
Eriena mengikuti peta itu. Dia kini sudah berjalan selama 3 jam namun tidak ada sebarang tanda-tanda kota atau manusia. Apa ini jalan yang benar?
Eriena melihat ke arah peta "Wahai peta, apa kau yakin ini jalan yang benar?"
"Jangan meragukanku, ini adalah jalan yang benar. Aku ingin menunjukkanmu sesuatu sebelum kau pergi ke keluarga barumu" tulis peta.
"Baiklah" Eriena menjawab singkat. Dia tidak bertanya lagi dan terus mengikuti arah yang ditunjukkan peta.
Selepas beberapa minit berjalan, jalan yang dilalui Eriena muncul kabus yang tebal. Eriena kebingungan dan melihat sekeliling.
'Apa aku masuk ke kawasan berkabus? Tapi sebentar tadi, tiada sebarang kabus disini. Ini aneh'
Di atas peta tertulis sebuah tulisan. "Tahniah, anda telah sampai ke destinasi pertama"
Eriena kebingungan. "Destinasi pertama? Di sini? Apa yang ingin ditunjukkanmu peta?" dia bertanya kepada peta.
Peta itu tidak memberi sebarang respon. Garisan di peta itu memudar meninggalkan kertas kosong.
"Peta...peta...?" Eriena menggoncang peta itu kuat. Namun peta itu tidak memberi sebarang respon.
Eriena memandang sekeliling, namun dia tidak bisa melihat semuanya dengan jelas. Dia tidak bisa menembus kabus ini. Kabus ini terlalu tebal. Ianya telah menutupi semua yang ada disini.
__ADS_1
'Ini adalah tempat asing, aku tidak mengenal tempat ini. Apa yang harus aku lakukan disini?' Eriena membatin.
Tiba-tiba suatu suara muncul. "Apa yang kau lakukan disini gadis kecil? Kau bahkan belum berusia 6 tahun namun sudah berani menceroboh tempat ini. Nyalimu besar juga" ucap suara itu sombong. Suara itu terdengar sangat garau dan menakutkan.
Eriena memandang sekelilingnya dengan waspada. Dia membuka sedikit kakinya dan memasang posisi waspada. Dia menajamkan matanya mencuba mencari asal suara.
'Aku tidak melihat tubuhnya, dalam keadaan berkabut seperti ini akan susah melawannya'
"Siapa kau? Tunjukkan dirimu!" jerit Eriena.
"Untuk apa menunjukkan diriku? Kau ingin melawanku? Bocah bau susu sepertimu bukan tandinganku sama sekali. Pergi saja sebelum aku memakanmu" ucap suara itu sombong.
Eriena menjadi kesal dengan perkataan suara itu. "Berani sekali kau!" Eriena mengepalkan tangannya erat. Dia melotot tajam ke arah langit. Dia benar-benar kesal.
"Hahaha. Bocah lemah sepertimu ingin bercakap denganku? Bahkan nenek moyangmu tidak akan pernah layak memandangku" suara itu kembali kedengaran. Dia mengeluarkan tawa sumbang dengan nada meremehkan.
Makhluk itu berjaya memancing amarah Eriena. Eriena menundukkan kepalanya. Dia bergumam perlahan "Bocah bau susu? Bukan tandinganmu? Nenek moyangku tidak layak memandangmu? Cih, kau benar-benar berani makhluk anjing sialan" Eriena mengertak giginya.
Tanpa sedar dia mengeluarkan sebuah aura. Aura yang sangat kuat dan mematikan. Sebuah cahaya gelap muncul berbentuk panjang menyusur ke kawasan sekeliling. Tumbuhan disebalik kabus yang terkena aura gelap itu hancur berkeping sementara haiwan dan tumbuhan berdekatan mati menggenaskan.
"Ka..ka..kau...aura a..ap..pa yang kau keluarkan?" ucap suara itu dengan gagap. Terlihat jelas ketakutan di nadanya.
__ADS_1
'Bocah ini mengapa boleh mengeluarkan aura mematikan sekuat ini? Apa dia dewi kematian? Aku tidak boleh mati disini' batin suara itu. Dia ketakutan memikirkan pernah mencemuh dewi kecil ini.
Eriena tersenyum miring. Senyumnya benar-benar terlihat seperti iblis yang kejam. Dia tertawa keras sambil memandang ke langit.
"Apa kau takut sayangku?" Eriena memandang sebuah titik di langit dengan tatapan menyeramkan.
Pemilik suara itu menggeletar. 'Gadis itu memandangku...dia tahu keberadaanku...dia berbahaya' batin suara itu. Dia dicucuri keringat dingin diseluruh tubuhnya.
Eriena memiringkan kepalanya perlahan sementara matanya tepat memandang kearah mata si pemilik suara itu. "Mata yang indah" puji Eriena. Dia tersenyum manis ke arah makhluk di langit itu.
Makhluk itu bertambah takut. Tubuhnya menggeletar kuat.'Gadis itu melihatku...gadis itu melihatku...'
"Aku menginginkan matamu, ianya pasti sempurna didalam kolam darahmu" ucap Eriena. Matanya berubah emas.
Eriena dengan kecepatan luar biasa menerkam makhluk itu. Eriena menarik sesuatu dilangit dan muncul sebuah pedang indah.
Pedang itu berwarna putih suci dan emas dengan ukiran bunga mawar dipemegang pedangnya. Pedang itu mengeluarkan aura elegan dan kuat.
Dengan cepat Eriena bergerak ke arah makhluk sebesar langit itu. Dia melompat tinggi ke langit dan membunuh makhluk gergasi itu dengan segali tibas.
Jika ada yang melihat pasti mereka akan menggelar Eriena bocah iblis. Pemandangannya sangat mengerikan, seorang bocah berusia 5 tahun membunuh sebuah makhluk gergasi dengan sekali tibasan tanpa takut atau perasaan.
__ADS_1
"Kau bisa menghinaku tapi tidak dengan keturunanku. Kau tidak layak menghina mereka. Aku tidak akan membenarkannya"
...◌⑅⃝●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...