GADIS BARBAR MENCARI CINTA

GADIS BARBAR MENCARI CINTA
Kejutan Untuk Pak WaliKelas Kita


__ADS_3

Iwan dan teman-temannya mulai mendekat ke arahku, aku pun berlari menjauhi mereka. Namun Iwan mengejar menghadangku, "mau apa kalian" tanyaku sambil ber-ekspresi wajah dingin. "aku mau kamu sayangku" ucap iwan. "hentikan, siapa juga sayangmu, kenapa kamu datang kesekolah pagi-pagi banget?" tanyaku dengan kesal. "karna aku hanya ingin melihat mentari pagiku ini, aku tidak menyangka mentariku yang bersinar lebih terang dari pada sinar matahari datang pagi-pagi ke sekolah" ucap iwan sambil merayuku. Aku mendengar rayuan yang menggelikan membuat ku sakit kepala, "hentikan kata-kata menjijikkan itu" ucapku sambil memijat kepalaku. "jangan marah sayang, aku membawakan mu bunga dan coklat" ucap iwan sambil meberikan bunga dan cokelat. Aku langsung menepis tangannya sehingga membuat bunga itu jatuh. "sayang kenapa kau tak menghargai cintaku ini" ucapnya sambil memelas. Aku melihat ada anak-anak lain datang, aku pun langsung meninggalkan iwan dan teman-teman nya. "sayangku kau mau kemana?" teriak iwan dengan sangat kencang. "dasar gila, ingin sekali ku pukul otak ini orang, lain kali aku gak akan mengampuni nya" ucapku yang sambil berlari. Saat aku sampai dikelas, aku pun mulai mengatur semuanya. lalu datang teman-teman satu persatu, hadiah yang mereka siapkan dikumpulkan dan dimasukkan kedalam kardus. "tinaaa, nakasih kue nya ya, tadi kurirnya udah datang kerumah aku" ucap adel. "oh jadi udah dateng kue nya, coba gue lihat? siapa tau udah lu makan setengah" ucapku menyindir adel. "enggak lah, gak mungkin aku makan" jawab adel membela. "siapa tau kan? lo kan doyan makan" ucap yuni.

__ADS_1


Akhirnya adel pun membuka kotak kardusnya dan kuenya masih utuh tanpa hilang sedikitpun. "waaahh cantik banget kuenya, tiga tingkat, berapa harganya? pasti mahal banget?" tanya yuni yang penasaran. "bukan gue yang bayar, tapi agustina" jawab adel. "itu murah kok, malah aku dapat diskon" jawabku bohong. (mereka kan gak tau kalo aku anak orang kaya, aku gak mau punya temen yang mau temenan sama aku karna ada apanya, tapi aku mau punya temen yang apa adanya) ucapku dalam hati. "oh iya, nanty ada rapat guru, jadi kita akan pulang cepat." ucap andre. "tapi untung ajah pelajaran wali kelas kita masih jam ke dua, jadi masih sempat buat bikin kejutan untuk pak guru." sahut yuni. Lalu terdengar bunyi bel yang menandakan bahwa pelajaran akan segera dimulai, semua murid pun bersiap untuk memulai pelajaran, lalu bu sofia pun datang, ia adalah guru yang mengajar pelajaran Biologi. "selamat pagi anak-anak" ucap bu sofia. "selamat pagi bu" ucap semua murid secara serentak. "anak-anak silakan buat kelompok, ibu akan membut tugas untuk kalian" ucap bu guru. mereka semua sibuk menentukan anggota kelompok, tapi berbeda denganku, tanpa mencari anggota mereka pun berkumpul denganku. Lalu bu sofia memberikan selembaran soal, semua anak mendapat satu-satu. "hey tina kelompok kita kurang satu orang" ucap adel. Lalu Devan datang menghampiri ku. "tina boleh gak aku gabung dikelompokmu?" Tanya devan sambil menatapku dengan malu. Aku pun memperbolehkannya bergabung kedalam kelompokku, bel pun berganti. Akhirnya pelajaran kedua pun dimulai, sebelum bu sofia pergi dia berpesan bahwa dua hari lagi. Sekolah akan mengadakan lomba sekolah, jadi semua murid diwajibkan mengikuti perlombaan tersebut. Dan soal yang dibagikan oleh bu sofia tadi harus dikumpulkan minggu depan, Semua murid pun bersorak protes, namun tidak dihiraukan oleh bu sofia.

__ADS_1


Bersambung**....

__ADS_1


__ADS_2