Episode 1

Episode 1
Episode 5


__ADS_3

"Wishhh ada yang lagi cemburu nih" Ledek Erna kakaknya Dr. Erlina.


"Kak tau sendiri kalau aku mencintai dirinya, tapi dia tak pernah sadar itu" Ucap Dr. Erlina sambil menghela nafasnya panjang.


" Coba kamu ajha yang maju kedepan, jangan menunggu dia" Ucap Erna memberi semangat adeknya untuk menyatakan perasaannya ke Dr. Irwandi.


"Pernah aku ingin menyatakan perasaanku, tapi terhalang oleh perkataan dia yang mengatakan kalau dia tak ingin menjalin hubungan dengan cwek manapun sebelum halal" Jelas Dr. Erlina ke Kak Erna.


"hemm.. Susah juga ya, Er. Untuk menaklukkan pria yang satu itu" Ucap Erna sambil menghela nafasnya panjang.


"Kalau begitu kamu ajak ajha dia menikah langsung, Er. Bukankah agama kita membolehkan seorang wanita meminta untik dinikahi layaknya Ibunda kita Siti Khadijah yang melamar baginda Rasulullah s.a.w" Ucap Erna menyuruh adeknya untuk lebih menyerang agar Dr. Irwandi menjadi milik adeknya.


"Sayangnya aku bukan Siti Khadijah, aku hanyalah Dr. Erlina yang memendam rasa layaknya Fatimatuzzahra putri dari Rasulullah dan Siti Khadijah, yang memendam cintanya sampai dengan halal" Sahut Dr. Erlina.


"Kalau begitu cobalah kamu ikuti Zulaikha, yang mana ketika dia mengejar cintanya Nabi Yusuf A.S, Nabi Yusuf menjauh darinya tetapi ketika Zulaikha mengejar cintanya Allah, Nabi Yusuf pun didekatkan oleh Allah kepada Zulaikha" Ucap Dr. Erlina menjelaskan tentang cintanya Nabi Yusuf bersama Zulaikha.


" Biarlah kuminta dia lewat jalur langit kak, kalaupun ada yang menikung doaku. InsyaAllah Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik" Sahut Dr. Erlina meyakinkan dirinya sendiri kalau tidak ada yang tak mungkin jika Allah mengatakan Kun Fayakun.


"Hemm, terserahmu lah dek. Mana yang terbaik menurutmu saja. Kak akan selalu mendukung setiap keputusanmu" Ucap Erna.


Setelah beberapa saat mengobrol Erna pun pamit ke Dr. Erlina untuk balik ke rumah karna takutnya suaminya sudah pulang dari kantor.


"Ya udah, Er. Kak pamit pulang dulu ya! tetap jaga kesehatanmu ya dek!" Pesan Erna ke adeknya.


Ernapun melirik ke arah erland yang masih asyik menikmati es krim dan cilok yang dja beli lagi, lagi dan lagi.


"Dek, ayok balik udah sore loh ne" Ajak Erna ke adek bungsunya itu.


"Ya kakak" Sahut Erland


Dia yang duduknya masih didepan es krim berlari menghampiri kakakknya yang memanggilnya.


"Ayok dek kita pulang ke rumah. Salam dulu sama Kak Erlinanya" titah Erna keadek bungsunya itu yang sangat mereka berdua sayangi.


"Kak Erlin, Erland pamit pulang dulu ya. Kakak jaga kesehatan baik-baik disini. Kalau ada yang jahatin kakak kasih tau Erland ya biar Erland pukul mereka karna sudah berani mengganggu kakak Erland yang baik hati ini" Ucap Erland sok jagoan dan berpamitan ke kakaknya.


"Emm, adek kakak emang superheronya kakak" Puji Dr. Erlina ke adek bungsunya itu.


"Ya dah Kak. Aku balik dulu ya!" Erland berpamitan ke Erlina sambil mencium tangan kakaknya itu.

__ADS_1


" Ya dah, Erlin. Kakak balik ya, bye" Ucap Erna berpamitan.


"Jaga adek bungsu kita baik-baik kak, kalau nakal cubit ajha dia" Ucap Dr. Erlina becandain adeknya yang usil itu.


*****


Disisi lain Kiren sedang asyik membuat puisi romantis untuk sang pujaan hatinya, siapa lagi kalau bukan Dr. Irwandi yang telah membuatnya jatuh cinta kembali setelah beberap hari lalu hendak mengakhiri hidupnya.


Tapi Dr. Irwandi datang bagai pahlawan untuk menolong Kiren dari keterpurukannya itu. Hingga karna kata-kata yang terucap dari lisan Dr. Irwandi membuat Kiren luluh.


"Dr. Jutek aku akan menaklukkanmu" Ucap Kiren.


Tiba-tiba Ibunya Kiren masuk kekamar Kiren dan mendengarkan perkataan anaknya yang mengatakan Dr. Jutek.


"He-em siapa tuh Dr. Juteknya?" Tanya Ibunya Kiren meledek anaknya itu.


"Ada deh, Bu. Masih rahasia dulu antara aku dan sang pencifta. Karna yang ini agak susah buat naklukinnya. Jadi meski lewat dua jalur, Bu" Ucap Kiren sambil malu-malu karna Ibunya mendengar apa yang dia ucapkan.


"Untung aku tidak mengucapkan hal-hal yang aneh-aneh tadi" Ucap Kiren dalam batinnya sambil menepuk jidatnya sendiri dengan pelan.


"Kirenn... Kirenn kamu memang anak Ibu yang penuh dengan rahasia dan slalu membuat ibu penuh dengan tanda tanya?" Sahut Ibunya Kiren heran dengan tingkah anaknya itu.


Yang mana Kiren terkadang bahagia dan terkadang juga tiba-tiba matanya bengkak. Tanpa Ibunya tau apa penyebab dua hal itu terjadi karna Kiren sendiri enggan untuk bercerita.


Kirenpun melanjutkan menulis puisi indah untuk menaklukkan hati Dr. Irwandi.


Bunyi puisinya adalah...


...Sungguh aku tersiksa, terpaku sendu...


...Kapan rindu ini akan usai?...


...Kapan jiwa ini akan bersua?...


...Lantas kapan hati ini akan seia sekata?...


...Fabiayyi ala irabbikuma tukazziban...


...(Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?)...

__ADS_1


...Allahhumma salli ala sayyidina Muhammad ...


...Wa'ala ali sayyida Muhammad ...


...**Aku shalawatin kamu dulu ya, agar Allah memudahkan jalan untukmu melamarku...


By; Kiren**


Begitulah bunyi surat yang akan Kiren kirimkan untuk dokter pujaan hatinya itu. Kiren merasa tertantang untuk menaklukkan dokter yang menolong serta mengejeknya itu.


Selesai menulis suratnya dan memasukkannya ke dalam amplop. Kiren pun menyuruh salah satu pelayannya untuk mengantar surat tersebut ke Dr. Irwandi.


Sebenarnya dia bisa saja memberikan surat itu dengan tangan nya sendiri ke dokter Irwandi. Tapi Kiren malu untuk melakukan hal itu karna pasti dokter itu akan mengejeknya habis-habisan karna waktu itu dia sempat frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya.


Pelayan itupun menerima surat yang diberikan oleh Kiren. Kemudian pelayan itu bergegas ke rumah sakit untuk mengantarkan surat yang diberikan Kiren kepada Dr. Irwandi.


Sedangkan Kiren sendiri masih sibuk menghayal gimana jika dia bersanding dengan sang dokter pujaan hatinya nanti.


"Emmm... dokter idaman" gumam Kiren sambil menutup wajahnya dengan bantal.


"Semoga ajha deh dia membalas perasaanku ini" Ucap Kiren dalam batinnya.


Kruk... krukk


Perut Kiren berbunyi karna dia sejak tadi belum makan karna memikirkan kata-kata terbaik yang harus dia tulis untuk sang dokter pujaan hatinya itu.


Kiren pun pergi mencari makan ke dapur. Kiren pun mengambil nasi dan beberapa lauk ikan kesukaannya.


Kiren menyantap makanan yang dia ambil dengan lahapnya. Dan sejenak berhenti memikirkan dokter pujaaan hatinya itu.


Saking laparnya selesai makan Kiren mengambil beberap snack untuk cemilannya di kamar nanti.


Selesai makan Kiren balik ke kamarnya dengan membawa beberap snack yang dia ambil dari dalam kulkasnya.


Tiba-tiba ada suara aneh yang terdengar dari suara kamar Ibunya.


Bersambung...


Hello Readerss..

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya...


Happy Reading....


__ADS_2