
Keesokan harinya , Vina tanpa sarapan pergi ke sekolah menggunakan bajai seperti biasa, Saat tiba di sekolah Vina bertemu sahabatnya Susi .
" Hai Vin , ( tatapan menyelidik ke Vina)
Vin, kenapa muka mu puncet banget ? kamu sakit ? tanya Susi
" aku gakpapa kok si, Cuma ke capean aja .." jawab Vina sambil tersenyum lirih .
" Gak mungkin Vin , muka mu seperti muka orang sakit, atau kamu gak makan lagi ? ( penuh cemas)
Vina hanya tersenyum sambil melanjutkan jalannya dengan santai . Susi adalah satu satunya teman dan sahabat Vina di sekolah maupun di rumah .
Susi adalah anak orang berkecukupan , dia juga memiliki hati yang baik dia berteman dengan siapa saja tanpa memandang status sosial, Bahkan sebagai seorang sahabat Susi sering kali menawarkan bantuan kepada Vina, namun Vina enggan menerimanya , karena dia tak mau merepotkan sahabatnya itu .
Susi selalu menjadi pelindung Vina dari Bulian teman temannya .
saat sampai di depan kelas tiba - tiba Vina merasa lemas dan pusing, kemudian dia jatuh pingsan . Untung saja ada Susi yang langsung membawanya ke UKS .
Alhamdulillah kamu dah sadar Vin, aku khawatir banget sama kamu, kamu sebenernya sakit apa si Vin ? atau di suruh apa sama bibimu yang super super jahat itu ? tanya Susi beruntun .
ihh kamu nih sus tanya nya satu" dong kok kaya warawan aja sih.. ( sambil tersenyum)
ishh kamu tu ya Vin, aku tu tanya serius kamu malah ketawa ( sambil muka cemberut)
iya iya Sorry , kamu tau kan gimana bibi dan Sepupuku itu . ( Vina menghela napas panjang )
kamu tuh, dari dulu aku kan dah bilang tinggal aja di rumahku, lagi pula orang tuaku juga sayang kan sama kamu , dan mereka seneng kalau kamu tinggal dirumah , jadi kalau mereka keluar kota aku ada temennya .. ( Sindi terus aja bicara tanpa henti)
Iya maaf, tapi aku gak mau jadi beban dirumah kamu, aku gak mau ngerepotin keluarga kamu sus,dan keluarga kamu juga sudah sangat baik sama aku .
Ya ampun Vin kamu selalu aja alesan kayak gitu, kamu tu dah ku anggap kaya saudara aku sendiri Vin, yaudah sekarang kamu makan nih aku dah beliin kamu makanan di kantin , kamu makan ya sampai habis , aku tungguin disini, aku takut kamu pingsan lagi . ( sambil ketawa)
__ADS_1
makasi ya Susi kamu selalu baik sama aku kamu mau jadi sahabat dan temen buat aku , meskipun aku cuma orang miskin ..
"Sttttt, jangan ngomong gitu , aku gak pernah berteman memandang fisik atau status sosialnya "
yaudah ah, cepet makan , kemudian Vina pun memakan makanan itu, setelah merasa badannya sudah tak lemas lagi Vina pun dan Susi kembali ke kelas .
Seperti biasa, Setelah sampai di rumah Vina pun beres - beres rumah agar bisa makan. Setelah semua nya beres vinapun bergegas merebahkan tubuhnya di atas kasur .
Sambil menatap langit langit kamar .
" Vina bergumam dalam hati,Kayaknya aku harus kerja sampingan deh, agar aku punya uang sendiri deh . Tapi kalau aku kerjapasti kerjaan rumah ini gak beres, bisa" aku di usir dari sini, aku mau tinggal di mana tambahnya ..
sangking lelahnya Nisa, tertidur sampai jam 10 malam dan hendak mengambil air minum, sesampainya di dapur dia dia tak sengaja mendengar percakapan paman bibi nya di ruang keluarga .
" kapan si kamu bawa pergi ponakan tengil kamu itu mas ? tanya bibi Sri
" Kan aku dah bilang, sampai dia lulus SMA aku baru bisa lepasin dia diluar, sabar dong mah tingal beberapa bulan lagi dia disini .
" Tapi mas aku tu dah muak liat mukanya di sini udah sebel aku ...
pokoknya aku gak suka mas titik.
" yaudahlah terserah ku "
" pokoknya kalau dia gak keluar dari rumah ini setelah lulus , aku bakal usir dia secara paksa , gak peduli aku dia mau jadi glandangan kek atau apalah , yang jelas aku dah muak dan benci banget sama anak itu .
" Toni hanya menghela nafas panjang, melihat tingglah istrinya itu , tapi di sisi lain dia sangat kasihan pada Vina karna tak bisa berbuat apa" .
Sementara itu Vina yang mendengar percakapan paman dan bibinya itu, langsung menangis dan lari ke dalam kamar, entah apa yang terjadi di masa lalu kedua orang tuanya sehingga membuat bibi Sri sangat membencinya . Vina ingin bertanya namun dia takut kalau bibinya murka dan mengusirnya dari rumah ini.
" Dalam hati Vina sudah bertekad, bahwa besok dia akan mencari pekerjaan sampingan karna beberapa bulan lagi dia akan ujian dan pasti akan membutuhkan uang . dan teringat kata bibi Sri bahwa selesai lulus aku akan di tendang dari rumah ini.
__ADS_1
.... Esoknya sepulang sekolah , Vina mencari pekerjaan di berbagai tempat, dan dia pun di terima bekerja di salah satu Caffe sebagai seang pelayan .
Dikarenakan Nisa Masi sekolah, dia di tetapkan sebagai anak magang, bukan karyawan tetap. saat melayani pengunjung. datang teman Vina berserta gengnya . Mereka berjalan ke cafe dengan bercanda ria, Namun saat melihat Vina mereka menghampiri Vina dengan angkuh.
" Ternyata si Miskin sekarang kerja di sini" kata Rini dengan tatapan sinis.
" Gak cocok jadi pelayan gini, cocoknya jadi pemulung di jalan kata Sambung dini dan di sambut ketawa oleh kedua temannya.
" Maaf mau pesan apa ? tanya Vina tanpaperdulikan ejekan temanya itu .
" Okey gue pesen cappucino late 2, jus avocado 2 dan disert redvalver 2. spagety 2 jangan terlalu pedes ingat jangan terlalu pedas kata Rini .
Baik, tunggu sebentar ya , Vina pun pergi meninggalkan mereka ..
beberapa menit kemudian Vina datang membawa pesanan mereka , tapi dengan sengaja Rena mengulurkan kakinya dan membuat Vina terjatuh dan semua yg di bawa Vina pecah dan berantakan ..
lalu pecahan beling mengenai putri, dan berkata Lo sengaja kan , bikin gue luka Lo mau balas dendam iya ..
mendengar ada keributan , maneger Caffe pun akhirnya menghampiri mereka , dan bertanya ada apa ini
lalu putri bilang, kalau pelayannya Sengaja melukainya .
maaf atas kesalahan karyawan kami, Dia memang karyawan baru , nanti biar saya peringati ujar meneger itu dengan ramah .
Gue mau dia di pecat dari Caffe ini atau gue bilang ke bokap gue untuk tutup Caffe ini. kamu tau kan bapak gue, ? bapak Adrian Kusumo pemilik perusahan X Cecar Rini mengancam Manage Caffe .
Manager Caffe terkejut, karna nama yang disebut itu adalah pemilik saham terbesar ke 3 di Caffe itu.
" Vina mulai hari ini kamu saya pecat, dan mulai hari ini kamu tidak boleh kerja disini lagi , Sekarang keluar kamu dari Caffe ini " ucap Tegas menager.
"Tolong pak jangan pecat saya, saya Masi butuh pekerjaan ini , Vina memohon "
__ADS_1
" Lo udah di pecat juga, pergi dari sini mending jadi pemulung aja, cocok sama muka Lo ujar Rena sambil mengibaskan tangannya .
Kemudia Vina keluar dari Caffe itu dengan langkah tertatih, Vina bingung harus mencari kerja di mana lagi, Vina berjalan menyusuri jalan yang masi Ramai Kendaraan lalu lalang, lalu dia berhenti di sebuah taman , dia menangis dan teringat kedua orang tuanya, Andai saja kedua orang tua ku masih hidup, dia tidak pernah merasakan kesusahan seperti ini walaupun hidup di desa terpencil . dia tidak tau apa pekerjaan orang tuanya , setiap Vina menanyakan hal itu, orang tuanya selalu menjawab yang penting mereka bisa memberikan apa yang Vina minta . walaupun orang tuanya selalu memanjakannya tapi Vina tidak menjadi gadis yang manja dan lemah, justru Vina tumbuh menjadi gadis yang Cerdas, kuat dan Mandiri, sehingga saat kedua orang tuanya meninggal, dia bisa menjalani kehidupannya dengan tegar meskipun banyak rintangan yang Vina temui . dia bisa dengan sabar menjalani kerasnya hidup di rumah bibi nya dan mendapatkan bullian di sekolah, tapi dia tetap kuat dan pernah absen . meskipun dia sering mendapatkan kekerasan fisik dari Temannya .