GADIS BARBAR MENCARI CINTA

GADIS BARBAR MENCARI CINTA
Rival Masa Kecil


__ADS_3

Aku yang melamun tidak menyadari kehadiran tamu itu datang, tante mengejutkan diriku dan membuat ku sadar dari lamunanku. " tina sayang, kamu kenapa bengong. pasti kamu terkejut kan?" tanya tante kepadaku. "kamu pasti sudah lupa dengan orang ini, dia adalah teman kamu saat masih kecil, dia adalah Putra" ucap tante memperkenalkan orang yang berada disampingnya. Saat ku pandang orang itu, aku merasa pernah melihatnya tapi aku lupa bertemu di mana. "aku gak nyangka kamu jadi sangat kurus, dan ada apa dengan kaki dan tangan mu? apa kau sekarang menjadi cacat" ucap putra. Aku yang tidak terima dengan ucapannya melemparinnya barabn yang ada disekitarku. "enyalah kau sialan" ucapku yang masih melempar barang. Putra dengan sigap menghindar dan tante menikmati pemandangan yang terjadi. "ternyata kalian sangat akrab ya. kalian benar-benar cocok" ucap tante sambil tersenyum. "tante, yang benar saja, siapa yang mau dengan cewek barbar seperti dia, dari dulu sampai sekarang sikapnya tidak pernah berubah." ucap putra. Aku semakin kesal lalu aku melempar bantal dan mengenai wajah putra sampai dia terjatuh. Tante pun tertawa melihat putra yang terkena bantal, "hahahaha..... kalian benar-benar pasangan yang paling cocok." ucap tante. "yang benar saja, aku sama dia jadi passngan? lebih baik aku jomblo" ucap yang kesal dengan ucapan tante. "aku juga gak mau dengan gadis barbar kayak kamu. kamu gak ada satu pun dari kriteria cewek idamanku" ucap putra yang menyombongkan diri.

__ADS_1


Saat suasana sedang memanas, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. "tok tok tok" Lalu masuk lah orang itu dan ternyata dia adalah kakekku. "cucu ku sayang bagaimana keadaanmu? lho kenapa kamarmu seperti terkena angin topan gini?" ucap kakek yang terkejut melihat kamar ku yang berantakan. "astaga ayah. ini biasa dilakukan oleh sepasang kekasih, mereka benar-benar sangat cocok dan romantis." ucap tante menjelaskan. ( Romantis dari mananya, pengen ku jitak kepala tanteku ini) ucapku dalam hati. Lalu ayah datang kekamarku**, dia melihat keadaan kamarku dan hanya menghela nafas. "tina mulai sekarang putra akan tinggal bersamu, karna kantor yang akan dia bekerja di kota yang sama dengan mu" ucap ayah. "tunggu, kenapa harus tinggal bersamaku, kenapa dia gak beli ajah apartemen terus tinggal di sana" Ucapku yang protes. "Ini adalah perintah. jika menolak, papa akan mencoret namamu dari daftar hak waris." ucap papa yang mengancamku. "hey, gak ada yang boleh mencoret hak waris cucuku" ucap kakek yang membelaku. "apa ayah tidak khawatir jika cucumu tinggal sendirian, bagaimana jika dia membawa laki-laki kerumahnya" ucap papa menjelaskan kepada kakek. "kakek, bukankah dia juga seorang pria" ucapku sambil berharap kakek membelaku. kakek melihatku kemudian melihat kearah putra, lalu kakek bertanya kepada putra. "apa kamu bisa menjaga cucuku?" ucap kakek. "tentu saja, saya bisa menjaga bayi besar ini" ucap putra. "siapa yang bayi" ucapku sambil cemberut. "oh astaga coba lihat wajah lucu bayi besarku ini, rasanya baru kemarin aku menidurkanmu dalam gendongan ku." ucap tante yang gemas melihat pipi tembamku karna aku cemberut. Lalu bibik mencubit kedua pipiku karna tidak tahan dengan ekspresi menggemaskanku. "Aakkhh. atit ante epashan (sakit tante lepaskan)" ucapku kesakitan. Lalu kakek menjewer telinga tante, "jangan kau ganggu cucuku" ucap kakek ke tante, lalu tante melepas pipiku. Tiba-tiba kakek mencubit kedua pipiku seperti yang dilakukan tante tadi. "uthuu uthuu cucuku yang lucu seperti malaikat." ucap kakek sambil mencubit pipiku. (dasar kekanak-kanakan) ucap ayah dan tante dengan ekspresi menatap kakek dengan tajam**.

__ADS_1


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2