
"Aku akan mencari jawabannya dengan usahaku sendiri"
Ujar Semangat Ken
Ken keluar dari ruangan bawah tanahnya dan menuju ke Pasar
Saat ia berkekeliling di pasar, Ia banyak dilihati oleh warga sekitar
Ia sangat mencurigakan dan membuat khawatir orang orang yang di pasar
Saat Ken bertemu dengan seorang yang menjual Ikan ikan
Ia menanyakan sebuah letak buku sejarah yang lainnya
"Permisi..,Anda tau letak buku lainnya yang seperti ini?"
Tanya Ken
"Ha?!,Kamu mencari buku itu?,Setau saya kalau tempat buku-buku berada di perpustakaan Istana"
"Ahh baiklah, Terima kasih"
"Hei tunggu dulu!, Kau tidak boleh seenaknya masuk ke istana"
"Ahh iya aku tau"
Ken meninggalkan orang itu dan melanjutkan perjalanannya, Istana tampak jauh berada di puncak bukit yang membuat istana itu tampak besar
Ia berjalan memasuki Hutan, Menyebrangi sungai, Menembus gua kecil dan menuju ke Desa baru yang dekat dengan Istananya
Ia juga memasuki pasar yang begitu besar dan banyak orang yang melalukan aktifitas disana
Lagi lagi ia menyakan kepada orang di pasar, Kali ini ia menanyakan kepada orang berjualan Buah, Penjual buah itu sangat misterius dan tokonya tak ada orang satupun yang membeli jualannya.
Setelah menanyakan jalan menuju ke istana, Pedagang itu memberikan 2 bauh apel kepada Ken, Entah apa tujuan pedangang itu memberinya apel
Ken melanjutkan perjalanannya lagi, ia melewati pasar tersebut sangat besar dan panjang, namun ia melihat sebuah tangga yang munuju ke istana, saat di depan gerbang tangga Ken terhendikan karna ada 2 penjaga disana.
Namun Ken tetap menyela masuk, namun gagal karna terdorong badan besar penjaga gerbang tersebut.
"Hey!,berikan aku jalan masuk!"
"Kau harus mengalahkanku dahulu!"
"Kalian berdua -_-"
"Ohh iya, maksudnya kalahkan kita dahulu"
"Aku tak punya banyak waktu untuk melawan kalian"
"Heeh sombong sekali perkataanmu"
"Baiklah baiklah mari bertarung -_-"
"BERHENTI!'
Teriakan seseorang
*Jentikan jari seseorang dari belakang Ken
Kedua penjaga tersebut langsung berhenti, karena jentikan jari orang tersebut
__ADS_1
Ken terkejut dengan seseorang yang datang dengan jubah putih berkilau dan memasuki gerbang istana
Ken pun mengikuti orang itu tanpa di sadari orang didepannya
Ken terheran heran karena jentikan jarinya orang itu tidak mempengaruhi Ken
"Emm siapa kamu?"
Tiba tiba orang didepan Ken menghadap Ken dan berbicara
"Hah?! aku Ken, siapa kamu?!"
Kaget Ken
"Ohh Ken, Aku.. Nama tidak penting, Tapi panggil saja, Whitening"
"Whitening??"
Tanya Ken
"Itu gabungan White dan Lighting"
"Astaga.. -_-"
"Kau berasal dari dimensi lain ya?"
"Bagaimana kau bisa mengetahui itu?"
"Karna kau sangat polos"
"Maksudmu gimana? -_-"
"Ahh lupakan, kau ada perlu apa kemari?"
"Tentu saja"
"Wauw keren!, Bolehkah aku memasuki ruangan perpustakaan?"
"Boleh saja, Jika sudah membaca, kau boleh meminjamnya juga"
"Syukurlah terima kasih, niatku tadi ingin diam diam masuk hehe"
Ken mengikuti Whitening menuju ke perpustakaan, Tetapi Ken terheran-heran karena perpustakaannya berada di bawah tanah
Semakin kebawah Ken memiliki firasat tidak enak, Akan ada hal buruk yang akan terjadi.
Tiba tiba, sesampai di bawah tanah paling bawah, Tangan Ken langsung di borgol oleh Whitening, Dan di masukan kedalam sel tahanan
"Sudah ku duga kau akan berbuat seperti ini padaku"
"Heh??, Memang kau siapa??"
"Aku Ken, kau sendiri yang mengijinkanku memasuki perpustakaan"
"Kau kira aku tak tau kalau kau mau membaca Prasejara Ghosto?!"
"Darimana kau tau itu?!"
"Ini buku apa??"
Sambil memegang buku Ghosto pertama yang dibawa Ken
__ADS_1
"Cih"
Kesal Ken.
Ken yang terpenjara selama 5 jam, Dan berusaha untuk keluar dari penjara, Ia lupa kalau ia kemari menggunakan mesin waktu, Lantas kenapa dari tadi ia tidak memakai mesin waktu??
Ia mengisi daya mesin waktunya dengan menunggu beberapa minggu ini, Sudah lama ia tak mengecek sumber daya mesin waktunya yang berada di sabuk
Setelah menunggu beberapa hari, Ia masih di dalam penjara bawah tanah, Sepertinya Ken tidak di respon oleh profesor yang ada di masa depan, karena Mengunnakan mesin waktu hanya bisa mendapatkan akses dari pusat, yaitu masa depan
Ternyata ia baru ingat kalau Ken dengan profesor berada di dimensi lain, Mereka tidak bisa saling berinteraksi, tetapi apakah alatnya akan rusak?, atau masih bisa digunakan meskipun di luar dimensi??
"Aku akan mencobanya"
Kata Ken
Ia memutar Tengah sabuknya yang bulat itu dan mengeluarkan cahaya sinar, Sepertinya.. mesin waktunya bisa..
*Clinggg
*Cesshhh
"Tidak!, Mesinnya rusak! Argghh!"
Teriakan Ken tetapi terlanjur memasuki waktu lain
Sayangnya ketika mengetes mesin waktunya, Ia melepaskannya dari sabuk karena berat alatnya.
Jadi ia memasuki waktu lain, dengan tidak membawa mesin waktunya
"Hahh?, Aku dimana ini?"
Ken memasuki Waktu masa lalu, tetapi di dalam dimensi ini, Ia melihat banyak hewan hewan, yang dapat berbicara.
Sepertinya Ken memasuki zaman dimana alam spiritual masih banyak penghuni hewan hewan
Ken kebingungan kenapa ada hewan berkaki 4 seperti anjing bisa berbicara
Ken berkeliling di sekitarnya dan menjadi pusat perhatian bagi para hewan hewan di alam spiritual ini
Di tengah perjalanan ia bertebarakan dengan seekor Rusa yang sedang terburu buru
"Eh maaf ini barangmu"
"Hah?? Manusia?!"
"Emm iyah?"
"Perhatian!! Waspada!! Ada manusia!"
Teriakan Rusa itu
"Wah ternyata benar dia manusia, harus hati hati nih"
Ocehan warga hewani disekitar
Para warga hewani lainnya ikut melihati dan curiga kepada Ken
Saat berjalan Ken Menabrak seekor anak Anjing yang menyeberang jalan saat di pasar
*Jedug
__ADS_1
Tbc.