Eriena Bellatrix : Fantasy World

Eriena Bellatrix : Fantasy World
Episod 1 : Ibu dan ayah baru


__ADS_3

Eriena membuka matanya. Dia memegang kepalanya. Kepalanya terasa sakit. Semuanya berpusing.


Setelah beberapa saat, dia bisa melihat dengan jelas. Ianya membuatnya terkejut. Semuanya berwarna putih.


Eriena sontak berdiri. Dia melihat sekeliling. Tiada langit, tiada tanah semuanya hanya putih. Eriena berlari dan menjerit berharap ada sebuah penjelasan.


"HALLO! ADA SESIAPA DISINI? INI DIMANA?". Berkali-kali menjerit namun tidak ada respon. Tempat ini kosong tanpa makhluk hidup. Dia sedikit frustasi dengan situasi itu.


Bagaikan harapan, di kejauhan Eriena melihat sebuah cahaya merah. Dengan pantas Eriena berlari menuju cahaya itu.


'Apa itu jalan keluar? Apa ada sesuatu disana?' batin Eriena. Dia menambahkan kelajuan dalam lariannya. Matanya tertumpu pada cahaya itu.


Cahaya itu semakin menjelas. Ianya Sekuntum Bunga Mawar yang dilindungi bekas kaca.



Bunga itu memancarkan aura suci. Eriena tidak dapat mengawal tangannya. Tanpa sedar dia menyentuh kaca tersebut.


Menerima sentuhan Eriena, kaca itu pecah dan menjadi cahaya-cahaya kecil dan terapung di udara.


Eriena mengambil mawar tersebut dan mengenggamnya erat. Muncul Aurora dilangit. Tempat itu mulai berwarna.


Bentuk-bentuk bumi mulai kelihatan. Muncul tumbuh-tumbuhan berwarna-warni sekeliling Eriena. Eriena terdiam takjub dengan pemandangan dihadapannya. Pemandangan nya sangat indah.


"Sayang" muncul suara di belakang Eriena. Suaranya sangat halus dan cara penuturannya sangat lembut.


Eriena sontak menoleh ke belakang. Dia melihat sepasang pasangan sedang berdiri dihadapannya. Muka pasangan itu tidak jelas.


Mereka sedang menggendong seorang bayi. Dia menggendong bayi itu dengan penuh kasih sayang. Tatapan pasangan itu sangat bahagia dengan kasih sayang yang mendalam ke arah bayi itu.


Eriena keliru dengan apa yang terjadi. "Maaf?". Eriena tidak mendapat respon dari pasangan itu. Pasangan itu memerlakukannya seakan halimunan .


Eriena menggerakkan tangannya di depan wajah pasangan itu. Namun tidak direspon. Banyak dugaan muncul di kepalanya. Untuk membuktikan dugaannya, Eriena mencuba memegang tangan wanita tersebut.


Benar dugaannya, tangannya tembus. Keluarga dihadapannya ini hanyalah ilusi. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang sempurna. Semuanya sangat harmonis. Wajah pria itu menjadi sedih.


"Kita harus berpisah darinya... " kata pria tersebut. Jelas kesedihan di matanya.


Wanita itu memandang pria itu dengan sedih. Matanya mula mengeluarkan air. "Apa kita harus..."


"Kita tiada pilihan lain" kata pria itu sambil mencium dahi isterinya. Air matanya turut mengalir.


'Apa yang terjadi?' batin Eriena. Mereka ingin meninggalkan bayi ini? Eriena mendekat ke mereka dan memerhatikan wajah bayi itu.


Kulitnya seputih salju. Rambut perangnya memancarkan sinar mentari. Mata birunya seperti permata berharga. Bentuk muka yang sempurna. Sebuah keajaiban tuhan.


'Mengapa mereka ingin meninggalkan bayi ini jika mereka menyayangi nya?' batin Eriena. Eriena mencuba menyentuh bayi itu. Tangannya menembus bayi itu.


Namun tanpa diduga, bayi itu mengeluarkan cahaya emas. Cahaya itu sangat terang. Eriena menutup matanya dan menjauh.


Kepalanya mendadak sakit. Dia memegang kepalanya dan membuka matanya. Dia melihat pasangan itu mulai memudar. Sama juga dengan pemandangan sekelilingnya, semuanya memudar.


Pandangan Eriena mulai kabur, semuanya berpusing. Eriena akhirnya rebah ditanah.


...----------------...



Daun-daun berguguran. Angin bertiup lembut. Seorang bayi kecil sedang berbaring di atas daun-daun yang berguguran.


Bayi itu membuka matanya.


Eriena membuka matanya. Cahaya matahari memasuki matanya. Setelah beberapa saat, Eriena melihat dengan jelas.


Pemandangan yang dilihatnya adalah daun-daum yang berguguran. Eriena menjadi bingung.


"Uek... Uek..." [Dimana aku?]


•••


'Apa yang terjadi? Kenapa ada suara bayi? Apa itu suaraku?' Eriena menjadi takut sendiri mendengar suara bayi itu. 'Apa aku harus mencubanya sekali lagi?'


"Uek... uek... uek..." [Hallo, siapa disana? Apa ini memang suaraku?]


'Aku tidak menangis. Dimana asalnya suara bayi ini? Apa suaraku diubah menjadi suara bayi?' batin Eriena.


Dia mengangkat tangannya ingin memegang mulutnya. Namun ianya terhenti saat Eriena melihat tangannya. Situasi gila apa ini? Tanganku menjadi kecil seperti bayi!


Dia menggerak-gerakkan tangannya di udara memastikan tangan kecil bayi itu tangannya. Dia tidak bisa menyangkalnya, itu memang tanggannya.


Dia mencuba pula menggerakkan kakinya ke atas. Dengan susah payah dia mengangkat kakinya. Kakinya juga menjadi kecil.

__ADS_1


"Sebentar, tangan kecil, kaki kecil, suara bayi, apa aku reinkarnasi? Tapi aku kan belum mati?' pelbagai dugaan muncul di fikirannya.


'Apa orang itu membunuhku? Tapi kalau aku bereinkarnasi, mengapa aku masih memiliki ingatanku? Apa dewa sengaja atau ianya kecelakaan?' Eriena benar-benar dibuat pusing dengan kejadian yang terjadi. Dia menutup matanya mencuba mencerna apa yang terjadi.


Diaaat Eriena bergelut dengan pikirannya. Sebuah langkah kaki mendekat. Eriena membuka matanya mencuba melihat siapa.


Eriena melihat seorang wanita dengan rambut coklet yang indah. Dia mempunyai mata biru yang jernih sejernih lautan. Muka yang manis dan senyuman yang lembut.


Wanita itu mendekat kearah Eriena. Eriena sedikit cemas apabila wanita itu mendekat. Dia sekarang menjadi bayi, dia tidak mampu melawan wanita itu.


Wanita itu berlutut ditanah dan mengangkat Eriena. Eriena merasa dirinya diangkat. Dia sangat terkejut dan sedikit takut.


Tanpa sedar dia mengeluarkan suara. "Uek... uek... uek... "


Dia mencuba untuk memberontak namun itu sia-sia, ini bukan tubuhnya yang dulu. Dia didekap dan diletakkan dibahu.


Wanita itu mengusap belakangnya dan mencuba menenangkannya. Eriena mengerutkan dahinya. Dia sedikit jengkel. 'Apa kau fikir aku bayi 3 bulan untuk kau perlakukan begini?'


'Sebentar bukankah aku memang bayi saat ini'. Memikirkan fakta tersebut Eriena mula meraung. Dia tidak ingin menjadi bayi.


"Uek... uek... uek...". Eriena menangis meratapi nasibnya.Tanpa sedar air matanya mengalir. 'Wahai dewa, jika kau ingin mereinkarnasikan ku, padamlah ingatanku'


Wanita itu terkejut melihat Eriena yang meraung. Caranya tidak berkesan. "Mungkin kamu lapar"


Wanita itu memberi minum Eriena asinya dan duduk di rerumputan. Eriena yang diperlakukan seperti itu menjadi kaget. 'Apa dia memberiku asinya? Aku tidak pernah diberi asi kecuali semasa aku masih kecil'


Eriena menjadi salah tingkah. Namun wanita itu hanya bersikap biasa bahkan terlihat sedikit gembira. Mungkin kerana dia berfikir itu normal bagi seorang bayi menyusu. Tapi bagi Eriena yang mempunyai pemikiran gadis 21 tahun itu sangat memalukan.


Eriena tidak bisa menolak kerana perbezaan kekuatan yang ketara. Namun tiba-tiba perutnya berbunyi membuatkan wanita itu ketawa.


Wanita itu mencubit pipi Eriena yang tembam. Eriena menjadi malu. Akhirnya Eriena meminum asi wanita itu. 'Tidak apa-apa bukan. Toh aku juga sekarang adalah bayi'


Setelah kenyang Eriena dibawa wanita itu ke sebuah tempat. Disana ada sebuah rumah kayu sederhana. Ada banyak bunga disekeliling rumah itu.


Wanita itu membawa Eriena masuk. Eriena kagum dengan susun atur rumah itu. Rumah itu sederhana namun terkesan nyaman. Sangat selesa untuk ditinggali.


Wanita itu membawaku ke taman belakang rumah. Aku melihat sebuah kerusi meja. Disana duduk seorang pria.


Jikalau sang wanita cantik, pria dihadapannya tampan. Wajah pria tersebut sangat tampan ditambahi tubuhnya yang tegap. Ianya sangat sempurna.


Mata yang tajam, hidung yang mancung, alis yang tebal, bentuk muka yang sempurna ditambah dengan rambutnya yang putih. Aku dapat meneka, itu pasti suaminya.


Wanita itu duduk dihadapan pria itu. Dia tersenyum manis. "Sayang, bolehkah kita menjaga bayi ini" kata wanita itu kepada pria fihadapannya.


Pria itu memandangku tajam. Entah mengapa aku sedikit takut dengan tatapan pria itu. Tanpa aku sedari, aku memeluk wanita itu dengan kuat.


Pria itu tertawa kecil melihat tingkah lucuku. Sementara sang wanita hanya tersenyum melihat tingkahku. Melihat pria itu menertawaiku aku menjadi sangat malu dengan sikapku.


"Dimana sayang menjumpainya?" tanga pria itu.


"Aku menjumpainya di atas rerumputan. Nampaknya dia baru lahir" kata wanita itu.


"Apa dia ditinggalkan ibunya?" tanya pria itu lagi.


"Nampaknya seperti itu" kata wanita itu.


'Ibu bapaku membuangku?' Eriena sangat sedih dengan fakta ini. Walaupun kehidupan ini, dia tetap tidak bisa bersama keluarga kandungnya.


Disaat aku dihanyutkan kesedihan, pria itu mengambilku dari istrinya dan menggendong ku. "Baiklah, mari kita menjaganya" kata pria itu sambil tersenyum ke arahku.


"Benarkah?" tanya wanita itu sambil memegang tangan suaminya.


"Benar sayang" kata pria itu lembut. Mendengar itu sang wanita sangat gembira. Jelas kegembiraan diwajahnya.


Pria itu memandangku. "Mari kita berkenalan. Namaku Alex Xeftieer Lavire dan ini istriku Reviana Roselle Lavire. Mulai hari ini kami adalah orang tuamu" kata Alex lembut.


"Mulai sekarang aku adalah ibumu dan ini adalah ayahmu" kata Reviana.


Eriena sedikit tersentuh dengan perkataan Alex dan Reviana. Dia tidak pernah diperlakukan tulus seperti ini.


"Bagaimana dengan namanya?" tanya Alex.


"Bagaimana jika 'Eriena Bellatrix Lavire'? Bukankah itu terkesan anggun?" tanya Reviana. Dia merasa nama itu cocok dengan sosok Eriena.


"Kau benar, itu sesuai dengannya. Mulai hari ini namamu Eriena Bellatrix Lavire" kata Alex sambil mencubit pipi Eriena.


Eriena hanya tersenyum. 'Eriena Bellatrix Lavire dan Eriena Bellatrix Xaviere? Nampaknya aku sudah ditakdirkan dengan nama itu'


Alex dan Reviana berbual panjang ditaman. Pelbagai kisah mereka ceritakan. Terkadang mereka juga mencubit pipi Eriena kerana geram.


Kini sudah malam. Alex dan Reviana membawaku masuk dan berehat. Jujur sahaja, menjadi bayi sangat melelahkan. Aku bahkan tidak bergerak, mengapa rasanya sangat penat.

__ADS_1


Semasa berada ditaman, aku mendengar perbulan Alex dan Reviana. Mereka berdua telah menikah selama setahun. Mereka dikurnai seorang anak perempuan beberapa bulan setelah berkahwin.


Namun sayang, anak itu gugur semasa berada di dalam kandungan kerana sebuah kecelakaan yang menimpa Reviana. Mereka sangat sedih akan hal itu.


Beberapa hari kemudian atau hari ini, Reviana berjalan ditaman untuk menghilangkan rasa sedihnya ketika itu dia mendengar suara tangisan bayi. Dia berjalan mengikut suara tersebut dan menjumpai ku. Kemudian mereka mengambilku menjadi anak mereka seperti yang terjadi tadi.


Pakaianku kini telah disalin oleh Reviana. Jujur saja, aku sedikit malu dengan perlakuan tersebut namun aku tidak bisa menolak memikirkan aku adalah seorang bayi saat ini.


Kami makan malam atau lebih tepatnya Alex dan Reviana kerana aku masih belum bisa makan. Setelah selesai makan, aku dibawa oleh Reviana ke dalam bilik. Aku diletakkan di atas kasur.


"Eriena kamu duduk disini sebentar, ibu ingin mengambil sesuatu" kata Reviana dan pergi meninggalkan Eriena berseorangan di dalam bilik.


Aku melihat ke atas. 'Aku benar-benar sudah bereinkarnasi. Apa aku harus mencari jalan pulang? Tetapi jika aku bereinkarnasi tentu saja aku sudah mati tidak mungkin aku pulang'


Eriena merenungkan semua kejadian yang pernah berlaku dalam hidupnya. Setelah semua yang terjadi apa ini akhirnya? Atau ini permulaan yang berlaku.


'Mereka melayanku dengan baik. Mungkin kehidupan ini akan leboh baik. Mungkin aku akan bahagia. Kehidupanku sebelumnya juga tidak... baik'


Eriena tersenyum semangat. 'Mungkin ini saatnya utnuk kehidupan yang baru. Mungkin tuhan masih menyayangi ku'


Dia bangun dan duduk diatas kasur. 'Alex Xeftiree Lavire dan Reviana Reselle Lavire, mulai saat ini kalian adalah ibu bapaku. Aku akan menjaga kalian dan memastikan kita hidup bahagia. Aku tidak ingin kejadian itu berulang lagi'


Di akhir ayatnya suatu perasaan sedih datang kepada Eriena. Dia memandang cermin dihadapannya dengan sedih.


Sebentar


•••


Cermin itu! Bayangan diriku! Rupaku! Aku mendekat ke cermin. Aku melihat bayangan ku di cermin.


Wajahku... mata seperti permata indah, rambut yang memancarkan sinar mentari, kulit seputih salju, bentuk muka yang sempurna, dia adalah gadis dimimpi itu.


'Mukaku persis seperti bayi itu. Apa maksudnya? Aku membuka mata tanpa kedua orang tua dan di dalam mimpi itu... pasangan itu... ingin meninggalkan puteri mereka. Apa ini kebetulan?'


Pebagai dugaan muncul. 'Apa aku puteri mereka? Mimpi itu... apa itu memori ketika aku bereinkarnasi? Bukankah ini sangat gila. Mengapa tuhan memberitahuku tentang ini?'


......................


Eriena membuka matanya. Dia melihat ketepinya. Perkara pertama yang dilihatnya adalah wajah Reviana yang tertidur pulas.


Eriena mengangkat tangan kecilnya dan menyentuh pipi Reviana. Kemarin malam dia tidak dapat tidur memikirkan ibu bapa kandungnya.


Sepanjang malam, Reviana menemaninya sehingga tidak tidur semalaman. Jelas sekali terlihat bulatan hitam dibawah matanya. Aku sungguh tersentuh dengan perhatian Reviana dan Alex.


"Apa yang kau lakukan?" tanya satu suara. Eriena tersentak. Dia menoleh ke kirinya. Dia melihat wajah tampan ayah barunya itu.


Aku hampir terlupa kami bertiga tidur bersama. Aku hanya tersenyum manis berhadapan dengan ayah baruku ini.


"Jangan menganggunya dia memerlukan rehat" kata Alex. Dia menaikkan selimut Reviana sehingga hampir menutupi seluruh tubuhnya.


Alex kemudian memandang Eriena tanpa berkedip. Eriena dibuat takut oleh Alex, tatapannya sangat mengerikan. Walaupun tatapan Alex penuh kasih sayang tetap saja tidak dapat menutupi matanya yang sedia tajam.


Namun perlakuan Alex seterusnya mengubah pandangan Eriena terhadapnya. Alex menarik Eriena dan memeluknya erat.


"Apa-apaan ini" tanya Eriena dengan pandangan tidak suka. Dia tidak pernah dipeluk lelaki seperti ini.


Namun tetap saja sebagai bayi dia tidak bisa mengeluarkan isi hatinya. Dia hanya bisa mengangis.


"Ueekkk...ueekkk...ueekkk..."


Tangisan Eriena membangunkan Reviana. Reviana sontak berdiri bersiap siaga untuk menenangkan Eriena. Namun wajahnya berkerut saat melihat keadaan Eriena.


'Dia baik-baik sahaja, mengapa dia menangis?' batin Reviana. Dia keheranan dengan Eriena.


Melihat muka bingung istrinya, Alex berkata "Aku hanya memeluknya. Namun tidak tahu mengapa dia tiba-tiba mengangis".


Reviana menganggukkan kepalanya. Dia menarik Eriena kepelukannya. Dia mengusap lembut kepala Eriena.


"Tidak perlu setakut itu, dia juga sudah menjadi ayahmu. Jangan risau sayang, jika dia menganggumu aku akan memberinya pelajaran" kata Reviana sambil msnatap tajam suaminya memberi amaran.


Alex tidak takut dengan tatapan ancaman Reviana. Dia tersengih dan menarik Reviana ke dalam pelukannya. Kerana Eriena berada dalam pelukan Reviana dia juga ikut tertarik.


Ayah memeluk kami erat. Aku dapat melihat tangan ayah mengusap lembut kepala ibu. Mereka terlihat sangat romantis. Apa aku datang di hidup mereka terlalu awal?


Aku menutup mataku. Aku menikmatinya. Dikananku ada sosok seorang ayah gagah yang menjaga keluarganya , disebelah kiri ada sosok ibu penyayang yang mencurahkan kasih sayangnya sepenuh hati.


Aku sangat menyukai situasi ini. Di kehidupanku sebelumnya semua tumpuan tertumpu kepada saudari tiriku. Aku tidak membencinya, hanya saja aku merasa sangat sedih dengan perbezaan pelakuan terhadap ku.


Kini itu tidak terjadi. Aku sangat bahagia. Sebagai seorang master psikologi, aku tahu jika mereka tulus. Aku dapat melihat di mata mereka.


Tiada kepura-puraan, tiada kemunafikan semuanya tulus. Aku berharap kebahagiaan ini kekal selamanya.

__ADS_1


...◌⑅⃝●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...


__ADS_2