Gadis Desa Untuk CEO Kaya

Gadis Desa Untuk CEO Kaya
Episode 4


__ADS_3

Hari ini Minggu setelah beres - rumah paman , Vina Bun segera pergi menemui sahabatnya Susi, mereka sudah buat janji saat hari Sabtu kemarin .


jadi hari ini Susi mau mengajak Vina ke Restoran milik teman mamanya ( Seorang janda tua yang tak memiliki anak) . Susi juga sangat dekat dengan Bu Niken biasa susi memanggil nya dengan sebutan Tante .


Setelah sampai di depan Restoran , Sindi langsung menemui Tante Niken dan memperkenalkannya ke pada sahabatnya .


Vina ini Tante Niken


Tante ini Vina sahabat aku yang kemarin aku ceritain ke Tante,


"Hai Vina kamu cantik dan sangat mandiri ya, meskipun status kamu masih sebagai siswa, kamu tidak malu sambil bekerja ."


" Vina hanya tersenyum malu mendapat pujian dari Tante Niken. terimakasi Tante sudah mau memberi saya kesempatan untuk bekerja di restoran Tante, saya janji, saya akan bekerja dengan baik agar Tante gak kecewa sama saya .


iya Vina, Tante percaya kamu anak yang bertanggung jawab ,Tante sudah banyak mendengar cerita tentang ku dari Susi .


okey Vina kamu bisa langsung kerja sekarang ya .


setelah Vina Menganti pakaiannya dia pun langsung bekerja , dia mendapat perintah dari kasir untuk mengantarkan minuman ke meja no 10 .


saat Vina berjalan tiba" ada yang menabraknya dari belakang, karna Vina kehilangan keseimbangan minumannya yang dia bawa pun tumpah mengenai seorang laki berjas hitam rapi .


Naas nya laki - laki berjas hitam itu adalah Adrian .


dengan menahan emosi Adrian pun langsung menatap tajam mata Anisa .


" Maaf tua saya tidak sengaja, sambil menundukan kepala nya , lalu dia pun mengambil tisu dan membersihkan jas Adrian .


Ya ampun kamu lagi, kamu lagi , kenapa ya setiap gue ketemu elu , gue apes terus, kali ini aku gak akan maafkan kamu, sambil melepaskan tangannya Vina yang sedang mengelap jas Rian .


Sekarang mending kamu pergi dari hadapan ku, sebelum aku lebih murka sama kamu,


Vina pun segera membalik kan tubuhnya dan bergegas pergi, karna lantai masih licin terkena minuman yang tumpah tadi , Vina pun terpleset tapi dengan sigap Adrian langsung menangkap tubuh Vina agar tidak jatuh, mata mereka pun saling adu menatap , dan tanpa di sadari jantung mereka pun berdebar sangat kencang ..


Vina segera sadar dari tatapan itu, dia pun gugup dan mengucapkan " Terimakasi tuan " dan Vina pun segera berlalu .tapi tangannya di tahan oleh Adrian , dengan tatapan tajam Adrian berkata, saya tidak mau tau kamu harus ganti rugi . Jasku limitid edision hanya satu satunya di dunia . kamu harus ganti dengan cara apapun .


Saya akan ganti rugi tuan ,tapi bisakah dengan mencicil ?


apa kamu bilang cicil, kamu fikir aku tukang kredit, dan asal kamu tau seumur hidupmu kerja jadi pelayan di sini tak kan bisa menganti jasku ujar Adrian angkuh .


lalu bagaimana saya harus membayarnya tuan ??


"kamu harus melayaniku sampi uangmu habis Tegas Adrian"


Tapi gimana kerja nya tuan ?


" saya tidak mau ada penolakan, pokoknya besok pagi jam 07.00 kamu harus ke alamat yang ada di kartu ini . jangan sampai telat, Adrian pun melempar kartu itu ke Vina


( dalam hati Vina bicara, dasar songong banget gak ada sopan santunnya meskipun kaya raya )


tapi Vina pun kembali berfikir, bagaimana dia bisa pergi dari rumah sepagi itu, bagaimana dengan pekerjaan di rumah bibinya tidak bisa di tinggal, dan dia pun besok ada acara di sekolahnya, otak Vina benar" buntu..


setelah pulang dari restoran, Vina pun menyegarkan dirinya sebelum tidur , setelah selesai mandi Vina pun merebahkan badan rampingnya di atas tempat tidurnya , sambil memikirkan bagaimana caranya jam 7 dia bisa sampai ke alamat yang di beri Adrian .


Pagi ini vina bangun jam 3, setelah sholat tahajud Vina langsung beres" rumah bibinya


dan pukul 5 dia sudah selesai membereskan rumah dan dia pun segera mandi dan bersiap" untuk pergi ke kantor Adrian .


" untung aja hari ini bibi sama putri lagi liburan ke luar kota , jadi hari ini aku gak kena omel dan bentakan" seperti biasanya .. untuk acara di sekolahnya itu adalah pengambilan surat kelulusan, bersyukurnya Vina punya sahabat sebaik Susi, jadi untuk SKL Vina , Susi yang mengambilkan .

__ADS_1


Vina pergi mengendarai Ojek , agar tak terkena macet dan lebih cepat , jam 06.45 Vina sudah sampai di depan kantor yang terlihat sangat besar dan mewah .


Ya Vina sampai di kantor Adrian, tiba" jantungnya deg degkan ada rasa takut di dalam hatinya . dia takut membuat kesalahan yang bisa buat tuan Adrian murka ke pada dirinya . saat Nisa menarik napas mencoba menenangkan dirinya, dia di kagetkan dengan suara kelakson mobil hitam mewah melintas di sampingnya, dan ternyata benar itu adalah Adrian Pratama .


saat Adrian keluar dari mobil Vina terpana dengan karisma dan pesona pada diri Adrian, sampai Vina tak sadar Adrian sudah tepat di hadapanya , Adrian pun mencubit pipi cabby milik Vina dengan sangat keras , Vina yang bengong tergelak kaget dan salah tingkah . Vina pun mengikuti langkah Adrian dengan rasa takjub dengan apa yang di lihatnya saat ini, semua karyawan yang berpapasan dengan nya selalu menundukan kepalanya sebagai tanda hormat ke pada tuannya itu .


Adrian terus berjalan dengan Wibawa yang melekat dalam dirinya


. semua karyawan di perusahaan nya tidak ada yang heran dengan sikap angkuh yang di miliki Adrian Pratama CEO kaya di usia muda, karena dari dulu Adrian memang tak pernah terlihat ramah .


Vina mengikuti Adrian menuju lift, dan banyak mata yang memandang Vina dengan tatapan sinis, apalagi Vina datang berdampingan dengan Adrian, dan masuk kedalam Lift khusus CEO .


Vina pun merasa tidak nyaman karena dia mendengar bisik - bisik dari karyawan yang lain , namun Vina tak berani untuk menegurnya, karena di sadar posisinya disini


Vina terus mengikuti langkah Adrian dengan menundukan kepalanya, tanpa berani mengucapka sepatah kata pun .


sepanjang perjalanan menuju ruangan Adrian , Vina terkagum" dengan disain arsitektur sampai Vina tak sadar Adrian menghentikan langkahnya .


hingga Vina menabrak tubuh belakang Adrian


Adrian langsung memutar badannya dan menatap tajam Vina , Vina pun menundung sambil bilang dalam hati cerobah banget si lu Vin Vin, mampus lu ni bakal di makan sama manusia dingin yang kejam ini .


Adrian berkata , " kalau jalan pakai mata jangan pakai dengkul "


lalu Adrian melanjutkan langkahnya menuju kursi kebesaran lalu mengambil map dan melemparkannya de atas meja .


"Ini surat perjanjian Kamu baca dan kamu pahami"


Vina mengambil map dan membuka dan mulai membacanya .


" Mulai hari ini kamu bekerja sebagai PELAYAN saya, tidak ada satupun yang boleh memerintah kamu kecuali saya . paham !!!!


Rido, yang sengaja dari tadi berdiri di balik pintu sedikit terpana melihat kelakuan tuanya itu .


bagaimana tidak, selama ini dia tidak mengijinkan perempuan untuk masuk ke ruangannya ke uali mamanya .


bahkan pacar" nya dulu tidak pernh ada yang di izinkan masuk keruangannya .


bahkan untuk membersihkan ruangan ya saja selalu office boy, tapi Vina yang bukan siapa" disuruh bersihkan ruangan dan merapikannya . ini adalah hal langka yang terjadi dalam hidup tuan muda yang buat Rido Terpana .


ridho, bawa perempuan ini ke pwntri dan jalan mana saja yang dia lalui agar besok tak tersesat untuk sampai di ruanganku . perintah Adrian


ingat ren, dia adalah pelayan khusus untuk ku jangan sampai ada yang berani memerintah ya ke cuali aku .


baik Tuan jawab Ridho


Rido pun membawa Vina ke penty dan menunjukan ruangan apa saja yang dia lalui agar tak tersesat menuju ruangan tuan muda .


Rido pun menjelaskan apa yang boleh di lakukan dan yang tidak boleh di lakukan selama bekerja .


Bu Tuti, ini Vina OG baru khusus untuk tuan muda .


" baik Tuan saya akan ajarkan sampai bisa , ucam Bu Tuti "


setelah itu Rido pun berlalu tanpa lupa memerintahkan. Ina untuk membuatkan kopi untuk tuan muda.


" salam kenal mbak Vina , sayaa tuti, kepala pentry disini . biasa saya di pangil Bu Tuti .


" salam kenal juga Bu Tuti, saya Vina .. mohon bimbingannya ya Bu.

__ADS_1


Vina pun segera membuat kopi yang di perintahkan tuannya .


" Buat kopi aja lama banget " ucap rian dingin


Adrian pun langsung meminum kopi buatan vina


"Vina pun memberanikan diri untuk bertanya, tuan bagai mana rasa kopinya" ..?


"Gak enak"


Yaudah tuan saya akan bawa kopi ini kebelakang dan menggantinya .


" Adrian pun langsung berdiri, stop jangan teruskan langkamu itu, aku hanya bilang kopi mu tak enak, tapi aku kan tak suruh ganti dengan tatapan tajam dan sangat dekat dengan wajah Vina.


" Yaudah bawa sini kopinya


" Baik Tuan, saat ingn meletakan kopi itu di atas meja, dengan tangannya yang bergetar Vina pun menumpahkan kopi itu di atas berkas milik Adrian


" Sontak suara Adrian mengeras, bocil kamu tau gak ini dokumen ******, kamu tu ya baru kerja di sini setengah hari kamu sudah buat aku murka .


" Mendengar keributan itu Rido pun bergegas masuk keruangan atasannya itu .


" Ada apa tuan?


" Rido bawa wanita ini keluar dari ruanganku, sebelum habis kesabaranmu .


" Baik Tuan ,


Ayo ikut aku keluar dulu ,


" Tapi ..... Tapi tuan ( Rido pun menarik tangan Vina )


Tanpa melanjutkan ucapannya Vina pun mengikuti asisten tuanya.


Vina yang merasa ketakutan, akhirnya menurut saja , dia keluar dari ruangan Adrian dengan hati penuh kecemasan .


Bagaimana ini pak? saya benar - benar gak sengaja ujian Vina ke Rendi dengan hati yang gunda ..


Ya gimana lagi, itu dokumen sangat penting Vin, kamu si terlalu ceroboh, sehingga tuan bisa semarah itu Tegas Ridho .


Aku harus gimana pak ? aku takut di suruh ganti rugi lagi sama tuan Adrian, sementara kemarin aja aku belum lunas cicilnya .. ucap Vina memelas ..


Hemm, Coba nanti saya bantu cari solusinya ya, sudah kamu kembali kerja sana ..


" Baik pak, terimakasih .


Vina pun segera kembali ke pentri dan istirahat disana , karna seluruh OB dan OG sedang menjalankan tugasnya masing - masing.


akhirnya Vina duduk di kursi sambil memikirkan, tentang kehidupannya yang begitu rumit sekarang.


aku seperti gak sangup kalau kerja disini lama" bisa mati berdiri aku, Tapi kalau aku keluar atau di pecat terus gimana aku ganti hutangku sama cowo Arogan itu ya ...


Kenapa sih nasipku sial terus, di rumah bibi aku disiksa, di sekolah aku di bulli sekarang aku harus bekerja di kantor manusia yang superdingin melebihi es batu ...


Ya Allah, kapan semua ini berakhir ...


astaghfirullahhalazim, Ya Allah maafkan hamba mu ini yang tak pernah bersyukur tapi selalu mengeluh


sabar ya tunggu episode selanjutnya, jangan lupa like dan komen ya biar penulis lebih semangat ni buat ceritanya 🙃

__ADS_1


__ADS_2