
1 Bulan setelah Ken menyelamatkan Tomo di Hutan, Keath yang sudah bergabung dengan Ken dan Tomo setelah mendapatkan kekuatan dari Fang, Mereka mendirikan desa yang berisikan Suku wulvie yang di ketuai oleh Keath, Keath perlahan lahan berhasil mendapatkan warganya kembali karena kepercayaan warganya terhadap Keath sudah kembali
Ken yang sedang sampai saat ini juga masih sibuk membenarkan dan memperbarui alat mesin waktunya, Di sisi lain Tomo melatih para warga Wulvie bertarung dikarenakan perang akan dimulai, dengan percaya diri Tomo yang kini sudah beranjak dewasa ia berlatih agar bisa bertarung lebih handal
Saat itu Ken tidak sengaja menemukan gelombang suara ultra sonic yang disebabkan cahaya yang cepat dari Bumi, Ia yang kebingungan dan terkejut karena masih ada tanda kehidupan di Bumi, Lalu Ken pun lari dan menghampiri Tomo yang sedang melatih warga di medan training
"Tomo! ada kabar baikk!"
Teriak Ken sambil berlari ke arahnya
"Hah? apa itu? ada apa?"
"Huh.. hah... Bentar.. beri aku waktu"
Kata Ken sambil ngos-ngosan
"Tenang dulu.. ada apa ini?"
Tanya Tomo kebingungan
"Begini.., aku menemukan suatu tanda kehidupan di bumi"
"Ti- tidak mungkin kan?!"
"Aku serius, bumi memancar cahaya yang sangat cepat yang bisa membuat getaran ultra sonic"
"Kalau begitu.., tidak mungkin manusia kan?"
"Aku tidak tau, tapi kalau dilihat lihat masih ada tanda kehidupan disana"
Ken yang heboh menjelaskan kepada Tomo agar ia mempercayai kata Ken, Keath yang mendengar perdebatan mereka pun menghampiri mereka berdua dengan rasa penasaran
"Ada apa ini?"
Tanya Keath
"Begini Keath, di bumi masih ada tanda kehidupan!"
Ken yang langsung menjawab dengan semangat
"Heyy heyy mana ada umat manusia yang tersisa dari kejadian waktu itu Ken!"
Sahut Tomo dengan kesal
"Pasti ada!, mereka yang tidak terkena dari serangan itu pasti masih bertahan hidup!"
"Lagi pula kalau mereka masih hidup!, bukankah serangan waktu itu berdampak besar bagi bumi?"
"Benar juga sih.. apa mereka bisa bernafas? bagaimana makanannya?, menyedihkan..."
Keath yang kebingungan mendengar perdebatan Ken dan Tomo akhirnya bertanya
"Eeeee Ken, Tomo"
"Ya ada apa Keath?"
Tanya Ken dan Tomo
"Eeee maaf nih kalau aku ganggu.., Bumi itu apa? :3"
"......."
"......."
Tomo dan Ken terdiam karena lupa kalau Keath adalah penghuni alam spirtual asli dan tak tau mengenai tentang planet, Ken yang langsung membalikkan badan Tomo sambil membisiknya
"Bagaimana ini?, apa kita kasih tau kalau kita sebenarnya beda alam?"
Bisik Ken
"Apa apaan kau ini, Tidak mungkin begitukan"
"Terus gimana?"
"Yah apa boleh buat sih tapi, kita harus jujur juga Ken, agar dia percaya"
"Tapi..."
"Sudahlah.."
Akhirnya Ken dan Tomo pun mulai menjelaskan dan bercerita apa yang sebenarnya terjadi dengan urut dan jelas, Keath yang mulai paham langsung menyela cerita Ken dan Tomo
"Kalian"
"Hm? ada apa Keath?"
"Aku... tau.. ini semua.."
"Apa? Kutukan? tidak mungkin kan hahaha konyol sekali"
Canda Tomo
"Percaya atau tidak percaya.., Itu semua Kutukan"
"!!??"
"Ngomong-ngomong kenapa ayah tidak menghilang lagi setelah bercerita tentang Kage kepada orang lain?"
"Lah iya juga aku baru menyadarinya, apa alam ini terbebas dari Ghosto?"
"Kau benar Tomo, Kage Ghosto tak bisa memasuki alam ini"
"Yang benar saja kau... ahahaha"
Suara aneh yang menggelegar desa yang membuat mereka bertiga takut
"SIAPA ITU?!"
Teriak Keath yang panik dan kebingungan
"Dasar makhluk makhluk lemah dan tak punya pikir jernih..."
Suara itu kembali muncul lagi dan membuat seluruh Desa ketakutan
"Ini..., Serangan dari mereka.."
Ucap Tomo sambil menundukan kepalanya
"Ti-tidak mungkin!"
Teriak Ken dan Keath
"CEPAT PERSIAPKAN PASUKAN DAN BERBARIS SESUAI FORMASI YANG DI BERIKAN TOMO!"
Teriak Keath kepada warga yang ada disekitar
"Tomo, aku serahkan ini padamu, kita akan mengalahkan meraka"
Ucap Keath sambil menyemangatinya
"Ken... persiapan kita ternya ada fungsinya juga.."
Kata Tomo
__ADS_1
"Yah.. ternyata Kage Ghosto tak bisa masuk alam ini hanya bohongan ya.."
"Begitulah.., siapkan dirimu nak"
"Siap ayah"
(Plot setelah Tomo terpanah oleh Asuka)
Sementara itu..
Alea yang masih bersama Asuka yang masih dipengaruhi Alea, berjalan kembali ke ruang bawah tanah milik Asuka, Asuka yang tiba tiba mempunyai firasat kepada Ken dan Tomo pun langsung sadarkan dirinya dari pengaruh Alea, Asuka pun langsung melarikan dirinya dari Alea tanpa sadar Alea, tetapi Asuka gegabah dan menginjak ranting yang membuat Alea sadar dan menyiapkan panah dan menarik anak panahnya mengarah ke Asuka
"Kau fikir kau bisa pergi seenaknya?"
"Kau orang yang sangat busuk yang pernah aku temu selama hidupku"
"Oh benarkah?"
Sambil menghadang Asuka dengan panahnya
"Tentu saja, kau adalah orang yang salah paham dan tak mau mengerti keadaan yang sebenarnya"
"Tapi memang begini kan keadaan sebenarnya?!"
"Tidak, kau harus melaksanakan misi pencarian kakakmu dan mencari kebenaran ini dengan Tomo"
"Jadi kau berpihak dengannya?!"
Bersiap-siap untuk memanah Asuka
"Tenangkan pikiranmu dulu Alea!"
Suara Ken yang tiba tiba datang menggunakan mesin waktu
"KEN?!"
Kaget Asuka
"Hai, lama tidak jum- Arrgkkk?!!"
Tiba tiba panah Alea menancap di dada Ken
"!!!!!!??"
"Hm"
"APA YANG KAU LAKUKAN ALEA!!"
"Aku tidak salah kan, dia ternyata juga dalang dari kerusakan bumi kan!"
"Hey.. tenang.. aku masih hidup kok.. uhuk.. uhuk.."
"Lihat!, dia saja kebal terhadap panahku!"
"Hehehehh.. kau saja memanah di dada kananku, tentu saja aku masih baik baik saja.."
"!!?"
"Ken! kau tidak apa?!"
Asuka menghampiri Ken
"Ternyata kau sudah tau semua ya.. uhuk uhuk"
"Tau apa?!, apa maksudmu?!"
"Maaf ternyata kau belum tau, aku akan memberi tau kebenarannya yang sebenarnya terjadi, karena ternyata hanya aku yang tau kejadian itu"
Ucap Alea sambil menodongkan panahnya
"Ikut aku maka kau akan tau semuanya"
Ucap Ken sambil mecabut anak panah dari dadanya
"Aw Ken apa itu tidak sakit?"
Cemas Asuka
"Tidak apa.. aku sudah terbiasa dengan ini"
"Baiklah aku akan ikut denganmu, namun jika aku masih belum terima aku akan membunuhmu"
"Hahaha.. baiklah baiklah.."
"Apa kau yakin Ken?!"
Khawatir Asuka
"Tenang.. aku sudah mengetahui semua apa yang dikatakan ayah"
"Hah?"
"Maaf aku hanya salah ngomong"
"Benarkah? 0_0"
"Sudah ayo ikut aku"
Ken mulai menyalakan sabuk mesin waktunya sambil memegang pundak Asuka dan Alea
Mereka bertiga masuk dan berada di tempat Desa Keath dan Tomo yang sedang mempersiapkan peperangan melawan Kage Ghosto
Alea yang terkejut karena melihat raup wajah Keath mirip menyerupai kakaknya
Asuka yang baru sampai langsung tertuju pandangannya ke arah Tomo yang ia rindukan
"Ken! kau akhirnya kembali! cepat kemari untuk menyiapkan meriam!"
"Baik!, kalian berdua! bantu aku juga!"
"Tunggu Ken, aku akan bertemu dengan orang berambut putih itu"
"Oh oke kalau begitu, Asuka.."
"Tidak, aku mau membantu kak Tomo!"
"Yah.. begitulah yang akan terjadi.."
Batin Ken
Ken menuju orang yang sedang menyiapkan meriam sebelum Kage Ghosto muncul
dan Alea menuju Keath untuk memastikan itu kakaknya atau bukan, sedangkan Asuka menghampiri Tomo yang sedang mengatur strategi kepada prajuritnya
"KAK TOMO~~~"
Asuka berlari dan langsung memeluk Tomo
"Eh.. eh... ada apa ini?, ohh akhirnya kau sampai juga ya"
"Apa maksudmu aku sampai juga, aku kan selalu bersamamu :3"
__ADS_1
"Hash gombal, bentar jangan ganggu aku masih mengatur strategi"
"Iya~ iya~ :3"
"Ngomong ngomong kau nampak berbeda setelah memanahku hahaha.."
"Ish apa maksudmu berbeda ihh aku kan selalu imuttt"
"Tapi berdarah dingin"
"Hehhh mana adaaaa hmp"
"Hahaha.. dasar kalian tidak tau apa apa ya.."
"Hahahaha.. kau tidak tau diri sudah memusnahkan manusia ingin kembali menghancurkan umat lagi? hahaha.."
Ejek Tomo
"Kak Tomo.. ucapanmu.."
"Tidak apa Asuka.. aku itu sudah saling kenal dengan Setan itu"
"Beraninya kau menyamakanku dengan makhluk kotor itu!"
"Hahaha.. kan memang kau makhluk kotor!, ayo sini! aku tidak takut denganmu!"
Geram Tomo
"Baiklah... baiklah...kalau kau memaksaku hehe.."
Kata Kage Sama dan turun ke daratan dan menampakkan diri
"Owalah.. suara tadi.... ternyata kau toh Kek.."
Kata Tomo dengan santainya membuka identitas Kage Sama
"BERANI BERANINYA KAU TOMO!"
Kage sama langsung menyerang Tomo dengan Sillhouttenya
Namun sayangnya Tomo berhasil menghilang/ ngeblink karena topeng yang ia gunakan
Kage Sama terkejut karena Tomo bisa menghilang dan malah mengejek dan meremehkannya
"Hahahaha.. kau fikir dengan alat murahan seperti itu bisa mengalahkanku?!"
"Ohh tentu tidak.., aku kan punya pasukan.."
"Hahaha.. tidak mungkin bisa!"
"Pasukan! Tembak!"
Perintah Tomo
Seluruh pasukan didepan gerbang desa mulai menyalakan meriam dan menembakkan kearah Kage Sama yang tiba tiba mengubah ukuran tubuhnya mencapai 50 meter, Tomo terheran heran karena semua peluru meriamnya hanya mengenai kakinya dan tak membuat luka sama sekali
"HAHAHAHA... MAHKLUK LEMAH!"
"Hai Kage Sama, kita baru pertama kali bertemu kah? oh tidak kurasa ini yang kedua kalinya"
Kata Ken yang sudah berada di pundaknya
"APA?! KAU AKAN MATI JIKA DISITU BODOH!"
"Ohohoho.. janganlah kau galak galak kepada buyutmu ini.."
"HAH?! BUYUTKU?! HAHAHA.. KAU MEMANG HARUS DI MUSNAKAN! "
"Tidak secepat itu babon"
Ejek Keath
"HAH! SIAPA LAGI KAU! KURANG AJAR SEKALI KAU MENGHINAKU!"
"Hey dari mana kau dapatkan kata babon itu pffttt"
Tanya Tomo
"Ahh itu.. aku menemukan kata itu di bukumu pfftt, aku fikir itu lucu dan ternyata memang lucu pfftt"
"Bagus sekali kau Keath pffttt"
"Mereka malah bercanda di keadaan genting seperti ini loh -_-"
Heran Asuka
"Sudah-sudah saatnya kita serius kawan"
Kata Tomo sambil memegang pundak Keath
"HAHAHAHA BAIKLAH JIKALAU KAU MULAI SERIUS MENGHADAPIKU"
"Cih si Babon ini sok keras sekali"
Ejek Keath
"0_0"
Terkejut Asuka
"BRENGSEK!!"
Kage sama mengambil batu besar dan melemparnya ke arah desa Wulvie
"Awas semua! menghindar!"
Teriak Keath
"Aaaaaaaa"
Teriak para warga ketakutan
"Cih kenapa semua lari ketakutan"
Kesal Tomo
"Woyy woyy aku masih di pundak babon ini!!"
"HMMM... "
Tatap Kage Sama
"Oh hai.. bentar yah aku turun dulu.. ini susah.. hehe.."
"Cepat Ken! Aku akan membantumu!"
Teriak Alea dari jauh dan menyiapkan panahnya
"Ohohoho akhirnya kau sudah sadar baiklah"
Semangat Ken dan langsung melompat dan menerbangkan alatnya
"Ini belum berakhir"
__ADS_1
Ucap Tomo sambil berhadapan dengan Kage Sama
-Tbc