
Kak Putra mengenal keluargaku sudah cukup lama, bahkan sebelum aku lahir. Itu karena keluarga ku dan keluarganya sudah saling kenal, papanya Kak putra adalah sahabat sekolah papaku. dan Kak putra juga berteman dengan kakak ku, ya mungkin karena mereka sekolah bersama. Kak Putra sering pergi kerumahku dan aku juga sering diajak kakak pergi kerumah kak putra, dulu kak putra selalu menggodaku dan aku membalas dengan memukulnya. Kami bermain bersama sampai suatu hari aku marah dan tanpa sengaja aku melukai kak cyntia, teman kak putra. Kak putra sangat marah padaku dan hubungan kami mulai meregang, aku tau saat itu kak cyntia sengaja melakukan itu untuk menjadikanku jahat dimata kak putra. Tapi kak putra tidak mendengarkan penjelasan ku dan terus menyalahkanku, aku sangat marah dan mulai membencinya. Aku selalu menjadi musuhnya, terkadang saat dia datang kerumah aku selalu mengerjainya begitu pun saat aku pergi kerumahnya, aku selalu membuatnya kesal dengan membuat kamarnya berantakan. Keluarga kak putra tidak mempermasalahkan tindakanku ini karna mereka berfikir aku masih anak-anak, dan mereka sangat menyayangi ku.
__ADS_1
Sampai suatu hari kak putra memutuskan untuk pergi kulia ke Inggris Dan aku mulai tidak pernah datang kerumahnya lagi. Delapan tahun kemudian dia datang kembali kesini, dan entah apa yang dipikirkan papa sampai menjodohkan aku dengannya. Seharusnya papa tau kalau aku sangat membenci kak putra, dan kenapa kak putra tidak menolak perjodohan ini. Aku pun hanya pasrah menerimanya, tapi aku akan terus memikirkan cara untuk membatalkan perjodohan ini. "sayang, apakah kamu akan pulang sekarang. lukamu belum sembuh" ucap mama. "enggak apa-apa kok maa. kan ada kak.put.ra. yang akan jagain aku" ucapku kemama. Aku kembali kerumah kecilku bersama kak putra, karna dia akan tinggal bersamaku, dan dia juga calon tunanganku, maka dia harus menjagaku. Saat aku naik mobil, aku hendak masang sabuk pengaman. Namun karena tangan ku terluka, aku kesulitan untuk memasangnya. Aku terus mencoba tapi tetap tidak bisa mengaitkan sabuk pengaman ini, akhirnya aku menyerah melakukan nya. Kak putra melihatku tidak bisa memasang sabuk pengaman dan membantuku memasang sabuk pengaman ini. Saat dia mendekat aku fikir dia akan berbuat tidak senonoh jadi aku menjambak rambutnya, "hey, hey apa yang ingin kau lakukan" ucapku saat dia mendekat dan ku jambak rambut nya dan mencakarnya. "akhh... hey lepaskan, aku hanya membantumu memasang sabuk pengaman saja" ucap kak putra yang sedang sabukku. Saat kak putra selesai memasang sabukku, aku pun melepas rambutnya. "apakah kau kucing, kenapa kau mencakarku?." tanya putra kepadaku. "apa maksudmu?" tanyaku dengan singkat. "Prttfff, kau mirip sekali dengan piko saat pertama kali bertemu, (piko nama kucing) " ucap kak putra menahan tawa. "hentikan leluconmu itu, apa kah kau tau aku sangat membenci mu" ucapku ke kak putra dengan nada keras. Lalu tiba-tiba wajah kak putra mendekat didepan wajahku "kalau begitu, aku lebih membencimu, aku tak pernah memaafkanmu" ucap kak putra dengan tatapan psiko. "aku juga tidak pernah memaafkanmu dan aku juga tidak mau maaf darimu" **ucapku sambil menatap dengan tajam.
__ADS_1
Bersambung...........
__ADS_1