Eternity

Eternity
Waiting Night


__ADS_3

Sejak mereka berdua menikah, Rin yg sudah menjadi istri seorang daiyoukai. Terkadang harus menunggu kepulangan sesshomaru.


Langkah kaki terdengar dari luar rumah,,


Rin bergegas membuka pintu. Di depan pintu, dia melihat seseorang yg sangat dia rindukan. Sosok yg luarbiasa, kulit putih pucat, mata keemasan, hidung mancung, tanda bulan sabit di dahi, tanda merah keunguan di kedua pipi, serta rambut perak yg panjang. begitu tampan, gagah, dan beriwibawa.


Sesshomaru-sama,, tanpa Rin sadari. Rin, memeluk sesshomaru.


Rin,,,


Mendengar suara yg sangat khas baginya. Rin, tersadar dan melepaskan pelukannya.


Sesshomaru-sama, maafkan Rin. rin sedikit menyesal dengan apa yg dilakukan. Rin tidak seharusnya melakukan ini kepada tuannya. Walupun sudah menjadi suaminya


Sesshomaru menatap Rin lembut, wanita yg berada di depannya. Wanita yg sangat dia cintai. Sifatnya tidak pernah berubah. Begitu murni, polos dan begitu mempesona.


Rin, selama aku tinggal ada yg mengganggu mu?


tidak sesshomaru-sama,,


Rin, baik" saja. Rin kembali tersenyum,,,


RIN,,,(panggil sesshomaru, dengan menatap Rin lembut)


Sesshomaru memeluk Rin lembut. Pelukan yg sangat lama. Seakan dia tidak ingin melepaskan wanita yg berada didalam pelukannya. Saat tidak bersama Rin, tidak sedikit pun dia melupakan senyum tawa dan wajah wanita nya.


Rin membalasnya dengan lembut. Kerinduannya tehadap sosok yg sangat dia cintai, akhirnya terbalaskan.


Tiba-tiba Sesshomaru menggendongnya dengan cara bridal style.


Membuat Rin terkejut.


Sesshomaru-sama,,,


Di dalam pelukan dan gendongan sesshomaru. Rin tersipu malu, jantungnya berdetak sangat cepat. entah apa yg harus dia lakukan. Rin teringat yg dikatakan kagome,, "Rin kau jangan terlalu malu, ketika Kaka memintamu lebih".


Melihat ekspresi Rin, sesshomaru hanya berfikir. Rin sangat mempesona. Wanitany sangatlah cantik, rambut coklat yg tergerai panjang, kulit putih yg bersinar, mata coklat yg besar dan jernih, hidung kecil yg mancung, serta bibir yg sangat mungil.


Sesshomaru menaruh Rin di atas futon. Menatapnya sangat lekat,.


Membuat pipi Rin sangat merah.


Rin, aku menginginkanmu.


Rin sangat tersipu malu,,, dia tidak bisa mengatakan apapun. Rin, hanya mengangguk.


Melihat ekspresi Rin dengan pipi yg sangat merona merah. dan dengan anggukan kepala yg menyiratkan sesuatu. Membuat sesshomaru tersenyum tipis,,


Menyentuh pipi Rin lembut, sesshomaru mulai menurunkan wajahnya,, mendekati bibir mungil rin, membuat Rin menutup matanya. Ciuman yg lembut, manis serta menghangatkan. Rin, membalasnya dengan lembut. Tangan yg menjadi celah dirinya dengan dada sesshomaru, kini mulai bergerak melingkarkan leher sesshomaru.


Ciuman yg pada awalnya lembut, menjadi awal yg sangat menggairahkan. Sesshomaru mulai membuang yg menjadi penghalang kulit dirinya dengan kulit Rin. Kulit putih mereka terlihat. Rin, tidak berani menatap mata sesshomaru. Wajahnya mungkin sudah sangat-sangat merah. Melihat ekspresi Rin, sesshomaru mendekatkan wajahnya ke celah leher Rin. Dan berbisik pelan. "Rin, jangan takut. Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak menginginkan nya".


Mendengar perkataan sesshomaru,, Rin hanya menatapnya dan tersenyum. Rin hanya berfikir sesshomaru tidak pernah berubah. dia selalu memikirkan keselamatan nya.

__ADS_1


Rin,,,


Sesshomaru-sama, ( Rin memegang kedua pipi sesshomaru yg berada tetap diatasnya) Rin tidak akan pernah takut jika bersama anda. Rin kembali tersenyum,,,


Mendengar perkataan Rin, membuat sesshomaru semakin dibuatnya tersenyum,,,


Sesshomaru mulai menjelajahi Rin. Kulit yg sangat putih dan bersinar, serta bau musim semi. Bau inilah yg membuat dirinya sangat menyukainya. Begitu manis dan memabukkan,,,


Di setiap sentuhan sesshomaru, rin yg tidak bisa bergerak, hanya mengeluarkan suara - suara kecil.


Ah,,,


Mendengar suara - suara kecil dari mulut mungil wanitanya.


Gairah di dalam dirinya semakin lama semakin besar. Bahkan tidak terkendali,,,


Rin,, panggil sesshomaru dengan lembut


Rin memberanikan diri menatap wajah suaminya, yang berada diatas wajahnya.


"Tahanlah, ini akan sedikit sakit"


Rin, hanya terdiam. Ekspresi wajahnya lah yg mengatakan semuanya. Rin, melingkarkan tangannya ke punggung sesshomaru yang berada di atasnya.


Sesshomaru memberikan tekanan yg lembut serta beberapa tekanan yang cepat.


Badan Rin sedikit terguncang,, Rin semakin mengeratkan tangannya yang melingkar di punggung sesshomaru.


Akhh,,,


Sesshomaru mendengarnya kembali. begitu manis dan mempesona wanitanya..


Dia tidak ingin mengakhirinya,,,..


Sampai suara yg lembut disertai dengan nada kelelahan terdengar,,


Sesshomaru-sama,,


Dirinya benar-benar sudah lepas kendali,," apa yg dia lakukan".


Menatap lembut dan khawatir wajah Rin yang masih berada dibawahnya.


Mengangkat kedua tangannya, menaruhnya di kedua pipi suaminya. Rin membalasnya dengan senyuman. "Rin tidak apa-apa sesshomaru-sama".


Sesshomaru menjatuhkan wajahnya ke sela leher Rin. "Maafkan sesshomaru ini ".


Mendengar kata maaf dari suaminya,, Rin hanya tersenyum.


Rin melingkarkan kembali tangannya ke leher sesshomaru,,


"Sesshomaru-sama, Rin sangat bahagia".


Mendengar ucapan Rin, sesshomaru menariknya duduk. Melihat wajah Rin Yg begitu sangat merah dan sedikit menunduk . Sesshomaru menaikan tangannya memegang kedua pipi Rin. hingga mata mereka saling bertemu.

__ADS_1


Kau lelah??


Pertanyaan sesshomaru, membuat ekspresi Rin sudah tidak bisa terbayangkan. bagaimana wajahnya yg sangat memerah serta mata yg sedikit terbelalak,,,


Rin hanya mengangguk samar,,,


Sesshomaru tersenyum, dan membawa badan mungil itu berbaring. "Tidurlah,,"


Sesshomaru-sama, juga harus tidur.


Mendengar suara Rin kembali, sesshomaru tersenyum kembali. Gadisnya, sekarang sudah menjadi wanita seutuhnya.


Seutuhnya miliknya, hanya milik dirinya. Ya, dirinya - Sesshomaru.


Menaikan bibirnya (tersenyum). sesshomaru membawa Moko - moko miliknya menyelimuti dirinya dan Rin.


Dalam penantian yg lama, mereka berdua bersatu dalam sebuah ikatan yang selamanya mengikat mereka berdua.


Malam yang sangat indah, sentuhan yg dia rasakan serta ******* yg dia rasakan. Membuat Rin menatap sesshomaru dengan lembut.


Sesshomaru-sama, Rin sangat sangat mencintai anda.


"Rin, mencium pipi sesshomaru"


Sesshomaru yg menyadari mendapat sentuhan lembut. tiba - tiba membuka matanya.


Membuat Rin terkejut,,


Sesshomaru-sama..


Melihat ekspresi Rin, yg tepat berada di atas wajahnya.


Sesshomaru memeluk pinggang Rin dengan tiba-tiba. Membuat badan Rin terjatuh diatas sesshomaru.


Sesshomaru-sama,,


Di dalam pelukan sesshomaru, Rin tidak ingin malam ini berlalu dengan cepat. Dia tidak ingin jauh dari suaminya. Begitu juga dengan sesshomaru, dia ingin menghabiskan malam selanjutnya hanya akan memeluk wanitanya. Gadis kecil yg dia selamatkan. Sekarang menjadi sosok wanita. Suara kecil serta ******* yg keluar dari mulut mungil nya, membuat dirinya benar-benar ingin selalu memeluk tubuh mungilnya dan tidak akan pernah melepaskannya.


Sesshomaru-sama,,,


Apakah besok anda akan pergi kembali?


Rin, apa yg ingin kau lakukan??


Bisakah sesshomaru-sama, menemani Rin.


Sesshomaru menatap Rin lembut, dan mengangguk kepala.


Terimakasih sesshomaru-sama,, Rin memeluk kembali sesshomaru.


Malam penantian mereka. Malam yg mereka lewati hari ini. malam yg suatu hari nanti, akankah ada kehadiran inu youkai, atau inu-hanyo yg akan hadir.


NB: tantangan terbesar, dalam sebuah hubungan adalah bagaimana kita bis menerima kekurangan pasangan masing". Dan menjadikan nya kesempurnaan dlm menghadapinya. Youkai yg mencintai manusia, tantangan terbesarnya adalah jarak dan waktu.

__ADS_1


__ADS_2