
Telepon ....
kring ... kring ....
"Ya Pak, ada apa?"
(Minna ini sudah jam 9, kamu kok belum datang ke sekolah? Cepat buruan kemari jangan sampai Direktur Keyeast Entertainment marah.)
"Tap-"
(Tidak ada tapi tapian, ayo kesini buruan dalam waktu 10 menit,... gercepp Nak.)
"Hahh iya iya Pak."
Setelah percakapan singkat dari telepon tersebut, gadis bernama Minna itu pun dengan sengit keluar dari rumahnya setelah bersiap dengan rapi.
*Apa harus terburu-buru seperti ini?
Hanya dengan bekerja di sana apa nanti aku tida bisa bebas seperti dulu lagi.
Menyebalkan*~
~
Huff...
Minna terlihat lesu dan lemas akibat ngos-ngosan setelah berlari dalam waktu 10 menit.
Ia langsung mendatangi ruangan Pak Shin Hye sambil memasang wajah tersenyum.
"Halo Pak, Selamat-"
Ucapannya terpotong setelah melihat ada seseorang yang berpakaian rapi dan berjas hitam putih, yang sedang berdiri di samping meja Pak Shin Hye.
"Pagi," lanjut Minna.
Pak Shin Hye menoleh, "Nah ini dia Minna."
Minna maju mendekati meja Pak Shin Hye.
"Minna perkenalkan ini adalah Assisten Ketua Bae Young-Joon," ucap Pak Shin Hye sambil menunjuk Assisten itu.
__ADS_1
Minna menyapa dengan sopan, "Halo Pak Assisten, saya adalah Choi Min Hea."
Assisten itu tersenyum pulas, "Halo nona, senang bertemu dengan Anda. Mari saya akan mengantar nona ke kantor mulai sekarang," ucapnya tulus.
"Mengantar?"
Assisten mengangguk mengiyakan.
"Haha ... tidak perlu repot Pak Assisten."
"Kenapa? Apa nona tidak ingin di antar dengan mobil? Atau mau dengan Helikopter?" tanya Assisten binggung.
Minna melotot kaget, "Sungguh tidak perlu Pak Assisten!"
"Lalu dengan apa nona?" tanya Assisten.
Pak Shin Hye hanya mendengarkan percakapan mereka.
"Tidak perlu dengan kendaraan apa pun Pak Assisten, saya bisa berjalan kaki untuk sampai ke sana," ujar Minna tenang. Pak Assisten mencoba mencerna perkataan gadis di hadapannya.
"Kalau begitu baiklah, mari nona saya akan mengawal nona dengan berjalan kaki," ajak Assisten itu. Pak Shin Hye binggung.
Pak Assisten pun mengangguk dan berlalu pergi sambil memasang tampang keheranan.
"Nak apa kau hari ini sakit?" tanya Pak Shin Hye.
"Tidak Pak, saya pamit pergi dulu," undur Minna.
Pak Shin Hye mengangguk.
~
Minna menguatkan batinnya sambil berjalan menuju gedung Keyeast Entertainment.
Ia berusaha untuk melupakan semuanya dan berpura-pura untuk tidak tampak ketara dalam perilakunya nanti.
Mama Papa lindungi aku dan kuatkan aku dalam segala hal
"Aku berdoa pada Mama dan Papa itu karena Tuhan tidak membantuku," ucapnya lesu.
Beberapa menit kemudian Minna sampai pada tujuan.
__ADS_1
Minna bertanya, "Permisi, saya ingin bertemu dengan Pak Bae Yong-Joon."
"Baiklah, nona siapa? Apa sudah membuat janji?" tanya perwira itu.
"Saya Choi Min Hye, sebelumnya saya tidak ada janji," ujar Minna.
"Oh nona Minna?! Baiklah nona silakan saya antar nona ke atas," perwira itu pun dengan cepat membawa Minna ke atas.
"Ini nona." ~
"Terima kasih," balas Minna sopan sambil menunduk.
Setelah Minna endak membuka pintu ia tadinya mendengar seperti ada pertengkaran tetapi tidak terlalu serius.
Setelah itu alangkah terkejutnya gadis itu saat memasuki ruangan tersebut (melihatnya).
Suasana canggung kini mulai menyebar, Minna endak undur diri dari ruangan itu tetapi Ketua Bae Yong-Joon menahannya.
"Tunggu, kemari."
Minna dengan gugup mencoba berjalan maju mendatangi Ketua Bae Young-Joon.
"Choi Min Hye?" tanya Ketua.
"I-ya?"
Disaat itu juga Minna tetap gugup saat bersampingan dengan In Yeop dalam berdiri, In Yeop hanya memasang muka biasa walaupun tadinya ia melirik sedikit, sedangkan Minna merasakan sesak saat pertama kali bertemu langsung dengan In Yeop, memandang mata, hidung dan wajahnya, membuat Minna tersiksa.
Tenang Minna, sekarang kamu dan dia hanyalah sebatas rekan dalam industri.
"Baiklah nona Choi Anda saya terima, selamat bergabung di dunia industri hiburan Keyeast Entertainment," sambut Bae Yong-Joon sambil tersenyum.
"Heh? Apa saya tidak perlu di tes?"
"Tunggu ... wanita ini yang kau maksud?" saut In Yeop. Minna menoleh kejut.
"Iya," jawab Ketua.
"Dialah yang akan menjadi rekanmu, serta nona anda tidak perlu di tes karena saya yakin dengan pilihan Profesor Shin Hye."
Minna mengangguk, sedangkan In Yeop menghela napas, membuat Minna yakin serta kecewa bahwa In Yeop tidak ingin bekerja sama dengan dirinya.
__ADS_1