GADIS BARBAR MENCARI CINTA

GADIS BARBAR MENCARI CINTA
Perintah Untuk Pulang


__ADS_3

Setelah semua murid pergi, aku dan adel akan pergi ke tempat janjian. Tapi aku melihat adel akan melarikan diri, lalu aku mengejarnya "hey del, jangan kabur lu." ucapku sambil mengejarnya di lorong sekolah. "gawat ketahuan" ucap adel terkejut. Adel pun berlari semakin cepat tapi soal lari aku lebih cepat karena aku sering memenangkan lomba lari. Aku pun akhirnya bisa menangkap adel dan aku membawanya ke parkiran, disana teman-teman kelompok sudah berkumpul. "kita pergi ke Kafe, adel yang bayarin." ucapku keteman-teman. "gak bisa gitu dong, gue bisa jadi miskin." ucap adel sambil meronta-ronta. Namun aku dan yang lain tidak mempedulikannya, akhirnya adel pasrah dan mengikuti kami.

__ADS_1


Kami semua sampai di kafe yang biasanya kita bermain, "lho tina kita kan gak janjian disini." ucap adel yang berbisik ditelingaku. "kita kan mau belajar kelompok, lagian kita ada anggota baru" ucap ku sambil menarik tangan adel. Saat aku masuk kedalam, aku melihat om lion. "om tempat yang biasanya" ucapku, aku pergi ketempat biasa kami duduk. "tempat ini itu enak, bisa muat banyak orang, terus makanannya juga enak banget, daannn om lion selalu ngasi diakon. " ucap yuni yang senang. (dikasih diskon itu karena dia om aku) ucapku dalam hati. Om lion pun datang menghampiri kami, "om aku pesen yang biasanya" ucap adel. "aku juga" ucap teman-teman yang lainnya. "ok, trus siapa ini. anggota baru ya." tanya om lion. "iya om, dia devan, temen sekelas kami." ucap yuni. Setelah mencatat pesanan kami, om lion pun pergi meninggalkan kami. "hey, om lion itu umurnya berapa sih, ada yang tau gak?" ucap ayu. lalu aku pun menjawabnya "mungkin 27 atau 28, ya sekitaran segitu." aku melihat ponselku dan ada pesan masuk. Dan ternyata pesan itu dari kakak, dia menyuruhku pulang ke rumah utama. Aku pun mengabaikan pesan itu dan mematikannya. (sung.guh men.jeng.kel.kan) ucapku dalam hati.

__ADS_1


Kami mengerjakan tugas sampai jam 8 malam, setelah tugas semua selesai mereka pun pergi. "tina, aku pulang dulu ya." ucap adel. lalu adel bersiap untuk membayar makanannya. Aku menghentikannya "biar aku yang bayar, kalian pulang duluan ajah." ucapku. "tina gue anterin pulang ya.!" ucap adel. Aku menolak ajakan adel. Akhirnya teman-temanku semua pergi pulang, setelah aku membayar aku pun pergi meninggalkan kafe. Didepan kafe aku melihat mobil yang sangat familliar, lalu seseorang turun ari mobil, ternyata dia adalah kakakku Brayn. "agustina, aku disuruh papa jemput kamu pulang." ucap kak brayn. "aku gak mau kak, aku kan udah bilang, aku akan tetap sekolah tapi kalian jangan pedulikan aku." ucapku sambil menghindar. Tiba-tiba kak brayn menarik tanganku "maafkan aku, tapi aku tidak bisa melawan perintah dari papa" ucap kak brayn sambil membawaku masuk kedalam mobil. "ok, kali ini aku akan mengikuti kata kakak, tapi ini untuk yang terakhir kali nya." ucapku yang tidak bisa melihat kakak dihukum oleh papa.

__ADS_1


Besambung........

__ADS_1


__ADS_2