disaat operasi berlangsung ibu itu pun tak henti-henti nya berdoa untuk keselamatan putri semata wayang nya itu.


Ibu itu mempunyai beberapa anak, tapi dia hanya mempunyai satu anak perempuan. Maka nya dia akan sangat sangat sedih dan terpukul jika harus kehilangan putri satu-satu nya.


Dokter melihat ibu itu menangis dia ajdi teringat kisah lama nya disaat adek nya di bawa ke rumah sakit, Tapi nyawa nya tak tertolong karna telat ditangani.


Karna itulah yang membuat nya bertekad untjk menjadi dokter. Supaya bisa membantu orang-orang yang memerlukan bantuan nya.


Yang mana saat itu dia tidak diperdulikan oleh orang-orang saat membawa adek nya ke rumah sakit. Karna setatus nya yang saat itu begitu miskin.


"Dok, gimana keadaan anak saya?" Tanya Ibu itu membuyarkan lamunan pak dokter yang mengingat masa lalu pahitnya.


"Alhamdulillah anak ibu sudah membaik, tapi mohon maaf kalau mau menunggu cukup beberapa orang ajha dulu. Tidak usah banyak-banyak supaya pasien tidak terganggu" Dokter meyarankan hal itu utk kebaikan pasien.


"Baik pak dokter, Biar saya sama ayah nya saja yang masuk. Kalian semua tunggu diluar ya!" Perintah Ibu kepada anak-anak nya yang cowok.


"Terima kasih pak dokter" Ucap Ibu sambil menunduk kepada dokter yang berdiri di hadapan nya itu.


Ibu itu terlihat senang sekali karna mengetahui operasi anak nhmya berhasil. Pak Dokter pun merasa puas karna bisa melihat sang ibu tersenyum lagi.


Yang mana sedari tadi saat anak nya masuk ruang operasi. Ibu itu tak henti-henti nya menangis dan mendoakan anak nya agar selamat.


Karna biar bagaimana pun dokter hanya perantara. Sedangkan sang Maha kehidupan adalah Allah Swt. Yang telah menciftakan manusia dengan sebaik-baik rupa dengan yang lainnya.


Dan sang ibu percaya akan hal itu, bahwa yang maha segala nya lah tempat kita meminta segala hal nya.

__ADS_1


*****


Ibu itu pun masuk ke ruangan anak nya menggunakan baju pengaman seperti yang digunakan oleh dokter.


Ibu itu pun berbisik ke telinga anak nya " Kamu harus kuat nak, jangan tinggalin ibu"


Tangan anak nya pun bergerak dan mata nya ikut bergerak seakan dia mau membuka mata nya.


Tetapi dia agak kesulitan untuk membuka mata nya.


Ibu nya kembali membisikkan " Pelan-pelan nak buka mata nya, kalau sakit tidak udah dibuka saja"


*****


Pak dokter berjalan menuju ruangan nya dan tak sengaja bertemu dengan Bu Dokter Erlina.


"Ehh pak dokter, mau kemana?" Tanya Bu dokter Erlina.


"Biasa lah abis dari ruangan operasi, Er?" Sahut pak dokter yang bernama Irwandi.


"Operasi besar kah wan?" Tanya Erlina lagi.


"Tapi ya lumayan menguras keringat karna pasien nya tadi sempat pendarahan" Lanjut Irwandi memberitahu Erlina.


"Astagfirullah, memang yah kita Wan dituntun untuk selalu kuat dan tidak panik gimana pun kondisi pasien" Ucap Erlina.


"Ya begitulah kodrat kita sebagai seorang dokter bedah erlina, intinya ya kita tetap profesional ajha dalam mengemban tugas mulia ini" Sahut Dokter Irwandi yang biasa di panggil Wan.


*****


Ditengah kesibukannya Irwandi sebagai seorang dokter bedah, dia tak pernah lupa kepada sang maha penciftanya.


Yang mana ketika adzan tiba dia selalu menyempatkan diri nya untuk ke masjid selagi dia sedang tidak berada di ruang operasi.


Dr. Irwandi terkenal sebagai dokter yang penyabar, santun, baik hati dan sholeh. Makanya tak heran banyak para dokter wanita yang suka kepada nya.


Bahkan para perawat yang kebanyakan masih gadis juga terpikat oleh ketampanan Dr. Irwandi. Selain tampan aura kesholehan nya juga membuat para cewek klepek-klepek pada diri nya.


Tak kecuali Dr. Erlina yang dianggap sahabat oleh Dr. Irwandi juga menaruh hati pada nya.

__ADS_1


Dr. Irwandi sendiri belum terpikir untuk segera mencari pendamping karna diri nya masih fokus untuk membantu para pasien nya.


Karna bagi nya keselamatan pasien nya adalah nomor satu disaat diri nya sedang bertugas.


*****


Disana Kiren tak henti nya membayangkan ketampanan orang yang menolong nya. Kiren seakan terhipnotis disaat ditolong oleh dokter tampan itu.


Padahal saat itu dia sangat frustasi mendengar pertanyaan orang-orang di sekitar nya tentang kapan nikah??


Tapi setelah ditolong pak dokter dia jadi sadar kalau Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan umat nya.


Begitulah yang dikatakan pak dokter kepada Kiren disaat menyelamatkan nyawa Kiren yang pada saat itu hendak bunuh diri.


Kiren sendiri saat ini bertekad untuk merubah diri nya menjadi lebih baik. Agar kuat menghadapi hinaan orang dan pertanyaan orang-orang yang membuat nya frustasi dan hampir bunuh diri.


*****


Pak Dr. Irwandi pun disaat duduk termenung di ruangan nya dia teringat wajah gadis yang di tolong nya itu.


Dia tak habis pikir kok ada gadis yang sefrustasi cewek tersebut hanya gara-gara dia belum nikah.


"Padahal kan jodoh itu di tangan Allah. Kenapa ingin mengakhiri hidup hanya untuk sesuatu yang sudah Allah tetapkan sebelum kita diciftakan" Ucap Dr. Irwandi dalam batin nya.


"Semoga saja lah tuh cewek gak loncat lagi setelah aku tinggalin" Ucap Dr. Irwandi dalam batin nya sambil senyum-senyum.


*****


Tiba-tiba dari luar ada orang mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Dr. Irwandi pun mempersilahkan orang tersebut masuk yang tak lain adalah suster Eni. Dia ingin menyampaikan kalau pasien no.9 butuh tindakan cepat.


Dr. Irwandi pun segera ke pasien no.9. Dan langsung memberi arahan ke suster untuk segera membawa pasien ke ruangan operasi. Karna akan segera dilakukan operasi sumsum tulang belakang.


Yang mana pada saat itu salah satu dari keluarga pasien bersedia mendonorkan sum sum tulang belakang nya dan kebetulan cocok dengan pasien.


Maka dari itu Dr.Irwandi segera melakukan operasi pada pasien tersebut. Karna dikhawatirkan kondisi nya akan semakin memburuk kalau tidak segera dilakukan operasi.


Keluarga pasien pun panik karna sang bapak akan segera dioperasi. Keluarga khawatir kalau operasi nya tidak berhasil.


Keluarga pun menunggu di depan ruang operasi dengan penuh kekhawatir.

__ADS_1


__ADS_2