
-Di episode sebelumnya-
"KOMANDAN ADA PENYUSUP!"
"APA?! SEGERA SIAPKAN PASUKAN!"
"SIAP KOMANDAN!"
.................
Seseorang misterius memakai jubah hitam yang entah datang dari mana berdiri dengan tegap dan santai di depan gerbang Shelter Bravo
Segerombolan pasukan di balik gerbang Shelter sudah bersiap siap dan menngicar incar untuk menembaki si penyusup tersebut
Seseorang prajurit pun yang berjaga di atas menara shelter mulai memperingatkan penyusup untuk keluar dari arenanya dengan meneriakkinya
"Cih ternyata masih sama saja sifatnya, Tamak dan tidak pernah puas"
"SEKALI LAGI KAMI PERINGATKAN JIKA TIDAK MAU MATI SILAHKAN TINGGALKAN ARENA INI DAN JANGAN PERNAH MENCOBA UNTUK MEMASUKI GERBANG SHELTER"
"Ah berisik!"
Penyusup itu lalu menatap mata prajurit yang meneriakkinya dari menara shelter tersebut dan tiba tiba prajurit tersebut terjatuh dari menara tersebut
"Ehehe.."
Senyum manis dari seorang penyusup
Pada akhirnya seorang Komandan Shelter Bravo memberanikan diri untuk membukakan Gerbang untuk menyambutnya, Karena Komandan fikir ia akan bisa di gunakan sebagai alat pembunuhan yang sangat instan
Kemudian Penyusup itu seketika menatap semua prajurit yang tepat berada di depan gerbang, Para prajurit berjatuhan dan seperti tak berdaya karena serangan jantung mendadak setelah menatap mata penyusup tersebut
Komandan yang memakai kaca mata hitam dengan percaya diri bersalaman dengan penyusup secara mentah mentah
Penyusup pun juga menerima salaman dari Komandan namun sayangnya
di karenakan saraf nadi komandan di sentuh oleh penyusup dan mendadak menjadi kaku seperti mayat
"Dasar makhluk lemah"
Ujar penyusup setelah membantai seluruh isi Shelter
Setelah membantai seluruh orang yang berada di Shelter ia tidak tau mau apa lagi, Maka dari itu dia kembali ke alamnya dengan cahaya sinar dan menghilang perlahan
Saat ia kembali dan mengeluarkan cahaya, Ryu yang sedang di luar Shelter tak sengaja melihat cahaya yang sangat silau dari arah barat
...
"Cahaya apa itu?!"...
"Hah? ada apa Ryu?!"
Seseorang wanita berlari ke arah Ryu
"Itu! Cahaya apa Rin!?"
"Itu.."
"Apa?!"
"Dari Alam Spiritual"
"???!!"
"Jangan jangan.. mereka kembali untuk memastikan apakah di bumi ini ada manusia.., Dan ternyata mereka tau kalau masih ada sisa umat manusia, dan mereka kembali untuk melaporkan kepada atasannya untuk membantai kita lagi hihhh"
"Itu kejauhan Rin -_-"
"Aku takutttt"
"Yasudah masuk lah ke Shelter lagi dan jaga semua orang yang ada disana"
"Kita kan bikin Shelter sendiri 0_0 cuman kita berdua Ryu 0_0"
"-_- Jaga lah dirimu"
"Gak! aku mau ikut!"
"Terserah"
Di perjalanan Arina terus mengoceh tanpa henti di samping Ryu, Ryu yang awalnya kesal lama lama semakin kesal
"Rin.."
Panggil Ryu dengan tiba tiba berhenti
"Hah? ada apa?"
"Bisa nggak sih.."
__ADS_1
"Apa?"
"NGGA USAH BANYAK OMONG!"
"0_0"
"Huft"
"Hey jangan lah marah"
"Tidak"
"Yaudah"
"Emm Rin"
"Ha? Iya ada apa?"
"Kamu kok bisa bertahan hidup dari kiamat waktu itu"
"Kamu kan udah tau ish"
"Aku lupa hehehe.. ceritakan sekali lagi dong"
"Baiklah baiklah.."
Akhirnya Ryu dan Arina berjalan di perjalanan untuk mengambil okisgen sambil mendengarkan Arina bercerita sampai Ryu tertidur di perjalanan dalam keadaan berjalan
Sesampai di tempat pegumpulan oksigen, Arina terkejut karena melihat keadaan tempatnya hancur lebur
"RYU!!"
"Hah? hah? apa? eeee kita sudah sampai?"
"BUKALAH MATAMU!"
*Ryu membuka matanya perlahan lahan dan melihat kehancuran pengumpulan oksigen tersebut
"Ti- ti- tidak mungkin..."
"Bagaimana ini Ryu.. tanpa semua ini kita tidak bisa hidup"
Tanya Arina sambil menangis
"Bukan saatnya menangis Rin, kita akan cepat menuju ke daerah seberang sebelum oksigen dalam tabung kita habis"
"Baiklah!, ayo sebelum matahari terbenam!"
"Kalau begitu kita tidak bisa berlari, akan mempercepat oksigen ini habis ketika kita kelelahan"
"Kau benar juga tapi pasti ada jalannya"
"Yah kau benar!, dan juga kita harus menghemat oksigen dengan tidak berbicara"
"Ya aku mengerti!"
*Arina menggenggam tangannya untuk menghentikan pembicaraan dan mengarahkan Ryu untuk berbencar
*Ryu mengganggukan kepalanya
POV Ryu
"Aku harus mencari sesuatu yang berguna untuk mempercepat waktu"
"Tidak mungkin!, aku menemukannya!"
"Mungkin aku akan membawakan motor ini menuju Arina"
Ryu pun menyalakan motornya dan menjemput Arina yang terpisah dengannya yang sedang mencari sesuatu
Ketika sudah menjumpai Arina, Ryu terkejut karena melihat Gaze si tatapan mematikan menangkap Arina dan membawanya masuk kedalam cahaya
Ryu pun mengejarnya dan sesampai ikut masuk dalam cahaya bersama Gaze dan Arina
------------------------------------------------
"Hey.. yang benar saja.."
Ucap Gaze
"TUTUP MATAMU RYU!"
*Ryu langsung menutup matanya dan tak mau melihat apa apa
"Cih percuma saja kau menutup mata, aku bisa membuka matamu seketika terbuka"
"Hehh.. sihir macam apa itu!"
Kata Ryu
__ADS_1
"Ryu! jangan meremehkan dia! dia ini Kage Ghosto!"
"Diam kau! berengsek!"
Amuk Gaze sambil menendang Arina
"ARINA!"
"Dasar makhluk lemah"
"Siapa yang kau maksud makhluk lemah?"
Ucap Ryu sambil mengepalkan tangannya dengan geram
"Tentu saja makhluk sepertimu lah! Hahaha"
"Kau......"
"Cepat seranglah... cepat!"
"(Tidak, jika aku menyerang otomatis dia menggunakan sihir itu)"
"Hah? kenapa kau diam saja bodoh?"
"Tenang saja Ryu kau bisa melakukannya"
Suara misterius yang terdengar di dalam diri Ryu
"!!?"
Ryu pun bangkit sambil memejamkan matanya dengan rapat dan mengambil katananya dari tempatnya
"Heh.. kau ini mau bunuh diri ya?"
"Hm"
"Baiklah!, Cepat serang aku!"
"Dengar Ryu aku sarankan kau menyerang dengan cara menunduk dan menusuk dadanya dan dengarkan arahanku jika dia menghindar"
Perintah dari suara misterius itu tadi
"Yosh!"
"Hah?"
Ryu pun berlari dan mengarahkan pedangnya ke Gaze, Gaze yang terkejut mulai berusaha menatap mata Ryu dengan melototinya, namun sayangnya Ryu yang mengikuti arahan dari suara misterius dalam dirinya itu berhasil menusuk dada Gaze
"Huakkkk!!"
Gaze memuntahkan darah hitam
"Te- tepat"
"Kerja bagus Ryu, aku pamit"
"Ti.. dak.. mungkin.."
Tubuh Gaze perlahan lahan mulai menghilang
*Suara tepuk tangan dari arah kiri Ryu membuat membuka matanya dan sportan melihat orang yang bertepuk tangan
"Heheheh... hebat sekali.. hebat.."
"Si.. siapa kau!"
"Tenang.. aku disini baik.. aku tidak akan menyakitimu"
"Cepat sembuhkan temanku!"
"Baiklah.. aku akan lakukan karena aku mengapresiasimu"
"Te.. terimakasih"
"Oh iya aku lancang sekali tidak memperkenalkanku padamu"
"Hm?"
"Perkenalkan namaku Kato"
Sambil mengulurkan tangannya
"Ah iya salam kenal senang bertemu denganmu"
Ryu menjabat tangan Kato
"Kalau tidak salah namamu tadi.. Ryu?"
"Ya benar, rasanya aku sudah pernah melihatmu"
"!!!???"
__ADS_1
Kato langsung membungkam mulut Ryu dan membenturkan kepalanya ke tanah sampai pingsan
-Tbc